Pemakaian Bahasa Gaul dalam Film Remaja Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Film merupakan aktualisasi perkembangan kehidupan masyarakat pada masanya. Dari zaman ke zaman film mengalami perkembangan, baik dari teknologi yang digunakan maupun tema yang diangkat. Bagaimanapun, film telah merekam sejumlah unsur-unsur budaya yang melatarbelakanginya. Termasuk pemakaian bahasa yang tampak pada dialog antartokoh dalam film.

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 23 tahun 1999 tentang Pelaksanaan Serah Simpan dan Pengelolaan Rekam Film Cerita atau Film Dokumenter dijelaskan bahwa Karya Rekam Film Ceritera atau Film Dokumenter pada dasarnya merupakan salah satu karya budaya bangsa sebagai perwujudan cipta, rasa dan karsa manusia serta mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan pada umumnya, khususnya pembangunan pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyebaran informasi. (www.imlpc.or.id)

Perkembangan film di Indonesia menunjukkan fluktuasi, bahkan sempat terhenti pada akhir tahun 1997 dan mulai muncul kembali pada awal tahun 2002. Data yang berhasil dihimpun oleh Kompas menunjukkan bahwa pada tahun 1994 terdapat 26 judul film yang diproduksi, tahun 1995 sebanyak 22 film, tahun 1996 sebanyak 34, dan tahun 1997 sebanyak 32 film. Tahun 1997 adalah awal krisis ekonomi yang berlanjut dengan krisis sosial-politik. Akibatnya, sangat terasa karena produksi tahun 1998 dan 1999 hanya 4 film. Tahun 2000 naik jadi 11 film, tahun berikutnya turun lagi menjadi 3 film. Mulai tahun 2002 produksi film nasional bangkit menjadi 14 film, tahun 2003 terdapat 15 film, dan tahun 2004 terdapat 31 film

 Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa produksi film di Indonesia mengalami kenaikan. Angka-angka ini berdasarkan data yang berhasil lolos sensor dari Lembaga Sensor Film, kecuali sekitar 13 film yang langsung beredar dalam bentuk VCD, atau langsung ditayangkan untuk umum dalam bentuk proyeksi video digital di bioskop umum, tempat khusus yang mengadakan pemutaran film dengan membayar tiket masuk, atau festival-festival di dalam negeri (JiFFest) dan di luar negeri.

Dalam perkembangannya, film di Indonesia dimonopoli oleh film yang mengangkat tema seputar remaja. Hal ini disebabkan karena pangsa pasar di Indonesia sebagian besar adalah remaja. Oleh karena itu, industri perfilman di Indonesia memiliki tendensi memproduksi film-film populer yang bersifat komersial, sehingga banyak film yang mengesampingkan estetika dan pesan moral yang hendak disampaikan.

Film remaja Indonesia tidak terlepas dari perkembangan remaja di Indonesia itu sendiri. Apabila ditinjau lebih lanjut, masa remaja merupakan masa kehidupan manusia yang paling menarik dan mengesankan. Masa remaja mempunyai ciri antara lain, petualangan, pengelompokan, dan kenakalan. Ciri ini tercermin juga dalam bahasa mereka. Keinginan untuk membuat kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan bahasa rahasia (Sumarsana dan Partana, 2002:150).

Begitu halnya dengan budaya dan bahasa dalam lingkup masyarakat akan selalu mengalami pergerakan dan perubahan. Bahasa pun akan terus mengikuti pergerakan dan perubahan budaya dalam sebuah masyarakat. Hal ini disebabkan bahwa bahasa memiliki korelasi dengan budaya dan sosial ekonomi suatu masyarakat penggunanya. Bahasa dapat berkembang dengan pesat atau sebaliknya, secara perlahan musnah karena ditinggalkan penggunanya.

Pemakaian bahasa gaul yang juga mencerminkan sebuah budaya tersebut tampak sekali pada dialog-dialog yang digunakan antartokoh dalam film remaja Indonesia. Dialog yang digunakan sangat berbeda dengan bahasa Indonesia yang sesuai dengan tata bahasa Indonesia baku. Bahasa remaja memiliki kecenderungan memakai bahasa prokem atau slang yang memiliki kesan santai dan tidak kaku. Ketidakbakuan tersebut tercermin dalam kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi.

 Lebih lanjut dalam Pikiran Rakyat, tercatat bahwa bahasa gaul pada awalnya merupakan bahasa yang banyak digunakan oleh kalangan sosial tertentu di Jakarta, kemudian secara perlahan merambah kalangan remaja terutama di kota-kota besar.

Ani Arlina Kholid dalam Pikiran Rakyat menyatakan bahwa salah satu ciri atau sifat bahasa yang hidup dan dipakai di dalam masyarakat, apa pun dan di manapun bahasa tersebut digunakan, akan selalu terus mengalami perubahan. Bahasa akan terus berkembang dan memiliki aneka ragam atau variasi, baik berdasarkan kondisi sosiologis maupun kondisi psikologis dari penggunanya. Oleh karena itu, dikenal ada variasi atau ragam bahasa pedagang, ragam bahasa pejabat/politikus, ragam bahasa anak-anak, termasuk ragam bahasa gaul.

Hal senada diungkapkan Fathuddin bahwa slang merupakan bahasa gaul yang hidup dalam masyarakat petutur asli dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam obrolan antar teman, atau dalam media mass seperti teve, film dan besar kemungkinan dalam novel saat memaparkan suasana sosial tertentu. 

            Selanjutnya, Alwasilah (1993: 47) mengungkapkan bahwa penggunaan slang adalah memperkaya kosa kata bahasa dengan mengkomunikasikan kata-kata lama dengan makna baru. Pemakaian slang dengan kosakata yang sama sekali baru sangat jarang ditemui. Slang merupakan kawasan kosakata, bukan gramar atau pengucapan.

            Bahasa gaul remaja bukanlah bentuk bahasa baru. Bahasa gaul hanya terdiri dari beberapa istilah dan pembentukan kata baru yang digunakan dalam sebuah kalimat. Bahasa gaul remaja, seperti halnya prokem maupun slang, dapat dikatakan sebagai bentuk dari variasi bahasa.   

Dalam kelompok ujar tercatat bahwa ujaran generasi tua berbeda ragam dengan ujaran generasi muda. Hal ini tidak berarti bahwa bahasa generasi tua berbeda dengan bahasa generasi muda. Umumnya perbedaan itu terletak pada fitur linguistik tertentu yang hanya dapat ditemukan pada ujaran generasi tua, atau fitur-fitur yang lebih sering digunakan oleh generasi tua. Generasi muda mungkin masih sering memakainya, namun hanya dalam tulisan. Sedangkan generasi tua memakainya dalam komunikasi lisan. Sebaliknya, pada ujaran generasi muda, kita bisa menemukan fitur-fitur linguistik yang tidak terdapat atau jarang muncul pada ujaran generasi tua. (John T Platt, Heidi K. Plat, 1975:63)

Bahasa gaul remaja sebagai variasi mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan variasi bahasa yang lain. Karakteristik bahasa gaul remaja tampak pada pilihan kata yang dapat berupa singkatan, akronim, kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi. Pemakaian singkatan dan akronim, khususnya bagi para remaja digunakan ketika berkomunikasi pada saat kominikasi sms.

Dari referensi di atas, ada beberapa hal penting mengenai bahasa gaul, yaitu bahasa gaul dapat berupa prokem atau slang, digunakan oleh remaja, bersifat semenatara, sebagai identitas komunitas, hanya berupa variasi bahasa, dan penggunaannya meliputi: kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi.

Remaja sebagai suatu kelompok sosial tertentu yang ada ada dalam masyarakat, sering menggunakan pemakaian bahasa gaul ketika berkomunikasi dengan anggota kelompoknya. Selain itu, bahasa yang dipakai oleh remaja terkadang memiliki keunikan-keunikan dan bersifat kreatif. Oleh karena itu, bahasa gaul remaja khususnya dalam aplikasi pemakaiannya pada dialog film memang menarik untuk diamati dan diteliti, karena bahasa gaul memiliki ciri khas dan nilai sosial tersendiri.

 

1.2  Permasalahan

1.2.1        Ruang Lingkup Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah masalah bahasa yang digunakan oleh kelompok remaja, khsusunya dalam dialog antar tokoh dalam sebuah film. Adapun perincian perumusan masalahanya adalah sebagai berikut:

1.2.2        Rumusan Masalah

Penelitian ini hanya dibatasi mengenai kosakata,  khususnya proses pembentukan kata dan pemaknaan pada gaya bahasa remaja dalam film remaja. Rumusan masalahnya adalah:

  1. Bagaimana pola bentuk morfologi bahasa gaul remaja dalam film remaja Indonesia?
  2. Bagaimana pola makna bahasa gaul remaja Indonesia dalam media film remaja?

 

 

 

 

1.3  Tujuan Penelitian

Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa pemakaian bahasa gaul dalam remaja Indonesia

            Secara khusus, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:

  1. mendeskripsikan pola bentuk morfologis bahasa gaul remaja Indonesia dalam film remaja Indonesia
  2. mendeskripsikan pola makna bahasa gaul dalam film remaja indonesia

1.4  Manfaat penelitian

Secara operasional, manfaat penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah manfaat praktis dan manfaat teoritis.

Manfaat teoristis yang diharapkan adalah memperkaya kajian sosiolinguistik khususnya tentang variasai bahasa, serta dapat menghasilkan deskripsi bentuk morfologis bahasa remaja.

Manfaat prakatis yang dapat diharapkan dari penelitian ini adalah bagi guru khususnya bisa digunakan untuk bahan pengajaarn, bagi pembaca dapat menambah pemahaman bahasa dalam masjyarakat, dan bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi awal dalam penelitian lain khususnya bidang sosiolinguistik.

1.5  Definisi Operasional

Definisi opersional penting ada dalam setiap penelitian agar tidak terjadi kesalahpahaman penafsiran terhadap istilah-istilah yang ada dalam sebuah penelitian.

 

 

 

Adapun definisi operaional yang terdapat penelitain berjudul Pemakaian Bahasa gaul dalam Film Remaja Indonesia:

  1. Bahasa gaul adalah dialek nonformal baik berupa slang atau prokem yang digunakan oleh kalangan remaja perkotaan, bersifat sementara, hanya berupa variasi bahasa, penggunaannya meliputi: kosa kata dan intonasi.
  2. Remaja adalah kelompok sosial dalam sebuah masyarakat yang memiliki tendensi tinggi memakai bahasa gaul sekaligus sebagai identitas diri yang membedakan antarkelompoknya.
  3. Film merupakan budaya sebagai perwujudan cipta, rasa, dan karsa manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

A. Fungsi Sosial bahasa dalam Masyarakat

Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi sejak berabad-abad silam.         Dari masa ke masa, bahasa selalu mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan budaya manusia. Selama itu pula bahasa mengalami fluktuatif. Artinya ada bahasa yang mampu bertahan dan ada bahasa yang punah.

Menurut Dr. Sumarsono dan paini Partana menganggap bahasa sebagai produk sosial atau produk budaya, bahkan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayan itu. Sebagai produk sosial atau budaya, bahasa berfungsi sebagai wadah aspirasi sosial, kegiatan dan perilaku masyarakat, wadah penyingkapan budaya termasuk teknologi yang diciptakan oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Bahasa juga disebut sebagai “cermin zamannya”. Artinya, bahasa itu dalam suatu masa tertentu mewadahi apa yang terjadi dalam masyarakat.

Menurut Samsuri (1980:4) manusia yang tidak berbicarapun, pada hakikatnya masih memakai bahasa., karena bahasa ialah alat yang dipakai untuk memenuhi pikiran dan perasaannya, keinginan dan perbuatan-perbuatan, sekaligus sebagai alat yang dipakainya untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Bahasa adalah dasar pertama-tama dan paling berurat akar pada masyarakat manusia. Oleh karena itu bahasa juga sebagai tanda yang jelas dari kepribadian, antara yang baik dan buruk, begitu juga tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, dan tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

            Hal di atas sejalan dengan pendapat Keraf (1980:3) ditinjau dari dasar dan motif pertumbuhannya, bahasa berfungsi sebagai (1) alat untuk menyatakan ekspresi diri, (2) alat komunikasi, (3) alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan (4) alat untuk mengadakan kontrol sosial.

            Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri adalah dipergunakan untuk mengkespresikan segala sesuatu yang tersirat di dalam pikiran dan perasaan penuturnya. Ungkapan pikiran dan perasaan manusia dipengaruhi oleh dua hal yaitu oleh keadaan pikiran dan perasaan itu sendiri. Ekspresi bahasa lisan dapat dilihat dari mimik, lagu/intonasi, tekanan, dan lain-lain. Ekspresi bahasa tulis dapat dilihat dengan diksi, pemakaian tanda baca, dan gaya bahasa. Ekspresi diri dari pembicaraan seseorang memperlihatkan segala keinginannya, latar belakang pendidikannya, sosial, ekonomi. Selain itu, pemilihan kata dan ekspresi khusus dapat menandai indentitas kelompok dalam suatu masyarakat.

            Sebagai alat komunikasi, bahasa mempunyai fungsi sosial dan fungsi kultural. Bahasa sebagai fungsi sosial adalah sebagai alat perhubungan antaranggota masyarakat. Sedangkan sebagai aspek kultural, bahasa sebagai sarana pelestarian budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini meliputi segala aspek kehidupan manusia yang tidak terlepas dari peranan kehidupan manusia yang tidak terlepas dari peranan bahasa sebagai alat untuk memperlancar proses social manusia.

            Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Kemajemukan ini membutuhkan satu alat sebagai pemersatu keberseragaman tersebut. Di sinilah fungsi bahasa sangat diperlukan sebagai alat integrasi sosial. Di samping sebagai alat integrasi sosial, bahasa juga sebagai alat adaptasi sosial.

 Bahasa disebut sebagai alat adaptasi sosial apabila seseorang berada di suatu tempat yang memiliki perbedaan adat, tata krama, dan aturan-aturan dari tempatnya berasal. Proses adaptasi ini akan berjalan baik apabila apabila terdapat sebuah alat yang membuat satu sama lainnya mengerti. Alat tersebut disebut bahasa. Dari uraian ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia.

 

B. Variasi Bahasa

            Manusia merupakan mahluk sosial, oleh karenanya manusia melakukan interaksi, bekerja sama, dan menjalin kontak sosial di dalam masyarakat. Dalam melakukan hal tersebut, manusia membutuhkan sebuah alat komunikasi yang berupa bahasa. Bahasa memungkinkan manusia membentuk kelompok sosial, sebagai pemenuhan terhadap kebutuhannya untuk hidup bersama.

            Dalam kelompok sosial tersebut manusia terikat secara individu. Keterikatan individu-individu dalam kelompok ini sebagai identitas diri dalam kelompok tersebut. Setiap individu adalah anggota dari kelompok sosial tertentu yang tunduk pada seperangkat aturan yang disepakati dalam kelompok tersebut. Salah satu aturan yang terdapat di dalamnya adalah seperangkat aturan bahasa.

            Bahasa dalam lingkungan sosial masyarakat satu dengan yang lainnya berbeda. Dari adanya kelompok-kelompok sosial tersebut, menyebabkan bahasa yang dipergunakan bervariasi. Kebervariasan bahasa ini timbul sebagai akibat dari kebutuhan penutur yang memilih bahasa yang digunakan agar sesuai dengan situasi konteks sosialnya. Oleh karena itu, variasi bahasa timbul bukan karena kaidah-kaidah kebahasaan, melainkan disebabkan oleh kaidah-kaidah sosial yang beraneka ragam.

            Lebih sederhana, Sumarsana dan Partana mencoba mengelompokkan apakah dua bahasa merupakan dialek atau subdialek atau hanya sekedar dua variasi saja, dapat ditentukan dengan mencari kesamaan kosakatanya. Jika persamaannya hanya 20 % atau kurang, keduanya adalah dua bahasa. Tetapi kalau bisa mencapai 40%-60%, keduanya dua dialek; dan kalau mencapai 90% misalnya, jelas keduanya hanyalah dua variasi dari sebuah bahasa.

            Setiap ragam bahasa memiliki gaya untuk menunjukkan identitasnya. Bahasa merupakan alat komunikasi dalam berinteraksi antaranggota masyarakat yang mempunyai ciri-ciri tersendiri antarkelompok pemakainya.

            Dalam variasi bahasa setidaknya terdapat tiga hal, yaitu pola-pola bahasa yang sama, pola-pola bahasa tersebut dapat dianalis secara deskriptif, pola-pola yang dibatasi oleh makna tersebut dipergunakan oleh penuturnya untuk berkomunikasi. Di samping itu, variasi bahasa disebabkan oleh perbedaan tempat atau lingkungan pemakai bahasa, waktu, dan pemakai (Pateda, 1987: 52)

            Variasi bahasa dilihat dari segi tempat atau lingkungan adalah pembatasan secara fisik. Artinya, keadaan tempat atau lingkungan yang berupa air, laut, gunung ataupun hutan.Variasi seperti ini menghasilkan apa yang disebut dengan dialek, yaitu seperangkat bentuk ujaran setempat yang masih dipahami oleh pengguna dalam suatu masyarakat bahasa walaupun ada pembahagian geografi. Inti dari dialek adalah kesalingmengertian. Oleh karena itu, dialek biasa juga disebut sebagai dialek geografis atau dialek regional.

            Dilihat dari segi waktu, variasi bahasa dapat terjadi pada kurun waktu tertentu. Perbedaan waktu tersebut menyebabkan perbedaan makna untuk kata-kata tertentu. Hal ini berarti bahwa bahasa mengikuti garis perkembangan masyarakat pemakai bahasa. Oleh karena itu bahasa bersifat dinamis bukan bersifat statis.

            Menurut Pateda (1987: 52-53) variasi bahasa dapat dilihat dari enam segi, yaitu tempat, waktu, pemakai, situasi, dialek yang dihubungkan dengan sapaan, status, dan pemakaiannya (ragam)

            Tempat dapat menjadikan sebuah bahasa bervariasi. Yang dimaksud dengan tempat di sini adalah tempat yang dibatasi dengan air, dan keadaan tempat berupa gunung ataupun hutan. Kebervariasian ini mengahsilkan adanya dialek, yaitu bentuk ujaran yang berbeda-beda.

            Variasi bahasa dilihat dari segi waktu secara diakronis (historis) disebut juga sebagai dialek temporal. Dialek tersebut adalah dialek yang berlaku pada kurun waktu tertentu. Perbedaan waktu itu pulalah yang menyebabkan perbedaan makna untuk kata-kata tertentu.  Hal ini disebabkan oleh karena bahasa mengikuti perkembangan masyarakat pemakai bahasanya. Itulah mengapa bahasa bersifat dinamis, tidak statis.

            Dari segi pemakai, bahasa dapat menimbulkan kebervariasian juga. Istilah pemakai di sini adalah orang atau penutur bahasa yang bersangkutan. Variasi bahasa dilihat dari segi penutur oleh Pateda dibagi menjadi tujuh, yaitu glosolalia (ujaran yang dituturkan ketika orang kesurupan), idiolek (berkaitan dengan aksen, intonasi, dsb), kelamin, monolingual (penutur bahasa yang memakai satu bahsa saja), rol (peranan yang dimainkan oleh seorang pembicara dalam interaksi sosial), status sosial, dan umur.

______

Variasi bahasa dilihat dari segi situasi akan memunculkan bahasa dalam situasi resmi dan bahasa yang dipakai dalam tidak resmi. Dalam bahasa resmi, bahasa yang digunakan adalah bahasa standar. Kesetandaran ini disebabkan oleh situasi keresmiannya. Sedangkan dalam situasi tidak resmi ditandai oleh keintiman.

            Bahasa menurut statusnya meliputi fungsi bahasa dan bahasa ibu. Hal ini berarti bahwa bagaimanakah fungsi bahasa itu serta peraanan apa yang disandang oleh bahasa.

Sedangkan Kridalaksana (1984: 142) mengemukakan bahwa ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaiannya yang dibedakan menurut topik, hubungan pelaku, dan medium pembicaraan. Jadi ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaianya, yang timbul menurut situasi dan fungsi yang memungkinkan adanya variasi tersebut.

            Ragam bahasa menurut topik pembicaraan mengacu pada pemakaian bahasa dalam bidang tertentu, seperti, bidang jurnalistik (persuratkabaran), kesusastraan, dan pemerintahan.  Ragam bahasa menurut hubungan pelaku dalam pembicaraan atau gaya penuturan menunjuk pada situasi formal atau informal. Medium pembicaraan atau cara pengungkapan dapat berupa sarana atau cara pemakaian bahasa, misalnya bahasa lisan dan bahasa tulis. Sehingga, masing-masing ragam bahasa memiliki ciri-ciri tertentu, sehingga ragam yang satu berbeda dengan ragam yang lain.  

Pemakaian ragam bahasa perlu penyesuaian antara situasi dan fungsi pemakaian. Hal ini sebagai indikasi bahwa kebutuhan manusia terhadap sarana komunikasi juga bermacam-macam. Untuk itu, kebutuhan sarana komunikasi bergantung pada situasi pembicaraan yang berlangsung. Dengan adanya keanekaragaman bahasa di dalam masyarakat, kehidupan bahasa dalam masyarakat dapat diketahui, misalnya berdasarkan jenis pendidikan atau jenis pekerjaan seseorang, bahasa yang dipakai memperlihatkan perbedaan.

            Sebuah komunikasi dikatakan efektif apabila setiap penutur menguasi perbedaan ragam bahasa. Dengan penguasaan ragam bahasa, penutur bahasa dapat dengan mudah mengungkapkan gagasannya melalui pemilihan ragam bahasa yang ada sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, penguasaan ragam bahasa menjadi tuntutan bagi setiap penutur, mengingat kompleksnya situasi dan kepentingan yang masing-masing menghendaki kesesuaian bahasa yang digunakan.

C. Slang dan Prokem

            Terdapat dua situasi yang menggolongkan pemakaian bahasa di dalam masyarakat, yaitu situasi resmi dan tidak resmi. Bahasa yang digunakan pada situasi resmi menuntut penutur untuk menggunakan bahasa baku, bahasa formal. Penggunaan bahasa resmi terutama disebabkan oleh keresmian suasana pembicaraan dan komunikasi tulis yang menuntut adanya bahasa resmi. Contoh suasana pembicaraan resmi adalah pidato, kuliah, rapat, ceramah umum, dan lain-lain. Dalam bahasa tulis bahasa resmi banyak digunakan dalam surat dinas, perundang-undangan, dokumentasi resmi, dan dan lain-lain.  

            Situasi tidak resmi akan memunculkan suasana penggunaan bahasa tidak resmi juga. Kuantitas pemakian bahasa tidak resmi banyak tergantung pada tingkat keakraban pelaku yang terlibat dalam komunikasi. Dalam situasi tidak resmi, penutur bahasa tidak resmi mengesampingkan pemakaian bahasa baku atau formal. Kaidah dan aturan dalam bahasa bahasa baku tidak lagi menjadi perhatian. Prinsip yang dipakai dalam bahasa tidak resmi adalah asal orang yang diajak bicara bisa mengerti. Situasi semacam ini dapat terjadi pada situasi komunikasi remaja di sebuah mal, interaksi penjual dan pembeli, dan lain-lain.

            Dari segi fungsinya, bahasa gaul memiliki persamaan anatara slang, jargon, dan prokem. Fungsi slang dan prokem digunakan untuk merahasiakan sesuatu kepada kelompok lain (Pateda, 1987:70). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1989:352) disebutkan bahwa jargon adalah kosakata khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu.

            Bahasa gaul remaja merupakan bentuk bahasa tidak resmi. Bahasa gaul remaja berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Bahasa gaul dari masa ke masa berbeda. Tidak mengherankan apabila bahasa gaul remaja digunakan dalam lingkungan dan kelompok sosial terbatas, yaitu kelompok remaja. Hal ini berarti bahwa bahasa  gaul hanya digunakan pada kelompok sosial yang menciptakannya. Anggota di luar kelompok sosial tersebut sulit untuk memahami makna bahasa gaul tersebut.

            Bahasa gaul disebut juga sebagai bahasa prokem, . Hal ini dilihat dari segi fungsi, penuturnya, dan kaidah pembentukan bahasanya. Hal ini sesuai dengan laman wilkimedia bahwa bahasa gaul atau bahasa prokem adalah dialek bahasa indonesia nonformal yang terutama digunakan di daerah perkotaan umumnya oleh kalangan remaja, dan kalangan muda di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan.

Perkembangan teknologi informasi, salah satunya televisi, sangat berperan penting dalam penyebaran bahasa gaul. Apalagi dengan kemajuan teknologi komunikasi Short Massages Send (SMS) yang memberi peluang luas untuk penyebaran bahasa gaul dari satu penutur ke penutur lain.

Bahasa prokem biasa juga disebut sebagai bahasa sandi, yuaitu bahasa yang dipakai dan digemari oleh kalangan remaja tertentu. Bahasa ini konon berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem itu digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Bahasa prokem itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya. Hal itu merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal.

Hal senada dituliskan juga pada laman Pusat Bahasa bahwa Bahasa prokem adalah bahasa sandi, yang dipakai dan digemari oleh kalangan remaja tertentu. Bahasa ini konon berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem itu digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Bahasa prokem itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya. Hal itu merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal.

Bahasa Slang oleh Kridalaksana (1982:156) dirumuskan sebagai ragam bahasa yang tidak resmi dipakai oleh kaumremaja atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern sebagai usaha orang di luar kelompoknya tidak mengerti, berupa kosa kata yang serba baru dan berubah-ubah. Hal ini sejalan dengan pendapat Alwasilah (1985:57) bahwa slang adalah variasi ujaran yang bercirikan dengan kosa kata yang baru ditemukan dan cepat berubah, dipakai oleh kaum muda atau kelompok sosial dan profesional untuk komunikasi di dalamnya.

Slang yaitu sengaja dibuat untuk merahasiakan sesuatu kepada kelompok lain (Pateda, 1987:70). Sedangkan menurut Harimukti Kridalaksana (1984:68). Jargon merupakan kosakata yang khas dipakai dalam kehidupan tertentu. Seperti yang dipakai oleh montir-montir, tukang tukang kayu, guru, dan sebagainya, dan sering tidak dipahami oleh orang dalam bidang lain.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya bahasa gaul dilihat dari fuyngsinya dapat disebut juga sebagai bahasa prokem, slang, dan jargon.

 

3.1 Sejarah Pemakaian Bahasa Gaul

Pada mulanya pembentukan bahasa slang, prokem, cant, argot, jargon dan colloquial di dunia ini adalah berawal dari sebuah komunitas atau kelompok sosial tertentu yang berada di kelas atau golongan bawah. Lambat laun oleh masyarakat akhirnya bahasa tersebut digunakan untuk komunikasi sehari-hari.

Terdapat berbagai alasan kenapa masyarakat tersebut menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti oleh kelompok atau golongan sosial lainnya. Berikut adalah beberapa alasan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

3. 1  Jenis Penelitian

            Penelitian tentang Pemakaian Bahasa Gaul Antartokoh Film Remaja Indonesia ini berkaitan dengan suatu gejala kebahasaan yang sifatnya alamiah. Artinya data yang dikumpulkan berasal dari lingkungan nyata dan situasi apa adanya, yaitu dialog antartokoh film. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hal ini disebabkan oleh karena data yang terkumpul dan dianalisis dipaparkan secara deskriptif .

            Metode penelitian deskriptif berbeda dengan metode perskriptif. Metode penelitian deskriptif memiliki beberapa ciri, antara lain (1) tidak mempermasalahkan benar atau salah objek yang dikaji, (2) penekanan pada gejala aktual atau pada yang terjadi pada saat penelitian dilakukan, dan (3) biasanya tidak diarahkan untuk menguji hipotesis. Begitu sebaliknya dengan metode penelitian perspkriptif.

            Hal ini sejalan dengan pendapat Arikunto (1990: 194) yang menyatakan bahwa penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji suatu hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan.   Dalam penelitian ini, data yang terkumpul berupa kata-kata dan dalam bukan dalam bentuk angka. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Alasan lain bahwa penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif adalah (1) penyajian hasil penelitian ini berupa penjabaran tentang objek, (2) pengumpulan data dengan latar alamiah, (3) peneliti menjadi instrument utama.

 

 

 

3. 2 Subjek Penelitian

            Berkaitan dengan hal di atas, yang dikaji dalam penelitian ini adalah pemakaian bahasa gaul remaja dalam dialog antartokoh film remaja Indonesia. Hal tersebut meliputi pola bentuk morfologis dan pola makna bahasa gaul tersebut. Sedangkan subjek dari penelitian ini adalah tokoh-tokoh film remaja ketika berdialog

 

3. 3. Data Penelitian dan Sumber Data

            Data dari penelitian ini berupa kata yang digunakan dalam berkomunikasi antarsatu tokoh dengan tokoh yang lainnya. Sumber data dari penelitian ini adalah percakapan antartokoh sebagai interaksi komunikasi.

 

3. 4 Instrumen Penelitian

            Peneliti disebut sebagai human interest mana kala peneliti tersebut berperan sebagai sebagai instrument utama. Di dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai peneliti utama. Sebagai instrument tambahan atau pelengkapnya, peneliti dibantu dengan perlengkapan computer dan CD atau DVD film remaja Indonesia.

 

3. 5 Teknik Pengumpulan Data

            Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik observasi sebagai teknik utama. Observasi dilakukan dengan cara simak-catat, yaitu peneliti mencatat data bahasa dan konteksnya yang meliputi (1) topiknya, (2) suasananya, (3) tempat pembicaraan, serta (4)lawan bicaranya.

            Melalui teknik observasi, dengan cara pengamatan partisipan oleh peneliti sendiri, maka akan diperoleh data yang wajar dan alami. Berikut adalah hal-hal yang diperlukan dalam observasi (1) gambaran keadaan tempat dan ruang berlangsungnya pembicaraan, (2) pelaku-pelaku yang terlibat, (3) aktivitas atau kegiatan saat berlangsungnya percakapan, dan (4) topic dari isi pembicaraan. Selanjutnya, observasi dalam penelitian ini dibedakan atas:

a)      Persiapan

Persiapan ini adalah tahap paling awal dari observasi. Tahap persiapan ini dimulai dari mempersiapkan peralatan dan perlengkapan untuk mencatat situasi atau keadaan percakapan yang tengah berlangsung.  Peralatan dan perlengkapan yang dimaksud berupa alat-alat tulis untuk mencatat.

b)      pelaksanaan

Tahap pelaksanaan dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap. Artinya, data yang berhasil tercatat pada tahap pertama, akan diulangi lagi pada tahap berikutnya untuk menentukan informasi tambahan. Tahap pertama dalam pelaksanaan ini selanjutnya disebut sebagai tahap eksplorasi, yaitu proses pencatatan data penelitian dari dialog antartokoh dalam filmremaja. Tahap kedua disebut sebagai tahap terseleksi. Tahap ini dilakukan pemutaran ulang film untuk mendapatkan informasi yang khusus serta pengecekan dalam kamus bahasa gaul.

 

About these ads

112 Komentar »

  1. dianda Said:

    thankss!!! gue lagi nyusun skripsi nih tentang pengaruh penggunaan kata bete (kata bermakna emosi ganda) terhadap kemampuan identifikasi perasaan… punya data ato sumber data lagi nggak tentang kata bete?? plis plis pliss…. thanks!!!

    • risya Said:

      artikelnya bgs….

      mba dinda judul skripsinya bgs..org psikologi ya?
      pasti skrg mba dinda udah lulus ya?

      mba aq blh liat skripsinya mba ga…klo blh, tlng krm k email aq aja mba risya3786@yahoo.com

      bantu aq mba…ma ksh ya mba..

    • Irma Septiani Said:

      mba,, aku lagi nyusun skripsi tentang bahasa slang pada film,, aku liat skripsi mba dong buat kajian relevan, sama daftar pustakanya,, coz mentok BAB 2 na, heuheu

  2. ratna prabawanti Said:

    bisa mengirim penelitian ke alamat email saya ini? saya membutuhkan untuk penyelesaian tugas-tugas kuliah saya.
    kalau tidak keberatan, buatin puisi khusus buat saya, plis
    thanxs n take care

  3. nenih Said:

    thaks……banget!!!! akhirnya…ada seseorang yang amat berjasa udah nulis kayak gini. sy mahasiswa linguistik yang bentar lagi nyusun skripsi. masalahnya sekarang lg buanyak bgt tugas sociolinguistics dan semantics. kali ini saya lagi search mengenai language solidarity, dan saya pikir, variasi bahasa slang adalah salah satunya. oia, kalau punya referensi prototype dan code swithing dalam lagu berbahasa indonesia ke english, tolong kasih tahu ya…..
    makasih banyak…..

  4. atna Said:

    Makasi sebelumnya. artikel anda sangat membantu, saya mahasiswa linguistik juga. sekarang lagi nyusun skripsi soal bahasa plesetan dilihat dari segi morfologi. saya minta tolong kasi saran soal judul skripsi saya? makasi buanyak.

  5. Pipien Said:

    Terima kasih banyak ats artikel anda.Artikel ini sangat membantu saya dalam penelitian sociolinguistics.kebetulan tugas saya fokus pada bahasa yag banyak di pakai oleh remaja sekarang dalam menulis cerpen.

  6. aDhe Said:

    keren, pas lagi butuh ngerjain tugas sosiolinguistik ternyata artikel ini membantu sekali…………Thanx ya!

  7. ratih marvinholic Said:

    kebetulan sekali ada artikel ini dan saya membutuhkan daftar pustaka & resensi buku yg membahas artikel ini, apabila ada yg bersedia membantu tolong e-mail saya ke: hi_apakhabar@yahoo.com, thanks a lot….

    Dari Lubis,
    kebetulan saya juga nyusun skripsi yang sama. Mungkin bisa saling bantu nanti

  8. mia Said:

    kak email yang maren gak bisa dibuka. .
    tlong krim daftar pustakanya ke email ini sekarang yah,penting banget kaak . .

    mAkasih. . .

  9. Ayoe Said:

    thanxssss a lot ya……skripsi ne jadi bhn literature n ide buat gw, skarng gw jg lg nyusun skripsi ttg bhs gaul radio d t4 gw. mbk bisa ga kirimin ayu Bab IV n V nya, ay cm penegn tau aja gimn cr mbk ngebahasnya, tanhxs a lot y mbk sbelumnya :-)

  10. Litra Said:

    duh, makasih banget ya dah buat tulisan ini. aku juga lagi sibuk cari bahan buat proposal skripsiku. tapi sampai hari ini belum menemukan judul yang tepat. ternyata pusing juga ya belajar lingustik. tolongin aku dong!!!!

  11. Litra Said:

    kak minta emailnya pipin yang post tgl 21 des 2006, bisa gak? objek penelitianku sama kaya punya dia. siapa tahu dia punya banyak literatur yang aku perlu. krim aja ke emailku di oechoep_q@yahoo.com

  12. Ipeh Said:

    Kakak tolong kirimin bab IV & V nya dong. Mau tau deh cara buatnya. Wah tulisannya bnr2 jadi inspirasi niy. bab III nya blm slesai ya? Thanks a lot….=)

    Ok, tapi saya sendiri juga belum selesai, jadi tunggu ya. itu hanya sampel aja yang di blog. ok, nanti bisa saling tukar menukar

  13. nessa Said:

    bagus salut

    Makasih ya..tapi kalau bisa komentar yang membangun ya?

    Mkasih :?

  14. tia Said:

    mas lubiz,,,
    ne q tia,,
    btw daftar pustakanya mana????
    thanx b4 & after

    Dari Lubis,
    Lho, kan sudah saya kirim ke email kamu
    cek lagi ya. subjeknya DP yang digunakan :)

  15. danya Nst Said:

    makasih atas artikelnya.btw ,ada pasal-pasal dalam UUD mengenai penggunaan bahasa gaul ini.maksudnya ada larangan menggunakan bahasa gaul?

  16. ami Said:

    kak boleh minta daftar pustaka dari skripsinya dong ke email ami20903@yahoo.co.id

  17. esti Said:

    bagus banget
    keren lagi
    aku bingung nih mau buat penelitian
    pusing
    bantuin donk, yang tentang linguistik
    sedikit ide aja
    tapi boleh ga lewat email aj?

  18. supri Said:

    bagus bozz, salam pada dinding yang kau lukis.

  19. ELLY Said:

    kak…makalah kakak bisa jadi referensi saya dalam buat skripsi.saya mahasiswi linguistik yang lagi bahas tentang bahasa plesetan. kalo punya refernsi tentang itu tolong kasih tau saya ya kak.makasih

  20. ELLY Said:

    kak saya lagi buat skripsi tentang bahas plesetan.saya anak lingusitik.tolong yach kak kalo punya referensi tentang itu kasih tau saya ke angela_cayank@yahoo.co.id.makasih

  21. praisy Said:

    kak, makalahnya keren.bs jadi bhn aku ngerjain tgs mnulis dsklh..makasih ya kak..oia, boleh ga bab 2 yg ga di display dikirim ke e-mail aku di ilouphmacellphone@yahoo.com ?yang lanjutannya sejarah pmakaian bhs gaul.thx before ya,kak…

  22. Arif Said:

    karyanya bagus banget minta samb bab III, IV dan V dong + referensinya kalo ada

  23. maya Said:

    tlng krmin dftr pustakanya skrng dong penting bngt neh.mksh

  24. maya Said:

    tlng krimin dftr pstkny skarng ya

  25. maya Said:

    minta dftr pustakanya skarang ya

  26. pascana Said:

    wah bagus nie, boleh donk minta daftara pustakanya lagi bikin tugas bahasa dan budaya nie

  27. nurul Said:

    penelitian ini berguna bangat buat saya, cos saya juga lagi mau nulis skripsi tentang pemakaian bahasa gau, gimana sih proses morfologinya bahasa gaul itu, buat metodologi penelitian nih, kirim ke email saya dong, penting bangat nihhh……..

  28. rien Said:

    thanks atas dimuatnya penelitian ini, aq jjd tau gimana proses penelitian yang berhubungan dengan bahasa khususnya bahasa gaul

  29. di sya Said:

    boleh gabung ?

  30. good

  31. ridwan Said:

    bagus banget…btw anda punya usulan ide lain buat bantu2 skripsi saya tentang penlit bahasa? trims… mahasiswa UNY Bahasa dan Sastra Indonesia angkt 04

  32. Ipep Said:

    Kakak, ngasih inspirasi bgt buat aku yg lg mau bikin skripsi…
    Kak, minta daftar pustakanya dunk…please…thx.thx.
    Kalo boleh minta bab IV juga dunk..thx.thx

  33. Ipep Said:

    Kakak, ngasih inspirasi bgt buat aku yg lg mau bikin skripsi…
    Kak, minta daftar pustakanya dunk…please…thx.thx.
    Kalo boleh minta bab IV juga dunk..thx.thx
    superbabez_fe@yahoo.com

  34. khusnur Said:

    trimakasih ya…waktu bingung2nya cari referensi buat thesis suami, tanpa sengaja dikau muncul membawa banyak manfaat. semoga sukses selalu

  35. hanima Said:

    waaah tulisannya bagus sekali. dapat dijadikan inspirasi penulisan skripsi ku. kalau boleh daftar pustakanya. Thakns a lot ya sebelumnya

  36. puthree Said:

    karya kmu bagus bgd =)..
    kebetulan aku ge meyusun TA tentang “bahasa gauL”
    artikel kmu sangat membantu bgd bwt TA ak..
    boLeh nggak ak minta referensi ato daftar pustakanya, karena ak agak kesulitan menemukannya… ntr email ke fusion0902@yahoo.com ya..
    sebelumnya tengkyu bgd yach.. Merci.. Makaci.. Danke dey (”,)

  37. aira Said:

    ok juga.. boleh donk gw tau lebuh lengkap lagi isi nya n kelengkapan daftar pustakanya.. kirim ke emailku yah.. aira_adi@yahoo.com

  38. tia samosir Said:

    horas!! aku butuh bgt judul bwt skripsiku, tp masi bingung mo bahas apaan, mintak artikelnya tuk referensi ya…. thanks

  39. ney Said:

    Kak makasih yach! membaca karya kakak, Ney jadi terinspirasi untuk buat judul Skripsi tentang jargon dalam tayangan di salah satu televisi Surabaya, menurut kakak gimana? tolong kasih komentar yach! Ney dari kemarin bingung. Kak, Ney boleh minta daftar pustaka, sekalian bab IV. tolong kirim ke email Ney secepatnya yach kak! thanks B4 ^_^

  40. ree ya Said:

    hehe…thx yak. akhirnya ada jg yg bs ak jdiin referensi bt bikin MPK Kualitatif (yg hueh….nyebelin bgt). aku kutip dikit gpp kn? bkn plagiarism deh, janji. thx bgt yah.

  41. LICA Said:

    Thank’s bgt yach ka2k Q,da m’beri adkmu inspirasi tuk cari judul skripsi.Tlng krmi BAB IV & daftar pustaka-a dunk,biar Adkmu ini bisa cpt nyelesain tugas AKHIR.PLEASE…PLEASE….PLEASE.

  42. anestri Said:

    boleh minta dftr pustakanya ga?
    boleh yah
    plis
    segera
    thx

  43. caca Said:

    salut….top abies,,,
    kak tlg donk kirimin daftar pustakanya
    plis yach………
    thx

  44. febe Said:

    kk cyNk ………………………………………??????????
    ajaRin dOngs……???
    cRa buat arTik3L yg baGuzZZzzZz n m3naRik….
    than”x yaCh kK cyNk……
    God bLesS u

  45. John Andung Said:

    wuiiih, slamet ada artikel ini, coz 2 minngu lg bab III ku harus dikumpulkan, sementara revisi bab I aja belum selesai. Thanx ya bung. Danke für deine Hilfe. Es ist sehr nett von dir, finde ich. übrigens, wenn du Problem haettest, dann ruft du mich an ! du weisst doch mein E-mail Adresse, nicht? Also dann, ciao! Vielen Dank!

  46. John Andung Said:

    Mas aku lupa minta Daftar Pustakanya. Please, kirim ya….
    email ku andung_sayogo@yahoo.com. Danke schoen! thanx

  47. izderi Said:

    mas. penelitiannya bagus banget. kebetulan aku juga lagi meneliti hal yang sama, aku boleh minta hasil penelitiannya dunk..tolong dikirimin ke email aku ini aja. thanks y mas…

  48. ana Said:

    Makalah na keren..
    Cuman lebih keren lagi klu ada bab IV, V dan daftar rujukanny…..
    plese….

  49. fikri Said:

    thank u helped me

  50. gitHa Said:

    tHaNks..
    BISa JaDi coNteKan mKaLah..
    HakZ HakZ…

  51. SHARAH Said:

    maKasiH yA ka. . . .
    tulisanya benar-bener bermanfaat bgt

  52. dUUhH… tHX yA dH kSh aRtikEL yg ManFaAT bWt kiEt. Tapi…Bs tLng kRirimiN KiEt tntNg DeiKsiS doNk………

  53. arume Said:

    boleh ga minya daftar pustakanya coz skripc q tntg bahasa slang n skrg lagi siap2 mau checklist sidang deadline tgl 8 feb ada beberapa yang aq ambil dari karya mu ini sis…bole ya kirim via email pliz….plizzz aq pgn cpt2 jd pkerja…thx b4 aq g akan lupain kalian…

  54. ari kumar Said:

    boleh g minta daftar pustakax?buat untuk mengadakan penelitian tentang penyalagunaan bahasa indonesia yang benar, akan tetapi dalam penerapan disalah gunakan.

  55. doraemon Said:

    mas,boleh gak minta hasil penelitiannya yang lengkap,kap,,,kap. karena sy lagi nyusun skripsi tentang bahasa gaul juga,,,,tulong ya masssss,,,,,pleaseeee..kirim ke email ini yach. thanx b 4 n after

  56. doraemon iya Said:

    mas..please kirimin hasil analisis tentang bahasa gaul dalam film remaja ini.. yang lengkap..trus daftar pusttakanya…butuh banget ni mas, trus kirimin aja ke include_bla12@yahoo.com…thank’s b 4.

  57. nurul faris Said:

    duuuh makasih bangets artikel kayak gini nech yang gue cari2 coz lg bqn skripsi nech ttg pilihan bahasa mahasiswa. bisa minta yang lebh lengkap lagi gak mas n daetar pustakanya juga. pliiiiiiis kirik ke enail-Q, thanks b4:-)

  58. sulaiman Said:

    saya salut dengan isinya namun masih ada yang tertinggal isinya ma daftar pustakanya……mana?…..

  59. ryu Said:

    maaf menganggu tapi apakah boleh saya mengutip beberapa bagian untuk dijadikan referensi dari naskah saudara tetapi tetap saya cantumlkan di daftar pustaka untuk kepentingan penulisan essay? terima kasih atas ijinnya, silahkan jawab atau hubungi saya di mail saya ryu_hasegawadotkom@yahoo.com

  60. sasas Said:

    keren!!
    minta bwat karya tulis!
    bcanda denk hehehhehe
    (abz temanya sama sih)

  61. iprohati Said:

    mas. penelitiannya bagus banget. kebetulan aku juga lagi meneliti hal yang sama, aku boleh minta hasil penelitiannya dan daftar pustakanya juga.tolong dikirimin ke email aku ini aja. thanks y mas…

  62. iprohati Said:

    mas. penelitiannya bagus banget. kebetulan aku juga lagi meneliti mengenai morfologi dan kosakata bahasa gaul dalam novel remaja, aku boleh minta hasil penelitiannya dan daftar pustakanya juga.tolong dikirimin ke email aku ini aja. thanks y mas…

  63. suci Said:

    kak, bisa kirimkan lanjutan bab III,IV,IV sekalian daftar pustakanya donk. kebetulan aku juga lg nyusun skripsi tentang bahasa gaul. kirim ke email aq aja kak, klo bisa secepatnya aq tunggu balasan dr kakak.
    makasih bgt ya….

  64. imma Said:

    Bagus banget tulisan ini. Saya sebagai mahasiswi jurusan bahasa dan sastra inggris sangat tertarik sekali untuk bisa banyak berdialog dengan kaka. dalam bidang linguistik pada khususnya. karena saya mengambil kosentrasi linguistik. Dan kebetulan sekali, semester ini saya sedang nyari referensi dan inspirasi untuk bahasan skripsi saya, tentang slang language and its correlation with the change of semantics meaning. saya sangat mengharapkan saran dan masukan dari kaka. Saya tunggu balasannya. terimakasih.

  65. suci Said:

    kak,kirimkan donk lanjutandari babIII, bab IV dan V nya

  66. suci Said:

    KAK,krm kan lanjutan bab iii,iv dan v nya donk…
    skalian daftar pustakanya ya kak…
    makasih…

  67. cha Said:

    horas,bang!
    hehe..
    blh mnta tolong ga?
    saya ada tugas kuliah..
    disuruh m’buat tuklisan dengan tema perubahan..
    nah, topik yg mau saya ambil adalah perubahan penggunaan bahasa gaul..
    bisa ga tolongin saya nyari referensi untuk bahan tulisan saya itu..
    referensinya seperti sejarah bahasa gaul, perubahannya, dll…
    tolong bannget,deadlinenya minggu ini..
    thx…

    btw, referensi di atas cukup membantu…(^^)

    PS: kirim aja ke email saya elsapasaribu@yahoo.co.id

  68. QiQi Said:

    sebelumnya saya sangat berterimakasih,
    ada yg bs menginspirasi utk menulis tentang bahasa slang..
    kebetulan saya sangat membutuhkan bab 4,5 nya..
    kira2 bs tlng dikirm ke e-mail saya??
    saya butuh utk referensi utk skirpsi saya..
    thanks before and after..

  69. saNty Said:

    hai kak…
    tulisan nya ok
    ga sengaja buka krn lg nyari bahan2 bwt skripsi
    sama kyk temen2 yang lain
    tapi beda nya saya
    jur. sastra inggris dan pengen bgt bwt
    nulis kajian sosiolinguistik
    tapi masih bingung sekali….
    punya usul gax kak???
    heheheeeee….
    mksh

  70. elzoyz Said:

    thank”s banget y,kebetulan q uda baca artikelnya.semuanya pada bagus.boleh g krimin yang bab IV sma V.sekalilagi tahnks.

  71. SIGIT LAMPUNG Said:

    AKu minta tolong kirimin pembahasannya penelitian ini seperti apa? Buta gambaran penelitianku tahun ini. Tolong kirimin secepatnya. Ini email saya…
    saint.arbai@gmail.com
    Sigit tunggu ya…
    Terimakasih sebelumnya…

  72. Lucky Said:

    Entah harus bilang apa sama artikel ini yang bener bener akan bantu aku dalam menyelesaikan semua persiapan skripsiku….
    Thanks Buanget Ya
    Saya mahasiswa ekstensi sastra yang kuliah malam dan paginya kerja, jadi ga ada waktu buat cari referensi2 ke perpus…satu2nya cara yang memudahkan pencarian referensi ya cuma via internet…
    saya akan mengambil judul skripsi slang pada film komedi yang diperankan oleh kaum afro american…
    saya akan sangat terbantu jika bisa dibantu berkaitan dengan referensi2 judul skripsi saya..saya tunggu di email saya.

  73. Mustaqim Said:

    terima kasih banyak…………
    karena panduan2 ini membantu banget dalam pembuatan tugas akhir saya…………..

  74. eka Said:

    tolong kirim pembahasan email ini yaa, untuk acuan penulisan paper,,, tq

  75. elz Said:

    hmmm.
    bisa minta daftar pustakany???
    thx2

  76. Lisda Said:

    karya anda sangat membantu saya dalam menyelesaikan penyusunan skripsi. boleh minta referensinya??
    please…..

  77. NANO Said:

    MAS TOLONG DONK INI BUAT MAKALAH…MASALAH2X PENJABARAN DIATAS MENGENAI PEMAKAIAN BAHASA GAUL DALAM FILM MINTA TLONG DAFTAR PUSTAKANNYA YAH..SIAPA2X SAJA….TOLONG DI BALAS…YA PLEASE SEKALI GI DAFTAR PUSTA/REFERENSINYA

  78. PUTRA Said:

    ASS.TOLONG KIRIM JUDUL SKRIPSI BAHASA INDONESIA DAN SASTRA MENGENAI HUBUNGA TEMA DAN AMANAT DALAM NOVEL

  79. maia Said:

    ka2 yang baik,, qu jg lg bqn tugas yang temanya mirip ky punya ka2,, bedanya saya ank b. inggris jd tulisannya harus dalam b.inggris, boleh liat bab IV & V nya ga?? sama referensinya jg klo boleh?? plizz… pnting bngd ni,, cuz ada tugas akhir n deadlinenya dah dkt!!tolong qrim k email aq za ya,, maia_fozz@yahoo.com.
    thanx b4..^_^

  80. diika Said:

    wadohh niii tajuk cocok banget ntugs tugas sya.
    makasiii yahhhh!!!!1

  81. inDha Said:

    woww… keRen neH!!
    Ka, bisa senD kan referencesnya doNk??
    perLu neh, thank so much

  82. inDha Said:

    in_djuly88@yahoo.com

  83. qeeqee Said:

    thanx banget ada referensi tentang bahasa gaul, aku lg buat skripsi tentang bahasa yg dipake remaja, please tlg kirimin hasil research anda yg komplit plus daftar references nya, boleh donk research anda dipake jd one of my references…..
    please send ke email weeqee_fun@yahoo.com
    thanx in advance ya

  84. Ariel Flounder Said:

    Thx bgt kak atas infonya….minta bab IV & V nya, plus daftar pustakanya yah kak…penasaran buku2 apa aja yang dipake jadi rujukan..
    Trus, cara ngebahasnya gimana yaahh kak?
    Thx, dah nolong aku bgt. Send ke email ku yah kak : superbabez_fe@yahoo.com

  85. risnaimran Said:

    boleh dong di kirimin file skripsinya ke aku. please yeach…

  86. hartatiyunita Said:

    wah…. bgus bngt kak, ni bs jd motipasi buat q, kak yang lengkp dong, q tugu ya pliiiiiiiiiiiiiiis………… hubungi q ke

  87. jojo Said:

    kak lanjtin kesimpulan n daftr pustakanya dunkz…… cepetan ya…….

  88. rahayu Said:

    kurang menarik, jelek itulah komentar saya………soalnya penelitiannya hanya dikalangan sendiri tdk mencakup film di negara tetangga……… makasih

  89. citra Said:

    bagus. menarik. tahanks with ur artikel

  90. Tyo Ordinary guy Said:

    kok gak dijelasin sih film pertama karya bangsa indonesia…???

    padahal itu merupakan cikal bakalnya perfilman hindia?indonesia

    sayang banget ya….???

    tapi bagus, menarik, cool

    semoga aja ada artikel lain seperti ini lagi

  91. yazier Said:

    mas numpang ngopy yak, bwt bahan referensi, maksih banyak

  92. heni Said:

    aslm,, ijin copy paste data ya pak wat tugas kul. mkci seblum dan ssudahnya. thx be4,. syukron jzilan
    wass

  93. dalam penggunaan bahasa gaul yag kita amati sekarang memang mengalami perkembangan yang pesat, darisejarah kelairannya. bisakah bahasa gaul menjadi bahasa resmi, mengingat sifat daripada bahasa yang arbitre, mat2simbah@ymail.com

  94. Novi Said:

    Ass. salam kenal dari qu mbak ato mas nich!hehe……oya ane ucapin trimz a lot dech, coz udah kaci inspirasi bwt qu,dalam tugas kul.oy ane minta daftar pustaka dunk. karyamu T.O.P BGT
    tolong kirim daftar pustaka di e_mail ane yach cpt yach, ato biza juga ane minta no Hp yang biza di hub gtu.

  95. Rina Said:

    Makasi uda kasih inspirasi ttg “language variety” buat makalah sociolinguistics.

  96. sulaimansyah Said:

    mas bisa!!! krimkan bab4 dan bab5 saya mau bagai mana cara mengambil data di dalam film remaja…

    nich slmt emailq…s.iman98@yahoo.co.id

  97. AGRENZYA DAULIMA Said:

    hii..aku minta bantuannya donk..boleh kan aku minta skrpsinya lengkap ya….sebagai bahan.metodenya menggunakan apa tuch?..balas yah

  98. andie Said:

    mbak, mohon,mohon,mohon dengan sangat kirimi daftar pustakanya ya…..plizzzz…saya butuh sekali…buat tugas akhir yang gak kelar2… judulku juga bahasa gaul.jadi butuh referensi..sebelumnya makasih ya…kirim ja ke emailku…andiez88@yahoo.com

  99. dewi rahayu Said:

    makasih yach……
    materinya membantu saya dalam membuat skripsi…
    walaupun dominan mengikuti apa yang anda tulis….
    mudah mudah tuhan membalasNya… amin

  100. ayla Said:

    thanks banget. cocok dijadiin referensi buat bikin tugas kampus..
    skali lagi thank you so much for you. and big hugs.. ;)

  101. Roma Loebis Said:

    Artikelnya sangat menarik. Bab awal sangat membantu saya yang juga ingin menuluis tentang bahasa slang di iNDONESIA. Kira2 kalau saya buat kajian bahasa slang untuk disertasi, cukup layak tidak ya? Dikaitkan dengan ideologi anak remaja di Medan. Mhn tanggapan. Terima kasih.

  102. saamah Said:

    Alhamdulillah saya menemukan artikel ini sangat membantu, tolong kalimat yang cocok tentang bahasa gaul pada cerpen remaja apa ya, makasih banget saya mau nyusun tapi masih bingung soalnya saya ngajar di TK tapi Skripsinya tentang anak SMA,

  103. danni Said:

    bro artikelnya sangat membantu untuk menyelesaikan tugas kuliah..bro bisa minta tolong dikirim daftar pustakanya ke email saya..terima kasih banyak..

  104. zen_zen Said:

    tolong minta, daftar pustakanya dong!!1kirim ke email ya pliiiiisssss

  105. elly Said:

    saya ingin menyusun proposal mengenai “bahasa gaul dalam film remaja indonesia” tolong diberikan arahan atau petunjuk mengenai,,,, pemikiran teoritis mengenai hal yang di kaji,,

  106. Ami Said:

    makasih tuk inspirasinyanya cs artikelnya sangat membantu.. boleh dong dkirimin daftar2 pustakanya…
    bales

  107. oca tresia Said:

    pengen kenal mBak lebIh jaUh,,,bOleh mInta nO Hp nya???

  108. ayu Said:

    I Like it…………

  109. [...] Lubis. “Pemakaian Bahasa Gaul dalam Film Remaja Indonesia”. 12 September 2006. Terarsip dalam: http://lubisgrafura.wordpress.com/2006/09/12/pemakaian-bahasa-gaul-dalam-film-remaja-indonesia/. (diakses pada tanggal 5 Januari [...]

  110. Nur Cucuaby Said:

    mbak boleh mintak daftar pustakanya ngak??


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: