Gay, Dapat Disembuhkan!
Bismilahirrahmanirahim
SAYA baru saja menerima sebuah surat dari seorang sahabat baik saya dari pulau di seberang sana. Ia membawa kabar bahwa dirinya kini telah sedikit banyak menjadi seorang lelaki yang mencintai lelaki. Secara persentase 70% ia mencintai lelaki dan persentase sisanya adalah untuk perempuan. Balasan saya, yang sekaligus adalah beberapa tips untuk sembuh dari gay, semoga bisa membantu siapa saja yang membaca artikel ini. Dan inilah artikel yang saya tulis berdasarkan pengalaman saya, bukan contekan. Apabila ada kesamaan, apalah artinya jika tulisan ini saya niatkan untuk kemaslahatan umat?
A. Gay di Mata Masyarakat Indonesia
Gay, mungkin mungkin bukan lagi menjadi sebuah fenomena baru di masyarakat modern dan metropolis. Bisa jadi bahwa gay sudah menjadi pilihan hidup. Masyarakat pun mengakui adanya eksistensi diri mereka. Walaupun sebagian juga menolaknya baik secara eksplisit maupun implisit. Sedang, di dalam masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai paguyuban akan sangat sulit mengakui bahwa gay adalah sebagian dari masyarakat. Lebih parah lagi, masyarakat menganggap bahwa kaum gay adalah kaum yang terkutuk.
Dari segi kaum gay sendiri, ada yang berani memunculkan diri ke permukaan masyarakat dan ada pula yang memilih untuk menyimpannya. Tetapi kebanyakan gay di masyarakat metropolis mereka lebih sering memunculkan diri. Hal ini didukung dengan adanya ikatan gay atau semacam organisasi yang mewadahi. Sebagian dari mereka yang memunculkan diri akan menjadikan alasan bahwa “saya sudah jujur, karena saya mengakui diri saya sebagai gay” untuk mengekspresikan diri mereka.
Alasan yang menurut saya adalah hal yang tidak benar, tetapi saya tidak menyalahkan mereka. Toh, jauh di dalam sana di dasar relung palung hati ada norma-norma yang memberikan kebijakan sebagai pertimbangan. Pun, kepada masyarakat saya juga tidak dapat membenarkan sikap mereka yang memberi “label” bahwa gay adalah manusia-manusia terkutuk. Ini adalah pengoreksi yang tak memberi solusi. Siapapun bisa melakukan koreksi tanpa solusi ini!
B. Awal Keputusan Menjadi gay
Secara teori saya tidak begitu tahu, bagaimana orang-orang psikologi mengelompokkan sebab-musabab terjadinya gay. Terlepas dari teori, saya menyimpulkan dari beberapa orang gay yang pernah bercerita kepada saya, saya dapat menarik semacam benang merah yang menjadi simpulan alasan mereka menjadi seorang gay.
Ada dua alasan kenapa seorang lelaki memutuskan diri mereka menjadi seorang gay. Pertama karena masa lalu. Kedua, karena keputusasaan atau keterpaksaan termasuk di dalamnya adalah peran lingkungan.
Golongan pertama. Contohnya adalah trauma masa kecil. Seseorang yang pada masa kecilnya pernah mendapatkan perilaku kekerasaan atau pelecehan seksual sejenis akan membawa kesan ini hingga seseorang itu mati. Lama kelamaan masa lalu yang terpendam itu akan mencuat ke atas dan mempengaruhi masa depannya, serta pola pikirnya. Ia akan berharap kejadian itu terulang lagi, hingga dirinya akan lebih tertarik kepada sejenis dari pada lawan jenis.
Golongan kedua adalah seseorang yang sama sekali tidak memiliki dasar untuk menjadi seorang gay. Mereka melakukannya dengan kesadaran karena pelarian dari sesuatu yang tidak memberi kesan baik dalam hidupnya. Beberapa dari saya mengaku bahwa seorang laki-laki pernah ditolak 5 kali oleh seorang gadis, hingga dirinya memutuskan untuk menjadi gay. Ada juga yang karena merasa terkucilkan di dalam pergaulan, lalu lama kelamaan dia memutuskan diri untuk menjadi gay, bahkan ada yang mengaku karena factor ekonomi juga. Dari proses tersebut akan menimbulkan keterbiasaan, sehingga seseorang itu bisa menikmati kehidupan gay dan akan sulit untuk melepaskan diri dari dunia tersebut.
C. Terapi Penyembuhan
Saya tetap tidak mengakui bahwa gay itu adalah bagian dari kehidupan. Kenyataannya gay tetap ada. Saya juga tidak menyalahkan gay. Tetapi apa salahnya kita orientasikan kebutuhan biologis tersebut ke hal yang fitrah?
Namun sebelum melakukan ini semua, mari kita niatkan terlebih dahulu bahwa kita tidak lagi mau kembali ke dalam jurang tersebut. Ucapkan kalimat berikut ini tidak hanya di bibir, melainkan di hati kita:
“Bismilahirrahmannirrakhim. Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Dengan ini saya berniat bahwa saya tidak ingin menjadi seorang gay. Saya hendak menjadi seorang lelaki normal seperti apa yang diajarkan Rosulullah. Semua ini saya lakukan hanya karena Allah taala”
1. Cara pengenalan diri dan tindak otoriter diri
Kita tahu bahwa aktivitas yang sering kita lakukan sehari-hari seperti memutuskan untuk menyapa orang, memutuskan untuk makan atau tidak, memutuskan menjawab atau tidak, keputusan tersenyum atau tidak adalah sebentuk aktivitas yang diatur oleh kerja otak kita. Di dalam otak, kita bisa membayangkan di dalamnya ada sebentuk susunan sel-sel yang terkoordinasi dengan sempurna sehingga bisa menghasilkan proses berfikir. Selanjutnya, proses berfikir ini kita sebut sebagai pikiran. Pikiran kita inilah yang memutuskan segala sesuatunya. Lalu, di sisi lain, di dalam jiwa kita terdapat yang namanya nurani, norma-norma, aturan hakiki, keyakinan, naluri, suara hati atau bisikan hati adalah merupakan sebentuk pemberi pertimbangan kepada proses berfikir yang dilakukan oleh otak. Hasilnya, suatu keputusan bisa diputuskan atau tidak. Pun gerak dan aktivitas kita, seorang gay, bahwa yang bertindak adalah pikiran liar mereka. Terlepas dari teori, saya yakin akan hal itu. Berarti, pikiran liar itulah yang harus diperangi. Caranya, adalah coba dengan membuang jauh pikiran-pikiran yang berhubungan dengan gay. Cobalah berpikir bahwa kita harus mencintai lawan jenis, bukan sesamanya. Jika pikiran itu kembali, paksakan (secara otoriter) untuk berpikir kita harus mencintai perempuan. Jika masih terlalu sulit dan merasa tidak mampu, cobalah untuk memikirkan hal lain selain kedua hal itu. Atau lakukan istigfar (astagfirullah) atau dengan mengucap Allahuakbar berkali-kali. Lakukan hal tersebut ketika sedang melamun atau sebelum tidur.
2. Terapi sugesti
Cobalah membatin atau mengucapkan dengan lirih (sugesti) kalimat-kalimat berikut ini (atau kita bisa menciptakan kalimat yang lain) seperti
GAY MENJIJIKKAN
Atau
GAY SESAT
Atau
AKU BUKAN GAY, BUKAN GAY.
Atau
AKU BUKAN GAY, AKU MENCINTAI PEREMPUAN
Ucapkan salah satu kalimat di atas berkali-kali sambil membayangkan apa yang sedang kamu ucapkan. Terjanglah pikiran liar yang melawan atau sebentuk kebosanan. Terus bunyikan seperti seorang sedang wiridan dengan khusuk. Ucapkanlah minimal 2.000 kalimat dalam sehari. Kalau perlu tulislah sehari lima puluh kertas HVS bolak-balik. Lakukan hal tersebut saat melamun, sendirian, bingung, hingga bangun atau saat sebelum tidur.
3. Kepasrahan dalam doa
Dan, itulah yang dapat kita lakukan. Kita ada, Ada Yang Menciptakan. Kita hidup, Ada Yang Menghidupkan. Pun mematikan. Lantas, kenapa tidak berpasrah diri dan memohon bahwa kita adalah hamba yang tidak memiliki apa-apa selain harapan. Mari satukan jemari, tekuk lutut kita. Tundukkan kepala kita. Ungkapkan apa yang menjadi kendala dalam hati kita. Kepada Allah saja kita bisa kembali. Cucurkan air mata jika menurut hati itu dapat mencairkan kebekuan jiwa. Lantas, sentuhkan kening pada sajadah. Mohonlah ampun.
D. Masihkah, Gay menjadi sebuah keputusan?
Dan, ingatkah kita tentang kaum Sodom yang telah binasa karena tidak mendapat petunjuk Allah. Dan, masihkah kaum gay masih menjadi sebuah keputusan? Percayalah, hal ini bukan karena kutukan. Sebuah “penyakit” tentu akan ada obatnya. Pun, saya tidak menyetujui jika ada masyarakat yang menganggap dirinya suci dengan mengucilkan mereka-mereka yang menjadikan diri gay. Mari, kita berjabat tangan, lantas saling merangkulkan lengan pada bahu. Bersama kita bisa. Bukankah begitu?
Lubis Grafura




tamz Berkata:
on November 24, 2006 at 6:27 am
makasih, ini sgt membantuku, aq pikir aq selamanya akan terjepit disini
aq jg g mau masa depanku aneh^^ aq jg pumya cita2 yg lebih membuatku senang. thx
tolakgay Berkata:
on Juni 14, 2007 at 1:05 am
gw umur 25, dan gw punya penyakit ini….
terimakasih buat topik ini…
gw gak akan nyerah…..
gw janji ama lo….
gw janji ama Tuhan…..
kalaupun sampe akhir hayat gw gak bisa nikah… gak punya istri… gak punya anak….
gw ikhlas…
gw ridho……
At least Tuhan masih sayang ama gw…
dan gak da cinta yang paling sejati dibanding cinta Tujhan ama kita….
dan gw nggak mau ngelepas itu…
buat Tuhan…..
terimakasih atas semaunya
terima kasih…..
zechter Berkata:
on Agustus 5, 2007 at 9:03 am
allhamdulillah, topik ini sangat membantu sekali kepada diri saya, terima kasih banyak atas bahasannya, saya yakin setiap orang di dunia pasti akan di beri cobaan oleh allah, ada yang di beri keterbatasan fisik, kesulitan ekonomi, dan termasuk di beri cobaan sebagai seorang gay(fakta bila gay memang terjadi karena faktor genetik), untuk berubah tidaklah susah tapi utk tetap istiqomah adalah sesuatu yang tidak mudah, tapi percayalah selama kita mau berusaha dan berdoa pertolongan allah akan selalu tiba. Seperti janjinya “Setelah kesulitan itu ada kemudahan”.
Muhammad Syaeful Anwar Berkata:
on Agustus 12, 2007 at 5:51 am
Assalamu’alaikum
Nama saya Syaeful, usia saya baru 15 tahun dan saya sadar bahwa saya sakit saat saya duduk di bangku smp.Pada awalnya saya hanya sekedar menyukai pria saja.Tetapi setelah saya mengetahui internet,saya mulai mengetahui situs-situs gay dan room chat khusus gay.Pada awalnya saya hanya ingin coba-coba.Hingga akhirnya saya chatting di sebuah room kemudian kami janjian untuk ketemuan.Saat itu saya merasa takut untuk ketemuan,saya merasa akan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpa saya.Ternyata hal itu benar-benar terjadi saya disetubuhi olaeh pria itu.
Setelah kejadian itu saya semakin suka pada pria dan saya sering sekali berbuat maksiat dengan pria yang berbeda-beda.Tapi beberapa bulan kemudian, aku mulai dihantui rasa bersalah.Aku merasa sedih,bingung,dan takut bila orang tua saya sampai tahu.Bahkan saya pernah berniat untuk menghabisi hidup saya sendiri.
Karena saya tidak ingin mengalami konflik batin berkepanjangan,akhirnya saya menceritakan dan mencurahkan semua hal yang saya rasakan.Saat mendengar semuanya,ibu saya langsung menangis dan saya langsung berfikir betapa teganya saya,saya telah membuat hati ibu saya terluka.Oleh karena itu saya berjanji kepada ibu saya untuk dapat berubah.Saya mencoba berpacaran dengan perempuan dan banyak melakukan aktifitas-aktifitas keagamaan.Hubungan saya dan ibu saya pun berjalan semakin baik.
Tapi semua hal itu tidak saya lakukan atas dasar kesadaran diri sendiri.Tak lain untuk membuat ibu saya bahagia dan bangga.Sebenarnya hati saya sangat menderita,saya tertekan.Saya merasa hidup saya hanyalah untuk berpura-pura.
Sudah banyak cara yang saya upayakan.Semua artikel telah saya baca dan saya amalkan,segala do’a telah saya panjatkan pada-NYa.Walaupun belum ada titik cerah dalam hidup saya atau pun saya tak akan pernah sembuh saya rela.Mungkin ini cobaan dari Nya.Saya akan membaktikan segala hidup dan kebahagian saya untuk ibu saya,sebagai rasa pembuktian rasa iman dan takwa saya pada-Nya.
sayang Berkata:
on Agustus 28, 2007 at 6:59 am
wah thx bgt gw bener2 tertolong…tapi klo loe kan gay..klo gw adl pria yang ingin menjadi perempuan n gue klo liat cw biasa aja..gak ada getarannya….trus klo gw ngebayangin tubuh bugilnya wanita, gue jadi pusing,eneg,n mw muntah..???
malahan waktu gw pertama kali nonton BF gw penasaran ma tubuh wanita, tapi pas gue liat gue cuma bisa berkata :
‘Yah kok bentuknya begitu doang?….’
please tolongin gw donk….kirim dong saran2 di email gw:
sandroweitan@yahoo.com
thx bgt ya
"Jack" Berkata:
on September 6, 2007 at 6:17 am
Thnx
kweni Berkata:
on September 24, 2007 at 3:40 pm
Ga tau ya, tulisan ini buat saya ga berdampak! saya gay dari kecil. bukan karena apa2, emang gay aja. keluarga, lingkungan, teman semua normal!! Pikir gini ya, ketika seorang lelaki gay disuruh ‘berhubungan’ dengan perempuan, itu sama artinya menyuruh seorang lelaki heteroseksual ‘berhubungan’ dengan laki2 lagi, bisa dibayangin? Maunya gimana? ketika saya menyayangi orang (lelaki) saya harus pendam rasa sayang itu? berdoa: “saya tidak sayang dia” 1000x sampai jidat saya gosong di sajadah, sementara kalo seorang lelaki menyayangi perempuan, gunung tinggi didaki, laut disebrangi, dan semua membenarkan hal ini mmm.. susah jadi gay ya, disalahin mulu.. tolong doain aja, supaya saya ga dikasih perasaan cinta sama orang, supaya saya ga dikasih keinginan melakukan hubungan seksual, supaya saya berhenti berbuat dosa.
friend Berkata:
on Oktober 26, 2007 at 10:04 am
thanks,gue suka cara loe.gue sependapat insya allah gue kn ikuti.
someone Berkata:
on Oktober 29, 2007 at 10:03 am
hmmm, menarik…. bnget banget banget…..
tp tidak semudah membalikkan telapak tangan, saya sekarang dalam upaya penyembuhan diri sendiri.. banyak baca, berdoa… tp naluri dari hati yang paling kecil yang selalu memabwa kita untuk “feel” sama laki2 … tidak sok religius.. tp saya selalu melakaukan ibadah, dan sesering mungkin di masjid.. yang sangat mnyedihkan, dimasjid pun saya diikuti setan untuk melirik seseorang ynag menurut saya menarik.,.. hal yang tidak bisa dilawan,, cuma bisa istigfar…., berbagai alasan membuat saya berusahan memperkecil dosa say sebagai GAY.. salah satunya tidak melakukan perbuatan “hmmmm”.. tp apakah itu bisa dikatakan sembuh? walo kita tidak melakukan tp selagi menyukai sesama pasti namanya akan tetap sama… GAY tidak bisa beranak tp ko berkembang biak? what can we do? … someone
Chuby Berkata:
on November 17, 2007 at 9:08 am
Pernah kepikiran u/ membuang sgala pikiran ttg hal yg menjijikan. tp kadang kala pikiran tsb kerap datang tnp disangka2.
mencoba konsultasi, tp hendak kmn t4 nya.
ke dukun, org pinter, atw hypnoterapy tp smwnya prlu banyak biaya!!!
bantu qt utk memulai niat mulia ini.
atw ngadu sama ALLAH aja, Dia si Empunya qt!
UMROH ksana. Nangis sejadi2 nya didpn ka’bah, biar didenger ma ALLAH………………..
Anton Berkata:
on November 18, 2007 at 3:46 pm
Kesedihanku makin memuncak kala ku ingat dirinya,
Tak mungkin bisa tuk ku menyatakanya,
Tak kan mampu ku merubahnya,
Aku lemah..
Aku hanya bisa pasrah..
Bahkan mungkin tak berubah..
085642250069
Anton Berkata:
on November 18, 2007 at 3:59 pm
Kadang gw ngrsa kl gw ni ktor N gw mau brtaubat,tp gw sring ngrsa enjoy dgan gay gw,sbnrny gw G tau knp gw jd sprti ni,sjk kcil gw dh ska ma cwo,,tp gw bkn banci,gw cwo biasa ko,,
Kl nafsu gw dh bnr2 muncak gw lgsung ngocok,tp gw sring ngrsa brdosa stlah tu,gw G tau hrs gmn tuk jd normal,
Kl da yg mau jd tmen gw hubgi ja 085642250069 tp jgn ngrjain gw y?oya gw anton/170cm/18th/klaten
Riyan Berkata:
on November 20, 2007 at 6:12 am
sy terkesan dg artikel di atas, dan sy rasa sebagian besar dari saran yg ada dlm artikel itu sy udah terapkan, kecali yg kalimat sugesti..
sy aktif dalam kegiatan pengajian rtin yang membahas hukum2 islam, bahkan tak jarang dalam kajian yg sy ikuti membahas tentang kemarahan Allah Azza wa Jalla atas perbuatan tersebut.. hal itu membuat sy merasa berdosa dan ingin meninggalkan kehidupan gay, tapi setelah beberapa saat meningalkan majelis tersebut.. dan melihat orang lalu lalang di depan matasa saya dan tertangkap sosok lelaki yang jantan dan berdada bidang kekuatan setan itu muncul kembali.., sy kadang pasrah sama Allah saya serahkan sepenuhnya kepada DIA terserah kapan meu menyembuhkan diriku ini, toh DIA maha tahu bahwa jauh di lubuk hatiku tidak menginginkan hal itu, bahwak ingin menjadi hambanya yang lurus…
menjauhi pergaulan dengan komunitas gay pun telah sy lakukan, sy berkumpul dengan orang2 yang sholeh.. namun dalam komunitas yg sholeh itu, sy juga merasakan desiran nafsu tatkala sy melihat sosok pria dewasa yang memperhatikan saya dengan santun dan dekat.. SAYA JADI PUSIIIING
madj Berkata:
on Desember 7, 2007 at 11:59 am
CAPEK!!!mungkin kta itu yang bisa aku ucapkan.dari kecil aku sudah ngrasain hal ini.aq g’tw awalnya gmn.cmn,,dr kcil klu ngliat cowo lg mandi,,ada perasaan yng lain.beda ama ngliat cwe’.aq g’tw hrus ngpain lg..kdang aq ngrasa ajal lah satu-satuny jln bwat kluar dari masalah ini.cmn,,aq g’bkln kuat sama dosanya.smw cara diatas udah aku lakuin dr dulu.cmn,,,hslny TTP.
tiap kali aq ingt masalah ini,,aq sring g’konsentrasi kerja,g’konsen sm smwnya..apalagi klu dah kpikiran sm ms depanku.mau ky’gmn???kasihan orangtua ku klu mreka tau bahwa anakny seorang yang menjijikan.aq hny bs pasrah,,mga ja Allah memberikan hidayahNya kepadaku.suatu saat…klu ada yang mo curhat,,yg senasib, eMail ja: sisi.lain@yahoo.com
santo Berkata:
on Desember 11, 2007 at 7:39 am
kalo ada yang bilang gay ga bisa disembuhkan gw pikir cuma pembelaan aja…. bagi yg merasa ga perlu marah cuz gw sendiri gay yang 3 hari lalu mutusin ga mau lagi berhubungan dengan sesama cowok! GW LAKI_LAKI, GW NORMAL, GW BUKAN GAY, walopun rasanya berat setengah mati……………………… gw dah beberapa kali menjalin hubungan serius dg sesama cowok bahkan hampir menikah ke belanda. tapi sepertinya Allah masih sayang banget ma gw, gw dikasih cobaan seberat ini mungkin sebagai ladang gw buat “ngapling” tempat di surgaNya kelak. terserah bagi tmen2 yg masih ngejalanin hidup sebagai gay ga percaya ma crita gw. tapi gw cuma mau bilang GW YAKIN KALIAN BISA KELUAR DARI JERATAN GAY, ASAL KALIAN NIAT SUNGGUH2. ITU AJA! gw ga mau bilang “coba kalian yang jadi gay, pasti berpikiran sama kaya gw” atawa “emang siapa sih yang mau jadi gay?” atawa “bilang sih gampang, karena kalian ga ngalamin jadi gay” atawa kalimat2 pembelaan lainnya….. gw yakin hati kecil lu yang paling bener, bedakan suara hati dengan suara nafsumu!!! yok kita sama2 menjadikan cobaan ini sebagai ladang amal, ladang nyari pahala, bahkan ladang nyari tempat di surga…… Gw cuma berusaha nikmatin ini sebagai anugerah dan wujud cintaNya ke gw, sebagai ladang jihad gw. Ya Allah terimalah kembali gw sebagai seorang muslim yang sempurna………….
hikaru Berkata:
on Desember 13, 2007 at 1:51 pm
sangat menarik artikel anda dan kelihatannya berhasil menggugah banyak respon dari pembaca mulai dari anak 15 tahun sampe yg sudah cukup umur. Saya coba ikut beropini disini berdasarkan pengalaman hidup yg selama ini saya jalani.
Saya tidak tahu apakah pendapat anda mengenai alasan seseorang memutuskan menjadi gay itu berdasarkan study yg mendalam atau hanya opini yg tdk terlalu dalam. Juga tip untuk berhenti jadi gay juga sudah diuji kehandalannya ato hanya sekedar sumbang saran seperti banyak artikel lainnya.
Pertama saya mau nanya kenapa anda memakai instilah memutuskan? apakah anda yakin gay itu sebagai keputusan? Saya (gay) tidak pernah merasa memutuskan menjadi gay dan saya tidak termasuk dalam 2 alasan yg anda sebutkan. Saya gay karena sejak kecil saya merasa jiwa saya merasa sbg perempuan meski gak 100%. Perilaku saya sejak kecil cenderung agak kewanitaan sehingga banyak yg menjuluki bencong. Menginjak remaja saya juga sulit sekali tertarik sama wanita tapi saya deket sekali dengan mereka. Saya frustasi dan cape sekali menjalani hidup saya ini. namun saya mencoba sabar dan terus mendekatkan diri sama Alloh sang pencipta.
Saya aktif di agama/pesantren sejak SD sampe kuliah. Saya aktif sekali di kegiatan mesjid dan dakwah. Saya juga berhasil menghafal banyak surah dari Alquran dan rutinitas ibadah seperti Tahajjud, baca quran 1 juz/hari, puasa sunnah, solat berjamaah 5 wkt. Tapi ada satu hal yg selalu menyiksa saya, kenapa saya selalu tertarik sama cowok terutama yg remaja usia 14-17 tahun? saya merasa jijik dengan diri saya, saya merasa orang paling munafik, disatu sisi saya banyak ngomong agama dan mengajak orang ke mesjid tapi hati saya deg2an kalo ktemu anak smp/sma.
saya banyak enghabiskan air mata untuk berdoa ditengah malam untuk masalah ini.
Akhirnya saya gak kuat dan saya pelan2 meninggalkan rutinitas ibadah saya. Sangat berat sekali meskipun akhirnya saya berhasil meniggalkan solat wajib. Hati kecil saya seolah2 saya ingin protes sama Tuhan knapa saya tercipta sbg gay padahal saya ingin menjadi orang baik.
Gay itu cacat rohani yg kalo gak kontrol bisa menyebabkan perbuatan terkutuk. Sedangkan orang yg cacat jasmani tidak akan menghalangi dia masuk surga.
Saya pun banyak konsultasi dengan ulama tapi belum berhasil menemukan jalan keluar untuk menghapus rasa suka sama cowok remaja.
Akhirnya ditengah keputus asaan saya pun meninggalkan semua kegiatan keagamaan saya setelah bertahun2 menghabiskan waktu di masjid dan pesantren. Sangat tragis memang dan saya pun tidak pernah kebayang bakal hidup jauh dari Agama. Saya juga dah mencoba untuk menjalin hubungan dengan perempuan tapi sangat sulit sekali.
Anyway ini hanya sekedar curhat saja, semoga menjadi bahan pemikiran anda semua yg mempunyai kemampuan lebih dalam agama dan semoga dapat membuka wawasan lebih mengenai dunia gay.
BUat MUHAMMAD SYAIFUL ANWAR, saya tahu betapa berat rasanya kepura-puraanmu, semoga kamu tetep tabah dan sabar menjalaninya demi ortu yg menyayangimu.
embotala Berkata:
on September 15, 2009 at 1:43 pm
Pengecut lho! dsr org berpikiran dangkal!
masa’ gara2 lu jd G lu harus meninggalkan Agama, itu hanya membuat citra G jd lebih buruk, org jd mikir G itu pasti jauh dr yg namanya agama(musyrik)
Kembalilah ke jalan yg bener meskipun lu G, jalani aktivitasmu spt dulu sbg muslim, bukan berarti klo lu G lu gk pantes jd muslim, minimal lu tahu klo perbuatan G itu salah aja itu udah cukup, slalu istighfar dan inget ama ‘Dia’ yg udh menciptakan kita, klo nanti berakhir jd G berarti emang itu takdir kita, yg penting kita udh usaha mendekatkan diri kpd-’Nya’
lubisgrafura Berkata:
on Desember 20, 2007 at 2:07 pm
Yth. Mas Husein Wiratmoko dan semua rekan-rekan yang sudah posting di blog ini.
Terima kasih sudah posting di http://www.lubisgrafura.wordpress.com sebuah kehormatan bagi saya pribadi Anda mau memberi balikan kepada saya. Sebelumnya, saya hendak menyatakan bahwa dengan adanya blog ini saya hendak memberikan salah satu terobosan atau solusi dari semua permasalahan yang kita hadapi. Dari kecil saya memiliki cita-cita ingin membuat orang satu dengan lainnya saling menghargai. Walau memang sulit, bahkan mustahil. Visi misi saya tidak akan bisa tersampaikan dengan baik, kalau saya mengandalkan karya saya dimuat di koran. Lantas terciptalah blog ini.
Baiklah, saya akan menanggapi uraian Anda (bagaimana kalau saya ganti kata Anda menjadi sampeyan saja biar tidak terkesan formal dan biar terasa lebih akrab?). Pertama mengenai kata keputusan dan memutuskan. Memang, seharusnya saya memberikan tanda kutip pada kedua kata tersebut yang menindikasikan bahwa kata tersebut bukanlah makna sebenar-benarnya “memutuskan”. Barangkali saya akan membuat edisi revisinya.
Kedua, artikel ini bukan berdasarkan penelitian formal dan prosedural, melainkan saya melakukan observasi di antara teman-teman dekat dan mengajukan asumsi untuk diaplikasikan ke mereka. Memang, perubahan yang terjadi tidaklah sangat signifikan. Beberapa di antara mereka merasa cukup membantu. Beberapa yang lain tidak memperlihatkan indikasi berhasil atau tikdanya selain hanya mengucapkan terima kasih. Namun, jumlah yang merasa “berhasil” dengan yang tidak, jumlahnya masih lebih banyak dari yang “tidak berhasil” Perlu diketahui juga bahwa rsponden atau sampel yang saya gunakan tidaklah banyak, hanya teman dekat sekaligus beberapa orang yang dulu pernah meng-email ke saya.
Hal lain yang mungkin perlu saya sampaikan adalah saya tidak menyalahkan gay atau waria mnjadi seperti yang sekarang mereka rasakan. Mereka yang sekarang telah “menjadi” gay atau waria setidaknya mereka punya usaha dan harapan untuk menjadi “normal” kembali. Betapa menurut sejarah kaum Sodom pernah dihancurkan bukan? Namun, saya yakin hal itu tidak mudah. Bahkan bisa dikatakan mustahil, atau entahlah kata apa yang tepat untuk menggambarkan kerumitan klaur dari belenggu tersebut. Terlepas dari itu, Allah adalah Maha Mngetahui, Saya yakin bahwa perjuangan sampeyan dan juga teman-teman kita yang sekarang juga tengah berjuang untuk melawan “musuh” terbesar dalam dirinya (gay) akan dicatat oleh Allah. Saya akan terus mncoba dan berusaha mencarikan solusi dan tentu saja untuk sekarang hal kecil yang bisa saya lakukan adalah membantu berdoa.
Terima kasih atas perhatian semua teman-teman yang sudah meluangkan untuk mengunjungi http://www.lubisgrafura.wordpress.com. Dalam hal ini saya hanya bisa membantu teman-teman di sini, sudaraku di sini dengan doa dan harapan yang terbaik buat diri kalian. Semoga Allah segera memberi jawaban dengan bahasa yang mudah kita pahami. Amin
Lubis Grafura
Redaktur http://www.lubisgrafura,wordpress.com
ireza Berkata:
on Januari 1, 2008 at 5:47 am
Salam tahun baru 2008.
Saya mencari resolusi bagi permasalahan gay dan tertarik dengan artikel di laman ini. Saya melihat, wujud manusia homoseksual yang pasrah kepada Allah dalam melalui perjalanan hidupnya setelah tidak pernah berjaya dalam usaha membuang sifat gay nya.
Gay memang tiada ubatnya jika ia diwarisi sejak dari zaman kanak-kanak. Lainlah jika ianya atas pengalaman homoseksual terdahulu; mungkin dapat diperbetulkan, dengan syarat dilakukan dari awal-awal lagi…tetapi jarang berlaku kerana pengalaman homoseksal biasanya dirahsiakan dan ia akhirnya menjadi penyakit rohani.
Kepada mereka yang merasakan diri mereka homoseksual, hadapilah cubaan Allah SWT ini dengan cekal. Jika anda lalai dan melakukan dosa daripada kesan homoseksual tersebut, maka selalulah meminta keampunan Allah SWT. Allah itu maha pengampun dan kuatkan semangat untuk tidak mengulangi perbuatan itu. Cepat-cepatlah sedar jika ada keinginan yang membuak-buak. Sibukkan diri anda dengan kerja yang berfaedah. Dapatkan bantuan orang lain untuk membantu anda mendekatkan diri dengan wanita yang anda pilih untuk dijadikan calon isteri (jika ada kesukaran). Jangan putus asa meskipun anda gagal beberapa kali. Teruskan usaha ke arah itu.
Jangan terlalu merendah diri terhadap mereka yang normal. Rendah diri hanya kepada Allah. Mereka yang bukan homoseksual juga akan melakukan dosa dalam bentuk yang lain…mereka juga sebenarnya ada kekurangannya. Kawalan diri setiap masa terletak pada diri anda sendiri, bukannya orang lain. Katakanlah yang anda hebat mengawal diri anda, walaupun anda kecundang beberapa kali.
Pengabdian diri kepada Allah perlu diteruskan. Jangan sesekali buruk sangka terhadapNya. Persetan sifat gay, beramal dan berbuatlah pahala sebanyak-banyaknya. Semoga anda terus memelihara iman dan Islam hingga ke akhir hayat.
wahyu Berkata:
on Januari 24, 2008 at 6:42 pm
thank’s y buat semunnya, ak xxxxx, ak kdang dah ga tau hrus gimana lagi mengatasi kekurangan dan keanehan yg ada dlm diri ak, kadang ak suka berfikir, Tuhan mengharamkan dan melarang setiap manusia gay/lesby, tapi knapa tuhan berikan kekurangan ini sama ak, yg padahal ak sendiri ga mau seperti ini,tapi ak coba tuk ikhlas dengan apa yg tuhan beri, walau berat harus ku jalani, tapi masalahnya bukan cuma itu,, faktor ekonomilah yg membuat ak tuk terus seperti ini,SIAPAPUN DISANA tolong ak, berikan tangnmu dan ajak ak tuk sembuh,karna ak takut semua khan tau siapa ak, terutama keluargaku,, ak ga ingin melihat mereka menangis,. smpai sekarang ak msih tetap berbohong pada meraka…ketakutan akan kekuranganku ditambah kebohongan yg ak lakukan mlah membuat keadaan memburuk, “PLEASE” siapapun “TOLONG AK”, karna ak menginginkannya dan ak akan slalu menunggu…!!!!!!
gustiani Berkata:
on Januari 25, 2008 at 1:06 am
tks for this blog. saya shock banget karena setelah menikah hampir 17 tahun baru tau (25 januari 2008)kalau suami saya gay. itupun lewat “tangan” Allah saya taunya. satu yang sekarang menjadi kendala, bagaimana mengungkapkan pada dia bahwa saya tau tentang ke gay an nya? karena dia tidak tau bahwa saya tau. ada yang bisa kasih saran?
Someone. Berkata:
on Januari 26, 2008 at 2:30 pm
Begitu susah untuk dapat menjadi seseorang yang normal, meski kadang lidah ini selalu berkata untuk tak mau memasuki lubang kemaksiatan, namun tipu daya iblis selalu datang memecahkan nurani yang terdalam. trim’s atas beberapa sugestinya, tolong doakan supaya aku bisa menjadi seorang ikhwan seutuhnya. amiien!
Ikhwan Berkata:
on Januari 26, 2008 at 2:33 pm
Mungkin teramat banyak cobaan hidup di dunia fana ini, semua manusia sudah semestinya fokus untuk mengatasi troublenya masing-masing, kembali kepada fitrah sebelumnya memang sangat sulit, namun kita tak boleh menyerah begitu saja, keep spirit and still pray to Allah Azza Wa Jalla.
pengen tobat Berkata:
on Maret 30, 2008 at 2:41 pm
bagus ada komentar seperti ini, saya sependapat bgt!!! ingat Allah ada dan selalu ada buat kita jangan pernah menyerah, inilah ujian buat kita semua, di dunia kita memang kalah tapi belum tentu kita kalah buat akhirat….
juspa Berkata:
on April 20, 2008 at 3:47 pm
saya rasa jika anda pengen smbuh dari gay anda itu sudah bagus, tapi apakah anda bisa berjuang sndiri padahal di luar sana banyak sekali godaan yang datang kepada anda untuk melakukan dosa lagi yaitu homoseksual jika kamu bener2 pengen sembuh mintalah pertolongan sama tuhan,,,,
pengalaman saya dulu seperti anda terjerat dunia gay yang saya rasa hampa dan tidak komitmen selalu memandang sebelah mata
tapi setelah saya sadar saya tidak bisa sendiri dan saya mulai dencar cari pertolongan tidak ke dokter spesialis tapi ke pada TUHAN yang saya percaya dan melalui YESUS saya sembuh
sungguh luar biiasa emang sepertinya ga masuk akal tapi ga ada yang mustahil baginya akhirnya aku bisa tanggalkan itu semua dan hal yang aku lakukan
1. mengakui dosa
2. mengampun yang telah membuat saya sakit hati atau yang saya sakiti
3. memohon padanya agar saya di sembuhkan melaui darah YESUS saya sembuh
4. setiap hari berdoa dan baca ALKITAB agar iman saya semakin dikuatkan dan iblis pun ga bisa mendekat karna YESUS besertaku
semoga tips ini berhadsil
gbu,,,,
aja Berkata:
on Mei 5, 2008 at 4:55 am
gw baca,,,yah gw fikir allah akan menyayangi kita klo kita juga sayang ma allah,,gw yakin klo lu mank mau sembuh insya allah bisa asalkn lu istiqamah..and percaya klo yang terbaik adalah jalan allah
Gay Islam Berkata:
on Mei 10, 2008 at 7:07 pm
Mohon kpd tman” jangan dengarkan kata “juspa” . Yg mengarah kpada kristenisasi .
Yg udah jelas ajaran kristen itu salah .
Kita harus tetap pasrah kepada ALLAH !.
ALLAHUAKBAR !!!!.
Jangan pernah menyerah !!!!
Pasien1 Berkata:
on Mei 15, 2008 at 3:05 am
Thanx banget bwt info n sarannya…mmm aq sjk lama mulai nyadar bahwa aku ini sakit…benernya bibit itu ntah dari mana muncul….dari waktu SD udah suka liat guru cowok….meski waktu itu aku belum nyadar apa artinya…juga suka banget liat polisi dengan seragamnya tapi waktu smp pernah pacaran dan saat itu aq benar2 nggak pernah kepikiran ;lagi bwt jd ‘GITU” trus putus dan kykx itu bikin aku jadi “gitu”tanpa sadar…btw slama ini aku tak tahu status aq itu apa benar2 gitu soalnya aq nggak pernah brhubungan badan sm cwk atu cwek jd slama ini paling manstrubasi sj…..tapi tiap kl hbs bikin rs bersalah…aq rs hal ini cck skali dgn sran di atas karna aq jg sdh berulang kali coba cr itu dan bisa menghindar berpikir GAY FANTASy bberapa waktu….tapi GUYS INTINYA HARUS ADA NIAT DAN TEKAD….
Pasien1 Berkata:
on Mei 15, 2008 at 3:06 am
sorry perjelas dikit waktu smp sy pacaran sm cewek…
Riyan Berkata:
on Mei 23, 2008 at 8:58 am
Buat Mbak Gustiani…
menurut saya mesti dirinci dulu, suami mbak ketangkap basah masih aktif melakukan ke”gay”annya gak? kalau iya, cobalah mencari saat yang tepat berdua, tidak ada orang ketiga yang mendengar. sampaikan bahwa Mbak telah mengetahuinya, namun tetap mencintainya dan ingin tetap mempertahankan rumah tangga mbak, tapi minta agar dia menghentikan “aktifitas”nya, karena bagaimanapun namanya tetap selingkuh. Tapi jika suami mbak nampak memperbaiki diri, dan menjauhi dunia gay. cukuplah mbak menyimpan pengetahuan mbak tentang dia, dan bersikap seperti biasa. karena bisa jadi jika dia sadar bahwa mbak tahu tentang dia, maka akan berpengaruh pada psikologinya, rasa tidak berharga sebagai lelakipun muncul. sekian dari saya
1/5 lingkaran Berkata:
on Juni 4, 2008 at 3:10 am
saya sangat memohon kepada anda yang mengerti keadaan saya dan saya ucapkan terima kasih dan alhamdulillah kepada Allah SWT. kak umur saya sekarang 17 tahun, saya merasakan penyakit gay ini sejak di kelas 3 smp, saya di didik dengan kekerasan orang tua dari semenjak saya sd, dan setelah saya sma saya selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain, kamu seperti perempunlah?, kerjaannya hanya di kamar,dsbnya. sebenarnya saya malu untuk bertemu orang lain, berbicara, saya sangat sering merasa malu dan sakit hati ketika saya dicemoohkan. namun saya coba untuk berubah dengan bergabung dengan kawan-kawan laki-laki saya, yang sebelumnya saya merasa mudah dimengerti oleh teman-teman wanita saya, tapi dengan cara begitu saya merasa bahwa saya membuat penyakit ini bertambah, karna yang saya pandangi setiap bermain kebanyakan laki-laki yang saya sukai, kadang buang air kecil bersama, dan tidur bersama, saya merasa selalu diiukuti hawa nafsu saya sebagai gay. kak saya mohon kepada anda untuk memberi solusi pada masalah saya.
1/5 lingkaran Berkata:
on Juni 4, 2008 at 3:17 am
oh ya….
bagi kawan-kawan yang juga berusaha keras, tolongin gue juga yaa…. seandainya lebih banyak yang mengerti keadaan kita, mungkin kita akan lebih terbantu.
e_mail gue : Zoe_Rhen@yahoo.com
makasih yaaa
gue mau bilang thanks Berkata:
on Juni 6, 2008 at 3:21 pm
thanks
human Berkata:
on Juni 6, 2008 at 3:53 pm
gue gak tau kapan gue mulai suka sama sejenis? mungkin SMP kali ya??
karena waktu kecil, kira-kira waktu TK n masih SD gue masih suka sama cew. yah pas parah-parahnya waktu SMA..
terus terang waktu pertama kali gue kuliah, gue kan kost, terus teman sekamar kostku itu cuakep banget.. tapi gue reksinya fine-fine aja.. yang gak ngliatin ke dy kalo gue interest sama dy. sampai-sampai wktu kuliahpun gue gak konsen sama plajaran, teringat dy terus. tapi lama-lama gue kan akrab banget sama dy, ya bisa dibilang sobat lah.. perasaan gue sama dy jadi berubah.. gue jadi biasa aja, gak ada “fell” ke dy, walaupun dy ganti baju didepan gue,padahal dy juga punya postur tubuh yang perfect,tapi gue gak ngefek apa-apa ke dy.. ya itu lah gue.. kalo liat cow cakep, pertama pasti pengen liatin dy aja.. tapi kalo dy da kenalan sama gue, n gue dah jadi temannya, gue da gak ada “FELL” sama dy..
tapi gue sekarng gak gay-gay amat kok..
mungkin gue gak pernah pacaran kali, sebenernya banyak cewek yang nembak aku sih, tapi aku masih kayak gimana ya, ehm masih takut gitu,
gue juga terangsang kok kalo liat cewek yang berbaju minim,, tapi cm sayangnya dominan kecowok gt aja.
dan gue mulai sekarang akan berjuang untuk memerangi perasaan ini…
ya benar ini adalah pikiran-pikiran kotor kita.
semua adalah otak yang mengatur sistem kerja syaraf dan pikiran kita.. jadi kalo udah mau mikirin yang kearah negatif (seperti ONANI, upayakan kita ngebanyangin kita sedang berhubungan sama cewek, n buang semua pikiran tentang tubuh cowok.. bayangin keindahan tubuh cewek, bayangin indah lekuk tubuhnya, memeknya, begitu empuknya… ingin untuk ngremesnya…) dan hal itu ternyata obat mujarab untuk menghilangkan sifat gay..
n sumpah gue dulu gay yang parah tapi sekarang gue dah mulai suka sama cewek, ada rasa ingin untuk melindungi, bila deket sama cewek yang gue sukai gue jadi deg-degkan..
so GAY is not the way..
terimakasih TUHAN….
bilal Berkata:
on Juni 9, 2008 at 4:11 am
aku ingin sembuh yang penyakit gay ini, yang saya ingin tanyakan dimana tampat pengobatan gay ini makasih !
bilal Berkata:
on Juni 9, 2008 at 4:16 am
gay bukan cita2 ku. menikah dg wanita n poenya anak itulah hal yang membuatku paling bahagia dibandingkan dengan menemukan harta karun segunung emas…. ridhai aku ya Allah…….
Santa Maria Berkata:
on Juni 11, 2008 at 7:55 pm
Permisi, mas. Saya rasa dalam tepenyembuhan tersebut terlalu islam. Saya jadi kasihan sama yang non-muslim yang juga g4y. buatkan juga buat yang non-muslim ya,mas.
ryandafix Berkata:
on Juni 13, 2008 at 5:46 am
satu hal tidak pernah dimengerti oleh seseorang, yang menganggap dirinya paling benar. tapi demi Tuhanku Allah SWT. aku telah merasakan diriku gay dari kecil, dan perasaan suka kepada perempuan sedalam2 dari nurani hanaya kehampaan. dan demi Allah SWT, bahwa dari sejak aku merasakan ketertarikanku ke sesama jenis, sejak itu pula aku telah menolaknya dengan sutuh jiwa raga saya. namun sesungguhnya kesemuanay itu hanya hampa. tiada guna. yang bisa saya terima adalah, cinta itu tak akan pernah melihat siapa, dimana, dan untuk siapa. saya lebih menganggap bahwa seorang gay adalah manusia, seperti saya. dan saya seperti anda. saya lebih bangga seseorang mengatan bahwa saya adalah seorang gay bisa menjd diri sendiri. dari pada saya adalah seorang munafiq yang selalu mencari kesalahan dari sesuatu hal atau orang lain. yang harus kita kita luruskan sebenarnya adalah perilaku yang menentang kodrat, sperti perilaku waria atau yang lainya. dan yang perlu di ingat. bahwa gay juga laki2. lesbian juga seorang wanita. tdk harus menjadi oarng lain. jujur saya berang dengan kemunafiqan penulis. saya garang membaca semuanya. kalo anda menyalahkan gay. kembalikan kepada Tuhan anda masing2. karena sejujurnya latar belakang atau apapun itu hanya bagian dari kemunafiqan. yg di gunakan untuk mengkambing hitamkan suatu fakta.
bagi masyarakat indonesia dan dunia. fakta mayoritas menjadi pemenang, tapi tak selamanya itu benar.
sekedar beri komentar Berkata:
on Juni 15, 2008 at 3:17 pm
saudara-saudaraku… sudahlah yang masalah satu ini gak usah diambil pusing, kita hidup di dunia ini hanya satu kali, ingat akhirat.. nahan nafsu sedikit ajalah..
ingat gak kaumnya nabi luth dimana negeri sodom di hancurkan hingga dijungkir balikkan kota tersebut, dan konon kota tersebut menjadi laut mati “dead sea”, terus hukuman juga serupa terhadap negeri pompeii di daerah italy, dimana pada jaman tersebut sangat menyembah hawa nafsu dimana hubungan sejenis dipertontonkan didepan umum, sampai-sampai pada saat terjadi bencanapun mereka tidak mengetahui. ditemukan bahwa ada beberapa mayat yang sudah membatu sedang asik bersetubuh dengan sejenis (homosexual).. ASTAGHFIRULLAH…!
jadi saudara-saudaraku, tidak bisa kah kita belajar dari peristiwa sejarah yang jelas-jelas nyata, bahwa homosexual sangat dilaknat oleh ALLAH SWT. semua pasti ada jalan keluar, semua tergantung dari setting otak kita, otak kita bagaikan komputer, jika memang kita ingin menghilangkan memory tersebut, delet perasaan tersebut dari pikiran otak anda, dengan mengatakan bahwa “AKU BUKAN SEORANG HOMO!!!” bilang kata-kata ini jika anda sudah berpikiran negatif membayangkan yang tidak-tidak, atau melihat obyek yang dapat menimbulkan perasaan tersebut.
semoga saran saya ini dapat berguna bagi saudara-saudara…
dan jangan lupa berdoa kepada ALLAH SWT, minta ridho kepada-NYA
terry Berkata:
on Juni 16, 2008 at 6:33 am
assalammualikum
saya dari sd mula’mulanya pernah nonton kaset porno di kamar saya karna ketagihan saya nonton itu setiap malam hingga berakhir tahun 2007 kmaren , karna teringat slalu *** yang besar itu, saya ingin sekali mencobanya (xxxxx) gmna donk? tetapi aku punya jalan lain , aku selalu (onani) di sekitar jam 1 malam kadang kadang dalam sehari saya selalu (onani) 5 kali dalam sehari . tetapi sekarang saya menyadari kenapa saya slalu melakukan itu setiap hari dan rasa ingin mencoba *** laki-laki itu smakin bertambah , dan itu lah saya meninggalkan komentar ini bagaimana cara meninggalkan hawa nafsu itu? please jawab
085263238818\terry
budy gunawan Berkata:
on Juni 18, 2008 at 11:58 am
Gua gay 15 tahun,gua gak bisa berubah……………… satu yang membuat ku yakin dengan diriku.suatu saat,cepat ato lambat,aku akan mendapatkan pria impianku itu,aku hanya bisa berdoa dan berusaha agarkeinginan ku itu terwujudkan .impianku adalah hidup bahagia dengan pasangan cinta ku,aku tinggal dikalimantan barat,tepatnya diketapang.
terkutuk buat jalan GAY Berkata:
on Juni 19, 2008 at 4:00 pm
woi posting-posting komentar diatas, budi dan terry fuck kalian semua….
inget lo tu laki2, udah punya burung sendiri masih nyari burng lagi..
gak mikir lo???
kalo dunia udah full kyk makhluk seperti kalian2 ini,
kiamat makin cepet….
tau gak lo, kalian tu makhluk yang paling lemah.. gak bisa berusaha.. terlalu mudah untuk menyerah…
kalo lo milih jadi gay??
mati aja lo sekalian…..
biar mampus….
embotala Berkata:
on September 15, 2009 at 1:56 pm
knpa nggak mampusin diri lho sendiri aja
aku setuju lho protes ama si budy tp nggak ama terry soalnya dia pengen cari solusi bukan diomelin en dikucilin, bisa2 dia entar frustasi bukannya keluar dr jurang itu
org jd G bukan krn keinginannya kok, org G liat cowok terus tertarik bukan semata-mata krn pistolnya, perasaan itu timbul, selayak perasaan org normal liat cewek yg cakep
emangnya lu bisa jelasin kenapa org normal liat cewek kok napsu?
Abd Al Rahim Berkata:
on Juli 8, 2008 at 4:13 am
Demi matahari dan demi sinarnya di pagi hari.
Demi rembulan apabila mengiringinya
Demi siang apabila menampakkannya
Demi malam apabila menutupinya
Demi langit dan segala binaannya
Demi bumi dan segala isinya
Demi jiwa dan penghambaannya.
Maka terciptalah dua jalan : fujuraha wa taqwaha (maksiat dan taqwa)
Saudara-saudaraku, Allah swt akan membalas hamba2-Nya yang memilih taqwa dengan 2 syurga. Allah swt juga akan membalas hamba-hamba yang berbuat maksiat dengan Jahim. Bersabarlah, hidup di dunia hanya sementara dan fana. Tsummastaqim.
halimi Berkata:
on Juli 11, 2008 at 7:27 am
kiya sebagai hambanya harus bersyukur atas segala rahmay yang telah diberikan Nya kepada kita, MAKA BERUBAHLAH
Tika Berkata:
on Juli 15, 2008 at 4:47 am
aq pernah naksir cowo cakep…ternyata dy gay…kcewa deh…tpi emank qta gag bsa mngubah jalan hidup org laen tanpa kemauannya…
Yusuf Berkata:
on Juli 16, 2008 at 5:30 pm
Assalamualaikum saudara/i Muslim
Syukur Alhamdulillah aku merasa bahagia setelah membaca apa yg kalian utarakan dan senang juga masih banyak org2x yg exist mau bantu kita sembuh, cuma ketika aku tengok diriku sendiri yg posisinya jauh di tanah kelahiranku aku masih dirundung duka. Singkatnya aku juga ingin sembuh dan melakukan jalan yg benar, semoga Rabbku mengabulkan dan meridhoiku. Dia masih sayang kepadaku, dan aku tak mau dimurkai-Nya. Dulu aku pikir inilah hidupku, aku hampir meng”iya”kan menikah dgn sesama jenis, puji syukur Alhamdulillah Rabb masih menyadarkanku dan aku takut kepada-Nya maka aku tolaklah ajakan itu demi alasan kebahagiaan di dunia saja. Aku merasa malu dgn umat Muslim yg aku tinggalkan & juga tentunya ortuku yg begitu mencintaiku, sungguh aku ingin merubah caraku ini. Dari kecil aku udah ngrasa seperti ini dan jujur aku pernah ngrasa fall in love sm cewek pas SMA. Ya kalian benar, kita tak boleh menyerah dlm terseret arus. Mungkin aku bakal dibilang ” bencong muna ” cuma aku udah ngga mau peduli lagi dgn cercaan mereka yg tak mau memahami arti hidup dijalan Allah SWT. Aku selalu berharap pada Rabbku supaya diberikan jalan yg terbaik yg aku selalu panjatkan setiap usai sholatku. Syukur Alhamdulillah bukannya disko dan bar aku kunjungi slm di Europa melainkan Masjid dan org2x soleh, karena aku ingin berubah dan berjalan dijalan yg diridhoi Allah SWT. Temanku bilang aku dapat hidayah dr Rabb ( Allah ) dan aku sangat senang sekali mengetahui betapa Dia masih menyayangiku. Partnerku yg tak beragama dan tak mau kenal Tuhan sering marah melihat aku sholat, lari terburu2x ke masjid dan baca2x artikel religi, sungguh sayang dia sudah tertutup hatinya dan tak mau melihat contoh yg baik, yg ada aku kadang berdebat dgnnya kalo aku berusaha jujur, … Seandainya saja aku dikelilingi kalian aku mungkin tak sesakit ini cuma Allah Maha Mengetahui dan aku berusaha sabar. Bagi kalian yg mau sharing sm aku+sulaturahmi ( why not? ), ngga keberatan InsyaAllah aku akan senang menyambutnya
kontak aja di : rich_dal@yahoo.com
Baiklah, semoga kita yang ingin selamat diridhoi oleh Rabb kita Allah SWT. Bantu doa juga ya
Assalamualaikum wrwb
INDIRAHUDA Berkata:
on Juli 18, 2008 at 5:05 am
HOI SOBAT 2 YANG “MERASA” GAY TAPI INGIN SEMBUH. KITA BIKIN BLOG YUK…., TERBUKA JUGA BUAT YG PUNYA KELUARGAGAY. INTINYA ADALAH MENGUATKAN !!!! MARI KITA SALING BERLOMBA MENUJU SURGA YANG DIJANJIKAN
INDIRAHUDA Berkata:
on Juli 18, 2008 at 5:06 am
OYA BISA JUGA KIRIM EMAIL : INDIRAHUDA@YAHOO.COM. INSYAALLOH KITA BISA BERSAUDARA
bunga Berkata:
on Juli 19, 2008 at 9:38 am
masya Allah…ternyata kalian cowok-cowok HEBAT! Aku gak tau harus ngomong apa, aku bener-bener nangis, ternyata cobaan itu bentuknya macem-macem. Teman-teman skalian yang punya “penyakit” itu, jangan pernah merasa rendah, karena sebenarnya kita semua sama rendahnya yang agung dan mulia hanya Allah. jangan pernah jatuh, jangan pernah menyerah, karena setelah kesulitan ada kemudahan. MAsih banyak yang harus kita syukuri, jangan fokuskan pikiran pada kekurangan dan hal yang buruk. Cari yang positif dan bikin hidup lo bener-bener hidup, LILLAH…… hanya untuk Allah….
yuk, sampe ketemu di surga…
embotala Berkata:
on September 15, 2009 at 1:58 pm
andai aja semua org berpikir spt anda
mungkin banyak org akan tertolong dr jurang itu
Gay yg telah berubah Berkata:
on Juli 30, 2008 at 12:16 am
Aku jadi gay pada saat kelas 3 sma. Dulunya aku msh cinta pd wanita sepenuhnya bahkn aku sempat berpacaran dgn seorang wanita hingga aku diputusnya karna menjadi cuek padanya.
Pd saat kls 2 smster 2 sma aku jadi biseksual, aku mencintai wanita ttp juga mencintai pria. Aku ga ngerti knp ku bisa seperti ini???
3 bulan kumenjadi biseks, lalu ku menjadi gay yg lebih mencintai cowok drpd cwk. Hingga kls 3 aku msh menjadi gay pasif yg tak pnah diketahui siapapun kecuali ALLAH SWT.
Aku tak pnah ingn mnjadi gay, karna bukn keinginanku. Aku slalu tdk pnah mau mnjadi spt ini hingga ku merasakn siksaan batin. Aku tau ini cobaan dr ALLAH SWT hingga ku mencoba menerimanya dgn ikhlas. Karna ku tahu bila ku dpt lulus dr cobaan ini ALLAH akan memberikn aku tmpt di surga-NYA.
Aku trus mlawan pikiran yg menyiksaku ini dan pada akhirny aku berDO’A pd ALLAH SWT agar aku dpt berubah karna ku sangat benci menjadi spt ini. Lalu aku berNIAT sungguh2 tuk berubah. Kemudian, ku melakukan TAUBATAN NASUHA yg disaksikan oleh ALLAH SWT,walaupun ku tak pnah ml dgn pria.
Aku mencoba melihat gambar2 porno gadis dgn harapan ku dpt suka pd mereka.
Aku tau perasaan ini sangat menyakitkan karna ku merasakannya. Tapi karna niatku tuk berubah ku pun trus berusaha.
Aku mencoba MENGENDALIKAN PIKIRANKU, bukn pikiran yg mengendalikanku. Ku mulai menginstal dan memaksa otak(pikiranku) untuk fokus dan suka pd gadis. Ku menjadi lebih sering melihat gadis2 cantik di sekolah dan sebisa mngkn tdk melirik pria. Ku coba mengagumi kecantikan para wanita.
Setiap ada pikiran untuk suka pada pria, ku slalu BERISTIGHFAR dan berkata AKU BUKAN GAY, AKU BUKAN GAY . . . . Hal ini trus kupaksakan pada diriku dan sudah menjadi kebiasaanku untuk mencintai wanita dan pada suatu malam ku mengalami mimpi yg aneh. Dan keesokan harinya aku mrasa lebih baik.
Seiring dgn waktu, jika ku melihat pria yg telanjang dada atau pria tampan getar aneh dan menjijikan yg biasa kurasakan tak lg kurasakan. Kesempatan ni ku ambil untuk slalu mlihat wanita lg, dan pada akhirnya ku dapat jatuh hati lg pada wanita. Kucoba mlupakan pikiran ttg pria, dan mencoba slalu memikirkan gadis pujaanku.
Ternyata pemaksaan demi kebaikan itu sangat membantuku.
Dan pastinya Karna Do’a,niat, taubat,mengendalikan pikiran,beristighfar dan usahaku lainnya yg telah membuatku berubah menjadi pria normal.
Alhamdulillah.
aku pengen sembuh Berkata:
on Juni 14, 2009 at 4:13 am
bagus banget.
Q juga pengen bisa sembuh.
Tolong bantu gue.
choma.zerjid@yahoo.co.id
taufiktop Berkata:
on Agustus 1, 2008 at 9:12 am
thanks’
aracauria Berkata:
on Agustus 9, 2008 at 2:19 pm
tes
aracauria Berkata:
on Agustus 9, 2008 at 2:41 pm
huumh..pengen share niih..gw ga tau mesti ngomong sama siapa…
gw punya pacar yg memiliki kecenderungan ‘guy’ walopun gw blm 100% yakin dia itu ‘begitu’ tapi untuk mengarah kesitu udah ada….dia doyan bgt fitness ngebentuk bodynya biar keren..dia selalu punya temen deket co..gw pacaran udah 3 taun lebih..gw tau dia kaya gt waktu beberapa bulan qt jadian..coz dia pernah di gosipin kaya gt jg di lingkungan kampusnya..n gw baru tau itu…jadi selama qt jadian ini gw selalu cari tau sendiri tentang co gw..gw selalu pancing2 dya untuk cerita masa lalunya..n akhirnya dia cerita…tapi dia bilangnya pernah deket sama co yg ternyata guy akhirnya dia jauhin…dari situ gw udah ada pencerahan..tapi makin lama kelamaan gw makin perhatiin sikap n tingkah dia..kadang ngerasa yakin kalo dia itu normal tapi kadang juga ragu coz ada beberapa hal yg ga masuk akal..dia suka liat co2 yg berbadan atletis,,pernah buka2 situs tentang ‘guypornopic’…dia ga tau kalo gw dah tau kalo dia dulu di gosipin yg diatas tadi…
aracauria Berkata:
on Agustus 9, 2008 at 3:06 pm
tapi dari sikapnya dia itu keliatan bgt sayang sama gw…nyaman sama gw..huumh..dah 3 taun gw mendem ini sendiri…n gw dah sayang bgt sama dia..kalo pun dia bener kaya ‘gitu’ gw bersedia bantu dia ke jalan yg lurus….
gw pengen bgt nanya sama dia tentang hal ini..sebenernya dia gmana..tapi gw takut dia jadi berubah sikap…padahal gw ga akan ngejauhin dia….gw ikhlas..ridho..nerima dia apa adanya…
gw butuh bantuan niih teman2….!! thanx
REDAKTUR Berkata:
on Agustus 10, 2008 at 4:23 am
Ya Allah,betapa berat ya cobaan kita.Mari saling brpegang tgn dan mari saling membantu.Bagi yg hendak beropini silakan,kami tunggu.Terima kasih.
help me Berkata:
on Agustus 10, 2008 at 8:41 am
gue ngak tahu ya apa gue sekarang ini termasuk seorang ”gay” gue waktu smp pernah tidur bareng sama temen gue,itu gue lakuin sekitar 10 kali gue sama2 suka itu tepat nya kelas 2 smp.yang gue lakiin hanya oral,kiss.dan body kiss.gue saat itu sangat meniknati nya dan termasuk dia ”nama nya ”niko” diague hampir pernah melakukan sodomi ama dia tapi ngak berhasil , skarang gue udah nagk bareng dia ladi dan udah 1,5 yahun iniu gue ngak pernah lagi tidur ama sejenis .tapi gue yang udah kenal yang nama nya intrnet dan gie sering bangety yang nama nya buka situs gey. gue pengen banget yang nam nya suka ama seorang cewek dan pacaran secara normal itu yang gue inginklan waktu ini .tapi setelah gue baca artikel ini gue jadi ingin banet sehat dari yang nama nya gay dan gue akan berjanji untuk ngak bakalan lagiu buyka situs gey lagi mulai waktu ini.gue yakin gue akan sembuh banget end gue sanagat ingin mencintai seorang wanita dan di cintai oleh seorang wanita 1and jika ada temen yang mau sering ama gue hub aja 087838219876 .dan gue harap hal yang gue impikan bakal terjadi good luck
stefanus Berkata:
on Agustus 26, 2008 at 1:38 pm
thx bgt y..
gw harap YESUS bakalan lindungin hidup qta semua anak2 TUHAN…..
thx ok..
hub stef@nus.kornelius
NdiEy Berkata:
on Agustus 31, 2008 at 7:27 am
please aQ btuh bgt saran dari tmen2 tentang “BAGAIMANA CARANYA MENYEMBUHKAN SIFAT GAY”..
AQ berpacaran sebut saja inisialnya “A”, awalnya ia pria yg sangat perhatian & lembut…setelah berselangnya waktu, aQ mrasakan perubahan atas sifat & sikapnya yg Qrasakan berbeda dgn pria pda umumnya…bsa dikatan dia sgt sensitif, jiwanya teramat sngt lembut, kurang bsa romantis, dan emosional…dan yg sring Qdengar dia sering skali memuji gaya & pnampilan pria lain di dpanQ..aQ bertanya2 pd driQ sndiri ad ap dgn drinya..kelQ bnyak yg memperingatkan ada yg tidak bres dgn pcarQ..tpi aQ brusaha tdk mengubris smw perkataan kelQ sndiri,,aQ mnyakinkan htiQ bahwa dia adl pria yg normal…
hub kami berjalan selama 2 tahun..disaat aQ meminta kjelasan darinya, harus dibwa kmana hubQ ini…dia mengakui smwnya kpdQ bahwa DIRINYA ADL SEORANG GAY…betapa hncurnya hatiQ..
knp bnyak sekali ujianQ…mulai dari kedua kel yg tidak merestui skg harus ditambah HANYA AQ YG MENGETAHUI BAHWA DRINYA GAY…dia BERUSAHA MENUTUPI KNYATAAN DARI KEL SENDIRI..
dia meminta maaf kpadaQ.slama ini dia brusaha u/ mncintaiQ tetapi tidak mampu…tpi dia sndiri jg brusaha INGIN SEMBUH…dri pengakuannya dia hnya menyukai & merasa tertarik saja, alhamdulillah dia tidak samapi melakukan hal yg dilaknat oleh ALLAH SWT…
jujur setelah aQ mndengar kjujurannya, aQ masih tetap syang, aQ tidak mungkin mnghilang bgitu saja dari khidupannya.
aQ mhon bantuan dari tman2 tlong BAGAIMANA CRANYA MENHILANGKAN SIFAT GAY…
thanx sdh mw mndengarkan critaQ & aQ mhon bntuannya..krn smp saat ini hnya dialah satu2nya pria yg pling aQ cintai…
tlong e-mail ke aQ yah….sweat_potatoes@yahoo.com
im strong Berkata:
on Agustus 31, 2008 at 7:40 am
buat semua yang punya “penyakit” macam ini…
lo gak sendirian….
dont give up bro!
azis Berkata:
on September 6, 2008 at 4:50 pm
terima kasih atas saran2 & cara2 pengobatan yang telah di berikan….
sekarang saya sudah berumur 28 tahun….semenjak dari SD saya rasakan keadaan ini tapi saya tidak mau menganggap itu penyakit….karna toh itu anugrah dari yang KUASA,,,,seandainya perasaan itu hanya dibuat manusia mungkin itu dikatakan penyakit,,,,tapi itu muncul dengan sendirinya jadi tak mungkin bagi saya menganggap diri saya penyakitan…….
aku tau dimasyarakat umum kita diibaratkan sampah masyarakat , bila mereka tau mereka akan mencemohkan kita…..tapi apakah saya hrus terus-menerus membohongi perasaan saya?,,,apakah saya harus hidup dalam keterkurungan jiwa?,,,,
bagi teman2 yang sama merasakan seperti saya ….jangan pernah putus asa kita akan slalu berjuang entah untuk keluar dari masalah ini,,, atau diakui ditengah2 masyarakat…
achi_arief@yahoo.com
gantang Berkata:
on September 23, 2008 at 11:09 am
saya gay yang ingin sembuh, semoga ada jaln untuk menuju hal tsb. Melepaskan ini sangat susah sekali. Apa yg seharusnya saya lakikan? Saya juga ingin menika dan mempunyai anak? Tapi saya takut membohongi didi dan calon istri saya nanti.
Arman Berkata:
on September 24, 2008 at 11:42 pm
Subhanallah walhamdulillah Allah menuntun sy tuk masuk ke blog ini. Sy ucapkan syukron kpd penulis dan para comentator yg tlah membrikan pencerahan dan semangat kpd kita terutama sy utk dpt trus berjuang dlm usaha kembali ke fitrah. Semoga Allah menjadikan kita manusia yg istiqamah dan dijauhkan dari godaan syaitan
Ya Allah Maafkan aku Berkata:
on Oktober 1, 2008 at 4:46 pm
ASTAGAFIRULLAH…saya juga terkena penyakit ini,kutulis posting ini jam 23:30 tepat 6 jam setelah saya melakukan kesesatan itu. Saya akan dilaknat.Saya menyesal. saya tidak mau lagi. saya benar benar takut Neraka. saya benar2 takut akan Allah. Tapi memang susah untuk terlepas dari masalah ini..blog ini mungkin bisa memberiku solusi. saya bersedih sekali. mungkin ini karena dosa saya kepada Ayah saya. Astagafirullah. tolong saya. saya mau keluar dari dunia ini. saya juga ingin punya istri dan anak. saya benar2 ingin sembuh.
saya tidak bisa berkata apalagi. mungkinkah ini ujian saya dari Allah..??
teman teman..doakan saya saya tidak dilaknat Allah..saya malu sekali…doakan pula agar semua dari kita disini bisa terlepas dari masalah ini…
Bismillohhirrohmanirohim
-SAYA BUKAN GAY-SAYA SUKA PEREMPUAN-
-SAYA INGIN PUNYA ISTRI-
-SAYA BISA YA ALLAH, BANTU SAYA YA ALLAH-
Luc Berkata:
on Oktober 8, 2008 at 9:55 pm
Gw sama sprt lo.mr qt eratkn tngn n bulatn niat gar qt sembu.
Yg m0 sharng e-mail z k si_akhilucky@yahoo.com
kupii Berkata:
on Oktober 11, 2008 at 5:45 am
makasih bgd atas postingan artikelnya. guw adalah seorang gay. umur guw 15 tahun. guw dari kecil memang menyukai laki2. guw gak suka perempuan. tapi skrg ini guw baru sadar, guw gak boleh jadi gay. guw sayang banged ama nyokap guw. guw gak mau buat nyokap guw sedih karena punya anak kayak guw. guw pengen nanti kalo dah besar kawin sama perempuan trus punya anak. guw pengen buat org tua guw seneng. setelah liat artikel ini dan comment2 dari teman2 guw merasa semangat guw timbul kembali. guw mau lepas dari gay. guw tau guw telah salah. guw harus kembali ke jalan yang benar!! beberapa hari ini guw memang agak pusing mikirin nasib guw.
dan yg paling gwu takut itu begini.
mungkin memang aku bisa menyukai perempuan. tapi guw takut apakah nanti pada saat malam pertama guw bisa menempatkan diriku sebagai lelaki sejati? kalau tidak, sama saja guw membohongi diri guw. jadi guw akan berusaha terus! berusaha menyukai perempuan. berusaha untuk tidak menyukai laki2 (dalam artian tidak CINTA laki2).
sebenernya guw ini anak yg berprestasi di sklh. guw selalu juara 1 di sklh. guw bisa bahasa inggris dan mandarin. di tempat les inggris guw, guw juga selalu dapet juara 1 dan selalu dapet piala. di tempat les mandarin guw, guw adalah murid yang paling pinter.
selain itu, guw ini tipe org yang mudah bergaul. guw bergaul dengan laki2 dan prempuan. bahkan waktu di angket SMP guw menjadi anak yang terlucu, tersupel, dan juga terpinter. guw seneng bgd mendapat 3 gelar yang cukup baik ini. temen2 guw juga gak pernah mengejek guw sebagai bencong atau sebagainya karena guw gak pernah menceritakannya pada mereka.
tapi karena satu masalah ini, yaitu GAY, guw jadi merasa terbebani.
tapi guw pikir, skrg belum terlambat buat guw dan KITA SEMUA untuk berubah. guw mau jadi laki2 TULEN! guw suka perempuan!!!
TEMAN2 SENASIB, KITA BISA LEPAS DARI INI SEMUA! KITA HARUS YAKIN. BERJUAN YO! ^^
kalo mo sharing email aja ke kupiiholic@yahoo.co.id.
cholid Berkata:
on Oktober 14, 2008 at 3:57 am
“alhamdulillah jazakallohu hudan”
makasih mas, aku sangat termotivasi dengan saran2 sampean.
aku janji aku akan mencoba. dan perlu sampean tau
“AKU GAK MAU JADI GAY!!!!!!!!”
bagi yang telah mencoba ato yg belom nyoba jangan putus asa.
“KALIAN PASTI BISA” insya Alloh. PERCAYA DEH!
syukur Berkata:
on Oktober 14, 2008 at 5:21 pm
gw gay..
tapi itu dulu..
alhamdulillah gw sekarang bisa berkata bahwa gw normal. Walaupun sering kali kita tergoda lagi.. tp percayalah.. itu hanya godaan setan. dan setan itu lemah..
Kalian pasti bisa.. seperti halnya gw..
dan sungguh aku bersyukur, bisa menjalankan hidup normal kembali.. dan ini adalah hidupku yang lebih baik daripada ketika gw jd gay..
Jauh… jauh… jauh… lebih baik dari sebelumnya. alhamdulillah..
Mau sharing ma gw??? email aja ke sini :
can9corank_tempoer@yahoo.com. thanks
Juvree Berkata:
on Oktober 16, 2008 at 1:59 pm
Assalamu’alaikum….
Subhanallah…, gua bersyukur bisa ngeliat blog ini. sumpah Allah tuh baik buanget cuy! haha..yang mau sharing e-mail aja ya : velixtroys@yahoo.com…ayo semangat! ingat tangga paling atas biasanya gak terlalu ramai (Halah! bahasanya sok simbolis. hehe…. tapi ngerti kan maksud gua?)…Allahuakbar! oya, dari tadi gua belum kenalan ya? nama gua juvree, 20 thn…dan gua gay….tapi gua pengen sembuh, dan kalopun gak sembuh it’s oke! yang penting Allah gak benci sama gua…udah ah, gua bingung harus ngomong apa lagi…
Assalamu’alaikum!!!
sedih Berkata:
on Oktober 25, 2008 at 2:46 am
emang gampang tuk mengatakannya…
tp i2 sgt sulit…
sakit batin inie, ketika smua org membincangkan mengenai kaum gay…
entah mereka jijik or hanya menjadikan sebuah obyek pembicaraan yg mungkin nggak punya makna bg dirix…
kusdh berusaha berdoa mengingat yg diatas…
tp hawa nafsu yg lbh hbt …
dosa inie makin menggerogoti…
rasax ingin bertanya “knp hrs sy???dan mengapa hrs ada penyakit seperti inie???”
jk mengingat smuax, rasax ingin mati…..
pedih…
pilu…
benci…
knp smuax hrs bersatu padu dlm diriku…
kumohon berikan aku sdikit masulan di emailku curhat_dosaku@yahoo.com
dennis Berkata:
on November 9, 2008 at 8:10 am
saya tidak setuju jika manjadi gay adalah PILIHAN! saya sangat tidak setuju! karena saya tidak pernah memilih! menurut ilmuwan gay bisa berasal dari genetik, jadi bukan pilihan. apakah anda gay?? apakah anda tahu benar kehidupan gay? apakah ada orang yang mencoba cara anda dan berhasil, saya sudah mencoba tetapi nol!
terimakasih, mohon tanggapan dari anda.
LeO Berkata:
on November 24, 2008 at 4:32 pm
Assalamu’alaikum
Aku sangat setuju dengan teman-teman yang ingin sembuh.
Ayo…kita mampu
Tetap semangat, jangan putus asa, selalu berdo’a.
Allah selalu sayang sama hambanya.
Allohuakbar!!!
Wassalamu’alikum
SOME ONE Berkata:
on November 26, 2008 at 7:46 am
THANKSSSSSSS BUANGET MG BISA MENJALANI N JAUH DRI ITU
ekki Berkata:
on Desember 21, 2008 at 12:48 pm
Allohuakbar
janji g bkalan jd gayyyy
yhx for all
Yusuf Berkata:
on Desember 23, 2008 at 3:20 am
Assalamu’alaikum semua saudaraku dimanapun kalian.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Aku disini mau ucapkan terima kasih banyak setelah aku ucapkan Syukur kepada Allah SWT Yang berkenan menyelamatkan aku dari lembah kemaksiatan yg dulu aku pilih dan yakini. Aku sekarang tau kenapa budak2x maksiat itu cenderung tak bisa kontrol emosi dan nafsu mereka, karena aku dulu seperti itu, aku ikuti mereka dan aku anggap mereka benar… tapi Alhamdulillah aku sekarang udah tau & aku tak melakukan maksiat lagi ( Gay sex )
Maaf kalo aku salah ucap
Aku selalu berdoa kpd Rabbku supaya selalu melindungi aku … Ayat2x suci Al Qur’an penuh hikmah dan ancaman aku pelajari sampai aku berani bilang aku ngga mau lagi jadi gay.
Apa kalian tau syetan menggoda kita dgn Nafsu ( hadir kalau kita sdg sendirian, ditempat ramai ( pasar & mall ), malam hari ktika kita mau tidur dan banyak lagi. Tapi apakah kita lupa dulu untuk berdoa kepada Allah supaya Dia melindungi kita yg lemah ini?
Temen2xku semua yg pengen sembuh, blog ini bagus dan akan lebih bagus lagi kalo kita terus berjuang melawan nafsu sesat ini. Moralitas manusia semakin merosot sekarang ini dan apakah kalian akan ikuti kehancuran yg nyata yg akan menyeret kita ke api neraka? Kata nenekku, dia bilang 1 hari didunia adalah 2 jam di akhirat, aku bayangkan bagaimana nanti kalo kita penuh dosa dan siksanya lama? Aku juga bukan org yg suci dari dosa dan aku selalu takut membayangkan betapa ngerinya hari itu diakhirat. Sebagai orang islam aku juga ingin semua saudara islamku selamat, aku mau berkata demikian dan apa kalian mau berpikir ttg itu”? Aku udah liat sendiri org2x gay liberalis barat yg menganggap kita ini kolot dan kadang ada yg berpikir kita ini murah? Dan apakah kita mau menyerah dan mengikuti jalan mereka yg sebenarnya hanya menganiaya mereka sendiri? Aku mendapat hikmah dari Rabbku yg menunjukan dari pengalamanku didunia yg dulu aku pilih justru kehinaanlah yg kita dapat, bagaimana seandainya kalau kita buat robot2x sbg sample untuk mengabdi pada kita tapi ternyata mereka hanya membangkang kita”? KIta pasti akan marah dan ingin membinasakan mereka … Dan bagaimana kita dengan Sang Khalik ( Pencipta alam raya ini ) ? Maukah kita berpikir ttg itu dan mau ikhlas kembali ke jalan yang benar tanpa ragu lagi?
Aku sendiri kadang menangis dikala aku selesai mengkaji Al Qur’an dan berdoa kepada Yang Maha Mulia, betapa hinanya aku ini telah membangkang dari-Nya. Dan betapa Maha Penyayang Allah, masih mau berikan aku petunjuk kebenaran setelah aku jalani yg sesat dan hina itu. Sebenrnya banyak yg bisa aku sampaikan cuma aku tak mau bikin kalian bosan membacanya … cuma aku ingin aku dan kalian semua mau untuk bangkit menjalani jalan yg baru yg akan membawa kita insyaAllah selamat dunia akhirat. Jangan berani cuma bicara, buktikan skg juga !!!! InsyaAllah kita bisa
Wassalamu’alaikum
Dadada Berkata:
on Desember 24, 2008 at 6:11 pm
gw gay sejak kelas 2 sma, skrg gw pcaran sama cowo, adik kelas.
slama pacaran 2 taun, gw pengen jadi normal.
berulang kali gw mutusin cowo gw tp dia gamau, malah dia berniat buat ngancem gw dngan blang ke orgtua, tmen dan pacar cewe gw*gw punya pacar cw* plis bantuin gw supaya dia sadar dan ingin sembuh juga..
obert Berkata:
on November 5, 2009 at 3:40 am
lu kasih liat, hal2 negatifnya dari G.
jangan tunggu entar2,skarang juga dia akan kena azab…!!!1
hafiz Berkata:
on Desember 28, 2008 at 1:29 pm
kan aku udah pernah gak ngerasaain lagi yang namanya hidup mencintai sesama jenis… Tapi akhir-akhir ini muncul fikiran jahat itu lagi…
Bagaimana dong mengatasinya?????? pusing saya ZzZz
Truz jika kita memandang seorang lelaki itu special dan kita katakan mereka tampa, padahal kita tahu bahwa kita adalah lelaki dan mencoba menutupi rasa kagum pada lelaki tersebut darai orang lain, apa itu disebut ciri-ciri seorang gay????
Karena pada perkumpulan saya ada 2 orang yang menurut wanita tampan, sehingga saya ikut-ikutan….So, apa dong jalan kluarnya..
TERIMA KASIH
Hamba Allah Berkata:
on Desember 30, 2008 at 2:48 pm
“SubhanaAllah” , Maha suci Allah!
Itulah kata yang tepat untuk pembahasan masalah ini. Begitu banyak godaan dan rintangan yang kita hadapi saat ini. Namun, dari beberapa komen yg saya baca dari anda semua ada yang sudah menemukkan jalannya dan ada yg masih bingung ditengah jalan. Mudah-mudahan apa yg saya tulis ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
1. Jangan mengira diri kita Gay. Saya baru menyadari bahwa diri kita adalah NORMAL! sekali lagi NORMAL! siapa yang menjudge atau memfonis diri kita gay? menjijikan? tidak normal? siapa? sebenarnya itu adalah kita sendiri.. Betapa Bodohnya kita mendholimi diri kita sendiri. Kita adalah sebaik-baik ciptaan yang Allah cipatakan di Alam semesta ini. Setiap diri manusia sebenarnya telah diberi 3 macam jenis syahwat yang menjadi fitrah, yang pertama syahwat di perut (nafsu makan), syahwat dibawah perut (sex), dan syahwat keduniaan (harta,pangkat,jabatan). Mungkin kita sedang dicoba dengan yg namanya syahwat sex yg berlebihan dng sesama kita. Sebenarnya siapa yg menembakkan syahwat itu? tentu saja Syaitan yang telah memanah kita dan panah yang pertama didapat dari pandangan syahwat yg tdk dijaga! Dari mata akan turun kehati. Susah memang mengendalikan mata kita, karena godaan itu terasa lebih indah dan menarik hati. Hingga kita lupa kalo didunia ini hanya sementara, dibanding akhirat yang kekal. Coba kita pikir, berapa sih lama kita hidup didunia ini?
2. SAbar, mengapa sabar? karena kita wajib untuk sabar. Suatu ketika ada seorang perempuan yang menderita penyakit semacam ayan. Saat itu Nabi SAW menjenguknya lalu perempuan itu minta doa kepada Rosulullah SAW supaya disembuhkan dari penyakitnya! lalu Rosulullah SAW menjawab, jika kamu saya doakan kamu akan sembuh dari penyakit ini, tetapi jika kamu ber-SABAR maka kamu akan sembuh dari penyakit ini.
SubhanaAllah! Allahuakbar ! betapa dasyatnya perkataan beliau itu! betapa mulianya sabar itu! mana yang akan anda pilih?
Kemudian perempuan itu minta di doakan Rosulullah agar ketika penyakitnya kambuh, dia dapat menjaga auratnya.
Lalu pertanyaan besar bagi kita? sudahkah kita menjaga aurat kita? dan bersabar? bersabar tidak mengenal waktu! bersabar itu terus hingga akhir khayat kita!
3. Bertaubat! taubat apa? taubatan nasua yaitu sebenar2nya taubat. Allah adalah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun. Dia lah yang dapat mengampuni dosa kita jika kita bersungguh2 u/ bertaubat. Pernah dengar cerita seorang pembembunuh yang membunuh 99 org. Lalu dia ingin bertaubat dan bertemu dng seorang guru, dan bertanya, “Apakah dosa saya masih diampuni setelah membunuh 99 org?”, lalu guru tersebut menyatakan, “Tidak mungkin diampuni”. Maka dgn penuh amarah dia membunuh guru tsb sehingga genap 100. Kemudian dia tdk putus asa mencari jawaban hingga bertemu seorang guru. Guru tersebut berkata,”Dosa mu bisa diampuni, cobalah kamu pergi ke kota x untuk mencari guru yang dpt mengajarimu”. Berangkat si pembunuh ini tapi ditengah jalan ajal menjemputnya. Namun Allah berkehendak lain, setelah malaikat mengukur jarak si pembunuh itu ternyata lebih dekat dng kota x, maka diampunilah dosa2 nya dan masuk ke jannah-Nya yang kekal. Allah pasti akan melihat usaha kita untuk berubah! Lalu bagaimana syarat agar taubat kita diterima?
a. Meninggalkan perbuatan tersebut utuk selamanya
b. Menyesali dosa yg kita perbuat tersebut.
c. Berjanji tidak akan mengulanginya lagi!
4. Tidak boleh Marah kepada Allah, tetapi harus bersyukur kepadanya. Begitu banyak nikmat dan karunia yang diberikan-Nya kepada kita. kita masih bisa bernafas, makan, minum dengan lezatnya, termasuk kita bisa mencintai seseorang. Cinta merupakan hal yang fitrah dan harus disyukuri, tetapi bukan dengan cara bermaksiat kepada-Nya! Ingat kita tidak boleh marah atas apa yang menimpa kita! ikhlas adalah kuncinya, sudahkah anda menemukan kunci nya? ikhlas hanya Allah dan anda yang tahu, tdk satupun makhluk yang tau. Dan pintu gerbang dari sebuah keikhlasan adalah niat anda! Seorang yang ikhlas harus : selalu mengoreksi niatnya, selalu berdoa dng ikhlas, Milikilah ketaatan yang tersembunyi – kebaikan yg tersembunyi, Jadilah selalu menjadi teladan, dan jangan menyembunyikan ketaatan yg bisa memberikan petunjuk pada manusia.
5. Yang terakhir, renungkanlah ayat berikut ini:
“… yang mana lagikah nikmat Allah yang akan kamu dustakan?”
sekali lagi !
“… yang mana lagikah nikmat Allah yang akan kamu dustakan?”
sekali lagi !
“… yang mana lagikah nikmat Allah yang akan kamu dustakan?”
(QS ar-Rahman ayat 13)
Wallahua’lam bissowab
tobat Berkata:
on Januari 8, 2009 at 1:06 am
skrng aku sedang berusaha untuk jauh dari dunia gay ini.. umurku 23,dan aku gay dari kecil bukan karena apa2.. sudah dari kecil aja saya tertarik dgn sosok laki-laki. dan aku ingin sembuh dari dunia gay yang menurut ku sangat menyakitkan. tidak ada kesetiaan dan kebahagiaan. hanya sebuah kebahagiaan untuk memuaskan hasrat hawa nafsu sesaat saja.,, dan memang benar godaan saiton itu memang besar.. hikz berat sekali rasanya melawan godaan saiton ini..disaat kita sedang kuat/lemah dia tetap mengoda kita.,
Ya Allah kuatkanlah hambamu ini untuk selalu berada dijalan yang benar..
Ya Allah berikanlah hambamu petunjuk hidup..
Ya Allah terimalah tobat hamba yang lemah ini…
Aku mau Tobat.. Aku mau ada disisimu Ya Allah…
Dimas Berkata:
on Januari 15, 2009 at 3:37 am
Thax ya..
Gw blm coba sh cara lo, bru x gw baca artikel lo..
Gwe pngen bgt berubah!!
Gwe pngen kaya laki2 normal lainnya…
Please…..
God I know U can Help me…
Thx
ekha Berkata:
on Januari 17, 2009 at 4:37 am
ass..
Gw mo cerita neeh
cwo yang gw sayang ternyata dy seorang gay,,tp dy bilang ma gw dy gy berusaha tuk berubah,,awalny gw sedih dan ragu apa gw udahin aj hub gw ma dy tp gw fikir org2 ky cwo tuch gw butuh dukungan bukan dikucilin pa lg ditinggalin sendirian,,finally gw ngambil keputusan gw bakal trus disampingny sampe dy bner2 sembuh,,GW bakal trus ngedukung dy,Menerima dy dng ketidaksempurnaanny,,krena menurut gw g prh da cinta yang sempurna,ksempurnaan akan datang jika kta menerima pasangan kta pa da nya
ohh y cinta gw ga bERKURANG sedikit pun sama cwo gw stlah gw tw dy tuch gay,,malah makin besar kali..setelah baca artikel ni gw jd tambah semangat bwat bantu cwo gw tuk berubah….doai gw yaa biar cowo gw bisa ninggalin kebiasaan lamanya,,,
ekha Berkata:
on Januari 17, 2009 at 4:38 am
oopss sory lupa klo da yang mo share ma gw email ja yah di ekha_0885@yahoo.co.id
ACIAK Berkata:
on Februari 10, 2009 at 1:56 pm
thanks bgd yach,,,, gw cba dech……
doain ya…
rahman Berkata:
on Februari 15, 2009 at 9:50 am
jujur aq punya perasaan ma laki2 tpi aq tak ingi menjadi seorang gay n aq gx pernah n gx akan pernah mw ml an ma lki2 tpi msalahnya skrng perasaan cinta pada laki2 di hatiq qx pernah bisa hilang n aq terus memendam perasaan itu!!!! berdosakah aq suka pada laki2 walaupun aq qx pernah berhubungan intim????? n siapa yang harus ku salahkan??????? diri sendiri / TUHAN yang mmmmmenciptakan atau orti yang melahirkan? pokoknya aq gx ingin jadi gay!!!!! bantu aq dong!!!
don i 236 Berkata:
on Februari 20, 2009 at 3:08 am
saya sedang melaksanakan saran tadi diatas, saya menjalaninya dengan serius, saya melaksanakan tobat atas saran dari teman spesial saya yang juga seperti ini dan juga akan tobat, setelah beberapa saat saya sadar bahwa teman saya itu kurang serius dalam bertobat….saya shock ternyata orang yang saya sayangi kurang serius ia masih mau menerima ajakan orang lain untuk berbuat, saya bingung, bimbang, saya konfirm dengan dia, tapi seribu alasan muncul, bingung sakit sedih marah, kecewa tapi, saya sadar bahwa bagai manapun juga di akhirat nanti yang akan mempertanggung jawabkan semua adalah kita sendiri, saya umpamakan walau saya berpacaran dengan nya paling berapa tahun 10..20..30..40 thn jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan saat kita dipanggil olehnya dan diminta pertanggung jawaban amal perbuatan kita di dunia, dalam hal ini saya hanya memberi saran bagi orang2x yang sama senasib dengan saya, jika kita berniat berubah serius jangan pernah lihat kebelakang…tinggalkan benar2x sakit memang tapi akan lebih sakit siksaan allah di hari akhir nanti…percayalah…
Andri Berkata:
on Februari 20, 2009 at 10:53 am
SUBHANALLAH
semoga tips itu dapat membantu sodara2 kita
stress Berkata:
on Februari 21, 2009 at 10:03 pm
gw pengen curhat nh! gw bukan bnci kyky sih gay tapi gw ngaak pengen jadi gay! crita pertamanya gini………………. gw tu gx punya kaka laki2 , sejak kecil teman gw tu kebanyakan cewe .1 kelas wktu tk aja cma 2 orang yang cowo! ya gimana lagi . mau gx mau ya teman gw ya pasti cwe trus dong! wakru kcil gw jga prnh suka main boneka2 barbie gtu n itu berkelanjutan sampe gw sd. hampir aja gw jadi banci, tapi tamat sd gw disekolahin d boarding school jdi tmn2 gw dah cowok smua , mulai sejak itu sifat2 cwe pada gw mukai terkikis, gw dah suka basketan , bela diri dll, tapi sejak itu pula gw sadar kok gw ada rasa2 suka ma cwo gtu! tpi bertahun tahun perasaan itu slalu gw pendam, coz gw gx mau ngecewai kluarga! ampe sekarang gw selalu pendam persaan gw kalo gw suka ma seseorang!! susuh juga sih tekanan bati! coz temen gw di skul cwo smua1 klo gw suka ma seseorang dari temen gw brabe jga kan! apalagi klo lagi di kamar kan ada yang lgi gnti baju atw yg lainny! aduh……….. pokoknya tekanan bati banget! tapi dari dulu yang gw pengen ada seseorang yang menyayagi gw! jujur aja sayang dari lki2 gtu! gw pengen py ka2 lki2 n adik! tpi gw takut seandaiya orang itu ada , gw takut rasa sayang di hati gw berubah , bkn rasa sayang sebagai k2/ adik lagi! gw taku perasaan itu bertambah jdi kayak rasa sayang cowok ke cwe atw sebaliknya! tpi pokoknya gw ngak mu jadi gay! tolong gw dong! kasih gw solusi! gw pengen jadi orang yang normal! gw gx tau lagi harus curhat ma siapa! coz gw takut seandainya gw jujur ntar gw dikucilkan.pkoknya tekanan batin banget nih! tolong kasih gw solusi ya! {081234125706}
Zabian alma Berkata:
on Februari 24, 2009 at 5:29 am
OK dech…komennya bragam bgt,ada yg ksh saran agama,tips kluar dr kmelut gay jg yg tdk sdkt mnt di doain bs normal(?).kadang aku baca sambil tertawa miris.why not?Ini mslh ati mana bs dibo’ongi¡i?!Aku sendiri sering x meratapi ,why me?why never in comfortable condition?caused this hormonal matter!fakta nya memang ternyata kn gay jg di sbbkn adanya kelenjar di otak seseorg yg kasih pengaruh reaksi seorg laki ketemu laki2 lain yg interestd mnjd horny¿Ini cerita singkat hidup yg sedang ku jalani:Anak laki2 no 4 dr 6 sdr.3urtn prtm prmpuan.jd aku laki plg tua.yg di bwh aku sring gonta_ganti pacar tp dia prnah nggesek2 kemaluannya ke pantat aku pas lg tdr bareng ntah dia sadar atau tdk udah larut mlm.dan aku tdk prnh mmbahasy risih lgian dia adikku.yg bontot normal2 aja.Entah knapa,padahal aku dlu “pure”,wktu di kost pas kelas 2smp aja,lg bobok siang waktu pantatku di gesek kemaluan teman aku sampai aku terbangun aku cm merasa aneh aja,nginjak usia pubertasjadi suka liatin lakiá2 ganteng apalgi yg kulitnya
aray Berkata:
on Maret 4, 2009 at 6:10 am
gw pengen curhat nih! ini berawal semenjak gw kecil! waktu tk tmn2 1 kls gw cwe smua cma 2 org yg cwo! otomatis gw bergaul ma cwe truz dong! perlahan2 gw jadi kebawa sifat2 cwe ampe sd pun gthu! bisa dibilang gw rada banci! biz tu smp nya gw skul di boarding skul jdi tmn gw cwo smua n otomatis jg sifat2 cwe pada diri gw mulai terkikis< tpi ada satu sifat yang gw nggak bisa hilangin ampe skrng , yaitu suka ma cwo! sbnarya gw gx pernah py keingiinan ini! malahan setiap punya perasaan ini gw pendem truz! tpi gw sekarang dah ngaak kuat lagi! berat banget rasanya! gw jg gx tw siapa yg harus gw salahkan! diri sendiri or ortu yang melahirkan or Tuhan yang menciptakan! terkadang gw berpikir gw nie org yang gx normal! tolong bantu gw ! 081234125706
reyhan rizal Berkata:
on Maret 10, 2009 at 8:01 am
sjak kcil aku udah gay.aku gatw knpa bsa bgni…..aku ngrasa sndrian d dunia ne,aku ga prnah crita ma cpa-cpa tntang pnyki aku ne.tlng aku.aku btuh tmen yg bsa ngsih sran bwt aku…..ne nmer tlfn aku.08983849571……………..piz bntu aku.
tobat Berkata:
on Maret 15, 2009 at 4:27 am
Assalamualaikum saudara2 ku.. tak terasa sudah bulan Maret.. Aku yang post comment di tanggal Januari 8, 2009 at 1:06 am. Usaha2ku masih berjalan untuk melakukan tobat nasuha..
Berat rasanya… Dan godaan godaain saiton itu memang banyak disaat2 yg kita tidak duga.. Niat tobat nasuha saya besar, tapi semain besar juga godaan2 yang ada.. Allhamdullilah aku masih bisa menghindari semua itu.. ini beberapa trix and tips yang saya lakukan untuk bertaubat nasuha :
1. Kalau mendapat godaan2 segeralah ingat akan Dosa besarnya (ingat Rasullullah berkata sampai tiga kali!!! untuk masalah liwath ini. Dan Neraka yang amat sangat mengerikan. (sebagai referensi : katanya api neraka amat sangat menyakitkan yak. beberapa hari lalu tangan saya kesamber api gitu gara2 kena spirtuslagi nyalain kemanas sup. itu sakitnya ajah dah minta ampun, apalagi neraka. Syukur allhamdullilah ALLAH SWT memberikan contoh kecil padaku
.
2. Seperti yang ditulis dalam artikel di blog ini klo gay itu memang selalu tidak puas dengan hasrat sex nafsunya. Tips n trik saya klo kamu memiliki kesempatan untuk bisa “tidur” dengan laki2, segeralah menjauh dan inget tips no.1. Klo pun hasratmu tidak terpuaskan, kan masih ada cara yang lebih baik, seperti (maap) Masturbasi sendiri (daripada bersetubuh dengan sesama yang dosanya sudah jelas)., pasti deh sesudah itu nafsunya rada turun nah sesudah itu langsung deh mandi junub n inget sudah solat 5 waktunya deh klo blum?!, ato solat dhuha or solat tajahud. pasti hati rada enakan.. n memohon ampun pada ALLAH atas dosa yang pernah dilakukan.
3. Oh iya jgn lupa inget2 apa ada hutang2 yang belum kamu bayar selama hidup ini dengan Allah. Misal hutang membayar puasa yang bolong di Bulan Ramadhan. ato hutang nadzar.. selagi masih bisa bayar, soalnya kan klo kita dah di akhirat itu bakal dipertanyakan.. apalagi hutang sama ALLAH SWT.. saya lagi sibuk2nya bayar2 puasa yang bolong ni.. daripada bengong jalanin hidup ini. Sekalian kan puasa bisa meredam hawa nafsu seseorang. dan baik untuk kesehatan.
4. Banyak2 baca hal yang bermanfaat seperti pengetahuan agama Islam ini. Gw sih sering googling dengan keyword gay+tobat+nasuha sebagai pengingat gw akan besarnya dosa2 liwath. ambil yang postitfnya ya..
5. Dan percaya ALLAH akan menghapuskan dosa2 saya yang sangat besar ini. dan saya banyak2 memohon ampun pada ALLAH SWT untuk semua dosa2 ku n my family yang disangaja n tidak disengaja. visiku aku bisa berkumpul dengan keluargaku tersayang di surga. Aku ngak mau terpisah dari mereka. hikzz
Ya Allah berikanlah Hambamu ini Kekuatan untuk selalu berjalan di jalanmu menuju pintu surga. Amin. Dan aku juga mendoakan untuk para saudara2ku yang sedang berusaha dijalan tobat nasuha dari hal2 liwath ini. amin..
muslim Berkata:
on Maret 15, 2009 at 10:56 am
hiks…hiks….
moga juga yang lain sadar……………..
insya Allah…………….amin………
sodara Berkata:
on Maret 22, 2009 at 4:29 am
Terima kasih ya!
Artikel loe berguna banget…
Semoga Allah membalas apa yang dah loe perbuat dengan segala kebaekan!
dan
Semoga Allah membantu sodara-sodara kita seperti gue ini, ke jalan yang benar……..
Amien……..
ijoel Berkata:
on April 4, 2009 at 3:47 pm
Mas, moderator kalo mw comment tapi isinya 14 halaman A4, boleh kaga?
toyo Berkata:
on April 12, 2009 at 12:15 pm
Gua gay, makasih tulisannya, sorry mesti aku jelaskan bahwa gay itu bukan penyakit.
Saya bangga menjadi gay.
salam
Toyo
Mr..slee Berkata:
on Juni 26, 2009 at 6:46 pm
Gak takut dosa mas??
Orang gay yang nggak mau berubah itu dosa lho!!
FUCK_U Berkata:
on April 12, 2009 at 12:16 pm
Yg nulis pazti orang super goblok & menyangka dah pinter banget !!
Pelajari dulu yg benar dunia gay sebelom asal jeblak !!
Lo pernah punya teman2 dekat gay gak ??
Tau gak kenapa mereka begitu ???
Dasar tolol !!
z_vee Berkata:
on April 13, 2009 at 3:51 am
Assalamualaikum…
saya punya sahabat dekat yang terang2an mengaku dirinya gay, bahkan mengaku sudah melakukan liwath beberapa kali dalam minggu ini. Padahal dulu ia pernah berjanji pada saya bahwa ia tak akan melakukan (maaf) anal seks lagi, tapi ternyata ia mengulanginya. Ia seorang muslim yang taat dan sholeh, semua kewajiban dan sunnah ia kerjakan, bahkan kadang ia selalu mengingatkan saya untuk sholat dan mengerjakan semua amal-ibadah lainnya dam ia seorang teman yang baik dalam hal bertukan pandangan tentang Islam.
Bukankah hal itu sangat bertentangan, bahkan bisa dibilang munafik, bukankah ALLAH sangat membenci orang munafik? karena setiap kali ia melakukan hal itu ia langsung tobat dengan Sholat kemudian melakukannya lagi dan lagi dan lagi!!!, mohon tanggapannya!
apalahartisebuahnama Berkata:
on April 13, 2009 at 6:25 am
yang nulis bagian posting ini di blog ini kayaknya cuma seorang str8 SOTOY kurang kerjaan yang ngga tau apa2 soal G dan being G dengan detail.
satu kalimat buat lw ya.
unless lw adalah G yang bener2 udah jadi str8 dan ngga-nggak akan-nggak akan pernah kambuh lagi, mohon ngga usah ngomong.
‘coz u think u know, but u really-definitely-absolutely-precisely-completely have no idea about it.
‘juz leave us alone please.
(karena sejujurnya gwa selalu ngerasa darah gwa mendidih mpe ubun2 klo gwa baca postingan2 nggak mutu, omdo, ngga ada dasarnya, ngga penting kayak gni)
thx u.
oya, dan satu lagi.
dari jaman baheula juga G itu udah dihapuskan dari daftar penyakit psikologis GUOBLOG.
makanya baca yang banyak dong.
katanya pinter.
huh.
get a life.
@ Toyo: u go, man! I’m with U! (gwa anak BF juga kok)
Mr..slee Berkata:
on Juni 26, 2009 at 6:49 pm
Ass.
Saya bleh dibilang gay, tapi jga bukan, karena saya belum pernah melakukan anal sex.
Orang yang tidak mau berubah menjadi normal adalah orang yang melenceng dari fitrahnya.
Seandainya Allah mengizinkan perilaku gay tersebut sudah pastilah Allah sedari dulu tidak menciptakan Hawa..
Wass.
Cassandros Berkata:
on April 13, 2009 at 9:44 am
Ya, kalau melihat cara apalahartisebuahnama merespon, begitulah kaum gay, responsnya terhadap perbedaan pendapat menunjukkan betapa rapuhnya konsep diri mereka, sehingga selalu menuntut orang lain untuk selalu setuju dan mendukung mereka. Makanya suka marah2 kalau ada yang ngaku bisa sembuh atau nyuruh bertobat.
Makanya saya yakin bahwa keputusan APA mengeluarkan homoseksualitas dari APA sebagiannya (kalau tidak semua) didasari oleh alasan politis daripada sains. Pada masa2 itu, aktivis gay dikenal suka menyerbu masuk ruang rapat psikiater dan merebut mike dari pembicara, sehingga para psikiater yg jengah ditekan2 akhirnya meloloskan permohonan mereka. Dasar sains pelolosan itu sebenarnya amat lemah, cuma artikel Spitzer yg merupakan tulis ulang survey Kinsey (yg buanyak errornya) dan kumpulan interview atas para gay (yg direkrut dari organisasi yg jelas2 bertujuan agar homoseksualitas dianggap normal).
Untuk apalahartisebuahnama, pliz: Apa maksudnya pernyataanmu “dari jaman baheula juga G itu udah dihapuskan dari daftar penyakit psikologis?” Psikologi itu sendiri ilmu baru, baru akhir abad 19 dicetuskan. Penghapusan homoseksualitas (bkan Gay) sendiri baru dilakukan paruh pertama tahun 70-an, dan oleh psikiatri bukan psikologi. Jadi, siapakah yg sebenarnya goblog di sini?
Dirimu juga bukan hakim, mengapa sampai harus menetapkan kriteria sedemikian rumit untuk menentukan siapa yg boleh bicara di sini? Si Toyo yg jelas2 OON (saya pernah lo berdebat dgn dia, dan jadi tau kalo kemampuan andalannya adalah CUMA daya ingat, bukan daya penalaran) aja boleh ngomong di sini.
coba pikir Berkata:
on April 13, 2009 at 11:19 am
Untuk para gay, yang sabar ya. Terima diri apa adanya, cintai diri apa adanya. Kalo lu gak mencintai diri lu, lu sulit berbahagia. Hidup ini untuk merasakan hidup dan berbagi kebaikan buat sesama, siapapun lu, apapun lu. Jangan dengerin apa kata orang yang membuat lu merasa salah dan menolak diri lu sendiri. Yang membuat lu terhambat untuk menggali potensi diri lu sendiri. Cari tulisan lain, ada banyak di internet, yang jauh jauh lebih objektif dan berwawasan, yang menghargai orang lain, dari orang yang menggunakan otak, bukan cuma ingin mengekspresikan diri, tapi berdasar pada upaya untuk memahami, dari orang yang tidak gampang mengambil kesimpulan.
Gw juga gay. Hidup kita lebih menantang adalah satu kenyataan. Ayo bangun kepercayaan diri, hidup berdasarkan nilai-nilai yang kita percaya, bukan berdasar persepsi orang lain.
irwan Berkata:
on April 13, 2009 at 12:16 pm
gini kalian semua ga salah kalo kalian punya tmn yg gay pasti tersentuh dech hatinya tergantung kita sendirinya gw bisex jd multifungsi ga semua yg gay suka ngelakuin sex orang2 gay tuch pilih2 orangnya tipa gw baca cerita orang yg jadi gay gw nangis napa soalnya ceritanya EDAN dalem pisan coba dech ngertiin mereka gw banyak temen2 gay dan semua curhat sama gw tentang dia jadi gay.intinya kalo KALIAN ga tau masalahnya jgn banayak BACOT png nyembuhin gay butuh waktu yg lama mungkin yg gay ada teraumanya ga mau sama cewe masih banyak hal2 yg kalian lom tau?sekarang gw tanya mang dah gitu terjun kelapangan langsung kalo kaya gini aja boong namanya kalian mau nyembuhin rapa orang ah orang gay bkn 1 ato 2 tp banyak aneh kalian mah mang bisa nyembuhinya gw seorang bisex mau bawa k jalan yg benar yg G gw bth 5 ato 10 thn br isa sembuh itu baru 1 orang dan sekarang dah nikah punya anak 2 betapa susahnya nyembuhin yg G mau ampe rapa thn kalian dan gw dah turun k lapangan walau gw bisex tp gw sadar ga selamanya gw hrs kaya gini molo ngerti psti dlm hidup ada kebosanan dlm hidup dan gw ga HIV gw masih sembuh2 ja mang blm saatnya mungklin tp lambat tahun gw pasti jauh2 dah dan gw ingetin JGN SO IKUT CAMPUR
anonimbuzzz Berkata:
on April 13, 2009 at 6:45 pm
banyak dari kalian yang kasi statement kalau gay itu adalah penyakit…
what the hell??? gay??? desease???
keknya perlu koreksi deh sebelum kalian men-judge suatu hal,
gay itu adalah “sebuah pilihan”, bukan penyakit.
kalo kalian yang diatas posting komen pake kata2 sakit, penyakit, dan lain-lain-whatever-u-said, HALOOOOUUWW…. bukannya kalianlah yang milih buat jadi gay?!
terus, banyak yang bilang…. setelah disetubuhi, kebablasan jadi gay…. (intinya kek gituu). once again, HALOOOOUUUWWW…. yang milih buat jadi gay kan diri loe sendiri! lagian kalo loe pernah disetubuhin, yaudah, itu acara loe, kegiatan loe, kesimpulan jadi gay-nggak-nya tuu semua ada sama loe kan?!
udah, gausah muna’ deh bagi yang ngerasa gay pengen “sembuh”, kalo loe gay, pengen “sembuh (dalam tanda kutip)”, yaudah berarti loe jadi bisexual. gabisa dipungkiri kalo loe bakalan tetep suka sama pria.
straight itu udah bawaan orok, dimana pilihannya yaa buat doing somethin sama “cewe”, dan jangan harap seorang straight bisa terpuaskan dengan servisan seorang pria.
so, WATCH OUT WITH UR WORDS ABOUT GAY-ADALAH-PENYAKIT.
kabarin gw, virus apa yang nyebabin seseorang jadi gay….??
kabarin gw juga kalo ada vaksin anti gay….
kabarin gw juga kalo ada obat manjur buat “penyakit” gay,
“karena GAY BUKAN PENYAKIT”
(PS to author : banyak point positif yang bisa didapat dari kaum homoseksual. gali pengetahuan anda, keep writing, posisikan diri anda pada tengah2, jangan berat sebelah, ^.^ )
aaron Berkata:
on April 13, 2009 at 10:49 pm
INGAT! Menurut gw sih GAY itu adalah keputusan. Kadang org bilang kalo emang gw terlahir jd GAY, pdhl Tuhan ga ciptain GAY sama seperti Tuhan ga ciptain MALING, dll. Semua itu adalah keputusan dn CARA POLA PIKIR YG SALAH SEJALK KECIL SEHINGGA MENJADI KEBIASAAN.
Saya tahu memang sulit, tp kalo emang nita kita pasti bs berubah.
Ketika kita melakukan tips2 diatasa, dipikran kita JANGAN ada keraguan. Kita mesti yakin KITA BISA.
Gw tau itu susah…
FUCK_U Berkata:
on April 14, 2009 at 6:14 am
W seh gak berdebat soal pengertian agamanya, tp jelaz w yg bilang GAY gampang disembuhkan = ORANG PALING GOBLOK !!!
Dipikirnya GAY = sakit flu biasa !!
Apalagi yg nulis diatas bahwa TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN GAY, GOBLOK TOLOL BANGET SEH LO !!!
bahtiar Berkata:
on April 14, 2009 at 10:18 am
thank bgt coz gwe dapat menolong teman gwe yang udah kelewatan dengan sikap gays nya
Cassandros Berkata:
on April 14, 2009 at 4:01 pm
@ FUCK_U
Jadi, … punya pendapat bahwa tuhan menciptakan gay???
cuma 1 kata:
PROVE IT!
(eh, itu 2 kata, ya? hihihi…)
Cassandros Berkata:
on April 14, 2009 at 4:13 pm
@ coba pikir
“terima diri apa adanya?”
siapakah diri kita? apakah ditentukan oleh orientasi seksual kita? bukannya aspek dalam diri manusia ada begitu banyaknya, mengapa orientasi seks yang jadi penentu? mengapa tidak dirunut ke tujuan penciptaan kita, bukankah itu yg paling fundamental?
jika kita amati mengapa komunitas gay menjadi sexual brotherhod of promiscuity, itu karena orientasi seksual yang dijadikan inti jati dirinya. makanya, seks menjadi bagian utama dari kehidupannya, betapapun kerasnya usaha untuk mengimbanginya dengan pencitraan positif mengenai betapa berpretasinya figur2nya.
sabar itu menerima cobaan dan menyikapinya sesuai petunjuk-Nya. Jika harus diterima, rengkuhlah. Jika harus diatasi, lawanlah. Dan melawan homoseksualitas dalam diri tidak harus membenci diri . Justru perlawanan itu adalah bukti cinta terhadap Tuhan dan diri sendiri.
banyak ayat dalam kitab suci yang mengancam perilaku homoseksual. Menolak tulisan itu semua? yah, kalau begini terjawablah sudah mengapa para gay itu cenderung menjauhi agamanya, jadi liberalis, atau munafik.
Cassandros Berkata:
on April 14, 2009 at 4:19 pm
@ aaron
lebih mudah mempercayai “gay dikodratkan tuhan dari sononya” karena dengan demikian tanggung jawab atas peirlaku maksiat bisa dipindahkan ke tangan tuhan, daripada mengakui bahwa perilaku mereka itu hasil pilihan mereka sendiri atas ketertarikannya. kalau mengakui itu hasil pilihan sendiri kan harus tanggung jawab, lha itu yang gak sanggup dipikul.
Cassandros Berkata:
on April 14, 2009 at 4:25 pm
@ anonimbuzz
itu bukan “disease” tapi “disorder”. jadi jgn keburu emosi gitu, gak elok dibacanya.
Dan karena itu “disorder”, maka penyebabnya tentu bukanlah fisik seperti virus yang bisa dicari vaksinnya, bakteri, parasit, atau jamur.
secara politis, pengaktegorian HS sebagai “disorder” akan mendorong para ahli untuk mencari cara mengatasi “disorder” tersebut, semoga, amin.
lagian juga, yang jadi dasar penilaian bukan seberapa besar orientasi seksualnya digeser dari homo ke hetero, tapi seberapa kuat niat dan upayanya. soal “sembuh” itu urusan tuhan, terserah dia mau ngasih atau tidak. yg Dia wajibkan cuma berupaya.
fuko Berkata:
on April 15, 2009 at 4:40 am
makasih banget semoga ku jauh dari gay aamiiin
teo Berkata:
on April 15, 2009 at 4:55 pm
makasih doain supaya gw lepas dari penyakit BAN***T ini gw gak mau lagi jadi orang yang menjijikan.DOAIN YA
hans Berkata:
on April 15, 2009 at 4:57 pm
saya pure gay saya ga pernah bisa cinta ma ce tapi saya bgini ga tau sejak kapan, karena aku ga pernah punya pengalaman gay, dan kalo frustasi ngga juga… ce yang suka ma aku banyak skali bahkan sampe sekarang….aku sudah menikah dan sekarang sudah punya anak 1…tapi tetap tidak bisa lepas dari sifat asliku walau sudah berusaha keras…kamu2 pasti berpikir knapa aku bisa punya anak ???….sperma ku normal … tapi pada saat ber hubungan dg istri aku ga mau ngliat fisik istriku dalam keadaan terbuka cz aku bisa tiba2 mual…istriku cantik bneran aslinya…tapi tetap belum biasa bikin aku beralih ke kehidupan normal……doakan aku ya
tobat Berkata:
on April 15, 2009 at 4:59 pm
Check blognya cassandros deh.. Banyak point-point yang bisa dipetik untuk yang butuh beberapa jawaban tentang dunia Gay.. Untuk para Gay yang sedang bertobat , Selalu berdoa pada Allah SWT dan ibadah wajibnya jangan lupa dikerjakan yah.yah… Semoga kita bisa mendapat pintu Sorga yang teratas , amin ..assalamualaikum wr.wb
Herculanus Berkata:
on April 16, 2009 at 4:56 am
Saya nggak setuju dengan terapi sugesti yang disarankan di atas atau sikap otoriter yang juga disarankan. Itu bukan menyembuhkan, tetapi malah bikin seseorang menjadi tidak menerima diri sendiri – atau menyangkal orientasi seksualnya.
Yang ada, orang tersebut bisa menjadi jijik pada dirinya sendiri, benci pada dirinya sendiri sampe pada keadaan yang paling gawat yakni dia bisa bunuh dirinya sendiri saking jijiknya dia pada tubuhnya.
Yang paling baik menurut saya adalah menerima keadaan dengan lapang dada. Pasrah dan ikhlas dalam keadaan tersebut. Mungkin saja emang seorang gay itu ditakdirkan untuk tidak menikah seumur hidup. Ini cobaan yang sangat berat, tapi bila seorang hamba gay dapat menjalaninya hingga akhir hayat, niscaya dia telah melakukan jihad fisabilillah dan imbalan syurga jauh lebih layak dia terima ketimbang kaum heteroseksual yang terus-menerus mencaci maki mereka.
Pikirkan saja, cobaan menjadi homoseksual tsb merupakan tanda kasih sayang Allah. Dia mengetahui kalo mereka dapat mengatasi dan menerima keadaan, Dia tau mereka kuat, dan malah mungkin lebih mulia dan baik dari orang2 heteroseksual. Mereka adalah orang2 pilihan-Nya. Subhanallah.
So just submit your fate totally. Ikhlas, tawakkal. Kalo merasa tertarik dengan sesama jenis jangan menyalahkan diri sendiri atau Tuhan, but terima hal itu dengan lapang dada. Rasa cinta/sayang gak perlu ditunjukkan dengan rasa ingin memiliki dan hawa nafsu bukan?
Cinta sejati adalah membebaskan, membiarkan orang yang kita sayangi hidup bahagia di orang lain, yang mana lebih baik daripada dengan kita.
Cassandros Berkata:
on April 18, 2009 at 10:24 pm
@ Herculanus
Hingga 1 titik saya sepakat dengan anda. Namun masalah homoseksualitas ini memang amat kontroversial, sehingga jika koridor sikap kita terlalu luas, kita rawan tergelincir ke sikap yang merugikan baik di mata psikologis maupn religi.
Saya percaya bahwa Allah swt tidak mengkodratkan seseorang jadi gay atau lesbi. Artinya, keberadaan ketertarikan seksual pada sesama jenis dalam diri seseorang semata-2 hanyalah cobaan, sehingga haruslah disikapi sesuai dengan tuntunan-Nya pula. Penilaian keberhasilan kita dalam menyikapi cobaan ini bukanlah berhasil atau gagalnya kita menjadi straight, namun sikap yang kita pilih untuk mengakui bahwa tertarik pada sesama jenis itu bertentangan dengan fitrah, kegigihan tekat untuk berusaha berfungsi sesuai dengan jenis kelaminnya, minimal mengekang dorongan seksual itu agar tidak mewujud nyata dalam tindakan yang akan dimurkai-Nya. Kalau ini saja kita tidak punya, berarti kita sudah kalah dalam jihad ini.
Saya sepakat bahwa terapi sugesti di atas sebenarnya hanya mengajarkan kita untuk benci pada orang beridentitas gay, termasuk diri kita sendiri. Namun demikian, apakah kita ini gay? Jika seseorang yang tertarik pada sesama jenis mengakui kebenaran ayat2Nya yang mengecam perilaku homoseksual, dan mau tunduk mematuhinya tanpa mencari2 alasan2 liberal untuk membenarkan perlaku homoseksualnya, serta dengan gigih bertekat untuk hidup sebagai muslim yang baik, maka hemat saya ia tidak layak disebut sebagai GAY! He’s just simply ‘people with same-sex attraction,’ not gay! Kita bharus berhenti memberi label kepada orang-orang ini dengan cap yang justru mendorong mereka untuk menuruti nafsunya. Karena itu, cap sebagai “ciptaan Tuhan,” “hamba Tuhan,” “pelayan Tuhan,” atau “kekasih Tuhan” yang kebetulan mendapat cobaan itu jauh lebih memotivasi, daripada gay yang konotasinya adalah orang yang menururti dorongan homoseksualnya dan membangkang terhadap agama.
Karena itu, kita mesti belajar untuk tidak mengatakan bahwa gay itu adalah diri seseorang. Itu hanyalah salah satu aspek dalam diri manusia, yang tidak layak dijadikan simpulan atau dasar pelabelan. Manusia adalah mahluk yang amat kompleks, masa direduksi ke dalam orientasi seksualnya saja?
Untuk lebih jelasnya klik http://groups.yahoo.com/group/hijrah_euy
yudia Berkata:
on April 19, 2009 at 8:47 am
debat soal homoseksual tidak akan ada habisnya…
hanya iman kitalah yang bisa menjauhkan kita dari homoseksualitas
homoseksual bisa disembuhkan asal kita punya niat yang besar
bagaimana kita mau sembuh, kalau kita masih punya pikiran kita ga bisa sembuh????ibaratnya, gmana kita bisa naik sepeda, kalau kita menghakimi diri kita bahwa kita bisa naik sepeda..
just try first ok!!
kita hidup di dunia ini hanya sementara, dan suatu saat nanti kita akan mati, apakah kita mau di akhir hidup kita, kita masih gay?? tentu tidak
gay itu sama seperti maling, tukang tipu dan kriminal lainnya
manusia tidak dilahirkan untuk jadi kriminal kan????
dan perilaku kriminal itu bisa disembuhkan, asal si pelaku mau sembuh dan menjauhi hal – hal yang bisa membuatnya kembali melakukan kriminalitas itu..
Saya posting komen ini bukan untuk membuat kita pusing, tapi lebih baik memang jika kita saling mengingatkan..
harapan itu masih ada teman,,,,banyak berdoa dan tentu saja ditambah banyak berusaha tentu kita bisa.
jadi, Selamat mencoba menjadi heteroseksual ya ^_^. kata orang Korea mah Fighting!!!!
lando Berkata:
on April 19, 2009 at 1:43 pm
thanks…
usaha utk sembuh coba dilakukan perlahan lama2 kita juga suka sama cewek, cnth nya gw, malah skarang gw lg jth cinta. Ya ALLAH berikanlah kami semua pertolonganmu. thanks Allah.
Herculanus Berkata:
on April 21, 2009 at 6:23 am
@yudia
Saya kira, mati dalam keadaan gay juga tidak apa2, asalkan dia selama hidupnya menjauhi perbuatan2 homoseksual tersebut.
Gay itu tidak sama dengan maling atau tukang tipu (saya heran kok bisa2nya anda menggeneralisasikan kotor seperti ini). Maling atau tukang tipu dapet segera ’sembuh’ dari tindakan kriminalnya. Tapi seorang gay memerlukan waktu yang tidak sebentar – bahkan sangat lama untuk dapat kembali ke fitrahnya.
Maling dan tukang tipu merugikan orang laen, tapi seorang gay, apa yang dia rugikan pada orang laen? Dengan catatan, dia tidak mengganggumu, memaksamu untuk berhubungan dengan dia, dll.
Justru mati dalam keadaan gay namun dia semasa hidupnya berjuang untuk keluar dari keadaan tsb, dia justru layak dapet syurga karena mati dalam jihad fasibilillah! Jauh lebih beruntung mereka ketimbang kaum str8 yang dengan sok tahunya melabelkan macem2 kepada mereka. Seperti saya katakan sebelumnya, mereka adalah orang2 pilihan Allah, mereka nasibnya lebih beruntung di akhirat nanti!
Mr..slee Berkata:
on Juni 26, 2009 at 6:44 pm
Bener banget apa lu bilang. Gw ampe terharu..T_T..
Memang..sebagai seorang gay, terkadang untuk menyembunyikannya teramat susah, apalagi gw punya cwok y gw taksir..Astaghfirullah…tiap hri gw gak prnah b’hnti mikirin dy..
Ya Allah..tolonglah aku…
Cassandros Berkata:
on April 22, 2009 at 10:08 pm
@ herculanus
sepakat. namun perlu koreksi terminologi karena bisa membuat bingung bagi yang membacanya. saat ini istilah “gay” digunakan mengacu pada orang2 yang tertarik pada sesama jenis dan ridha memilih jalan hidup sebagai gay (menganggap “diri”nya ditentukan oleh orientasi seksualnya, percaya bahwa dirinya dikodratkan tuhan sebagai penyuka sejenis, menikmati hubungan seksual sesama jenis tanpa rasa berdosa, bergabung dalam komunitas gay, mendukung gerakan gay untuk menuntut masyarakat agar mengakui ke-gay-annya, dll). jadi, agak bingung juga kalau dikatakan “mati dalam keadaan gay juga tidak apa2.”
mungkin yang anda maksud adalah “mati dalam keadaan masih memiliki ketertarikan seksual pada sesama jenis tidak apa2,” karena maknanya netral. sedangkan untuk “orang2 pilihan Allah,” ini hanya berlaku untuk para non-gay, yaitu orang2 yang menganggap ketertarikan seksualnya pada sesama jenis hanyalah cobaan dari Tuhan untuk diatasi, sehingga tidak akan mengatakan bahwa “diri”nya adalah gay karena orientasi seksual hanyalah salah satu aspek dirinya, bukan inti jati dirinya. dengan dmeikian, ia tidak bergabung dengan komunitas gay dan tidak mendukung gerakan gay. alih2 mengobarkan perang dengan masyarakat untuk mengubah nlai2 heteronormativity, ia justru berperang dengan orientasi seksualnya.
singkatnya, persamaan antara gay dan non-gay terletak pada kepada siapa mereka tertarik, namun perbedaannya adalah bagaimana cara mereka menyikapi ketertarikannya: gay merengkuhnya, sedangkan non-gay mengatasinya. ini sesuai dengan yang dikatakan oleh john myers dalam hellboy:
“What makes a man a man? Is it his origins, the way he comes to life? I don’t think so. It’s the choices he makes. Not how he starts things but how he decides to end them”
mike Berkata:
on April 25, 2009 at 5:53 am
tahnk sbngt ats masukan nya ………..gw pikir nga ada jalan lagi keluar nya, gw dah ngerasa jijik bnget ma diri gw sendiri thanks,thanks…..
Herculanus Berkata:
on April 26, 2009 at 8:26 am
@Cassandros
Saya nggak tau kalo ada perubahan dalam terminologi pada kata ‘gay’. Kapankah perubahan terminologi ini? Karena bagi saya, gay itu sendiri sudah berarti dia tertarik pada sesama jenis (dalam hal ini sesama lelaki) terlepas apakah dia menerima total dirinya dan hidup mencintai sesama jenis, bergabung dengan sesama teman seperjuangannya atau tidak.
Menurut saya, keadaan ini emang sangat berat, karena mereka tidak diperkenankan berhubungan seks dengan sesama jenis dan pernikahan sesama jenis tidak diakui dalam agama. Sehingga bila mereka jatuh cinta, mereka harus menyikapinya dengan cara yang laen. Mencintai tanpa memiliki, misalnya. Dan bukan tak mungkin mereka akan meninggal tanpa keluarga yang berada di sampingnya. Karena itu saya bilang, mereka adalah orang2 pilihan, yang mungkin bagi orang str8 hal itu sangat berat adanya… dan malah mungkin mereka gak mampu menanggung beban seperti yang kaum ‘tertarik pada sesama jenis’ bisa.
Pesan saya sih cuma satu; Andaikata mau berubah, berusahalah namun tetap tawakkal dan ikhlas seandainya keadaan tak dapat diubah. Inilah intisari dalam Islam: Berjuang namun tetap ikhlas menerima keadaan, apakah hasilnya nanti berhasil atau tidak. Percayalah bahwa Allah sayang pada kalian, Allah memilih kalian karena Dia Tahu kalian mampu. Titik terang itu akan kalian gapai!
Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.
juna Berkata:
on April 28, 2009 at 1:41 pm
aku akan mencobanya
zua Berkata:
on Mei 4, 2009 at 5:19 am
aku takuut…..
takut b’dosa..
dan aku bingung…
aku akan coba yang tertulis di sini
doa kan aku..
sordnassac Berkata:
on Mei 5, 2009 at 10:38 pm
Terus terang, saya agak kurang sreg dengan solusi yang diutarakan penulis blogger ini. Resepnya tidak membuat penggunanya menumbuhkan ketertarikan seksual pada lawan jenis atau menghilangkan ketertarikan seksual pada sesama jenis. Resep itu lebih pada menimbulkan sikap antipati pada gay; Apalagi jika si pengguna resep meyakini bahwa dirinya adalah gay…
Akan lebih tepat jika sugesti itu berisi kata2 yang menggambarkan betapa indahnya lawan jenis dan hubungan yang bakal terjalin dnegannya jika ybs mau mencoba, atau betapa percaya dirinya dia dlaam menjalin hubungan dnegan lawan jenis.
Namun yang terpenting adalah mencari sebab mengapa ia tertarik pada sesama jenis. Banyak orang yang mengira dirinya gay, padahal sebenarnya orientasi seksual yang dialaminya cuma gejala dari maslaah seungguhnya yang terkubur di alam bawah sadarnya. Oleh karena itu, mungkin perlu digali dnegan menggunakan orientasi seksual itu sebagai kacamata untuk menemukan masalah itu. Caranya? Gunakan triangle of containment, yaitu berfantasi mengenai momen atau bentuk hubungan yang diinginkan dnegan sesama jenis yang jadi idamannya, sambil memperhatikan sensasi2 fisik yang timbul. Hingga di suatu titik tertentu, perasaan yang sebenarnya akan muncul, di situlah sumber maslahanya. Cara ini perlu dibimbing oleh terapis reparatif, mislanya psikolog yang pro terapi reparatif.
Untuk lebih jelansya caranya, klik di http://www.narth.com/docs/paradox.html
cakka Berkata:
on Mei 8, 2009 at 4:08 am
ass……, sbut saja nama saya cakka, saya duduk dikls 2 SMA, pada awalnya saya juga hanya suka sesama jenis tapiii saya tidak pernah sama skali berhubungan tubuh, hanya saja saya kagum….., tapiii sampai sekarang saya masih merasa suka sama pria. Siapapun anda tolong bantu saya KU _MOHON…………………………..,
email saya samudra_sagitarius@yahoo.com
calon psikiater Berkata:
on Mei 9, 2009 at 3:05 pm
waduh mas saya ga setuju dengan tulisan si mas ni… saya calon psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa), dulu gay memang masuk dalam salah satu gangguan jiwa menurut DSM dan PPDGJ namun saat ini sudah dikeluarkan dari kategori penyakit jiwa
banyak orang gay yang masuk dalam kategori sehat jiwa menurut WHO (bisa di search di internet apa aja)
lagi dari buku2 text book yang saya pelajari ternyata homoseksualitas itu ditentukan secara absolut oleh genetik
sordnassac Berkata:
on Mei 10, 2009 at 2:07 pm
calon psikiater,
kalau anda teliti, tentu juga mafhum bahwa kata “gay” juga bukanlah istilah yang proper dalam dunia psikologi maupun psikiatri, sehingga kurang tepat jika dikatakan bahwa gay dulu masuk dalam daftar gangguan jiwa. Yang dulu ada dalam DSM dan ICD adalah homoseksualitas, bukan gay.
pendapat atau simpulan dalam dunia ilmiah didapat dari riset. riset yang sering digunakan untuk menyatakan bahwa homoseksualitas itu (seperti kata anda “absolut”) biasanya mengangkat hasil studi LeVay, Hamer, dan studi kembar. padahal LeVay sendiri berkata:
“At this point, the most widely held opinion [on causation of homosexuality] is that multiple factors play a role.”
Sedangkan Hamer berkata:
“I suspect the sexual software is a mixture of both genes and environment, in much the same way the software of a computer is a mixture of what’s installed at the factory and what’s added by the user. … Our studies try to pinpoint the genetic factors…not negate the psychosocial factors.”
Bahkan Asosiasi Psikolog Amerika menyatakan bahwa:
“There is no consensus among scientists about the exact reasons that an individual develops a heterosexual, bisexual, gay or lesbian orientation. Although much research has examined the possible genetic, hormonal, developmental, social, and cultural influences on sexual orientation, no findings have emerged that permit scientists to conclude that sexual orientation is determined by any particular factor or factors. Many think that nature and nurture both play complex roles…”
Jadi, dimana letak absolutnya?
Karena ada faktor non-genetik yang berperan, maka homoseksualitas masih mungkin untuk diubah hingga taraf tertentu. Setidaknya demikianlah simpulan Hershberger atas studi Spitzer mengenai efektivitas terapi reparatif:
“The orderly, law-like pattern of changes in homosexual behavior, homosexual self-identification, and homosexual attraction and fantasy observed in Spitzer’s study is strong evidence that reparative therapy can assist individuals in changing their homosexual orientation to a heterosexual one.”
soal dikeluarkannya homoseksualitas dari daftar gangguan jiwa, awalnya boleh dikatakan bahwa APA “menjual roti setengah matang.” bukti ilmiah yang KALA ITU digunakan belumlah cukup kuat untuk keputusan sedrastis itu, mengingat saat itu jumlah studi yang menyatakan bahwa homoseksualitas memang gangguan jiwa tidak kurang banyaknya. Desakan politis para aktivis gay-lah yang menjadikan APA secara terburu2 mengeluarkan rekomendasi tersebut, baru kemudian studi2 yang menyatakan bahwa para homoseks itu normal dan sehat bermunculan.
Bicara soal sehat, sebenarnya ada 1 riset yang menyatakan sebaliknya, yaitu studi belanda (Sandfort et al, 2001). Coba digali lagi. Sayangnya, para periset kurang tegas menyatakan adanya intrinsic disadvantage dari homoseksualitas, dan berushaa membelokkannya sebagai efek tekanan masyarakat homophobik dnegan emnyatakan bahwa “angka yang mungkin didapat di negara lain akan lebih besar.”
underwolrd Berkata:
on Mei 28, 2009 at 1:21 pm
thank’s yupkz ney sangat berguna bagi semua umat yeah gua jadi mengerti dan tahu penyembuhan nya.
Suka Cowok 75%, suka cewek 25% Berkata:
on Juni 15, 2009 at 5:40 am
Gw bersukur bisa ketemu Blogs ini, gw usahain coz gw gay bukan dri kecil, tapi dari lingkungan…bisa sembuh PASTI BISA!!!!
radhee Berkata:
on Juni 18, 2009 at 6:40 am
Ass. sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada penulis artikel ini, semoga bisa menjadi salah satu motivasi kesembuhan saya!,kalo boleh cerita, kejadian penyakit ini pada saya mungkin lebih parah dibandingkan yang lain, kenapa tidak, saya yang berprofesi sebagai seorang pendidik, seharusnya lebih tau tentang garis-garis kebebanaran dalam kehidupan, tapi kenyataannya tidak demikian, jadi bagi para pembaca artikel ini, saya sangat butuh pengalaman anda semua untuk bisa memotivasi saya supaya bisa sembuh. terima kasih sebelumnya.wss
terimasaja Berkata:
on Juni 20, 2009 at 8:38 am
gay itu bukan sikap..
gay tw bukan jalan hidup..
gay tw bukan larangan..
karna gay itu adalah ciptaan..
gx perlu menikah normal,kl lw semua takut membohongin diri sendir..
gx perlu berubah,karna gx ada satupun yang perlu lw rubah..
cukup MENJAGA,agar rasa yang ada di diri kita semua,tetap pada koridor..
gx melanggar batas norma hukum dan agama..
walau lw semua GAY ,gx perlu takut dgn azab ALLAH.
karna lw gx ngelakuin KEMAKSIATAN.
gx perlu takut bilang lw GAY,karna lw gx salah..
kalau kaum sodom di azab,itu karna mereka melakukan perbuatan MAKSIAT..
ALLAH jg gx melarang kl lw semua gx pengen NIKAH,asal lw semua bisa jaga syahwat lw..
ALLAH tw punya rencana lain,yg gx satu pun dari kita,tau akan hal ini.
termasuk pembuat blog ini,termasuk orang” yang lagi berdebat masalah ini di atas..
gx perlu di cari jalan keluarnya..
karna cuma ALLAH yg tau jawabannya..
kaum GAY hanya bisa mensyukurinya..
tapi tanpa melakukan MAKSIAT..
cukup melakukan itu..
walau saya tau,SURGA dunia itu indah..
Tapi itu semua cuma SEMENTARA..
anda bisa kunjungi saya di..
Indahkeluargaku@gmail.com
Kayla Berkata:
on Juni 23, 2009 at 6:47 am
suami saya seorang bi.
enam tahun yang lalu, saya baru mengetahuinya setelah memergoki fotonya sedang bermesraan dengan temannya (yang juga teman sekaligus dokter kandungan saya.. saat itu saya sedang hamil) ..
sudah berulang kali dia meminta maaf, diulang lagi, meminta maaf lagi, sampai akhirnya dia menyerah, dia bilang dia tidak bisa lari dari kehidupan gay..
bisakah anda memberikan solusi, agar suami saya bisa sembuh?
karena bagaimanapun kami memiliki tiga orang anak laki-laki yang seharusnya menjadikan ayah nya sebagi panutan..
Mr..slee Berkata:
on Juni 26, 2009 at 6:35 pm
Assalamualaikum
Alhamdulillah, ternyata saya tidak sendiri. Saya telah menjadi gay semenjak usia 10 tahun. Saya sering mengalami kekerasan dari orang tua, saya juga jarang bergaul dengan lingkungan sekitar, karena sering dilarang oleh orang tua untuk bergaul. Alhamdulillah, saya akan berusaha mencoba, apa yang anda tulis. Semoga Allah merahmati anda.
Wassalamualaikum
Sordnassac Berkata:
on Juni 27, 2009 at 10:57 pm
Assalamu’alaikum wr wb
Bagi sebagian orang, mempercayai bahwa homoseksualitas dalam dirinya adalah kodrat (yang notabene permanen), lebih mudah daripada meyakininya sebagai cobaan, penyakit yang notabene sifatnya temporere dan bisa diatasi. Penerimaan HS sebagai hal yang bisa dan harus diubah akan menciptakan konflik dan gejolak dalam dirinya, sedangkan menerimanya sebagai sesuatu yang kodrati atau terberi akan menciptakan zona nyaman yang membuat ybs jadi malas dan enggan berjuang.
Memang benar, bahwa dalam Islam (dalam agama lain saya tidak tahu) yang dikecam adalah perilaku homoseksual, bukan ketertarikannya. Dengan demikian, diharapkan mereka yang belum berhasil mengubah ketertarikan seksualnya namun sudah bisa mengekang perilakunya tidak menjadi putus asa dan turun keimanannya. Namun mengingat bahwa selama ketertarikan ini akan selalu ada resiko untuk terlepas dari kendali, maka alangkah baiknya jika sumber resiko ini juga digarap, bukan sekedar diterima saja. Insya Allah benar, jika berjuang sepanjang hayat mengendalikannya tanpa mengubah ketertarikannya sebagai bentuk perjuangan, namun jika ada jalan (meskipun berpeluang kecil) untuk mengubahnya, kenapa tidak ditempuh?
Walau demikian, jangan menunggu sampai berubah hetero 100% baru menikah. Diskusi di milis http://groups.yahoo.com/group/hijrah_euy mengungkap pengalaman anggota-anggotanya bahwa tanpa berubah pun mereka bisa melaksanakan tugas sebagai suami dalam meayani kebutuhan seksual istrinya. Ini bukanlah bentuk penipuan terhadap diri sendiri, melainkan wujud dari keinginan untuk menempuh jalan hidup sebagaimana yang ditempuh oleh orang lain. Kalau dikatakan sebagai bentuk penipuan terhadap diri sendiri, maka para gay-lah yang menipu diri sendiri: Sudah tahu perilaku homoseksual itu dosa dan dilarang Tuhan, kok masih dilakukan juga? Ini namanya menipu nuraninya sendiri; Dan jika nurani adalah diri sendiri (sebagaimana ketertarikan seksual adalah diri sendiri) maka mengapa hal ini tidak dikategorikan sebagai “menipu diri sendiri?”
Wassalam
eros Berkata:
on Juli 1, 2009 at 9:13 am
makasich artikelnya,
gue jd pngen nangis
terimasaja Berkata:
on Juli 4, 2009 at 11:08 am
Sikap gay adalah ciptaan..
Dan bila melakukan tugas suami tidak dengan ketulusan adalah menipu diri sendiri..
Bukankah lebih baik melajang hingga akhir hayat (buat org yg sanggup menjalankannya)
rasa yg ada pada kaum homoseksual bukanlah menipu diri sendiri..
Karna mereka tidak membuat kesalahan..
Jika KEGIATAN HOMOSEKSUAL itu adalah menipu diri sendiri..
Bisakah anda memberi penjelasan tentang menipu diri sendiri tersebut..?
A Berkata:
on Juli 5, 2009 at 6:22 pm
I Think it’s true, jika kita ingin lepas dari semua itu maka kita harus berani melepas semua hasrat yang berhubungan dengan itu, walaupun sangat tidak mudah mengendalikan pikiran dengan keinginan hati kita, tetapi itu semua harus kita perangi dengan kebaikan hidup kita. saya adalah salah satu yang bisa dibilang gay,
Aku g tau kenapa aku merasa lebih seneng melihat cowok sexy dibanding cewek yang cantik, namun itu dulu. sekarang aku merasa jatuh cinta pada cewek. dan
Aku Harus Berubah
Karena itu jalan yang benar
Sordnassac Berkata:
on Juli 6, 2009 at 10:43 pm
@ terimasaja
Maaf, saya rasa ada sedikit kerancuan dalam penggunaan kata-kata, entah sayanya yang oon atau anda yang salah pakai kata-kata.
Homoseksualitas boleh jadi tidak kita sengaja (karena ada juga yang melatihnya dengan sengaja, misalnya para pria yang menjajakan seks karena kebutuhan ekonominya kepada sesama pria). Namun, bahkan meskipun seandainya benar kita tertarik pada sesama jenis karena ada faktor genetiknya, tetap saja tidak menjadi alasan untuk membenarkan perilaku homoseksual, karena perilaku adalah hasil keputusan manusia atas sejumlah pilihan yang disodorkan kepadanya secara bebas. Dengan kata lain, kebebasan untuk bersikap. Inilah yang kemudian dihukumi berpahala atau berdosa.
Jadi, sikap terhadap homoseksual itu memang ‘ciptaan,’ tapi ciptaan manusia.
Soal menipu diri sendiri, sekarang marilah kita berefleksi kepada diri masing-masing, siapakah diri kita yang sejati? Apa sesungguhnya tujuan keberadaan kita hidup dan ada di dunia? Kemanakah tujuan akhir perjalanan kita?
Jika kita akui bahwa kita ini mahluk ciptaan Tuhan, diciptakan untuk mengabdi hanya kepada-Nya, dan harus bersiap untuk menghadapi perjumpaan kembali dengan-Nya, maka melakukan (bahkan memelihara) homoseksualitas adalah perilaku menipu diri sendiri. Bukankah Tuhan sudah tegas mencela perilaku tersebut dan mengancam kita agar tidak melakukannya agar tidak tertimpa laknat sebagaimana umat Luth as? Bukankah Tuhan sudah menegaskan bahwa tujuan penciptaan kita hanyalah untuk mengabdi kepadaNya (salah satu definisi operasionalnya adalah melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya)? Bukankah janjiNya jelas bahwa kita semua akan mati dan dimintai pertanggungjawaban mengenai apa-2 yang sudah kita lakukan di dunia?
Nah, jika itu semua diingkari, tidakkah kita menipu diri sendiri, seolah2 Tuhan tidak melihat kita yang sedang tertawa riang ketika tengah bermaksiat, seolah-2 tidak ada konsekuensi yang menunggu kita di sana, seolah-olah Tuhan itu ridha atas kemaksiatan itu, atau bahkan jangan2 sampai mengira bahwa Tuhan itu tidak ada.
Jadi, ‘jujur’ (dibaca: menuruti) nafsu bukanlah bentuk kejujuran pada diri sendiri, melainkan menipu hati nurani dan Tuhan. Hati nurani bukanlah nafsu, melainkan hati yang disinari oleh nur Illahi, makanya disebut nurani. Kalau sudah diselubungi ghelapnya nafsu, disebut hati zhulmani.
argan Berkata:
on Juli 18, 2009 at 8:45 am
thx banyak yo……..!!
aku G PENGEN JADI GAY COZ AKU PUNYA MASA DEPAN.
Aku akan berusaha agar PENYAKIT ANEH ini bisa hilang.
jose Berkata:
on September 4, 2009 at 8:01 pm
u just a drok that trying to be a smart !!! .. susah sieeh lo tu straight.. jangan sok pinter deh sok tau tentang gay gay an … cerita orang itu macem 2 nga bisa lo sama ratain .. mu gay lah mu hetero la kasus nya ya beda 2 .. apa yang mereka rasakan apa yang mereka alami .. being straight nga ngejamin lo happy .. being gay juga .. tapi at least kita nga ngebohongin diri kita sendiri .. gw aman 2 aja tuh lingkungan gw santei 2 aja .. tergantung kita bisa bawa diri .kalo lo norak dan nga gaul ya lo pasti la di cap jelek tapi kalo bisa ngebawa orang seneng dan asik mereka juga fine 2 aja .. gw gay i have 5 gay best friend and yang lain temen 2 gw straight tapi mereka asik 2 aja … gw juga punya pacar yang dah 5 taun sama 2 gw .. so gw happy .. apa gw jadi staight trus gw lsng happy gitu nga deh … yang penting gw nga berbuat yang aneh 2 dan masi dalam norma 2 yang bener .. itu aja
dedn Berkata:
on September 5, 2009 at 3:43 am
thanks udah kasih saran. Tapi persaan ini eman sulit untuk di taklukkan. ga tahu kenapa muncul persaan aneh ini. rasanya sangat menekan batin banget. please……..kasih saran yang lebih jitu.
thanks
jose Berkata:
on September 5, 2009 at 6:29 am
iya memang sulit kita memang nga bisa seperti membalikan telapak tangan gw paham ko .. coz im gay too .. tapi ini adalah masalah nyaman tidak kita dengan diri kita .. kalo hidup ini menjadi beban untuk apa .kita jalanin ..kita kan nga kaya bencong jalanan yang sengaja kaya gitu (kasian gw liat mereka) so jadi ya santai aja lingkungan lo kan nga tau lo kaya gitu at kita punya satu sahabat di mana dia bisa mengerti kita dia mu gay ato nga nga jadi masalah sahabat yang bijak …setidaknya kita nga ngebohongin diri ita sendiri .. kata gw sih kita yang pertama untuk langkah ini .. memang harus terima dulu diri kita apa adanya (ikhlas) dan jangan di jadikan beban jalanin hidup apa adanya sesuai norma dan kalu kita sudah nyaman dengan diri kita .. kita bisa tau langkah apa yang harus kita ambil .. pengen terus jadi gay apa nga ? … biasa kan juga bergaul dangan cewe yang di jadikan teman dan mengerti .. kita akan paham gimana itu hetero .. gw memilih untuk terus jadi gay karna gw sudah ada pasangan and gw happy … temen 2 gw yang gay banyak ko yang udah nikah ama cewe .. ada juga yang ama cowo … tapi ada juga yang udah nikah masi binggung .. tapi kalo dia dari awal sudah menerima soo far dia sama istrinya baik 2 aja… hidup itu pilihan … tapi gimana kita mau memilih kalo kiat aja belum tau identitas kita dan masi nga terima (kebingungan) kalo kita sudah nyaman .. pasti kita bisa memilih dan menjalani hidup … dan jangan di jadikan beban
salam
panjul Berkata:
on September 8, 2009 at 7:12 am
aku gay dari kecil, aku ga tau gimana caranya buat ngelepas ni semua, kata orang” aku udah kaya cewe dari kecil, tapi aku berusaha buat jadi cowo skg, aku ga tau sebab aku bgini tuh dari mana? aku ga pengen kaya gini, aku pngn keluar dari dunia gay ini,,, tapi itu rasanya berat banget,,, gimana ya caranya biar bisa ikhlas,, cz aku takut banget ama siksaan yang bakaln dikasih ke ortu n aku,, ada saran lain ga ya yang bisa diperingan lagii? masih ga sanggupp,,,,.
jose Berkata:
on September 10, 2009 at 8:33 am
mas panjul … hehehe jangan fikir 2 yang negatif deh dan jangan punya fikiran yang ngak 2 dulu yang bakal terjadi dan sudah terjadi ya terjadilah … gw rasa kalo mas panjul .. bisa menerima dulu diri mas panjul dan have fun … juga jangan punya fikiran yang negatif gw rasa bisa ko .. santeii .. hidup di bawa fun dan dekatkan diri sama tuhan … jangan di jadikan beban .. ok u r not the only one in this world that having the same problem … masi banyak ko yang punya beribu 2 masalah .. kita bersyukur aja masi di bukakan dan jalani hidup setelah mas nyaman dan siap baru deh punya pilihan ,,, jangan di tolak apa yang udah ada di depan mas .. karna kita nga tau di situ kita akan senang atou tidak tapi kita siap menghadapinya dengan positif .. cheers
embotala Berkata:
on September 15, 2009 at 2:06 pm
4 everyone in here
Saya udh coba cara diatas bahkan sugesti itu pun sudah sering saya terapkan dari dulu, tapi hasilnya gatot
saya udh baca hampir semua komen disini
saya bukan org pinter ato sok tau [boro-boro pinter masuk peringkat 10 besar aja nggak pernah]
ada yg bilang ‘G’ adl penyakit, ada yg bilang kecewa di lahirkan sbg G dan jd G itu menjijikkan, ada yg bilang G mrpkn sebuah keputusan, ada yg bilang kita lahir jd G itu salah Tuhan/ortu, ada yg bilang jika G pengen bertobat disebut muna
aku hanya mau bilang menurutku semua itu salah kaprah, G bukan penykit, yg membutuhkan obat, G adl ego/nafsu yg harus dikontrol, G bukan keputusan, tidak ada yg ingin memutuskan diri kita jd G, kita jadi G bukan salah siapa2, org yg bilang G ingin tobat itu nipu diri sendiri adl org yg lebih muna dr siapapun, krn org sprti itu adl org yg gk mau disalahkan dan gk mau tau kesalahannya sendiri
aku gk nyalahin siapapun kok, khan semua org itu punya pendapat dan jalannya masing-masing, kenapa kecewa dan nyesel klo dilahirin jd G? tohk itu juga bukan mau kita, yg patut disesali itu ‘perbuatannya’, AllahSWT menciptakan kita jd G mungkin itu hanya ujian/cobaan didunia yg sementara ini, jika kamu2 punya tekad hadapi dan buktikan bahwa ujian ini gk begitu susah, jangan malah keluar dr agama klo udh terlanjur jd G, org sprti itu adl org yg lebih pengecut dr siapapun
Jujur!! aku sendiri juga G kok, yg sekarang sedang Fall in Love to Someone (cow’ tentunya) dan org yg kusukai itu juga G, kadang aku juga berharap klo aku berjodoh dgnya, aku bisa hidup bersamanya, dan dia bisa jadi Imam yg baik bagiku, tapi jika aku berpikir seperti itu terus berarti aku berniat lebih merusak dia donk, aku benar2 mencintai dia krn itu aku nggak ingin merusak dia, Aku slalu berdo’a semoga dia dipertemukan dg ‘tulang rusuk’nya, meskipun itu akan membuat lagunya “Olga” jd kenyataan (hancur hatiku)TT-TT , mungkin dg begitu aku akan nyerah jd G, dan berharap keturunan kamilah yg nantinya berjodoh, tp jika Allah berkehendk lain (aku ditakdirkan mati dalam keadaan G) aku akan terima kok, aku jauh lebih berharap semoga Allah mempertemukan kami di Akhirat kelak gk peduli in Hell or Heaven (tp klo bisa sih di surga aja)XP
Sekarang aku udh gk bisa terlalu berharap bakal masuk surga, krn aku sendiri gk tau nanti akan gimana dan jd apa, semuanya kuserahkan pada AllahSWT, seperti kata ‘Udin dan Asrul’ di PPT rejeki org itu beda2, ada yg mati saat Jihad ada yg mati ditempat Maksiat, kita hanya bisa berencana dan berupaya tapi yg menentukan tetap AllahSWT
aku ngomong gitu bukan berarti aku berhenti berharap, aku masih pengen kok menyelesaikan ujian yg susahnya minta’ ampun ini walopun di lain sisi aku masih ingin nyerah dan pasrah dan ingin bersama dia selayak pasangan normal
yah tp klo udh terlanjur jd G dan nyerah aku hanya mau bilang jdlah G yg gk terlalu keluar jalur, maksudku walopun udah jd G tapi tetap beriman kepada Allah dan melakukan perintahnya ‘yg lain’ dan jauhi larangannya ‘yg lain’ dan selalu istighfar, intinya jangan jd murtad jika terlanjur jd G, selama kita masih Muslim, beriman pada-’Nya’ dan berfikir perbuatan G itu salah, insya’ Allah kita semua masih bisa ketemu di Surga pd akhirnya
Tak ada manusia yg terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yg telah terjadi
Kita pasti pernah menerima coba’an yg berat
Serasa hidup ini tak ada artinya lagi
Sedikit tips
coba cari, dengerin dan hayati ketiga lagu ini :
Jika surga dan neraka >> Alm. Chrisye feat Dhani
Jangan menyerah >> D’ Masiv
Beribadah yok! >> Gigi
Rovan Berkata:
on September 16, 2009 at 1:35 am
Sudah dilakukan, sampe umrah tiga kali. Berdoa hal yang sama. Makin bejat. Doa yang wa lakukan tiap tahun ga ngefek.
Wa makin muak sama diri sendiri sampe mikir mau mati.
Kalo dibilang naluri ini menjijikkan, wa bener-bener ngga bisa nerima diri sendiri. Ya, kalo Allah mau saya masuk neraka karena INSTING dan NALURI yang Dia ciptakan, ya wa mau bilang apa? Dia yang mbikin wa.
Tahu apa yang wa impikan? Bikin keluarga yang Sakinnah mawddah wa rahmah yang bahagia… DENGAN LAKI-LAKI. Sudah, itu saja.
Saya ngga tedeng aling-aling. Saya sudah melakukan SEMUA yang anda beritahu dan saya capek. Saya lelah. Saya ngga mendengar jawaban apa-apa. Wa ke mesjid akhirnya dengan niat semoga menemui laki-laki baik yang bersedia bersanding dengan saya.
Saya capek dengan orang yang menilai Gay itu suatu hal yang buruk dan menjijikkan. Sama aja dengan orang cacat yang membenci dirinya karena dia cacat yang dibikin Dia cacat.
Percuma.
Cassandros Berkata:
on September 26, 2009 at 2:00 pm
[Keep in mind, bahwa yang dicela dalam kitab suci bukanlah 'tertarik pada sesama jenis', melainkan 'melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis']
Maap ya, kalo keliru. Tapi dari penuturanmu aku rasa sepertinya kamu menganggap umrah, doa, dll itu seperti ritual pengusir setan yang bekerja dengan sendirinya sementara kita duduk2 santai. Analoginya, seandainya pun kita memiliki alat secanggih apapun, obat semanjur apapun, kalo tidak ada usaha dari kita sendiri untuk menggunakannya demi kemanfaatan yang kita harapkan, gak bakal berfungsi.
Misalnya demikian: anda shalat jungkir balik nungging2 tiap malam, tapi ketika anda berhadapan dengan cowok cakep anda pelototi dengan tatapan menelanjangi, anda memfantasikan sesuatu yang liar, anda mendekatinya mencoba menyetuhnya dan menyapanya mengajak berbincang dan berkenalan, sehingga anda lupakan efek shalat yang sempat anda petik dan rasakan. Anda lupakan bahwa tadi malam anda sempat merasa dekat dan berdosa di hadapan Tuhan. Sama halnya anda punya pagar yang kokoh dan pintu berkunci ganda, tapi anda tidak mau menggunakan kunci di tangan anda. Jangan salahkan pagarnya [dan perancang pagarnya] kalau maling menerobos masuk dengan riang gembira.
Coba ingat2 kembali salah satu kejadian dimana anda melakukan perilaku yang dilaknat-Nya. Bagaimana awalnya, chatting via FB? Jemari siapa yang menari di atas tuts keyboard? Siapa yang menuliskan nomor HP anda untuknya? Siapa yang merekamkan nomor HPnya di HP anda? Kaki siapa yang membawa anda untuk menemuinya? Pendeknya, proses terjadinya hubungan seksual dengan sesama jenis itu tidak seketika seperti orang bersin atau tersandung, ada proses panjang dimana kita punya begitu banyak kesempatan untuk mengatakan pada diri sendiri, “Stop! Ini akan mengarah ke perilaku yang dimurkai-Nya. Mau ditaruh dimana mukaku, kalau ibadahku tadi malam kusia-siakan dengan perilaku itu. Aku harus menghentikannya, SEKARANG!”
Sudahlah, berhentilah meratap dan merengek, apalagi menyalahkan Allah. Allah menanamkan dorongan seksual kepada sesama jenis dalam diri kita bukan untuk jadi alasan pembenaran atas keputusan anda untuk mengikuti nafsu anda. Ia tidak akan menghukum kita atas ketertarikan kita, melainkan atas tindakan kita atas perilaku itu: mengekang atau menurutinya. Anda akan bilang apa di akherat, “Aku melakukan begini karena ketertarikan pemberianMu?” Kalau Ia menjawab “Aku beri ketertarikan itu bukan berarti Aku ingin kamu menurutinya.” Semakin panjang angan-angan anda mengenai keluarga sakinah dengan sesama jenis, semakin banyak waktu dan kesempatan yang anda buang percuma untuk mendekatkan diri kepadaNya.
embotala Berkata:
on Oktober 15, 2009 at 4:55 am
@Cassandros
boleh minta almat imelnya nggak? banyak yg ingin kuomongin nich!
cepet bales ya!?
ringgo Berkata:
on Oktober 6, 2009 at 8:50 am
saya harap saya bisa terbantu dengan adanya artikel ini. saya mengidap penyakit ini.saya merasa pada saat saya melihat laki2 ada rasa suka tapi lebih beorientasi liar,sampai tertulisnya komen ini saya sekarang memiliki seorang kekasih tentunya seorang wanita,tetapi saya juga menyukai seorang laki2 dan parahnya dia adalah sahabat saya sendiri,saya benci mengakui semua ini,saya tak ingin melukai kekasih saya tapi saya tidak bisa membuang perasaan gak lazim yang saya alami sekarang ini yaitu suka pada sejenis,saya selalu sembunyi tetapi sekarang saya lelah,saya mohon anda bisa bantu saya,karena jujur saya tak mau jadi seorang gay,tapi sulit sekali untuk membunuh sifat ini dalam hidup saya…
Cassandros Berkata:
on Oktober 6, 2009 at 10:10 pm
Dear Ringgo,
Membaca kisahmu, yang bisa saya tangkap adalah bahwa masalahmu sesungguhnya (sebagaimana orang lain yang juga punya same-sex attraction, SSA) bukanlah SSA itu sendiri, melainkan persepsimu atas SSA yang kamu punyai, dan caramu memandang dirimu sendiri. Buktinya, jose yang juga punya SSA seperti kita, ternyata enjoy2 aja dan cukup PD, demikian pula beberapa komentator lainnya.
Kalau kamu menganut keyakinan yang mencela praktik perilaku seksual dengan sesama jenis, that’s fine. Tapi itu bukan alasan untuk memandang diri sebagai korban dari ‘penyakit’, misalnya (atau komentator lainnya, korban dari takdir, pelecehan seksual di masa kanak2, pola asuh ortu, dll). Juga, tidak perlu merasa bersalah atas perasaan yang dimiliki, karena perasaan bukanlah objek penilaian benar-salah. Kita ni dinilai berdasar action yang kita ambil, bukan atas perasaan kita.
Karena itu, selagi belum ada jalan untuk mengubah perasaan/ketertarikan anda, cobalah untuk belajar hidup bersama perasaan itu. Dekati dan amati perasaan itu baik-baik sebagai bagian dari diri anda, cari tahu kapan dan bagaimana ia muncul. Anda adalah pemilik dari diri anda, maka sudah seharusnya anda mengendalikan ekspresi dari perasaan anda, bukan sebaliknya: Ia yang menguasai anda. Boleh jadi anda saat ini masih tertarik pada sesama jenis, tapi anda tidak punya kewajiban atau tak terelakkan untuk melampiaskannya. Coba baca sesama kita dalam menjalani nasibnya: “I’ve come to accept that there is a homosexual part inside that I may never be able to get rid of. But maybe I can learn to live with it. The other day I was at the swim club with my wife and sons. A man in a very tight bathing suit walked by and I caught myself staring and beginning to have fantasies. But just as quickly, I stopped myself, told myself it was not such a big deal, and dove in the water. And it didn’t ruin my day.” Selengkapnya bisa baca di http://www.narth.com/docs/richfield.html
Dee Berkata:
on Oktober 9, 2009 at 10:09 am
Gw bukan gay / lesbian, tapi gw pacaran & berniat sungguh2 mau nikah dengan dia yang seorang bisex. Hati gw sakit banget waktu tau dia gay karna hampir 6 tahun pacaran, baru 2 tahun belakangan ini gw tau dia itu bisex. gw gak pernah berhubungan badan samasekali sama dia karna gw rasa belum waktunya.
apa gw salah kalo gw percaya dia bisa jadi laki2 sejati ? karna lingkunganku bilang lebih baik aku tinggalin dia….
Tiap malam gw cuma bisa nangis & berdoa, minta ALLAH selalu menyayangi & menjaganya…
Tuhan gw bingung banget…
Cassandros Berkata:
on Oktober 11, 2009 at 2:39 pm
Kalamu kamu sudah memilih, siapkan diri untuk menanggung segala konsekuensinya, sebagaimana dia berniat untuk meninggalkan dunia gay, tetnunya dia juga harus siap menanggung konsekuensinya.
Ni-cole Berkata:
on Oktober 10, 2009 at 9:12 am
kecenderungan sesama jenis bisa dikekang, tentu saja…
walaupun tidak bisa diubah, tapi anggaplah itu sebagai ujian hidup kita…
kecenderungan terhadap sesama jenis hanyalah pemberian Tuhan, bagaimana cara untuk menyikapinya bukan untuk dilampiaskan, bukan pula pembenaran perbuatan homoseksual yang kita lakukan…
yang penting kita tidak berzina secara hati, mata,pendengaran, pikiran ataupun nyata…
kita tetap berjuang untuk selamanya
lubisgrafura Berkata:
on Oktober 13, 2009 at 2:24 am
Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pemosting dalam http://www.lubisgrafura.co.cc
Sungguh, saya tidak menduga bahwa apa yang sebenarnya adlaah sebuah keisengan ternyata memiliki respon yang luar biasa dari tema-teman. Saya mohon maaf karena tidak bisa selalu online setiap saat, namun insyaallah mulai dari sekarang akan saya moderasi mengenai postingan ini.
Sejujurnya banyak hal yang kurang di dalam pemostingan ini, terutama dalam hal keilmiahan. Tentu saja, ini semua membutuhkan yang namanya revisi. aya pun sepakat bahwa GAY tidak harus diperlakukan seperti halnya penderita AIDS. Saya memiliki keyakinan yang kuat kepada teman-teman yang ingin keluar dari permasalahan ini sudah berusaha semaksimal mungkin.
Tidak ada harapan lain dan juga tidak ada doa selain agar teman-teman yang tengah berjuang mencari kesejatian diri bisa menemukan siapa dirinya. sebab, dengan menemukan dirinya, saya yakin kebenaran sejati itu ada di sana. Kebenaran yang tidak bisa ditangkal. Sebuah kebenaran yang dulu pernah dibawa oleh seorang yang kita agungkan.
Slam buat keluarga dan teman dekat.
Lubis Grafura
http://www.lubisgrafura.co.cc
pranala lanjutan ke : http://www.mpk-osis-smkn1nglegok.tk
Cassandros Berkata:
on Oktober 15, 2009 at 10:13 am
@ embotala
gabunglah ke http://groups.yahoo.com/group/hijrah_euy , saya juga anggota, moga2 kita bisa diskusi di sana
embotala Berkata:
on Oktober 16, 2009 at 3:42 am
@Cassandros
gk mau ngasih ya!?
aku ini pake’ gmail jadi gk bisa gabung, soi ya!
sebenernya ada yg ingin kuomongin abot masala jwbanmu ke Rovan itu
sebenernya sich aku agak kesel anda bilang kayak gitu padanya, tapi emang semua kata2mu bener sich dan aku nggak akan menyangkalnya
ada satu hal yg ingin saya tau, emang perbuatannya kan salah, saya juga nggak ingin ngelakuin itu [diluar nikah] tapi kalo kasusnya gini gimana:
>>jika suka ama seseorg, dan selama pacaran nggak melakukan perbuatan yg dilarang, tapi suatu saat setelah sekian lama pacaran mereka ingin nikah karena ingin hidup bersama bukan karena ingin sex-nya, terus setelah nikah, bener2 seperti suami istri [pasangan normal] melakukan kegiatan seperti biasa/pasangan kebanyakan, kayak sholat berjama’ah, zakat, menemani dikala suka maupun duka dan hal2 lainnya yg nggak dilarang agama, klo gitu gimana?
terus melakukan hubungan seperti itu setelah menikah apa akan dianggap sah? [klo psangan normal setelah nikah terus melakukan hub. intim kan dianggap halal]
>penjelasan di Al Qur’an pd jaman dulu itu kan org2nya[G] liar, semua org ingin dijadiin korban, hubungan yg mereka lakukan itupun cuman didasari nafsu belaka[zina], terlebih lagi mereka menganggap diri mereka bener, dan jelas2 itu salah, makanya Allah mengazab mereka.
Tapi kasus ini mengarah seperti seorg laki2 mencintai ceweknya dan ingin menikah dg cewek itu bukan semata-mata karena sex ato menginginkan tubuhnya, karena di Al Qur’an nggak ada penjelasan apa klo nikah dulu terus ngelakuin itu dianggep halal? apa untuk seorg G menyentuh sesama itu termasuk dianggap dosa? krn bagi org normal cowok bersentuhan kulit dg cewek aja udah masuk gol. dosa karena bukan muhrim
Soal salah menyalahkan nggak ada yg patut di salahkan koq, jika emang kelak aku masuk neraka karena hal ini aku akan ngaku klo aku sendiri yg melakukan semua kesalahanku atas kesadaranku/kekhilafanku, bukan karena dia memberiku nafsu ini, aku akan terima semuanya, klo itu terjadi berarti itu emang takdirku khan, siapa yg masuk surga ato neraka pasti udah ada catatannya dr sebelum kita dilahirkan
Aku juga ingin bersanding dg orang yg kusukai itu juga bukan karena sex koq, aku emang cinta dia tapi selain itu jika aku bener2 ditakdirin bersanding dg dia aku akan coba mbuat dia selalu ingat pada sang Pencipta, jujur ya! aku malah belum pernah sekalipun bertemu muka dg dia, dia juga nganggep aku jadi adhek doank, dia nggak pernah sekalipun merayuku ato nggombal, malah dia pernah nyuruh aku jaga jarak ama dia karena dia G, dia juga udah tau perasaanku padanya kok, so kecil kemungkinan aku mencintainya karena nafsu khan!? tapi tetap jika kelak aku ditakdirkan sebagai G selamanya aku ingin dia yg bersanding dgku, akupun nggak keberatan kok jika suatu saat yg diatas mentakdirkan dia keluar dr lubang itu, akupun akan berhenti ngejar dia , mungkin aku bisa berhenti jd G jika itu terjadi, dan kemungkinan ketemu dia di surga jd lebih besar
Sori jika pendapatku salah
oh ya Sori lagi klo salah ngomong tapi apa sampean itu juga G?
Cassandros Berkata:
on Oktober 16, 2009 at 7:12 am
Bukannya gak mau ngasih, tapi gimana aku mau ngasih alamat imel, lha wong dirimu juga gak ngasih, lantas aku kirim kemana tanggapanku?!
Baiklah, katakanlah kamu mencintai seseorang, pertanyaannya adalah: Haruskah menikahinya?
Ada begitu banyak macam cinta. Nah, cintamu ini cinta apa? Jika asmara, meskipun tidak berhubungan seksual, bukankah basicnya adalah seksual juga? Lain lagi kalo cinta kekeluargaan, cinta persahabatan, cinta persaudaraan, cinta illahi, dll.
Pertanyaan2mu itu sebetulnya tidak perlu dijawab. Sudah jelas bahwa pernikahan itu dilakukan oleh pria dan wanita. Titik. Gak perlu lagi melintir2 dalil agama dan logika hanya mengejar harapan palsu, itu sudah ditetapkan dalam ayat kauliyah dan kauniyah.
Ada bukti apa bahwa semua orang pd masa Luth as itu gak ada satupun yang bercinta, hanya memperkosa doank? Lagian, yang disebut di Quran adalah perilaku seksual, gak peduli dgn cinta atau nafsu thok.
Kalo soal apa berlaku nggaknya hukum2 yang berlaku antar bukan mahram lawan jenis, pada sesama jenis yang punya same-sex attraction, itu pertanyaan bagus yang perlu ditanyakan ke ulama.
Soal takdir apa yang dipersiapkan kita, kita gak usah mendahului keputusan yg di atas. Kita cuma dituntut untuk berusaha sebisa kita mengikuti apa yang sudah diperintahkan-Nya sesuai kemampuan kita. Jgn mentang2 kita punya same-sex attraction yg kita gak tau penyebabnya dan kita kesulitan mengendalikan diri apalagi mengubahnya, terus kita bilang “yah mau gimana lagi, ini memang takdirku,” terus mempersiapkan diri untuk masuk neraka. PLIS DEH.
lebih baik fokuslah pada porsimu, yaitu USAHA BERSUNGGUH2 alias JIHAD. Insya Allah Ia akan merahmatimu berdasarkan usaha itu dan niatmu.
embotala Berkata:
on Oktober 17, 2009 at 2:38 pm
hey! udh ku jawab tuh
gk nyampek ya?
embotala Berkata:
on Oktober 16, 2009 at 12:49 pm
@ Cassandros
oke ini almat imelku:
grasshead02@gmail.com
Andai emang bisa selalu bersamanya tanpa nikah aku bersedia cuman jd Adek/temennya doank, iya klo dia dpt pasangan cewek aku gk kuatir aku masih bisa terus kontak dg dia meskipun dg menahan rasa sakit dan itu masih mending, tapi jika dia mendapat pasangan G terus karena di Indonesia kan gk ngakui G, dia jd ke Belanda dan aku akan kehilangan dia gimana? dan juga aku takut krn dia gk bisa keluar dr jurang trus dia mendpt pasangan yg menjurus lebih kekemaksiatan [membuat dia jd spt hikaru yg akhirnya jauh dr agama] aku gk bisa nerima itu, mungkin terdengar egois tapi bisa dibilang lebih baik aku yg tersiksa drpd melihat org yg kusayangi tersiksa.
pendapatku ini mungkin salah tp menurutku lebih baik mati sbg G muslim drpd mati sbg musyrik [meski bukan G].
seburuk2nya jalan pasti ada jalan yg lebih baik
Soal cinta aku gk ngerti ini bener2 cinta ato gk, yg jelas perasaan ini tidak pernah kurasakan sebelum ini, kt org2 sich itu tandanya Fall in love, sori krn aku gk pernah mencintai seseorg jd aku gk gitu ngerti, yg jelas aku gk ingin kehilangan dia
Oke sampean bener emang menikah jus for Str8, aku ngerti kok, aku gk niat nyangkal, tp menurutku klo ada niat nikah [G] meski dilarang, itu artinya ingin membatasi nafsunya kan!? pean sendiri mendukung jose, aku juga sadar dan nerima keadanku yg sekarang, jika jose gk bisa keluar krn dia udah punya pasangan, aku gk bisa keluar karena aku ingin membatasi kemlencengan org yg aku sayangi agar tdk terjerumus lebih dalam
emang gk ada bukti, tp bercinta bukan berarti ingin nikah kan!? dan soal memperkosa ada ayat yg bilang saat tamu Nabi Luth as berkunjung mereka ingin memperkosa mereka semua, dan itu bukti bahwa pd saat itu kebanyakan dr mereka didasari nafsu belaka, dan mereka di azab olh Allah karena mereka terang-terangan mengusir Nabi Luth yg menasehati mereka dan menyatakan diri mereka benar, Apa smpean bisa jamin jika pada saat itu banyak org yg menerima nasehat beliau dan mendiskusikan baik2 tentang perasaan gk lazim ini, keadaannya bakal sama saja? [diazab]
Bukannya mendahului kok tapi emang takdir itu seperti itu, kamu pernah denger gk kisah ada Kyai tp jd penghuni neraka dan maling tp jadi penghuni surga? emang itu diluar nalar tp itu emang bener2 terjadi kan!? kamu juga pernah denger kisah pelacur masuk surga? masih banyak kok kisah2 yg gk bisa diterima logika tp emang terjadi, dan itu semua karena udah ditakdirkan, apa kamu juga bisa jamin gk bakalan ada G yg masuk surga?
sekarang aku gk nyesel dilahirin sbg G aku juga gk nyesel jika nanti mati sbg G krn aku mash yakin selama aku muslim Allah akan menunjukkan jln yg terbaik utkku, krn dosa terberat yg tak bisa terhapus dan diampuni adl mati sbg seorg musyrik, oh ya ada juga kisah santri yg rajin dan taat beribadah tp mati saat baru saja jd musyrik lho!! Na’udzubillah mindzalik[padahal bukan G]
ya… harapanku cuman satu, semoga aku dan dia jd muslim hingga ajal menjemput soal jd G ato gk itu urusan nanti
yeee… siapa bilang kayak gitu, aku malah sedikit lebih giat beribadah drpd sebelumnya kok[jd Riya' dech] karena berpikir kemungkinan masuk neraka lebih besar, dan asal tau aja ya aku seperti itu bukannya takut ama neraka tp krn aku sadar siapa diriku, aku sadar aku ini bengkok jd aku ingin membuat kebengkokkanku jd tdk begitu kentara di mata sg Khaliq, dan itung2 jika emang kelak takdirku bersanding dgnya aku bisa sedikit membimbingnya kan!?
masalah kamu juga G apa gk? kok gk di jawab sich?
cepet bales ya?
rach Berkata:
on Oktober 27, 2009 at 12:34 pm
mas ni email saya Rach.emon2008@gmail.com kita bisa sharing
Ni-Cole Berkata:
on November 3, 2009 at 8:15 am
SELAMANYA BERJUANG HINGGA AKHIR HAYAT
Jangan menyerah
terus pertahankan kebenaran
!
analogikan:
seorang koruptor,bukan takdir dia untuk jadi koruptor.
dia hanya punya kecenderungan untuk serakah terhadap harta, maka apabila dia mngembangkan keserakahanya dan berperilaku sebagai koruptor maka itulah yang dinilai, keputusan orang tersebut yang dinilai, bukan kecenderungan/potensinya.
tapi kalo dia sudah memutuskan jadi koruptor, apakah kita akan memakluminya, karena ketidaksempurnaanya?
membiarkan ia selamanya menjadi koruptor?
walaupun dia tidak menjadi koruptor tapi kecenderungannya masih ada itu gak apa-apa selama ia tidak mewujudkannya dalam perilaku!
PARADIGMA itu yang harus kita ubah
obert Berkata:
on November 5, 2009 at 3:44 am
assalamu’alaikum…..
bwt smw yang kenal ma gw…pliss jangan ngajauhin gw.
w ga mau kayak gini….
kalo waktu itu ga terjadi,pasti w ga kan bgini…
kita smw yang G adalah orang2 yang bodoh….
ALLAH mnciptakn CW bwt di peristri,tp qt mlah pengen cwo….
tobat yu…
niat kan deh..
hanya ALLAH yang dapa merubah smwanya…
ALLAH gakan merubah swatu umat,sebelum ada niat yang kokoh dari umat nya sendiri…..
nob Berkata:
on November 13, 2009 at 4:17 am
Waahhh….jadi bingung sebenrnya saya ini apa ??? setelah dekat dgn pria, pgn deket deket sama wanita. setelah deket sama wanita, pgn deket sama pria….pusyingggggg,……ada yang mau sharing gak ?? e-mail aku ini
mr.ccy@live.com
plis send me a message.

help me find a way
thx
angel Berkata:
on November 20, 2009 at 7:42 am
sengsara menjadi g uy gmana caranya bisa kembli di jalan yang lurus