Archive for 2007

Sekolah Gratis Bagi Yang Keluarga Kurang Mampu

Mohon disebarkan (semoga bermanfaat) Jika tidak berkeberatan forward di milis2 di mana anda bergabung. Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade,Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 telp.
7990412 HP: 085691500258.
Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu
Best Regards,
Ade Andria
Outreach Sampoerna Foundation
Sampoerna Strategic Square Tower A, 27th Floor
Jl. Jendral Sudirman Kav. 45 Jakarta 12930 INDONESIA
Phone: 62 21 577 2340 ext.7399
Fax: 62 21 577 2341 Mobile: 0816 948 948
Email: ade.andria@sampoernafoundation.org
Website: http://www.sampoernafoundation.org

Today’s Lyrics

Today’s Lyrics
Enya – Only Time

Who can say
where the road goes
where the day flows
– only time
And who can say
if your love grows
as your heart chose
– only time

Who can say
why your heart sighs
as your love flies
– only time
And who can say
why your heart cries
when your love lies
– only time

Who can say
when the roads meet
that love might be
in your heart
And who can say
when the day sleeps
if the night keeps
all your heart

Night keeps all your heart

Who can say
if your love grows
as your heart chose
– only time
And who can say
where the road goes
where the day flows
– only time

Who knows – only time
Who knows – only time

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 34 TAHUN 2007 TANGGAL 5 NOVEMBER 2007 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UJIAN NASIONAL 2008 (SKL UN 2008)

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 34 TAHUN 2007 TANGGAL 5 NOVEMBER 2007 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UJIAN NASIONAL 2008 (SKL UN 2008)
Bisa di download di sini:

keputusan_bsnp_984-bsnp-xi-2007_pos_-un_2007_2008.pdf

skl-un-2007-2008.pdf

1. BAHASA INDONESIA SMP/MTs
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Membaca dan memahami berbagai
ragam wacana tulis (artikel, berita,
opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta,
denah), berbagai karya sastra berbentuk
puisi, cerpen, novel, dan drama.
• Membaca dan memahami berbagai bentuk
wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel,
bagan, grafik, peta, denah) dan karya sastra
puisi, cerpen, novel, drama, yang mencakup
– gagasan utama paragraf
– kritikan isi bacaan
– kesamaan informasi dari beberapa teks berita
– isi berita
– perbedaan penyajian beberapa teks berita
– fakta/pendapat, simpulan bacaan
– gagasan utama dan pendukung dalam tajuk
– fakta dalam tajuk
– keberpihakan penulis
– simpulan isi tajuk
– isi tabel, bagan, grafik, peta, atau denah
– unsur intrinsik puisi
– unsur intrinsik cerpen
– unsur intrinsik novel
– unsur intrinsik drama
2. MENULIS
Menulis karangan nonsastra dengan
menggunakan kosakata yang bervariasi
dan efektif dalam bentuk buku harian,
surat resmi, surat pribadi, pesan
singkat, laporan, petunjuk, rangkuman,
slogan dan poster, iklan baris, teks
pidato, karya ilmiah, dan menyunting
serta menulis karya sastra puisi dan
drama.
• Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi,
dan pengalaman dalam berbagai wacana tulis
berupa
– buku harian
– surat pribadi
– surat resmi
– pesan singkat (memo)
– laporan
– petunjuk melakukan sesuatu
– rangkuman
– slogan/poster
– iklan baris
– teks pidato
– karya ilmiah
– pantun
– puisi
– drama
• Menyunting berbagai ragam teks berpedoman
pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata,
keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan
kebulatan wacana
2
2. BAHASA INGGRIS SMP/MTs
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tertulis pendek baik teks fungsional
maupun esei sederhana berbentuk
deskriptif (descriptive, procedure dan
report) dan naratif (narrative dan
recount) dalam konteks kehidupan
sehari-hari.
• Memahami makna teks tulis fungsional pendek
seperti pesan pendek, pengumuman, kartu
ucapan, label, iklan, brosur, surat pribadi, dan
lain-lain) dan esei sederhana berbentuk
deskriptif (descriptive, procedure dan report)
dan naratif (narrative dan recount) dalam
konteks kehidupan sehari-hari dengan cara
mengidentifikasi:
– gagasan utama (judul, tema, pokok pikiran)
– informasi rinci tersurat
– informasi tersirat
– rujukan kata
– makna kata, frasa dan kalimat (termasuk kosa
kata, tata bahasa dan ciri kebahasaan lainnya
yang terkait dengan jenis teks dan tema)
2. WRITING (Menulis)
Mengungkapkan makna secara tertulis
teks fungsional pendek dan esei
sederhana berbentuk deskriptif
(descriptive, procedure dan report)
dan naratif (narrative dan recount)
dalam konteks kehidupan sehari-hari.
• Mengungkapkan makna dalam bentuk teks tulis
fungsional pendek seperti pesan pendek,
pengumuman, kartu ucapan, label, iklan, brosur,
surat pribadi, dan lain-lain, dan esei sederhana
berbentuk deskriptif (descriptive, procedure dan
report) dan naratif (narrative dan recount) dalam
konteks kehidupan sehari-hari dengan cara:
– menyusun kata/kalimat acak menjadi
kalimat/paragraf yang padu,
– melengkapi kalimat/paragraf/teks rumpang.
3
3. MATEMATIKA SMP/MTs
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami konsep operasi hitung dan
sifat-sifat bilangan, perbandingan,
aritmetika sosial, barisan bilangan,
serta mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
• Bilangan
– Operasi hitung bilangan bulat
– Operasi hitung bilangan pecahan
– Perbandingan
– Aritmetika sosial
• Barisan bilangan
– Pola bilangan
– Rumus suku ke-n
2. Memahami operasi bentuk aljabar,
konsep persamaan dan pertidaksamaan
linear, persamaan garis, himpunan,
relasi fungsi, sistem persamaan linear,
serta mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
• Operasi bentuk aljabar
• Persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
• Himpunan
– Himpunan bagian
– Irisan dan gabungan dua himpunan
– Diagram Venn
• Relasi dan fungsi
– Aturan pemetaan
– Nilai fungsi
– Grafik fungsi linier
• Sistem persamaan linear dua variabel
• Gradien dan persamaan garis lurus
3. Memahami bangun datar, bangun
ruang, garis sejajar, dan sudut, serta
mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
• Bangun datar (Segitiga, Segiempat dan
Lingkaran)
– Sifat-sifat
– Sudut
– Luas dan keliling
– Garis singgung lingkaran
– Teorema Pythagoras
– Kesebangunan
– Kongruensi
• Bangun ruang
– Unsur-unsur
– Model kerangka dan jaring-jaring
– Luas permukaan dan volume
• Garis sejajar
– Sifat-sifat dan besar sudut
4. Memahami konsep dalam statistika,
serta mampu menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
• Statistika
– Tendensi sentral/ukuran pemusatan
– Menyajikan dan menafsirkan data
4
4. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMP/MTs
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Melakukan pengukuran dasar secara
teliti dengan menggunakan alat ukur
yang sesuai dan sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
• Besaran dan satuan
• Pengukuran
2. Menerapkan konsep zat dan kalor serta
kegunaannya dalam kehidupan seharihari.
• Wujud zat
• Massa jenis
• Pemuaian
• Kalor dan perpindahan kalor
3. Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika
(gerak, gaya, usaha dan energi) serta
penerapannya dalam kehidupan seharihari.
• Gerak lurus, gaya, dan percepatan
• Tekanan pada benda padat, cair, dan gas
• Perubahan bentuk energi
• Usaha dan energi
• Pesawat sederhana
4. Memahami konsep-konsep dan
penerapan getaran, gelombang, bunyi
dan optik dalam produk teknologi
sehari-hari.
• Getaran dan gelombang
• Bunyi
• Optik geometrik (cahaya)
• Alat-alat optik
5. Memahami konsep kelistrikan dan
kemagnetan serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
• Listrik statis
• Listrik dinamis
• Energi dan daya listrik
• Kemagnetan
• Induksi elektromagnetik
6. Memahami sistem tata surya dan proses
yang terjadi di dalamnya.
• Sistem tata surya
• Matahari sebagai bintang
• Gerakan bumi (rotasi dan revolusi)
• Gerhana, pasang naik, dan pasang surut
7. Mendeskripsikan ciri-ciri dan
keanekaragaman makhluk hidup,
komponen ekosistem serta interaksi
antar makhluk hidup dalam
lingkungan, pentingnya pelestarian
makhluk hidup dalam kehidupan.
• Ciri-ciri makhluk hidup
• Pengelompokan makhluk hidup
• Keragaman pada tingkat organisasi kehidupan
• Keanekaragaman makhluk hidup dan upaya
pelestariannya
• Komponen ekosistem, peran dan interaksinya.
• Pengelolaan lingkungan untuk mengatasi
pencemaran dan kerusakan lingkungan.
• Hubungan antara kepadatan populasi manusia
dengan lingkungan
5
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
8. Mengkaitkan hubungan antara struktur
dan fungsi jaringan/organ-organ pada
tumbuhan dan manusia.
• Sistem gerak pada manusia
• Sistem pencernaan pada manusia
• Sistem pernapasan pada manusia
• Sistem peredaran darah pada manusia
• Sistem ekskresi pada manusia
• Sitem saraf pada manusia
• Struktur dan fungsi tubuh tumbuhan
• Macam-macam gerak pada tumbuhan
• Proses perolehan nutrisi pada tumbuhan
9. Mengaplikasikan konsep pertumbuhan
dan perkembangan, kelangsungan
hidup dan pewarisan sifat pada
organisme serta kaitannya dengan
lingkungan, teknologi dan masyarakat.
• Pertumbuhan dan perkembangan
• Kelangsungan hidup organisme
• Cara-cara reproduksi
• Teknologi reproduksi, hubungannya dengan
lingkungan dan masyarakat
10. Mengindentifikasi bahan kimia alami
dan buatan yang terdapat dalam bahan
makanan dan pengaruhnya terhadap
kesehatan.
• Bahan kimia dalam bahan makanan
• Zat aditif dan psikotropika
6
5. BAHASA INDONESIA SMPLB – B
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami berbagai jenis wacana
nonsastra yang berupa teks bacaan,
berbagai jenis paragraf (narasi,
deskripsi, argumentasi, eksposisi).
• Menjawab pertanyaan isi tersurat yang berupa
teks bacaan, berbagai jenis paragraf (narasi,
deskripsi, argumentasi, eksposisi)
• Menjawab pertanyaan isi tersirat yang berupa
teks bacaan berbagai jenis paragraf (narasi,
deskripsi, argumentasi, eksposisi)
• Menentukan gagasan pokok dan gagasan
penjelas dari teks bacaan
2. Menyunting isi (ketepatan isi, urutan
isi) menyunting bahasa (berbagai kata,
gabungan kata, istilah, berbagai
struktur kalimat, kelengkapan paragraf
serta penggunaan ejaan dan tanda
baca).
• Mengidentifikasi kesalahan isi (ketepatan isi,
urutan isi)
• Mengidentifikasi kesalahan bahasa (penggunaan
berbagai kata, istilah, gabungan kata, berbagai
struktur kalimat, kelengkapan paragraf serta
penggunaan ejaan dan tanda baca)
• Memperbaiki kesalahan isi dan penggunaan
bahasa
3. Menggunakan kata, kalimat, serta ejaan
dan tanda baca dalam berbagai ragam
tulisan atau dalam bentuk karangan.
• Menggunakan kata dan kalimat sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia yang benar
• Menggunakan ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan atau karangan
4. Mengapresiasikan karya sastra yang
berupa puisi, prosa, fiksi dan drama
untuk memahami isi dan merefleksikan
isinya dalam kehidupan sehari-hari.
• Menemukan unsur intrinsik berbagai karya sastra
yang berupa puisi, atau prosa fiksi
• Merefleksikan isi karya sastra dalam kehidupan
sehari-hari
5. Menggunakan kosakata yang bervariasi
dan efektif dalam bentuk paragraf
narasi, deskripsi, eksposisi berbagai
surat dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyusun kerangka isi paragraf narasi, berbagai
surat dalam kehidupan sehari-hari
• Mengembangkan secara utuh paragraf narasi,
berbagai surat dalam kehidupan sehari-hari
7
6. BAHASA INDONESIA SMPLB – A, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami berbagai jenis wacana
nonsastra yang berupa teks bacaan,
berbagai jenis paragraf.
• Menjawab pertanyaan isi tersurat wacana yang
berupa teks bacaan, berbagai jenis paragraf
(narasi, deskripsi, argumentasi, dan eksposisi)
• Menyimpulkan isi teks yang berupa bacaan
berbagai jenis paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi, dan eksposisi)
2. Menyunting bahasa (berbagai kata,
gabungan kata, berbagai struktur
kalimat, kepaduan/ kelengkapan
paragraf serta penggunaan ejaan dan
tanda baca.
• Mengembangkan kata menjadi kalimat
• Mengidentifikasikan kesalahan bahasa
(penggunaan berbagai kata, gabungan kata,
berbagai struktur kalimat, kepaduan/
kelengkapan paragraf serta penggunaan ejaan
dan tanda baca)
• Memperbaiki kesalahan penggunaan bahasa
3. Menggunakan kata, kalimat, serta ejaan
dan tanda baca dalam berbagai ragam
tulis.
• Menggunakan kata dan kalimat sesuai dengan
kaidah
• Menggunakan ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan
4. Mengekspresikan karya sastra yang
berupa puisi, prosa fiksi, dan drama
untuk memahami isi dan merefleksikan
isinya dalam kehidupan sehari-hari.
• Menemukan unsur intrinsik berbagai karya sastra
• Merefleksikan puisi dalam kehidupan sehari-hari
• Mengungkapkan perasaan dengan pantun
8
7. BAHASA INGGRIS SMPLB – B
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tertulis interpersonal dan transaksional
sederhana secara formal dan informal
dalam konteks kehidupan sehari-hari.
• Menggunakan kata, kelompok kata, kalimat,
istilah-istilah teknis, nama dan fungsi alat-alat
dalam bidang pengajaran ketrampilan dalam
tingkat sederhana
Contoh :
Keterampilan tata busana :
Sewing machine, scissors, needle, dressmaker
Keterampilan tata boga :
Blender, mixer, sugar, chilli, fried chickens,
dinner, party, kitchen
Keterampilan computer :
CPU, Keyboard, printer, scanner, laptop, mouse,
etc
Keterampilan otomotif :
Sparepart, showroom, fuel, empty, mechanic,
garage, etc
Keterampilan cetak sablon :
Screen, paper, namecard, ID card, order, etc
2. WRITING (Menulis)
Mengungkapkan perasaan, kehendak,
pendapat, pengalaman secara tertulis
dalam wacana interpersonal dan
transaksional secara sederhana secara
formal maupun informal dalam konteks
kehidupan sehari-hari.
• Menulis kata, ungkapan dan teks fungsional
pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda
baca yang tepat yang ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya: menuliskan
ucapan selamat, pesan pendek, menu, resep
Ucapan selamat :
– congratulation
– happy anniversary
– etc
Pesan pendek :
– don’t go anywhere
– I’ll be back soon
– I’m on the way, please wait
– Etc
Resep :
Ingredient for fried rice :
– rice
– chili
– onion
– salt
– oil
– soy sauce
– eggs
9
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
– etc
• Melengkapi paragraf/teks monolog/teks
fungsional pendek sangat sederhana dengan
ejaan dan tanda baca yang tepat yang ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
… went to the market yesterday
10
8. BAHASA INGGRIS SMPLB – A, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. READING (Membaca)
Memahami makna teks tulis berupa
teks fungsional pendek (pengumuman,
label, dsb) yang ditemukan dalam
berbagai konteks, situasi dan berbagai
jenis teks (naratif, deskriptif, dsb) yang
menggunakan bahasa sangat sederhana.
• Menemukan pesan utama dalam teks tulis
• Menemukan informasi rinci dan informasi
tertentu
• Menemukan makna tersurat dan tersirat
• Menafsirkan makna kata sesuai konteks
2. WRITING (Menulis)
Mengungkapkan makna secara tertulis
dalam berbagai teks fungsional pendek
(pesan, kartu ucapan, dsb) yang
digunakan dalam berbagai konteks,
situasi, serta menulis berbagai jenis
paragraf (naratif, deskriptif, dsb) yang
menggunakan bahasa sangat sederhana.
• Menyusun kata acak menjadi kalimat
• Menyusun paragraf acak menjadi teks berbentuk
naratif, deskriptif
• Melengkapi teks fungsional
pendek/monolog/paragraf/ kalimat.
11
9. MATEMATIKA SMPLB – A, B, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami konsep dan operasi
himpunan, serta mampu
menggunakannya dalam menyelesaikan
masalah.
• Himpunan
• Operasi himpunan
– Irisan dua himpunan
– Gabungan dua himpunan
• Diagram venn
2. Mampu melakukan operasi hitung
bilangan dan bentuk aljabar
sederhana serta mampu
menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
• Operasi hitung bilangan bulat
• Operasi bentuk aljabar
• Kelipatan dan faktorisasi
– FPB
– KPK
• Perbandingan
• Pecahan
– Bentuk desimal
– Bentuk persen
– Operasi pada pecahan
3. Memahami sifat dan mampu
menghitung besaran-besaran yang
terkait dengan bangun geometri.
• Sudut
– Jenis sudut
– Hubungan antarsudut
– Besar sudut
• Bangun datar
– Jenis-jenis segitiga
– Keliling dan luas persegi, persegi panjang,
dan segitiga
– Membedakan jajaran-genjang, belah ketupat,
layang-layang, dan trapesium
– Teorema Pythagoras
• Bangun ruang
– Sisi, rusuk, titik sudut kubus dan balok
– Luas dan volume kubus dan balok
4. Mampu melakukan perhitungan
untung/rugi dan persentase dalam
perdagangan.
• Pembelian
• Penjualan
• Untung
• Rugi
5. Menginterpretasikan hubungan antara
waktu, jarak, dan kecepatan serta
mampu menggunakan dalam
penyelesaian masalah.
• Waktu, jarak, dan kecepatan
12
10. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMPLB – B
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Melakukan pengukuran dasar dengan
alat ukur yang sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
• Besaran dan satuan; besaran pokok, besaran
turunan, dan satuan
• Pengukuran besaran pokok dan besaran turunan
2. Mengidentifikasi karakteristik zat yang
berwujud padat, cair, dan gas
• Zat dan wujudnya: konsep massa jenis, sifat-sifat
zat padat, zat cair, dan gas
• Penerapan zat dan wujudnya dalam kehidupan
sehari-hari
3. Menjelaskan konsep dasar tentang suhu
dan kalor secara kualitatif dan
perhitungan sederhana serta mampu
menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
• Perpindahan kalor: konduksi, konveksi, radiasi,
konduktor dan isolator panas serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menjelaskan konsep dasar tentang
getaran, gelombang, karakteristik
gelombang bunyi, cahaya dan optika
serta mampu menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
• Gelombang: gejala gelombang, besaran dasar
gelombang, jenis-jenis gelombang, gejala
pantulan dan penerapan dalam kehidupan seharihari.
• Cahaya: perambatan cahaya, bayangan, cermin
dan karakteristiknya, lensa dan karakteristiknya,
alat-alat optik serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
5. Menjelaskan konsep dasar tentang tata
surya secara kualitatif.
• Tata surya: pengertian dan anggota tata surya
seperti planet, satelit, komet, asteroid; rotasi dan
revolusi bumi, gerhana, serta sistem penanggalan
• Kondisi alam yang dipengaruhi oleh tata surya
dalam kehidupan sehari-hari
6. Memahami dasar-dasar klasifikasi dan
mengelompokkan organisme melalui
pengenalan ciri-cirinya dan penerapan
dasar-dasar klasifikasi.
• Ciri-ciri makhluk hidup
• Dasar-dasar klasifikasi
• Keanekaragaman tumbuhan, keanekaragaman
hewan
• Pengelompokan tumbuhan dan hewan
berdasarkan ciri-cirinya.
7. Mengidentisifikasi komponenkomponen
ekosistem dan menjelaskan
saling keterkaitan/ketergantungan
hidup baik secara umum maupun yang
khas.
• Komponen ekosistem
• Keseimbangan ekosistem
• Saling ketergantungan (rantai makanan dan
jaring-jaring makanan), pola-pola interaksi
(simbiosis)
8. Mendiskripsikan hubungan antara
struktur dan fungsi organ/sistem organ
pada tumbuhan/hewan.
• Struktur dan fungsi alat tubuh tumbuhan
• Struktur dan fungsi sistem organisasi pada hewan
(mekanisme gerak, sirkulasi, pencemaran,
13
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
respirasi, ekspresi, reproduksi, koordinasi)
9. Memahami konsep kelangsungan hidup
(adaptasi, seleksi alam, persilangan dan
perkembangbiakan) disertai dengan
aplikasi dari konsep-konsep tertentu.
• Prinsip-prinsip adaptasi, seleksi alam,
persilangan, dan perkembangbiakan.
• Aplikasi teknologi dalam perkembangbiakan
makhluk hidup
10. Mengidentifikasi makanan seimbang
keterkaitan dengan kesehatan individu
dan masyarakat, serta menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
• Menu makanan sehat
• Uji bahan makanan
• Penyakit-penyakit defisiensi zat makanan
11. Menyebutkan cara meningkatkan
produksi pangan melalui teknik-teknik
biologi secara sederhana di berbagai
bidang pertanian, peternakan, makanan.
• Cara meningkatkan produksi pangan melalui
teknik-teknik biologi sederhana
• Sumber-sumber makanan baru
14
11. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMPLB – A, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Melakukan pengukuran dasar dengan
alat ukur yang sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
• Besaran dan satuan
• Pengukuran
2. Menerapkan konsep zat dan kalor serta
kegunaannya dalam kehidupan seharihari.
• Wujud zat
• Massa jenis
• Pemuaian
• Kalor dan perpindahan kalor
3. Mendiskripsikan dasar-dasar mekanika
(gerak, gaya, usaha, dan energi) serta
penerapannya dalam kehidupan seharihari.
• Gerak lurus, gaya, dan percepatan
• Tekanan pada benda padat, cair, dan gas
• Usaha dan energi
• Perubahan energi
• Pesawat sederhana
4. Menjelaskan konsep dasar tentang
getaran gelombang, karakteristik
gelombang bunyi, cahaya dan optika
serta mampu menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
• Getaran: pengertian getaran, besaran dasar
getaran, dan ayunan sederhana
• Gelombang : gejala gelombang, besaran dasar
gelombang, jenis-jenis gelombang, dan gejala
pantulan
• Bunyi: pengertian bunyi, besaran dasar bunyi,
sifat dan klasifikasi bunyi serta pendengaran
manusia
• Cahaya: perambatan cahaya, bayangan, cermin
dan karakteristiknya, lensa dan karakteristiknya
serta alat-alat optik
• Penerapan konsep getaran, gelombang, bunyi,
dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari
5. Menjelaskan konsep dasar tentang tata
surya secara kualitatif.
• Tata surya: pengertian dan anggota tata surya
seperti planet, satelit, komet, asteroid; rotasi dan
revolusi bumi, gerhana serta sistem penanggalan
6. Menjelaskan konsep dasar tentang
listrik statis, listrik dinamis, dan
kemagnetan secara kualitatif,
perhitungan sederhana serta
penerapannya dalam kehidupan seharihari.
• Listrik statis: cara memberi/menghasilkan muatan
listrik
• Kemagnetan: gejala kemagnetan, sifat-sifat
kemagnetan, dan manfaat kemagnetan
• Induksi elektromagnetik: pengertian induksi
elektromagnetik, hal-hal yang mempengaruhi
besar induksi elektromagnetik, prinsip kerja
dinamo/generator, dan prinsip kerja
transformator.
• Penerapan konsep listrik statis, listrik dinamis,
kemagnetan dan induksi elektromagnetik dalam
kehidupan sehari-hari
15
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
7. Mendeskripsikan ciri-ciri dan
keanekaragaman makhluk hidup,
komponen ekosistem serta interaksi
antar makhluk hidup dalam lingkungan,
pentingnya pelestarian makhluk hidup
dalam kehidupan .
• Ciri-ciri makhluk hidup
• Pengelompokan makhluk hidup
• Keragaman pada tingkat organisasi kehidupan
• Keanekaragaman makhluk hidup dan upaya
pelestariannya
• Komponen ekosistem, peran, dan interaksinya
• Pengelolaan lingkungan untuk mengatasi
pencemaran dan kerusakan lingkungan
• Hubungan antara kepadatan populasi manusia
dengan lingkungan
8. Mendeskripsikan tingkat organisasi
kehidupan, hubungan antara struktur
dan fungsi organ/sistem organ pada
tumbuhan/hewan.
• Tingkat organisasi kehidupan (sel, jaringan,
organ, dan sistem organ)
• Struktur dan fungsi alat tubuh tumbuhan,
• Struktur dan fungsi sistem organisasi pada hewan
(mekanisme gerak, sirkulasi, pencemaran,
respirasi, ekspresi, reproduksi, koordinasi)
9. Memahami konsep kelangsungan hidup
(adaptasi, seleksi alam, persilangan dan
perkembangbiakan) disertai dengan
aplikasi dari konsep-konsep tertentu.
• Prinsip-prinsip adaptasi, seleksi alam,
persilangan, dan perkembangbiakan.
• Aplikasi teknologi dalam perkembangbiakan
makhluk hidup
10. Mengidentifikasi makanan seimbang
keterkaitan dengan kesehatan individu
dan masyarakat, serta menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
• Menu makanan sehat, uji makanan, gizi dan
kesehatan
• Uji bahan makanan
• Penyakit-penyakit defisiensi zat makanan
11. Menyebutkan cara meningkatkan
produksi pangan melalui teknik-teknik
biologi secara sederhana di berbagai
bidang pertanian, peternakan, makanan,
dll)
• Cara meningkatkan produksi pangan melalui
teknik-teknik biologi sederhana
• Sumber-sumber makanan baru
12. Menginterpretasi data (sekunder) untuk
memperkirakan dampak pertumbuhan
penduduk yang tidak terkendali.
• Konsep kependudukan
• Cara-cara pengendalian jumlah penduduk
16
12. BAHASA INDONESIA SMA / MA (IPA/IPS/KEAGAMAAN)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami secara kritis berbagai jenis
wacana tulis teks nonsastra berbentuk
grafik, tabel, artikel, tajuk rencana,
laporan, karya ilmiah, teks pidato,
berbagai jenis paragraf (naratif,
deskriptif, argumentatif, persuasif, dan
eksposisi), serta teks sastra berbentuk
puisi, hikayat, cerpen, drama, novel,
biografi, karya sastra berbagai angkatan
dan sastra Melayu Klasik.
• Menyerap informasi berbagai ragam teks
bacaan nonsastra dan sastra dengan berbagai
teknik membaca, mencakup:
– isi tersurat dan tersirat berbagai teks bacaan
(tabel/grafik, laporan, artikel, tajuk
rencana, karya ilmiah, teks pidato, dan
berbagai jenis paragraf)
– pertanyaan isi dan masalah berbagai teks
bacaan
– ide pokok dalam artikel, teks pidato, dan
teks bacaan
– fakta dan opini dalam teks bacaan
– rangkuman isi teks bacaan, tabel, dan
grafik
– isi buku biografi tokoh
– unsur intrinsik dan ekstrinsik berbagai
karya sastra (sastra Melayu Klasik, hikayat,
novel Indonesia/terjemahan, puisi, dan
cerpen) dan karya sastra berbagai angkatan.
– simpulan isi berita, tajuk rencana, laporan,
pidato, wawancara, diskusi/seminar, dan
berbagai jenis paragraf
– kalimat utama dan kalimat penjelas
2. MENULIS
Menulis, menyunting, dan menggunakan
berbagai jenis wacana tulis untuk
mengungkapkan pikiran, gagasan,
pendapat, perasaan, dan informasi dalam
bentuk teks naratif, deskriptif, eksposisi,
argumentatif, teks pidato, artikel/esai,
proposal, surat dinas, surat dagang,
rangkuman, ringkasan, notulen, laporan,
resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya
sastra berbentuk puisi, cerpen, drama,
novel, kritik, dan esai dengan
mempertimbangkan kesesuaian isi
dengan konteks, kepadanan, ketepatan
struktur, ejaan, pilihan kata, dan
penggunaan bahasa.
• Mengungkapkan pikiran, informasi, pengalaman,
dalam berbagai wacana/teks tulis, berupa:
– penyusunan dan pengembangan kerangka, isi
paragraf naratif, deskriptif, eksposisi,
argumentatif, persuasif, artikel/esai, teks
pidato, proposal, karya ilmiah, dan berbagai
surat resmi (surat dagang, surat kuasa, surat
lamaran pekerjaan, dan surat dinas)
– simpulan paragraf induktif dan deduktif
– penulisan paragraf pola induktif dan
deduktif, laporan diskusi, notulen rapat,
resensi buku fiksi/nonfiksi, karya ilmiah,
dan berbagai karya sastra (puisi, drama,
cerpen, novel, dan drama)
– penyusunan kata menjadi kalimat, kalimat
menjadi paragraf
– kalimat topik/kalimat penjelas dalam
berbagai jenis paragraf, surat, teks pidato
(melengkapi bagian wacana yang rumpang)
– melengkapi berbagai wawancara, teks pidato,
berbagai jenis surat, dan unsur-unsur karya
ilmiah
17
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
– penyuntingan/perbaikan kesalahan isi dan
bahasa dalam teks mencakup penggunaan
kata baku/tidak baku, istilah, frasa, kata
berimbuhan, kosakata, pilihan kata, struktur
kalimat, dan ejaan dan tanda baca
– pelengkapan berbagai wacana rumpang
dengan kosakata, kata berimbuhan, istilah,
frasa, kata penghubung, majas, ungkapan,
peribahasa, latar, tokoh, dan watak tokoh.
18
13. BAHASA INDONESIA SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami secara kritis berbagai jenis
wacana tulis/teks nonsastra dan nonteks
(berbentuk grafik, tabel) artikel, tajuk
rencana, laporan, karya ilmiah, teks
esai, biografi, pidato, dan berbagai jenis
paragraf (naratif, deskriptif,
argumentatif, eksposisi dan persuasif).
• Menyerap informasi berbagai ragam teks bacaan
nonsastra dan sastra dengan berbagai teknik
membaca, mencakup:
– isi tersurat dan tersirat berbagai teks bacaan
(tabel/grafik, laporan, artikel, tajuk rencana,
karya ilmiah, teks pidato, dan berbagai jenis
paragraf)
– pertanyaan isi dan masalah berbagai teks
bacaan
– ide pokok dalam teks bacaan
– fakta dan opini dalam teks bacaan
– rangkuman isi teks bacaan, tabel, dan grafik
– isi buku biografi tokoh (yang diteladani)
– simpulan isi artikel, tajuk rencana, teks
pidato, laporan, teks esai, biografi, dan
berbagai paragraf.
– kalimat utama dan kalimat penjelas
– rangkuman paragraf
– persamaan topik dua teks
– perbedaan penyajian dua teks
– kalimat berupa alasan dalam paragraf
argumentasi
2. MENULIS
Mengungkapkan gagasan, pendapat,
perasaan, informasi dalam bentuk teks
naratif, deskriptif, eksposisi,
argumentatif, persuasif, teks pidato,
artikel, proposal, surat dinas, surat
dagang, rangkuman, ringkasan, notulen,
laporan, dan karya ilmiah dengan
mempertimbangkan kesesuaian isi
dengan konteks, kepaduan, ketepatan
struktur, ejaan, pilihan kata, dan
menyunting berbagai jenis wacana
tulis.
• Mengungkapkan pikiran, informasi, pengalaman,
dalam berbagai wacana/teks tulis, berupa:
– penyusunan dan pengembangan kerangka, isi
paragraf naratif, deskriptif, eksposisi,
argumentatif, persuasif, artikel, teks pidato,
proposal, karya ilmiah (termasuk daftar
pustaka dan catatan kaki), dan berbagai surat
resmi (surat dagang, surat kuasa, lamaran
surat pekerjaan, dan surat dinas)
– simpulan paragraf induktif dan deduktif
– penulisan paragraf pola induktif dan
deduktif, laporan diskusi, notulen rapat,
memo, buku fiksi/nonfiksi, karya ilmiah
– penyusunan kata menjadi kalimat, kalimat
menjadi paragraf/paragraf kompleksitas
– kalimat topik/kalimat penjelas dalam
berbagai jenis paragraf, surat, teks pidato
(melengkapi bagian wacana yang rumpang)
– pelengkapan berbagai, teks, pidato, berbagai
jenis surat, dan unsur-unsur karya ilmiah
– penyuntingan/perbaikan kesalahan isi dan
bahasa dalam teks mencakup penggunaan:
kata baku/tidak baku, istilah, frasa, kata
19
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
berimbuhan, kosa kata, pilihan kata, struktur
kalimat, dan EYD
– pelengkapan berbagai wacana rumpang
dengan kosakata, kata berimbuhan, istilah,
frasa, kata penghubung, kalimat deskripsi
sesuai gambar
– kelanjutan paragraf (deskriptif, persuasif,
argumentatif, silogisme, analogi, generalisasi
– kalimat sesuai topik
– rangkuman diskusi dalam notulen
– kelengkapan unsur karya tulis/ilmiah
3. KEBAHASAAN
Menguasai berbagai komponen
kebahasaan dalam berbagai bentuk
tulisan.
• Memahami dan menggunakan berbagai
komponen kebahasaan, mencakup:
– jenis frasa dan klausa, struktur kalimat, kata
berimbuhan, dan kata majemuk
– perubahan makna kata dan relasi makna
(makna konotatif dan denotatif, gramatikal
dan leksikal, kias dan lugas, umum dan
khusus)
– perubahan, pergeseran makna kata, dan
hubungan makna kata
– ragam bahasa baku dan tidak baku
– melengkapi kalimat rumpang/paragraf
dengan kata baku, kata ulang, kata
berimbuhan, frasa, klausa, jenis kata, kata
majemuk
– pola kalimat
20
14. SASTRA INDONESIA SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dalam kegiatan membaca cerita
pendek, novel, hikayat, puisi, dan drama.
• Menganalisis unsur-unsur intrinsik dan
ekstrinsik serta nilai-nilai yang terdapat dalam
cerita pendek, novel, hikayat, puisi, dan drama,
mencakup:
– peristiwa-peristiwa, konflik, penyebab dan
akibat konflik
– peristiwa-peristiwa yang mendukung
suasana cerita
– latar: tempat, waktu, dan suasana (dengan
menunjukkan bukti berupa pernyataan atau
kata/kalimat )
– perwatakan
– sudut pandang
– amanat
– nilai-nilai (kaitan nilai-nilai dengan
kehidupan)
– tema
– makna kata dalam larik puisi (makna
lambang, majas, dan makna kias)
– isi
2. MENULIS
Mengungkapkan pengalaman dalam
puisi, cerita pendek, novel, drama, cerita
rakyat, menulis resensi, esai dan kritik
sastra serta menulis aksara Arab Melayu.
• Menyatakan pengalaman dalam bentuk puisi,
cerita pendek, novel, drama, cerita rakyat,
resensi, esai dan kritik sastra mencakup:
– penulisan puisi dengan memperhatikan
diksi, majas, rima, dan irama
– penulisan cerpen, drama, dan cerita rakyat
dengan memperhatikan penokohan, alur,
latar, amanat, dan sudut pandang
– penulisan resensi, esai, dan kritik sastra
• Menulis aksara Arab Melayu (kaidah penulisan,
mengalihkan teks aksara Arab Melayu ke dalam
aksara latin atau sebaliknya)
3. KESASTRAAN
Menguasai komponen-komponen
kesastraan dalam menelaah berbagai
karya sastra.
• Mengaplikasikan komponen-komponen
kesastraan dalam menelaah berbagai karya
sastra (drama, cerpen, novel, dan puisi)
mencakup:
– unsur intrinsik cerpen, novel, dan drama
– teks drama (pelaku, perwatakan, dialog, dan
tindakan pelaku)
– jenis drama (teater rakyat, sandiwara, dan
drama)
– bentuk (drama, prosa, dan puisi)
21
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
– resensi (unsur-unsur resensi puisi, novel,
dan drama)
– majas
– peribahasa
– ungkapan
22
15. BAHASA INGGRIS SMA / MA (IPA/IPS/BAHASA/KEAGAMAAN)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. LISTENING (Mendengarkan)
Memahami makna teks lisan
berbentuk teks fungsional pendek,
percakapan dan teks monolog
sederhana berbentuk naratif
(narrative, recount, news item) dan
deskriptif (report, descriptive,
explanation) dalam konteks
kehidupan sehari hari.
• Menemukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci dan informasi tertentu dari teks
lisan sederhana yang berbentuk teks fungsional
pendek, percakapan, naratif serta deskriptif
• Merespon ungkapan-ungkapan:
– berkenalan
– simpati
– nasihat
– keharusan/ketidakharusan
– suka/tidak suka
– terkejut
– rasa bangga
– kemampuan/ketidakmampuan
– permintaan maaf
– penawaran jasa/bantuan
– undangan
– permintaan/pemberian dan penolakan izin
– kesenangan/ketidaksenangan
– kesetujuan/ketidaksetujuan
– kepuasan/ketidakpuasan
2. READING (Membaca)
Memahami nuansa makna di dalam
teks tertulis seperti teks fungsional
pendek dan esei berbentuk naratif
(narrative, recount, news item),
deskriptif (report, descriptive,
explanation) dan argumentatif
(exposition, discussion) dalam
konteks kehidupan sehari-hari.
• Menemukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi tersirat, informasi rinci dan informasi
tertentu serta makna kata/frasa/kalimat dari teks
tertulis berbentuk teks fungsional pendek dan esei
berbentuk naratif, deskriptif dan argumentatif
23
16. BAHASA ARAB SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami berbagai ragam wacana tulis
sederhana dalam bentuk paparan dan atau
dialog sederhana tentang identitas diri,
kehidupan sekolah, hobi dan kegiatan
waktu senggang, kehidupan keluarga,
pekerjaan, wisata
• Menentukan tema
• Menentukan informasi (misalnya dengan
bantuan gambar, grafik, tabel dan denah)
• Menentukan makna kata/frasa
• Menyimpulkan isi wacana
• Menentukan susunan kalimat yang benar
*)
• Menulis kata/kalimat/paragraf/wacana
sederhana
• Mengungkapkan pikiran/ pendapat/ perasaan
• Menggunakan ungkapan/kosa kata,
struktur/pola kalimat.
• Menentukan ungkapan/kosa kata, struktur/pola
kalima
*)
2. MENULIS
Mengungkapkan pendapat, perasaan dan
pikiran secara tertulis dengan
menggunakan ungkapan komunikatif, kosa
kata dan struktur / pola kalimat yang tepat ,
tentang identitas diri, kehidupan sekolah,
hobi dan kegiatan waktu senggang,
kehidupan keluarga, pekerjaan, wisata
A. Batasan materi
Identitas diri:
• Salam jumpa dan salam perpisahan
• Memperkenalkan nama diri
• Ejaan nama
• Memperkenalkan seseorang kepada orang lain
• Menginformasikan alamat
• Jumlah benda, angka, nomor telepon
• Mengemukakan keadaan diri dan keadaan
orang lain
• Mengucapkan dan menjawab salam pertemuan
dan perpisahan
• Menyampaikan dan menanggapai ucapan
terima kasih
• Meminta dan menanggapi permohonan maaf,
• Menanyakan dan memperkenalkan sesuatu
dengan menunjuk pada orang/bendanya
Kehidupan sekolah:
• Memperkenalkan nama sekolah
• Menyampaikan gambaran tentang sekolah
yang meliputi: keadaan kelas, jabatan dalam
struktur organisasi di kelas dan di sekolah,
ruang guru dan tata usaha, keadaan guru,
jadwal pelajaran/mata pelajaran, halaman,
taman, kantin
Kehidupan keluarga:
• Memperkenalkan anggota keluarga seperti,
ibu, ayah, kakek, nenek, kakak
24
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
• Menyampaikan alamat rumah
• Menyampaikan pekerjaan orang tua
• Menyampaikan kegiatan keluarga
• Menyampaikan hubungan antar
keluarga/tetangga
Layanan Umum :
• Berkomunikasi yang berkaitan dengan
transaksi
• Bertanya dan menjawab tentang layanan
umum
Pekerjaan:
• Bertanya dan menjawab tentang pekerjaan
seseorang
• Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan
• Menyebutkan Suasana pekerjaan, teman
sejawat, tempat bekerja dan upah
Wisata:
Menyampaikan kegiatan wisata yang meliputi:
• Program liburan dan tujuan wisata
• Perlengkapan yang diperlukan untuk suatu
tujuan wisata
• Jadwal perjalanan kereta api, bis atau pesawat
terbang
• Penginapan yang lebih nyaman atau murah
• Pengalaman menuju dan di lokasi wisata
B. Tata Bahasa/Qawaid
مسالا (Kata benda)
􀂃 عمجلاو ىنثملاو درفملا مسا
(tunggal, dobel dan jamak)
􀂃 ليضفتلا مسا
(komperatif/superlatif)
􀂃 ريمضلا مسا (Kata Ganti)
-امتنا-تنا-نه-امه-يه-مه-امه-وه
نحن-انا-نتنا-امتنا-انتِ-متنا
يه ،هل -وه ، كل – تنا ، ىل – انا
–لهم، هنّ – مه ،انل – نحن ،اهل -
امهل -لهنّ، هما
25
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
􀂃 لوصوملا مسا ( Kata Sambung)
– ىتلا – نيذلا – ناذلا – ىذلا
– ناتللا
ىئ اللا
􀂃 ةفصلا مسا (Kata Sifat)
– فيعض -يوق -ريغص -ريبك
بيرق – ديعب – ليوط – ريصق
،(يدمر) دمرا ،رمحا ،ضيبا
،دوسا ،رمسا ،قرزا،رضحا
…رفصا
􀂃 تاهجلا ءامسأ (Arah)
– برغ – قرش – بونج – لامش
– ىقرش لامش – ىبرغ لامش
ىقرش بونج – ىبرغ بونج
􀂃 ماهفتسالا مسا (Kata Tanya)
فيك – نيا – له – مَن -أ – اذام – ام
مك – ىتم –
􀂃 ددعلا مسا (Bilangan)
خلا – ةثالث – نانثا – دحاو
لعفلا (Kata Kerja)
􀂃 -رما لعف -عراضم لعف-ضام لعف
يهن لعف
فرحلا (Kata Tugas)
􀂃 – ىف – ىلا – نم:رجلا فرح
نع- ىلع
􀂃 – ىك – نل – نأ : بصنلا فرح
ىتح
26
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
􀂃 …ال – نإ – مل :مزجلا فرح
􀂃 يأ – أ – اي :ءادنلا فرح
بيكرتلا (Pola Kalimat)
􀂃 ةيمسا ةلمج
􀂃 ةيلعف ةلمج
Keterangan: *) Ungkapan Komunikatif dan Struktur Pola Kalimat sesuai batasan materi.
27
17. BAHASA JEPANG SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami berbagai ragam wacana
tulis sederhana dalam bentuk paparan
dan atau dialog, tentang identitas diri,
kehidupan sekolah, kehidupan
keluarga, kehidupan sehari-hari,
kegemaran, pariwisata yang ditulis
dengan huruf kana (hiragana, katakana)
dan beberapa huruf kanji.
• Menemukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci dan informasi tertentu dari teks
tertulis berbentuk teks fungsional pendek,
percakapan, narasi dan deskripsi *)
2. MENULIS
Mengungkapkan pendapat,
perasaan/pikiran, dan informasi secara
tertulis dengan menggunakan ungkapan
komunikatif, kosa kata dan
struktur/pola kalimat yang tepat,
tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga,
kehidupan sehari-hari, kegemaran,
pariwisata yang ditulis dengan huruf
kana (hiragana, katakana) dan beberapa
huruf kanji.
• Menyampaikan pendapat, perasaan, pikiran,
informasi secara tertulis dalam bentuk kata,
kalimat, paragraf, teks sederhana berbentuk teks
fungsional pendek, teks percakapan, narasi, dan
deskripsi
Uraian Materi :
• Ungkapan salam
• Ungkapan perkenalan diri sendiri dan orang lain
• Pernyataan Identitas diri (nama, tempat tinggal,
no. telpon)
• Nama dan letak benda
• Nama tempat dan lokasi
• Nama bulan, tanggal, hari
• Waktu (jam)
• Anggota keluarga
• Gambaran fisik dan sifat
• Ungkapan memakai (jenis pakaian)
• Pekerjaan anggota keluarga
• Rumah dan perlengkapan
• Kegiatan sehari-hari
• Kegiatan waktu senggang
• Kegiatan waktu lampau
• Nama-nama tempat sarana umum
• Menyatakan harga barang
• Ungkapan dalam kegiatan berbelanja
• Ungkapan menentukan pilihan
• Ungkapan menyatakan suka/ tidak suka
• Ungkapan menyatakan kemampuan
• Ungkapan menyatakan akan,
menyetujui/menolak
• Ungkapan keinginan
• Ungkapan menyatakan pengalaman/kesan
• Menyampaikan saran
• Beberapa huruf kanji
28
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
Struktur kalimat yang dipergunakan adalah:
Keterangan *) Ungkapan Komunikatif dan Struktur Kalimat sesuai uraian materi.
29
18. BAHASA JERMAN SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami berbagai ragam wacana tulis
sederhana dalam bentuk paparan dan atau
dialog, tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, hobi dan kegiatan waktu senggang,
kehidupan keluarga, pekerjaan, wisata.
• Membaca teks sederhana
• Menentukan tema
• Menentukan informasi sesuai isi wacana,
gambar, grafik, tabel, denah
• Menentukan makna kata/frasa
• Menyimpulkan isi wacana
*)
2. MENULIS
Mengungkapkan pendapat, perasaan dan
pikiran secara tertulis dengan menggunakan
ungkapan komunikatif, kosa kata dan struktur
/ pola kalimat yang tepat , tentang identitas
diri, kehidupan sekolah, hobi dan kegiatan
waktu senggang, kehidupan keluarga,
pekerjaan, wisata
• Menulis kata/kalimat/paragraf/wacana
sederhana
• Mengungkapkan pikiran/ pendapat/
perasaan
• Menggunakan ujaran/kosa kata,
struktur/pola kalimat.
• Menentukan ujaran/kosa kata,
struktur/pola kalimat
*)
Batasan materi
A. Ungkapan Komunikatif:
• Salam Jumpa dan salam perpisahan
• Perkenalan diri sendiri dan orang lain
• Jumlah benda, angka, nomor telepon
• Benda-benda di sekolah, sebutan jabatan
dalam struktur organisasi di kelas dan
sekolah.
• Pendapat tentang suatu mata pelajaran
atau guru yang mengajar
• Jadwal Pelajaran.
• Pertanyaan dan jawaban tentang hobi
(dalam du-Form dan Sie-Form),
• Hobi yang disukai atau paling disukai
• Kegiatan yang dilakukan pada waktu
senggang,
• Waktu dan kekerapan kegiatan yang
dilakukan di waktu senggang.
• Kegiatan anggota keluarga di rumah/di
luar rumah
• Pendapat tentang anggota keluarga dan
kegiatannya
• Jenis jenis pekerjaan
• Suasana, teman, letak dan
pendapatan/upah di tempat bekerja.
• Program liburan, deskripsi tujuan wisata
30
• Perlengkapan yang diperlukan untuk
suatu tujuan wisata
• Jadwal perjalanan kereta api, bis atau
pesawat terbang
• Penginapan yang lebih nyaman atau
murah
• Pengalaman ke dan di lokasi wisata
B. Struktur/Pola Kalimat
• Kata kerja (Verben) yang sesuai dengan
tema dalam bentuk kala kini (Präsens)
dan kala lampau (Perfekt)
• Kata Kerja: sein, haben, Modalverben
(wollen, können)dalam bentuk kala
lampau (Präteritum)
• Kata kerja terpisah (trennbare Verben)
dalam kala kini (Präsens)
• Kata kerja dengan Dativobjekt dalam
kala kini (Präsens)
• Kata benda (Nomen): Nominativ,
Akkusativ, Dativ.
• Kata Majemuk:
– Verb + Nomen
– Nomen + Nomen
– Adjektiv + Nomen
• Kata ganti (Pronomen)
– Kata ganti orang (Personalpronomen)
– Kata ganti empunya
(Possessivpronomen)
• Kata sambung (Konjunktionen)
– Aber, denn, und, oder, sondern
– Deshalb, trotzdem
– Dass, weil
• Kata sifat (Adjektiv):
– Positiv
– Komparativ
– Superlativ
• Kata depan (Präpositionen)
– dengan Dativ
– dengan Akkusativ
– dengan Dativ atau Akkusativ
• Kalimat tanya dengan kata tanya
(Fragewort):
– Was, wer, wen, wem, wann, wie, wie
viel, wie alt, wie spät, um wie viel
Uhr, wie lange, wozu, warum
• Kalimat tanya tanpa kata tanya
– Ja
– Nein
– Doch
• Negasi/pengingkaran (Negation):
– nicht
31
– kein
• Kalimat Perintah (Imperativsätze):
– Du-Form
– Sie-Form
– Ihr-Form
Keterangan: *) Ungkapan Komunikatif dan Struktur Pola Kalimat sesuai batasan materi.
32
19. BAHASA PRANCIS SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami berbagai ragam wacana tulis
sederhana dalam bentuk paparan dan atau
dialog, tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, hobi dan kegiatan di waktu
senggang, kehidupan keluarga, pekerjaan,
wisata.
• Membaca teks sederhana
• Menentukan tema
• Menentukan informasi sesuai isi wacana,
gambar, grafik, tabel, denah
• Menentukan makna kata/frasa berdasarkan
konteks
• Menyimpulkan isi wacana
*)
2. MENULIS
Mengungkapkan pendapat, perasaan dan
pikiran secara tertulis dengan
menggunakan ungkapan komunikatif,
kosa kata dan struktur / pola kalimat yang
tepat , tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, hobi dan kegiatan waktu
senggang, kehidupan keluarga, pekerjaan,
wisata
• Menulis kata/kalimat/paragraf/wacana sederhana
• Mengungkapkan pikiran/ pendapat/ perasaan
• Menggunakan kosa kata, struktur/pola kalimat
yang tepat
• Menentukan ungkapan yang sesuai
*)
Batasan materi
A. Ungkapan Komunikatif:
• Salam Jumpa dan salam perpisahan
• Perkenalan diri sendiri dan orang lain
• Angka, nomor (telepon, rumah), usia
• Benda-benda di sekolah, sebutan jabatan dalam
struktur organisasi di kelas dan sekolah
• Pendapat tentang suatu mata pelajaran atau guru
yang mengajar
• Jadwal Pelajaran.
• Kalimat tanya (phrases interrogatives)
• Hal-hal yang disukai, paling disukai dan yang
tidak disukai (goûts préférences)
• Kegiatan yang dilakukan pada waktu senggang,
• Kegiatan sehari-hari
• Waktu dan kekerapan kegiatan
• Kegiatan anggota keluarga di rumah/di luar
rumah
• Jenis- jenis pekerjaan
• Suasana, kolega, letak dan pendapatan/upah di
tempat bekerja.
• Program liburan, suasana,tujuan wisata
• Perlengkapan yang diperlukan untuk suatu
tujuan wisata
• Jadwal perjalanan kereta api, bis atau pesawat
33
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
terbang
• Keadaan penginapan
• Pengalaman ke dan di lokasi wisata
• Kegiatan masa kini, masa yang akan datang dan
masa lampau
B. Struktur/Pola Kalimat
• Verbes (être, avoir, 1 er groupe, 2 ième groupe,
3 ième groupe, verbes pronominaux)
• Temps: présent, futur proche, futur simple,
passé composé, passé récent, imparfait
• Articles: définis, indéfinis, contractés, partitifs
(singulier/ pluriel)
• Adjectifs: qualificatifs, posséssifs, démonstratifs
(singulier/ pluriel)
• Pronoms: Pronoms sujets, Pronoms COD/ COI,
rélatifs, toniques
• Prépositions
• Adverbes
• Négation
• Conjoction
• Comparatif/ superlatif
• L’interrogation: qui, quand, où, comment, est-ce
que, qu’est-ce que
• Condition/ hypothèse : Si + présent, futur
Keterangan: *) Ungkapan Komunikatif dan Struktur Pola Kalimat sesuai batasan materi.
34
20. BAHASA MANDARIN SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. MEMBACA
Memahami berbagai ragam wacana
tulis sederhana dalam bentuk paparan
dan atau dialog tentang identitas diri,
kehidupan sekolah, kehidupan
keluarga, kegiatan di waktu
senggang,hobi dan wisata.
● Menentukan kata atau frasa menjadi kalimat
bermakna.
● Menyusun kata menjadi kalimat dengan struktur
yang tepat.
● Menentukan pertanyaan atau jawaban yang tepat
dalam bentuk dialog.
● Menentukan jawaban sesuai isi wacana tulis
2. MENULIS
Mampu mengungkapkan pendapat,
perasaan dan pikiran secara tertulis
dengan menggunakan kosakata,
ungkapan komunikatif dan
struktur/pola kalimat yang tepat tentang
identitas diri, kehidupan sekolah,
kehidupan keluarga, kegiatan di waktu
senggang, hobi dan wisata.
● Menentukan Hanyu pinyin yang tepat.
● Menentukan bihua/bishun yang tepat.
● Menentukan bushou yang tepat.
● Menentukan Hanzi sesuai Hanyu Pinyin yang
disajikan.
● Menentukan kalimat sesuai gambar, tabel atau
denah
Ungkapan Komunikatif yang berkaitan dengan:
􀁺 Ucapan salam
􀁺 Perkenalan diri sendiri dan atau orang lain
􀁺 Bertelepon
􀁺 Alamat
􀁺 Mata pelajaran dan jadwal pelajaran.
􀁺 Teman sekolah dan guru
􀁺 Anggota dan kegiatan keluarga
􀁺 Kegiatan yang dilakukan pada waktu senggang
􀁺 Hobi
􀁺 Pengalaman dalam liburan
Uraian Materi
阅读:
􀁺 词语选择(动词、形容词、名词、虚词)
􀁺 组词成句(主谓宾定状补)
􀁺 会话题 (问与答形式)
􀁺 阅读理解
书写:
􀁺 选择汉语拼音
􀁺 数笔画
􀁺 辨别偏旁(部首)
􀁺 看拼音选汉字
􀁺 看图选句
35
21. MATEMATIKA SMA / MA (IPA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami pernyataan dalam
matematika dan ingkarannya, mampu
menentukan nilai kebenaran pernyataan
majemuk, serta mampu menggunakan
prinsip logika matematika dalam
pemecahan masalah.
Logika
• Ingkaran suatu pernyataan
• Penarikan kesimpulan
2. Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana,
persamaan dan pertidaksamaan kuadrat,
persamaan lingkaran dan persamaan
garis singgungnya, suku banyak, sistem
persamaan linear, program linear,
matriks, vektor, transformasi geometri,
barisan dan deret, serta mampu
menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
Aljabar
• Pangkat, akar, dan logaritma
• Fungsi aljabar sederhana:
– Fungsi kuadrat
– Fungsi komposisi dan fungsi invers
– Fungsi eksponen dan logaritma
• Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat
• Persamaan lingkaran dan persamaan garis
singgungnya
• Suku banyak
• Sistem persamaan linear
• Program linear
• Matriks
• Vektor
• Transformasi geometri
• Barisan dan deret
3. Memahami sifat dan aturan geometri
dalam menentukan kedudukan titik,
garis dan bidang, jarak dan sudut.
Geometri
• Jarak
• Sudut
(Jarak dan sudut yang sederhana)
4. Memahami konsep perbandingan,
fungsi, persamaan, dan identitas
trigonometri, melakukan manipulasi
aljabar untuk menyusun bukti serta
mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Trigonometri
• Aturan sinus atau aturan kosinus
• Rumus jumlah dan selisih dua sudut
• Rumus jumlah dan selisih sinus, kosinus, dan
tangen
• Persamaan trigonometri
5. Memahami konsep limit, turunan, dan
integral dari fungsi aljabar dan fungsi
trigonometri, serta mampu
menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
Kalkulus
• Limit fungsi aljabar atau fungsi trigonometri
• Turunan fungsi
• Nilai ekstrim dan aplikasinya
• Integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi
aljabar dan fungsi trigonometri
• Luas daerah dan volume benda putar dari fungsi
aljabar yang sederhana
36
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
6. Mampu mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data, mampu memahami
kaidah pencacahan, permutasi,
kombinasi dan peluang kejadian serta
mampu menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
Statistika
• Penyajian data dalam bentuk tabel, diagram,
grafik atau ogive.
• Ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran
penyebaran dari data dalam bentuk tabel,
diagram atau grafik
Peluang
• Kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi
• Peluang kejadian
(Tidak termasuk kejadian bersyarat)
37
22. MATEMATIKA SMA (IPS) / MA (KEAGAMAAN)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami pernyataan dan
ingkarannya, menentukan nilai
kebenaran pernyataan majemuk, serta
mampu menggunakan prinsip logika
matematika dalam pemecahan masalah
yang berkaitan dengan penarikan
kesimpulan.
Logika
• Nilai kebenaran pernyataan majemuk
• Ingkaran suatu pernyataan
• Penarikan kesimpulan
2. Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana,
persamaan dan pertidaksamaan kuadrat,
sistem persamaan linear, program
linear, matriks, barisan dan deret, serta
mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Aljabar
• Pangkat, akar, dan logaritma
• Fungsi aljabar sederhana:
– Fungsi kuadrat
– Fungsi komposisi dan fungsi invers
• Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat
• Sistem persamaan linear
• Program linear
• Matriks
• Barisan dan deret
3. Memahami limit dan turunan dari
fungsi aljabar serta mampu
menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
Kalkulus
• Limit fungsi aljabar
• Turunan fungsi aljabar dan aplikasinya
• Nilai ekstrim fungsi aljabar dan pemakaiannya
4. Mampu mengolah, menyajikan,
menafsirkan data, dan memahami
kaidah pencacahan, permutasi,
kombinasi, dan peluang kejadian serta
mampu menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
Peluang
• Kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi
• Peluang kejadian
Statistika
• Penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram
• Ukuran pemusatan, ukuran letak dan ukuran
penyebaran data
38
23. MATEMATIKA SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami pernyataan dan
ingkarannya, menentukan nilai
kebenaran pernyataan majemuk, serta
mampu menggunakan prinsip logika
matematika dalam pemecahan masalah
yang berkaitan dengan penarikan
kesimpulan.
Logika
• Ingkaran suatu pernyataan
• Penarikan kesimpulan
2. Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana,
persamaan dan pertidaksamaan kuadrat,
sistem persamaan linear, program
linear, matriks, barisan dan deret, serta
mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Aljabar
• Pangkat, akar, dan logaritma
• Fungsi aljabar sederhana:
– Fungsi kuadrat
• Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat
• Sistem persamaan linear
• Program linear
• Matriks
• Barisan dan deret
3. Mampu mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data, dan memahami
kaidah pencacahan, permutasi,
kombinasi dan peluang kejadian, serta
mampu menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
Peluang
• Kaidah pencacahan
• Permutasi
• Kombinasi
• Peluang kejadian
Statistika
• Penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram
• Ukuran pemusatan, letak dan ukuran penyebaran
data
39
24. FISIKA SMA / MA (IPA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami prinsip-prinsip pengukuran
dan melakukan pengukuran besaran
fisika secara langsung dan tidak
langsung secara cermat, teliti, dan
obyektif.
• Pengukuran besaran fisika dan penggunaan
angka penting (pembacaan jangka sorong/
micrometer scrup)
• Operasi vektor (penjumlahan/pengurangan
vektor)
2. Menganalisis gejala alam dan
keteraturannya dalam cakupan
mekanika benda titik, benda tegar,
kekekalan energi, elastisitas, impuls,
dan momentum.
• Gerak lurus dengan percepatan konstan (GLBB)
• Gerak melingkar dengan kelajuan konstan
(GMB)
• Hukum Newton dan penerapannya pada benda
• Gaya gravitasi antar planet
• Titik berat
• Dinamika rotasi
• Hubungan antara usaha dengan perubahan
energi
• Elastisitas dan penerapannya
• Hukum kekekalan energi mekanik
• Hukum kekekalan momentum
3. Mendeskripsikan prinsip dan konsep
konservasi kalor sifat gas ideal, fluida
dan perubahannya yang menyangkut
hukum termodinamika serta
penerapannya dalam mesin kalor.
• Azas Black dan perpindahan kalor
• Penerapan azas Bernoulli dalam fluida
• Persamaan umum gas ideal
• Faktor yang mempengaruhi energi kinetik gas
• Usaha dalam proses termodinamika pada mesin
kalor (Carnot)
4. Menerapkan konsep dan prinsip optik
dan gelombang dalam berbagai
penyelesaian masalah dan produk
teknologi.
• Alat optik ( mikroskop/teropong)
• Spektrum gelombang elektromagnetik
• Persamaan gelombang berjalan
• Interferensi dan difraksi cahaya
• Intensitas dan taraf intensitas bunyi
• Efek Doppler
5. Menerapkan konsep dan prinsip
kelistrikan dan kemagnetan dalam
berbagai masalah dan produk teknologi.
• Hukum Coulomb dan medan listrik
• Kapasitor keping sejajar
• Pengukuran arus dan tegangan listrik
• Hukum Ohm dan hukum Kirchoff dalam
rangkaian tertutup (loop)
• Induksi magnetik di sekitar kawat berarus
• Gaya magnetik (Gaya Lorentz)
• Induksi Faraday
• Rangkaian R, L dan C dalam arus bolak balik
6. Menjelaskan konsep dan prinsip
relativitas, teori atom dan radioaktivitas
• Teori Relativitas, kesetaraan massa dan energi
40
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
serta penerapannya. • Teori atom Thompson, Rutherford, dan Niels
Bohr
• Radiasi benda hitam
• Teori kuantum Planck
• Inti atom defek massa dan energi ikat inti
• Radioaktivitas dan manfaat radioisotop dalam
kehidupan
41
25. KIMIA SMA / MA (IPA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mendeskripsikan struktur atom, sistem
periodik unsur dan ikatan kimia untuk
menentukan sifat-sifat unsur dan
senyawa.
• Struktur atom
• Sistem periodik
• Ikatan kimia (kecuali ikatan logam)
2. Menerapkan hukum-hukum dasar kimia
untuk memecahkan masalah dalam
perhitungan kimia.
• Hukum-hukum dasar kimia (kecuali hukum
Dalton)
• Persamaan reaksi, dan perhitungan kimia
3. Mendeskripsikan sifat-sifat larutan,
metode pengukuran dan terapannya.
• Larutan non elektrolit dan elektrolit
• pH larutan (asam dan basa, titrasi asam dan
basa, penyangga, hidrolisis), Ksp dan sifat
koligatif larutan
• Koloid
4. Memahami senyawa organik, gugus
fungsi dan reaksinya, benzena dan
turunannya, makromolekul, serta
lemak.
• Senyawa hidrokarbon dan minyak bumi.
• Gugus fungsi, keisomeran dan reaksi yang
terdapat pada senyawa karbon
• Tata nama senyawa organik
• Benzena dan turunannya
• Polimer, karbohidrat, dan protein, serta lemak
5. Menentukan perubahan energi dalam
reaksi kimia, cara pengukuran dan
perhitungannya.
• Termokimia
• Reaksi eksoterm, endoterm, dan perubahan
entalpi.
• Hukum Hess dan energi ikatan
6. Memahami kinetika reaksi,
kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya, serta
penerapannya dalam kehidupan seharihari
dan industri.
• Laju reaksi dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya
• Kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya
7. Memahami reaksi oksidasi-reduksi
dan sel elektrokimia serta
penerapannya dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari.
• Reaksi redoks
• Sel elektrokimia dan elektrolisis
• Korosi
8. Memahami karakteristik unsur-unsur
penting, terdapatnya di alam,
pembuatan, dan kegunaannya.
• Karakteristik unsur-unsur logam: alkali, alkali
tanah, periode 3, transisi periode 4, dan emas
(meliputi proses pembuatan, batuan/mineral yang
terdapat di alam, sifat dan kegunaannya)
• Proses pembuatan, sifat dan kegunaan unsurunsur
non logam dan senyawanya antara lain
gas mulia, halogen, nitrogen, oksigen dan
belerang
42
26. BIOLOGI SMA / MA (IPA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mendeskripsikan dan menjelaskan
konsep-konsep keanekaragaman hayati,
prinsip-prinsip klasifikasi, dan peranan
serta manfaat sumber daya alam bagi
kehidupan.
• Keanekaragaman hayati, prinsip-prinsip
klasifikasi, kunci determinasi sederhana dan
tatanama binomial
• Konsep keanekaragaman gen, jenis dan
ekosistem
• Keanekaragaman hayati Indonesia, usaha
pelestarian dan pemanfaatan sumber daya alam
2. Mendeskripsikan/mengidentifikasi ciriciri
Virus, kingdom Protista, Monera
dan Fungi serta peranannya bagi
kehidupan.
• Deskripsi Virus, Protista, Monera dan Fungi
serta peranannya bagi kehidupan
3. Mendeskripsikan/mengidentifikasi ciriciri
Plantae dan Animalia serta
peranannya bagi kehidupan.
• Deskripsi Divisio Plantae : Tumbuhan Lumut,
tumbuhan Paku dan tumbuhan Biji
• Deskripsi Animalia : Invertebrata dan
Vertebrata
• Identifikasi Plantae: tumbuhan lumut,
tumbuhan paku, tumbuhan biji berdasarkan
perkembangbiakan
• Identifikasi animalia berdasarkan
perkembangbiakan
4. Mendeskripsikan hubungan antara
komponen ekosistem, aliran energi dan
daur biogeokimia serta mengkaitkannya
dengan keseimbangan lingkungan dan
pelestariannya.
• Komponen ekosistem, aliran energi, dan daur
biogeokimia
• Aksi-interaksi antar komponen ekosistem
• Keseimbangan lingkungan dan pelestariannya
5. Mendeskripsikan/mengidentifikasi
struktur dan fungsi sel serta
mengkaitkannya dengan struktur
jaringan dan fungsi pada sistem organ
tumbuhan,hewan dan manusia.
• Struktur dan fungsi: sel, jaringan dan organ
pada tumbuhan,hewan dan manusia serta
penerapannya dalam konteks salingtemas
6. Mendeskripsikan/mengidentifikasi
struktur dan fungsi sistem organ pada
organisme hewan dan manusia serta
kelainan/penyakit yang mungkin
terjadi.
Struktur, fungsi, proses pada sistem organ serta
kelainan/penyakit pada hewan dan manusia
meliputi:
• sistem gerak
• sistem peredaran darah
• sistem pencernaan makanan
• sistem pernapasan
• sistem ekskresi
• sistem regulasi (saraf, endokrin, dan indra)
• sistem reproduksi
43
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
7. Mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi proses pertumbuhan dan
perkembangan yang terjadi pada
tumbuhan melalui pengamatan hasil
percobaan.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan melalui
pengamatan hasil percobaan.
8. Mendeskripsikan proses metabolisme
pada rantai karbohidrat dan
kemosintesis, mengkaitkan proses
tersebut dengan metabolisme lemak
dan protein, dan memahami teknologi
yang berkaitan dengan metabolisme.
• Struktur, sifat, dan fungsi enzim
• Proses katabolisme dan anabolisme karbohidrat
serta pengawetan makanan.
• Kemosintesis
9. Memahami dan mendeskripsikan
konsep dasar hereditas, reproduksi sel
dan mutasi serta implikasinya pada
salingtemas.
• Konsep DNA, gen dan kromosom
• Mekanisme pewarisan sifat menurut hukumhukum
hereditas
• Reproduksi sel
• Mutasi serta implikasinya pada salingtemas.
10. Menjelaskan prinsip teori evolusi dan
implikasinya pada perkembangan sains.
• Teori evolusi dan fakta-fakta yang mendukung
• Mekanisme evolusi dan mutasi
• Implikasi evolusi dan mutasi dalam
perkembangan sains
11. Menjelaskan prinsip, peran dan
implikasi Bioteknologi pada
salingtemas bagi masyarakat dan
lingkungan.
• Prinsip dasar dan peran bioteknologi
• Jenis-jenis bioteknologi
• Implikasi bioteknologi pada salingtemas
• Dampak bioteknologi dalam kehidupan manusia
44
27. EKONOMI SMA / MA (IPS)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami permasalahan ekonomi
dalam kaitannya dengan kebutuhan
manusia, kelangkaan dan sistem
ekonomi, konsep ekonomi dalam
kaitannya dengan kegiatan ekonomi
konsumen dan produsen, permintaan,
penawaran, harga keseimbangan dan
pasar.
• Masalah pokok ekonomi
• Kelangkaan
• Sistem ekonomi
• Peranan dan perilaku konsumen/produsen dalam
kegiatan ekonomi
• Permintaan dan penawaran
• Harga keseimbangan
• Berbagai bentuk pasar barang (pasar output)
• Pasar input
2. Memahami kebijakan pemerintah
dalam bidang ekonomi, Produk
Domestik Bruto (PDB), Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB),
Pendapatan Nasional (PN), inflasi,
konsumsi, investasi, uang dan
perbankan.
• Pendapatan Nasional
• Indeks harga dan inflasi
• Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
• Uang
• Perbankan
• Kebijakan pemerintah di bidang
ekonomi/moneter pasca krisis 1997
3. Memahami kondisi ketenagakerjaan
dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi, APBN dan APBD,
perekonomian terbuka, mengenal pasar
modal.
• Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
• Pengangguran beserta dampaknya terhadap
pembangunan nasional.
• APBN dan APBD
• Jenis-jenis pengeluaran dan penerimaan
pemerintah pusat dan pemerintah daerah
• Kebijakan pemerintah di bidang fiskal
• Kurs valuta asing dan neraca pembayaran
• Kebijakan bidang ekspor dan impor
• Jenis produk dalam bursa efek
4. Memahami penyusunan siklus
akuntansi perusahaan jasa.
• Persamaan dasar akuntansi
• Jurnal umum
• Siklus akuntansi perusahaan jasa
• Laporan keuangan perusahaan jasa
5. Memahami penyusunan siklus
akuntansi perusahaan dagang dan
penutupan siklus akuntansi perusahaan
dagang.
• Jurnal khusus
• Posting dari jurnal khusus ke buku besar utama
dan buku pembantu
• Siklus akuntansi usaha dagang
• Harga pokok penjualan
• Laporan keuangan usaha dagang
• Jurnal penutup
45
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
6. Memahami manajemen badan usaha
dalam perekonomian nasional,
pengelolaan koperasi dan
kewirausahaan.
• Pengetahuan manajemen
• Bentuk badan usaha
• Pengetahuan koperasi
• Koperasi sekolah
• Kewirausahaan
46
28. SOSIOLOGI SMA / MA (IPS)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mendeskripsikan interaksi sosial sesuai
dengan nilai dan norma yang berlaku
dalam masyarakat.
• Interaksi sosial
– Proses interaksi sosial
– Syarat terjadinya interaksi sosial
– Bentuk-bentuk interaksi sosial
– Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi
sosial
• Nilai dan norma sosial
– Jenis-jenis nilai dan norma sosial
– Fungsi nilai dan norma sosial
– Keteraturan dan tertib sosial
2. Mengidentifikasi proses sosialisasi
dalam pembentukan kepribadian.
• Sosialisasi
– Proses sosialisasi
– Bentuk-bentuk sosialisasi
– Media sosialisasi
• Sosialisasi sebagai proses pengenalan nilai dan
norma sosial budaya dalam pembentukan
kepribadian
3. Mengidentifikasi berbagai perilaku
menyimpang dan pengendalian sosial
dalam masyarakat.
• Perilaku menyimpang
– Terjadinya perilaku menyimpang sebagai
akibat sosialisasi tidak sempurna
– Berbagai jenis perilaku menyimpang
• Pengendalian sosial
– Fungsi pengendalian sosial
– Sifat dan cara pengendalian sosial
– Peran lembaga pengendalian sosial
4. Menganalisis bentuk-bentuk struktur
sosial dan konsekuensinya terhadap
konflik dan mobilitas sosial.
• Stratifikasi sosial
– Dasar pelapisan/stratifikasi sosial
– Bentuk-bentuk stratifikasi sosial
• Deferensiasi sosial dengan parameter agama,
etnik dan ras, profesi, serta gender
• Konflik sosial
– Faktor penyebab konflik sosial
– Bentuk-bentuk konflik sosial
– Upaya mengatasi konflik (bentuk-bentuk
akomodasi)
– Pengaruh interseksi dan konsolidasi terhadap
integrasi sosial
• Mobilitas sosial
– Faktor penyebab terjadinya mobilitas sosial
– Bentuk-bentuk mobilitas sosial
– Saluran mobilitas sosial
47
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
5. Menganalisis kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural.
• Keragaman kelompok sosial meliputi:
– Faktor yang mendasari terjadinya kelompok
sosial
– Bentuk-bentuk kelompok sosial: komunitas,
kerumunan dan masyarakat (paguyuban atau
patembayan)
• Analisis terhadap kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural meliputi:
– Ciri-ciri masyarakat multikultural
– Sebab terjadinya multikulturalisme
– Perilaku dalam masyarakat multikultural
6. Menjelaskan proses perubahan sosial
pada masyarakat dan dampaknya
terhadap kehidupan masyarakat.
• Perubahan sosial meliputi:
– Proses perubahan sosial
– Bentuk perubahan sosial
– Faktor penyebab perubahan sosial
• Dampak perubahan sosial meliputi:
– Dampak positif (globalisasi, demokratisasi)
– Dampak negatif (westernisasi, sekularisme,
konsumerisme, hedonisme)
7. Menganalisis peran dan fungsi lembaga
sosial.
• Lembaga sosial meliputi:
– Hakekat lembaga sosial
– Tipe-tipe lembaga sosial
– Peran dan fungsi dari:
* lembaga keluarga
* lembaga pendidikan
* lembaga agama
* lembaga hukum
* lembaga ekonomi
* lembaga politik
8. Menyusun rancangan dan melakukan
penelitian sosial sederhana.
• Langkah-langkah penelitian sosial meliputi:
– Menyusun rancangan penelitian sosial
– Teknik pengumpulan data
– Analisis dan interpretasi hasil penelitian
– Fungsi laporan penelitian sosial
48
29. GEOGRAFI SMA / MA (IPS)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami hakikat, objek, ruang
lingkup, prinsip, konsep, aspek dan
pendekatan geografi
• Hakikat, objek, ruang lingkup, prinsip, konsep,
aspek dan pendekatan geografi
2. Menerapkan keterampilan dasar
peta/pemetaan dalam memahami
fenomena geosfer.
• Prinsip-prinsip dasar membuat peta
• Komponen-komponen pada peta
• Menghitung skala peta
3. Memahami pemanfaatan citra dan SIG
sebagai media informasi fenomena
geosfer.
Pemanfaatan citra dan SIG dalam bidang :
• Sumberdaya alam dan kehidupan
• Menganalisis lokasi industri dan pertanian dengan
memanfaatkan peta
4. Menganalisis dinamika unsur-unsur
geosfer serta kaitannya dengan
kehidupan manusia.
• Litosfer (struktur lapisan kulit bumi, tenaga
endogen dan eksogen
• Hidrosfer (air tanah, perairan darat dan perairan
laut)
• Pedosfer (kerusakan tanah dan
penanggulangannya)
• Atmosfer (unsur cuaca dan klasifikasi iklim)
• Biosfer(sebaran flora-fauna dan pelestariannya)
5. Menganalisis dinamika unsur-unsur
sosial dalam kehidupan sehari-hari.
• Antroposfer (pertumbuhan penduduk, komposisi
penduduk dan mobilitas penduduk)
• Industri (klasifikasi industri dan sebaran industri
strategis)
6. Mendeskripsikan perkembangan
wilayah.
• Pola keruangan desa-kota serta interaksi spasial
desa dan kota
• Indikator negara-negara maju dan negara-negara
berkembang
49
30. SEJARAH BUDAYA/ANTROPOLOGI SMA / MA (BAHASA)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mengindentifikasi berbagai budaya lokal,
budaya asing dan hubungan antar budaya,
serta dampak dari keberagaman budaya
• Keberagaman budaya
– Budaya lokal (wujud: 1. gagasan atau ide; 2
aktivitas budaya; dan 3. hasil karya)
– Budaya asing (wujud: 1. gagasan atau ide; 2.
aktivitas budaya; dan 3. hasil karya)
– Hubungan antarbudaya (asimilasi, dan
akulturasi)
– Dampak keberagaman budaya
2. Menganalisis proses dinamika budaya
dalam kaitannya dengan integrasi
nasional
• Dinamika budaya
– Karakteristik dinamika budaya
– Faktor-faktor pendorong dinamika budaya
• Proses pewarisan budaya
– Penanaman nilai dan norma dalam keluarga
dan masyarakat (pada masyarakat tradisional)
– Penanaman nilai dan norma melalui media
masa (pada masyarakat modern)
• Integrasi nasional:
– Faktor-faktor pendorong dan penghambat
3. Mengidentifikasi peran bahasa dan dialek
dalam perkembangan budaya Indonesia
• Keberagaman bahasa di Indonesia
– Fungsi bahasa
– Keterkaitan antara bahasa dan dialek
– Perkembangan tradisi lisan
4. Mengidentifikasi keberagaman dan
perkembangan seni dalam budaya
Indonesia (seni rupa, sastra dan
pertunjukan)
• Keberagaman seni di Indonesia:
– Bentuk dan perkembangan seni di Indonesia
(seni rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan)
5. Menjelaskan keberagaman
agama/religi/kepercayaan di Indonesia
serta hubungannya dalam kehidupan
masyarakat
• Keberagaman agama/religi/kepercayaan di
Indonesia:
– Animisme, dinamisme, totemisme,
politheisme, monotheisme dan sinkretisme
– Fungsi agama/religi/ kepercayaan dalam
kehidupan masyarakat
6. Memahami peran dan penerapan IPTEK
serta pengaruhnya terhadap
perkembangan budaya Indonesia
• Peran dan penerapan IPTEK di Indonesia:
– Pewarisan dan penerapan IPTEK
– Pengaruh IPTEK terhadap perkembangan
budaya masyarakat Indonesia
50
31. ILMU TAFSIR MA (KEAGAMAAN)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
( SKL )
U R A I A N
1. Memahami arti tarjamah, tafsir
dan ta’wil serta dapat
membedakan ketiga istilah
tersebut
• Pengertian tarjamah
• Pengertian tafsir
• Pengertian ta’wil
• Perbedaan antara tarjamah, tafsir dan ta’wil
2. Memahami dan meyakini keaslian
dan kemurnian teks al-Qur’an,
serta memahami proses penulisan
dan pengumpulan al-Qur’an
• Jaminan Allah terhadap keaslian teks al-Qur’an
• Kondisi masyarakat Arab ketika al-Qur’an diturunkan
• Penulisan al-Qur’an pada masa Nabi SAW dan
pengumpulannya
• Pengumpulan tulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakar
• Penulisan Mushaf al-Qur’an pada masa Utsman bin
‘Affan
3. Memahami nuzul al-Qur’an
dengan berbagai aspeknya
• Pengertian nuzul al-Qur’an
• Ayat pertama dan terahir yang turun di dalam al-Qur’an
• Ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat Madaniyah
• Cara-cara turunnya al-Qur’an
• Hikmah turunnya al-Qur’an secara berangsur-angsur
4. Memahami macam-macam tafsir
dan mengenal beberapa kitab
tafsir sesuai dengan macamnya
• Pengertian tafsir bi al-ma’tsur
• Beberapa kitab tafsir bi al-ma’tsur
• Pengertian tafsir bi al-ma’qul
• Beberapa kitab tafsir bi al-ma’qul
5. Memahami, mengetahui, serta
menghayati macam-macam
bacaan al-Qur’an
• Macam-macam qira’at dan tokoh-tokohnya
• Manfaat perbedaan qira’at
• Tajwid dan adab tilawah
6. Memahami dan menghayati
kaidah-kaidah al-Qur’an yang
harus dikuasai oleh Mufassir
• Dhamir
• Ta’rif dan tankir
• Ifrad dan jama’
• Pertanyaan dan jawaban
• Mutaradifat
51
32. ILMU HADIS MA (KEAGAMAAN)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
( SKL )
U R A I A N
1. Menjelaskan pengertian ilmu hadis,
macam macam, faedah mempelajari
dan menyebutkan penyusunnya.
• Pengertian ilmu hadis
• Penyusun ilmu hadis
• Pengertian hadis, sunnah, khabar, atsar, sanad dan
matan
2. Menjelaskan sejarah perkembangan
hadis dari periode periwayatan
dengan lisan hingga penulisan dan
pembukuan hadis.
• Hadis pada masa Nabi, sahabat, tabi’in
• Pembukuan Hadis
3. Menjelaskan macam-macam cara
penerimaan dan periwayatan hadis
(at-tahamul wa al-ada’) dan lafallafal
yang digunakan untuk
meriwayatkan hadis (alfadz attahammul
wa al-ada’)
• Macam-macam cara penerimaan dan periwayatan hadis
(at-tahamul wa al-ada’)
• Lafaz-lafaz yang digunakan untuk meriwayatkan hadis
(alfadz at-tahammul wa al-ada’)
4. Menjelaskan hadis mutawatir dan
hadis ahad
• Pengertian hadis mutawatir dan ahad
• Syarat-syarat, macam-macam dan contoh-contoh hadis
mutawatir dan hadis ahad
5. Menjelaskan hadis sahih, hadis
hasan dan hadis dha’if serta
klasifikasinya.
• Pengertian hadis sahih, hasan, dhaif, marfu’, mauquf dan
maqthu’.
• Syarat-syarat dan contoh-contoh hadis sahih, hasan,
dhaif, marfu’, mauquf dan maqthu’.
6. Menjelaskan hadis qudsi.
• Pengertian hadis qudsi
• Perbedaan antara hadis qudsi dan al-Qur’an dan contohcontohnya
• Perbedaan antara hadis qudsi dan hadis nabawi dan
contoh-contohnya
7. Menjelaskan hadis maqbul dan
hadis mardud
• Pengertian hadis maqbul dan hadis mardud
• Macam-macam dan contoh-contoh hadis maqbul dan
hadis mardud
8. Menjelaskan pengertian ilmu rijalul
hadis dan al-jarh wa al-ta’dil.
• Pengertian ilmu rijalul hadis dan al-jarh wa at-ta’dil
• Lafal-lafal yang digunakan untuk al-jarh wa at-ta’dil
9. Menjelaskan biografi singkat para
pentakhrij atau perawi hadis.
• Biografi singkat Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam
Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Nasa’i dan Imam
Ibnu Majah
52
33. TASAWUF / ILMU KALAM MA (KEAGAMAAN)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Menjelaskan pengertian, objek
pembahasan, nama-nama, fungsi, dan
sifat Ilmu Kalam
􀂃 Pengertian ilmu kalam
􀂃 Objek pembahasan Ilmu Kalam
􀂃 Nama-nama lain ilmu kalam dan penyebab
penamaannya
􀂃 Fungsi ilmu kalam dalam ajaran Islam
􀂃 Sifat kajian ilmu kalam
2. Menjelaskan aqidah pada masa Nabi
Muhammad dan faktor-faktor yang
menyebabkan timbulnya Ilmu Kalam
􀂃 Aqidah pada masa Nabi Muhammad SAW
􀂃 Aqidah kaum salaf (sahabat dan tabi’in)
􀂃 Faktor-faktor timbulnya ilmu kalam
3. Menjelaskan aliran-aliran dalam Ilmu
Kalam, tokoh-tokoh, dan ajaranajarannya.
􀂃 Faktor-faktor penyebab timbulnya aliran-aliran
kalam
􀂃 Aliran Khawarij, tokoh, dan ajaran-ajarannya
􀂃 Aliran Qadariyah dan Jabariyah, tokoh, serta
ajaran-ajarannya
􀂃 Aliran Murji’ah, tokoh, dan ajaran-ajarannya
􀂃 Aliran Mu’tazilah, tokoh, dan ajaran-ajarannya
􀂃 Aliran Asy’ariyah, tokoh, dan ajaran-ajarannya
􀂃 Aliran Maturidiyah, tokoh, dan ajaran-ajarannya
􀂃 Aliran salafiyah, tokoh, dan ajaran-ajarannya
4. Menganalisis perkembangan aliran
kalam Mu’tazilah dan Asy’ariyah
􀂃 Kejayaan dan kemunduran aliran Mu’tazilah
􀂃 Kejayaan dan kemunduran aliran Asy’ariyah
􀂃 Membandingkan faktor yang menyebabkan
kejayaan dan kemunduran aliran Mu’tazilah dan
Asy’ariyah
5. Membandingkan persoalan-persoalan
pokok Ilmu Kalam menurut aliranaliran
Kalam
􀂃 Iman dan kufur
􀂃 Wahyu dan akal
􀂃 Kehendak, kekuasaan dan perbuatan Tuhan
􀂃 Kehendak, kekuasaan dan perbuatan manusia
􀂃 Kalamullah (Kalam Tuhan)
􀂃 Sifat-sifat dan zat Tuhan
53
34. BAHASA INDONESIA SMALB – B
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami jenis wacana nonsastra
yang berupa bacaan sederhana berupa
tabel, grafik, laporan pengamatan/
percobaan, hasil penelitian dan
berbagai jenis paragraf (narasi,
deskripsi, argumentasi, eksposisi).
• Menjawab isi tersurat wacana yang berupa
laporan pengamatan/ percobaan, hasil penelitian
dan berbagai jenis paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi, eksposisi)
• Menjawab isi tersirat yang berupa teks bacaan
laporan pengamatan/ percobaan, hasil penelitian
dan berbagai jenis paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi, eksposisi)
• Menentukan gagasan pokok dan gagasan
penjelasan yang berupa teks bacaan laporan
pengamatan/ percobaan, hasil penelitian dan
berbagai jenis paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi, eksposisi)
2. Menulis karangan dengan
menggunakan kosakata yang bervariasi
dan efektif yang berbentuk paragraf
narasi, deskripsi, ekposisi, argumentasi,
berbagai surat resmi, rancangan kerja,
program kerja, hasil wawancara,
laporan pengamatan/ percobaan,
rangkuman.
• Menyusun isi paragraf narasi berbagai surat
resmi, hasil wawancara, laporan pengamatan/
percobaan, rangkuman.
• Mengembangkan secara utuh paragraf narasi,
berbagai surat resmi, hasil wawancara, laporan
pengamatan/ percobaan, rangkuman
3. Menyunting isi (ketepatan isi, urutan
isi) menyunting bahasa dan mekanik
(berbagai kata, istilah gabungan kata,
berbagai struktur kalimat, kepaduan/
kelengkapan paragraf serta penggunaan
ejaan dan tanda baca).
• Mengidentifikasi kesalahan isi (ketepatan isi,
urutan isi)
• Memperbaiki kesalahan isi dan penggunaan
bahasa
• Mengidentifikasi kesalahan bahasa dan mekanik
(penggunaan berbagai kata, istilah, gabungan
kata, berbagai struktur kalimat,
kepaduan/kelengkapan paragraf serta
penggunaan ejaan dan tanda baca)
• Memperbaiki kesalahan bahasa dan mekanik
(penggunaan berbagai kata, istilah, gabungan
kata, berbagai struktur kalimat,
kepaduan/kelengkapan paragraf serta penggunaan
ejaan dan tanda baca
4. Menggunakan kata, kalimat serta ejaan
dan tanda baca dalam berbagai ragam
tulisan.
• Menggunakan kata dan kalimat sesuai dengan
kaidah
• Menggunakan ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan
5. Mengapresiasikan karya sastra yang
berupa puisi, prosa fiksi, dan drama,
untuk memahami isi dan merefleksikan
isinya dalam kehidupan sehari-hari.
• Menemukan unsur intrinsik berbagai karya
sastra berupa puisi, atau prosa fiksi
• Merefleksikan isi karya sastra dalam kehidupan
sehari-hari
54
35. BAHASA INDONESIA SMALB – A, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami berbagai jenis wacana
nonsastra yang berupa tabel, grafik
laporan pengamatan , percobaan, artikel
ilmiah, hasil penelitian, resensi, dan
berbagai jenis paragraf (narasi,
deskripsi, argumentasi, eksposisi).
• Menjawab pertanyaan secara logis isi wacana
yang berupa laporan pengamatan/percobaan,
karya ilmiah, hasil penelitian, resensi, dan
berbagai jenis paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi, serta tabel dan grafik)
• Menyimpulkan isi yang tersirat secara logis teks
berupa laporan pengamatan, karya ilmiah, hasil
penelitian, resensi dan berbagai jenis paragraf
(narasi, deskripsi, argumentasi, eksposisi)
• Menentukan gagasan pokok dan gagasan
penjelas dari teks yang berupa laporan
pengamatan/percobaan, artikel ilmiah, hasil
penelitian, resensi dan berbagai jenis paragraf
(narasi, deskripsi, argumentasi, eksposisi)
2. Menggunakan kata, kalimat, serta ejaan
dan tanda baca dalam berbagai ragam
tulisan.
• Menggunakan kata dan kalimat sesuai dengan
kaidah EYD.
• Menggunakan ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan
3. Menulis karangan dengan
menggunakan kosa kata yang bervariasi
dan efektif dalam bentuk paragraf
narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi, berbagai surat resmi,
rancangan kerja, hasil wawancara,
laporan pengamatan/ percobaan,
resensi, rangkuman.
• Menyusun paragraf narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi dan berbagai surat resmi.
• Mengembangkan secara utuh paragraf narasi,
deskripsi, eksposisi, argumentasi dan berbagai
surat resmi.
• Merangkum wawancara yang diadakan untuk
mengetahui isi wawancara tersebut.
• Membuat laporan pengamatan proses pembuatan
produk tertentu
4. Menyunting isi (ketepatan isi, urutan
isi) , menyunting bahasa dan mekanik
(berbagai kata, istilah, gabungan kata,
berbagai struktur kalimat,
kepaduan/kelengkapan paragraf, serta
penggunaan ejaan dan tanda baca).
• Mengidentifikasi kesalahan isi (ketepatan dan
keruntutan isi)
• Mengidentifikasi kesalahan bahasa dan mekanik
(berbagai kata, istilah, gabungan kata, berbagai
struktur kalimat, kepaduan/kelengkapan
paragraf, serta penggunaan ejaan dan tanda baca)
• Memperbaiki kesalahan isi dan penggunaan
kalimat dalam bahasa.
5. Mengapresiasi karya sastra yang berupa
puisi, prosa fiksi, dan drama untuk
memahami isi dan merefleksikan isinya
dalam kehidupan sehari-hari.
• Menemukan unsur intrinsik berbagai karya sastra
berupa puisi, prosa fiksi, dan drama.
• Merefleksikan isi karya sastra dalam kehidupan
sehari-hari.
• Mengungkapkan perasaan dalam bentuk puisi.
55
36. BAHASA INGGRIS SMALB – B
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tertulis interpersonal dan transaksional
sederhana secara formal dan informal
dalam konteks kehidupan sehari-hari.
• Menggunakan kata, kelompok kata, kalimat,
istilah-istilah teknis, nama dan fungsi alat-alat
dalam bidang pengajaran keterampilan
Contoh :
Keterampilan tata busana :
Catwalk, designer, fashion show, haute couture,
tank top, sling back, etc.
Keterampilan tata boga :
Chef, sauté, specialty, baked, smoked, grilled,
raw, cooked, appetizer, etc.
Keterampilan computer :
Loading, internet, download, USB/flash disk,
giga byte, etc.
Keterampilan otomotif :
Tune up, fan belt, seat belt,gas gauge,
windshield, wiper, etc.
Keterampilan cetak sablon :
Emboss, print, paint, tie dye, etc.
2. WRITING (Menulis)
Mengungkapkan perasaan, kehendak,
pendapat, pengalaman secara tertulis
dalam wacana interpersonal dan
transaksional secara sederhana secara
formal maupun informal dalam konteks
kehidupan sehari-hari.
• Menulis kata, ungkapan dan teks fungsional
pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda
baca yang tepat yang ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya: menuliskan
daftar belanja, iklan, menu, resep
Contoh:
Daftar belanja :
– some fruit and vegetables
– a dozen of eggs
– a loaf of bread
– a bottle of milk
Iklan :
– Are you looking for a job?
– Please call 0818484027
– We offer you twenty-five dollars a week
– SMART, the best English course. No success,
no pay
– etc.
Resep :
Ingredients for fried rice :
– rice
– chili
– onion
– salt
56
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
– oil
– soy sauce
– eggs
– etc.
• Melengkapi paragraf/teks monolog/fungsional
pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda
baca yang tepat yang diterima dalam kehidupan
sehari-hari.
57
37. BAHASA INGGRIS SMALB – A, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. LISTENING (Mendengarkan)
Memahami makna teks lisan berupa
percakapan sehari-hari dalam berbagai
konteks situasi dan berbagai jenis
monolog (naratif, deskriptif, dsb) serta
teks fungsional pendek yang
menggunakan ragam bahasa lisan
populer sangat sederhana.
• Menemukan pesan utama teks lisan
• Menemukan informasi rinci dan informasi
tertentu dari teks lisan
• Melakukan seperangkat petunjuk/instruksi lisan
sederhana
2. READING (Membaca)
Memahami makna teks tulis berupa
teks fungsional pendek (pengumuman,
label, dsb.) yang ditemukan dalam
berbagai konteks situasi dan berbagai
jenis teks (naratif, deskriptif, dsb.) yang
menggunakan bahasa populer
sederhana.
• Menemukan pesan utama dalam teks tulis
• Menemukan informasi rinci dan informasi
tertentu
• Menemukan makna tersurat dan tersirat
• Menafsirkan makna kata sesuai konteks
3. WRITING (Menulis)
Mengungkapkan nuansa makna di
dalam teks tertulis seperti teks
fungsional pendek dan esei sangat
sederhana berbentuk naratif, deskriptif
dan argumentatif dalam konteks
kehidupan sehari-hari.
• Menyusun kata acak menjadi kalimat
• Menyusun paragraf acak menjadi teks berbentuk
naratif, deskriptif
• Melengkapi teks fungsional pendek, monolog,
dan kalimat/paragraf pendek
58
38. MATEMATIKA SMALB – A, B, D, DAN E
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mengerti dan mampu melakukan
operasi hitung bilangan cacah, bulat,
pecahan, serta dapat menggunakannya
dalam menyelesaikan masalah.
• Operasi hitung
– bilangan cacah
– bilangan bulat
– bilangan pecahan
• Skala
2. Mampu mengenali dan
mengungkapkan barisan bilangan dan
menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
• Pola bilangan
• Barisan bilangan
3. Mampu menghitung keliling dan luas
bangun datar, luas permukaan dan
volume bangun ruang serta
menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
• Lingkaran
– Unsur-unsur lingkaran
– Keliling lingkaran
– Luas lingkaran
• Bangun ruang
– Unsur-unsur limas dan prisma tegak
– Luas permukaan dan volume balok serta
kubus
4. Mampu mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data, serta
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari.
• Statistika
– Penyajian data dengan diagram batang dan
lingkaran
– Mean, median, dan modus
5. Mengerti konsep peluang suatu
kejadian dan dapat menggunakannya
dalam kehidupan sehari-hari.
• Peluang
– Kisaran nilai peluang
– Frekuensi harapan
59
39. BAHASA INDONESIA SMK
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Memahami isi berbagai bentuk wacana
nonsastra seperti berbagai teks bacaan dari
media cetak, laporan, petunjuk kerja,
aturan, otobiografi, biografi, grafik,
matriks, bagan, diagram, denah, dan
jadwal serta menanggapi isinya secara
kritis.
• Memahami dan menanggapi berbagai
ragam informasi tulis (berbagai teks bacaan
dari media cetak, laporan, petunjuk kerja,
aturan, otobiografi, biografi, grafik, matriks,
bagan, diagram, denah, dan jadwal),
mencakup:
– isi tersurat/tersirat teks yang dibaca
– penyimpulan isi
– ringkasan/intisari
– tanggapan/kritik isi teks
– penentuan gagasan pokok dan gagasan
penjelas
– makna kata atau istilah dalam teks
– kalimat tanya
2. Menulis proposal dan berbagai jenis
karangan, surat, dan membuat berbagai
laporan.
• Menulis proposal dan berbagai jenis
karangan seperti narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi, dan persuasi dengan
menggunakan pilihan kata yang bervariasi,
ungkapan, kalimat efektif, dan Ejaan yang
Disempurnakan (EYD), mencakup:
– penyusunan kerangka karangan
– penyusunan kalimat menjadi paragraf
– pengggunaan kata penghubung
antarkalimat dan antarparagraf
– pendeskripsian benda/peristiwa
– melengkapi paragraf
• Menulis berbagai jenis surat, seperti surat
pribadi (surat berita keluarga, ucapan terima
kasih, belasungkawa, ucapan selamat,
perkenalan, undangan, permintaan maaf,
lamaran pekerjaan), surat dinas/surat resmi
(surat undangan, permohonan, nota dinas,
pengumuman, perizinan, edaran, dan
penolakan), surat niaga (surat penawaran,
pesanan, jual beli, sewa-menyewa,
perjanjian kontrak, surat kuasa, pengaduan,
dan keluhan) dengan memperhatikan
– isi surat
– sistematika surat
– bahasa surat (tidak taksa makna, kalimat
efektif, komunikatif, cermat, dan santun)
• Membuat berbagai laporan ilmiah
sederhana seperti hasil wawancara,
peristiwa atau kegiatan, perjalanan, hasil
60
penelitian, hasil seminar atau diskusi
dengan memperhatikan
– isi
– sistematika
– bahasa laporan (pilihan kata, bentuk
kata, dan ungkapan)
– catatan hasil rapat
3. Mengapresiasi seni berbahasa seperti
iklan, poster, lirik lagu, dan karya sastra
(teks prosa, puisi, dan drama)
• Mengapresiasi seni berbahasa karya
nonsastra (iklan, poster, dan lirik lagu) dan
karya sastra (puisi dan prosa), mencakup
– isi iklan/poster/lirik lagu
– bahasa iklan/poster/lirik lagu
– peribahasa
– unsur intrinsik puisi (tema, amanat,
majas, dan makna lambang/kias, dan
rima)
– unsur intrinsik prosa (tema, alur, latar,
penokohan/perwatakan, amanat, majas,
dan sudut pandang)
– unsur intrinsik drama (tema, alur,
amanat, latar, perwatakan, dan konflik)
– unsur ekstrinsik karya sastra
61
40. BAHASA INGGRIS SMK
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. LISTENING (Mendengarkan)
Memahami makna dalam wacana lisan
interpersonal, transaksional dan teks
fungsional pendek berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan
keprofesian.
• Menemukan pernyataan lisan yang tepat
menyangkut gambar.
• Menemukan respon yang tepat dari
ungkapan-ungkapan berikut:
– salam dan perpisahan
– cara berterimakasih
– perkenalan diri/orang lain
– deskripsi benda, orang, situasi dan
proses
– perbandingan dua atau lebih
benda/orang/situasi
– penanganan tamu/pelanggan secara
langsung atau tidak langsung.
– imperatif : perintah,permintaan,
larangan, arahan/petunjuk
– penawaran
– persetujuan
– pemesanan
– saran
– pendapat
– nasihat
– kemampuan
– izin
– kemungkinan
– keharusan
– pujian
– undangan
– penyesalan dan permintaan maaf
– pilihan
– pengandaian
– hobi/minat
– kegiatan sehari-sehari/ sedang
berlangsung / lampau/terencana/sudah
atau belum dilakukan
– kebiasaan pada waktu lampau.
• Menemukan pesan utama dan infomasi rinci
dalam teks lisan.
2. READING (Membaca )
Memahami makna dalam wacana tulis
interpersonal, transaksional dan teks
fungsional pendek berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan
keprofesian.
• Menemukan respon yang tepat dari
ungkapan-ungkapan berikut :
– salam dan perpisahan
– cara berterimakasih
– perkenalan diri/orang lain
62
– deskripsi benda, orang, situasi dan
proses
– perbandingan dua atau lebih
benda/orang/situasi
– penanganan tamu/pelanggan secara
langsung atau tidak langsung
– imperatif : perintah, permintaan,
larangan, arahan
– penawaran
– persetujuan
– pemesanan
– saran
– pendapat
– nasihat
– kemampuan
– izin
– kemungkinan
– keharusan
– pujian
– undangan
– penyesalan dan permintaan maaf
– pilihan
– pengandaian
– hobi/minat
– kegiatan sehari-sehari/ sedang
berlangsung/lampau / terencana/sudah
atau belum dilakukan
– kebiasaan pada waktu lampau
• Menemukan kata/frasa dalam sebuah teks
tertulis/percakapan pendek yang tidak
sesuai dengan tata bahasa atau konteks
• Menemukan pesan utama, informasi rinci
tersurat/tersirat, rujukan kata, sinonim,
antonim,makna kata dari teks tertulis dalam
bentuk pengumuman, surat, menu, tabel,
jadwal, instruksi, iklan, profil, peta, agenda,
katalog, manual,lowongan kerja, label dan
diagram.
63
41. MATEMATIKA SMK KELOMPOK: TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN
PERTANIAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mampu melakukan operasi bilangan real
dan menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Bilangan real
– Operasi bilangan real (bilangan bulat,
bilangan pecahan, bentuk persen dan
pecahan desimal)
– Bilangan berpangkat
– Bilangan irasional (bentuk akar)
– Logaritma
2. Mampu memecahkan masalah yang
berkaitan dengan fungsi, persamaan
fungsi linear dan fungsi kuadrat
• Fungsi
– Fungsi linear (relasi dan fungsi, jenisjenis
fungsi, grafik, persamaan grafik
fungsi dan invers fungsi)
– Fungsi kuadrat (grafik fungsi,
persamaan grafik fungsi, nilai ekstrim)
3. Mampu memecahkan masalah yang
berkaitan dengan sistem persamaan dan
pertidaksamaan linear
• Persamaan dan pertidaksamaan
– Pertidaksamaan linear satu variabel
– Sistem persamaan linear dua variabel
4. Mampu menyelesaikan masalah
program linear
• Program linear
– Himpunan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dua variabel
– Model matematika (soal cerita)
– Nilai optimum (Fungsi objektif dan
Nilai Optimum)
5. Mampu menyelesaikan masalah matriks
dan vektor serta menerapkannya dalam
bidang kejuruan.
• Matriks
– Macam-macam matriks `
– Operasi matriks (Penjumlahan,
pengurangan dan hasil kali matriks)
• Vektor
– Operasi vektor pada bidang datar
– Operasi vektor pada bangun ruang
6. Mampu menghitung keliling dan luas
bangun datar, luas permukaan dan
volume bangun ruang serta
menerapkannya dalam bidang kejuruan.
• Bangun datar
– Keliling bangun datar
– Luas bangun datar
• Bangun ruang
– Luas Permukaan
– Volume bangun ruang
7. Mampu menerapkan prinsip-prinsip
logika matematika dalam pemecahan
masalah yang berkaitan dengan
• Logika matematika
– Pernyataan majemuk (negasi,
konjungsi, disjungsi, implikasi dan
64
pernyataan majemuk dan pernyataan
berkuantor.
biimplikasi)
– Negasi pernyataan majemuk dan
berkuantor
– Konvers, invers dan kontraposisi
– Penarikan kesimpulan (modus ponen,
modus tollens dan silogisma)
8. Mampu menerapkan perbandingan
trigonometri dalam pemecahan masalah
• Trigonometri
– Perbandingan trigonometri
– Koordinat kutub dan kartesius
– Rumus Jumlah dan selisih dua sudut
9. Mampu menyelesaikan masalah dengan
konsep teori peluang
• Peluang
– Permutasi
– Kombinasi
– Peluang kejadian
10. Mampu menerapkan aturan konsep
statistika dalam pemecahan masalah
• Statistika
– Penyajian data (data tunggal dan data
kelompok)
– Ukuran pemusatan (mean, median, dan
modus)
– Ukuran penyebaran (jangkauan, ratarata
simpangan, simpangan baku,
jangkauan semi inter kuartil)
11. Mampu menggunakan konsep limit
fungsi dan turunan fungsi dalam
penyelesaian masalah
• Limit dan turunan
– Limit fungsi (fungsi aljabar,
trigonometri dan tak hingga)
– Turunan (fungsi aljabar, trigonometri )
– Nilai maksimum/ minimum
12. Mampu menggunkan konsep integral
dalam pemecahan masalah
• Integral
– Integral tak tentu
– Integral tentu
– Luas dan volume benda putar
65
42. MATEMATIKA SMK KELOMPOK: PARIWISATA, SENI DAN KERAJINAN,
TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL DAN
ADMINISTRASI PERKANTORAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)
URAIAN
1. Mampu melakukan operasi hitung
pada bilangan real dan dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Sistem Bilangan Real
– Bilangan Real
– Bilangan berpangkat
– Bilangan bentuk akar
– Logaritma
2. Mampu menyelesaikan masalah
persamaan dan pertidaksamaan,
matriks, dan program linear serta
dapat menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Persamaan dan Pertidaksamaan
– Persamaan dan pertidaksamaan linear dengan
satu variabel
– Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat
dengan satu variabel
– Sistem persamaan linier dengan dua
variabel
• Matriks
– Macam-macam matriks
– Operasi matriks
– Determinan dan Invers matriks
• Program Linear
– Grafik himpunan penyelesaian sistem
pertidaksaman linear dengan dua variabel
– Model Matematika
– Nilai optimum
3. Mampu menghitung keliling, luas
bangun datar, dan dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Bangun Datar
– Keliling
– Luas
4. Mampu menerapkan konsep pola
bilangan dalam menyelesaikan
perhitungan barisan dan deret serta
terampil menggunakannya dalam
menyelesaikan permasalahan dalam
bidang kejuruan.
• Barisan dan Deret Bilangan
– Pola Bilangan
– Barisan dan Deret Aritmetika
– Barisan dan Deret Geometri
5. Mampu mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Statistika
– Penyajian Data
– Ukuran Pemusatan
– Ukuran Penyebaran
66
43. MATEMATIKA SMK PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DAN PENJUALAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL) URAIAN
1. Mampu melakukan operasi
hitung pada bilangan real dan
dapat menerapkannya dalam
bidang kejuruan.
• Sistem Bilangan Real
– Bilangan real
– Bilangan berpangkat
– Bilangan irasional (bentuk akar)
– Logaritma
2. Mampu menyelesaikan
masalah persamaan dan
pertidaksamaan, program linear,
serta dapat menerapkannya
dalam bidang kejuruan.
• Persamaan dan Pertidaksamaan
– Persamaan dan pertidaksamaan linear satu
varibel
– Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat dengan
satu variabel
– Sistem persamaan linear dengan dua variabel
• Program Linear
– Grafik himpunan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dengan 2 variabel
– Model matematika
– Nilai optimum
3. Mampu menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan
matriks.
• Matriks
– Macam-macam matriks
– Operasi matriks
– Determinan dan invers matriks
4. Mampu mengaplikasikan
prinsip-prinsip logika
matematika dalam menarik
kesimpulan serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Logika Matematika
– Pernyataan majemuk
– Ingkaran kalimat majemuk berkuantor
– Penarikan kesimpulan
5. Mampu menyelesaikan masalah
fungsi dan dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Fungsi
– Fungsi linear
– Fungsi kuadrat
6. Mampu menerapkan konsep
pola bilangan dalam
menyelesaikan perhitungan
barisan dan deret, serta terampil
menggunakannya untuk
menyelesaikan permasalahan
dalam bidang kejuruan.
• Barisan dan Deret Bilangan
– Pola Bilangan
– Barisan dan Deret Aritmetika
– Barisan dan Deret Geometri
– Deret Geometri tak hingga
7. Mampu menghitung keliling,
luas bangun datar, dan dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Bangun Datar
– Keliling
– Luas
67
8. Mampu menentukan banyak
kemungkinan dan besar
peluang suatu kejadian, serta
dapat menerapkannya dalam
bidang kejuruan.
• Peluang
– Permutasi
– Kombinasi
– Peluang
9. Mampu mengolah, menyajikan,
dan menafsirkan data serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
• Statistika
– Penyajian Data
– Ukuran Pemusatan
– Ukuran Penyebaran
10. Menerapkan konsep
matematika keuangan serta
trampil menggunakannya untuk
menyelesaikan permasalahan
dalam bidang kejuruan.
• Hitung Keuangan
– Bunga Tunggal
– Bunga Majemuk
– Rente
– Anuitas
– Penyusutan
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Departemen Pendidikan Nasional,
Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan
Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,
Muslikh, S.H.
NIP 131479478

Penghargaan Cerpenis Terbaik Versi Lubisgrafura.wordpress.com 2007

Teman-teman bengkel Imaji dan teman-teman sekepenulisan, sepertinya untuk mengisi kekosongan kegiatan di blog http://www.lubisgrafura.wordpress.com ujung tahun 2007, akan diseleksi cerpen-cerpen terbaik tahun ini versi blog saya. Caranya, dari milis Bengkel Imaji, dsb saya akan menyeleksi cerpen yang menurut saya bagus, tentunya dari karya teman-teman. Selain itu saya juga akan meminta dari para kenalan penulis (tentunya yang kenal saya) untuk saya mintai karya lalu saya seleksi. Trus, akan saya tampilkan pada baner khusus CERPEN PILIHAN LUBISGRAFURA.WORDPRESS tahun ini. Dan, ini terbatas kepada cerpen-cerpen dari teman-teman yang saya kenal saja. Orang luar, yang tidak saya kenal, tentu saja tidak bisa masuk dalam ajang pemilihan cerpen ini. Selain itu, insyaAllah akan saya tawarkan ke beberapa penerbit yang saya ketahui. Tentunya akan saya konfirmasi lewat email naskah yang masuk nominasi.

NB: Tidak ada kompensasi kepada cerpen-cerpen yang dimuat, tidak perlu kirim email ke saya, pendataan cukup dilakukan dengan browsing ke blog-blog, milis, data base, dan naskah yang dulu pernah dikirim ke saya.

Lubis Grafura
http://www.lubisgrafura.wordpress.com

Cerpen Anak dari Rochima Firma Dhona

Cerpen Anak dari Rochima Firma Dhona

Sudah tiga jam aku tidak keluar kamar sejak pulang sekolah
pukul satu siang tadi. Teriakan mama yang menyuruhku
segera makan siang pun tak kuhiraukan. Aku sangat kesal
pada guru dan teman-temanku di sekolah. Bayangkan, sudah
lima tahun aku sekolah di SD Kasih Bunda ini, tak pernah
sekalipun mereka memberiku kesempatan untuk berpartisipasi
dalam kegiatan kesenian. Setiap ada pergelaran seni
seperti karnaval, gebyar seni, lomba-lomba seni, atau
perpisahan, guru-guru selalu menunjuk anak yang itu-itu
saja. Di kelasku, kalau tidak Revi, Vista, ya Merry yang
ditunjuk oleh Bu Ira, wali kelasku.
Puncak kekesalanku adalah tadi siang, ketika Bu Ira
menunjuk beberapa anak untuk membawakan tarian tradisional
di acara perpisahan anak kelas enam minggu depan. Awalnya
beliau menunjuk aku. Tentu saja aku senang sekali, karena
inilah yang aku impikan sejak lama. Ternyata Bu Ira salah
tunjuk. Memang di kelasku ada satu anak yang punya nama
sama denganku. Bedanya, dia tidak berkacamata dan berambut
keriting seperti aku. Pokoknya, dia lebih cantik dari aku.
Kupandangi foto keluarga yang ada di meja belajarku.
Disitu terlihat mama dan papa mengapit aku, Mbak Mita,
dan Mbak Andri yang sedang memakai pakaian wisuda. Mbak
Andri tampak cantik. Kakakku yang satu ini memang patut
dibanggakan. Selain cantik, baik, pintar menari, prestasi
lainnya di bidang seni pun sangat banyak. Begitu juga
dengan Mbak Mita. Rupanya kedua kakakku itu mewarisi
semuanya yang ada pada mama dan papa.
Kubandingkan wajahku dengan wajah mereka. Astaga, aku baru
menyadari kalau aku tidak memiliki perpaduan sedikit pun
dari wajah mama dan papa! Jangan-jangan aku…
“Lia, ayo makan siang, sayang!” suara mama mengagetkanku.
Buru-buru kubuka pintu kamar dan membiarkan mama masuk.
“Kamu kenapa?” tanya mama yang kini sudah duduk di
sebelahku. “Sakit?” tanyanya lagi seraya meraba keningku.
Kutelungkupkan wajahku di bawah bantal. Aku tidak ingin
mama tahu masalahku. Tapi aku butuh seseorang yang mau
mendengar keluh kesahku.
“Ma,” akhirnya aku mulai membuka percakapan, “guru-guru di
sekolah Lia kok suka pilih kasih ya? Masa’ kalau sekolah
ngadain acara kesenian, Lia nggak pernah diajak. Apa
karena Lia nggak cantik?”
Sejenak kulihat wajah mama kebingungan.
“Hmm, siapa bilang Lia nggak cantik? Mama rasa, Lia belum
dapat kesempatan saja. Suatu saat, Lia pasti diajak.”
“Tapi, Mama tahu sendiri kan, kalau sejak kelas satu, Lia
nggak pernah disuruh ngisi acara-acara seperti pentas seni
dan lainnya itu?” cecarku.
“Ya… mungkin karena guru-guru tahu kalau Lia nggak bisa
nari atau nyanyi.”
“Kok, Mama bilang gitu sih? Dulu waktu Lia TK kan sering
disuruh nari,” sangkalku. “Kalau memang Bu Ira milih siswa
karena kemampuannya, kenapa coba, si Revi yang narinya
kayak robot malah dipilih? Sudah jelas kan, Bu Ira milih
yang cantik-cantik doang?!” tegasku.
“Atau.., mungkin karena Lia pemalu kali….” Tebakan mama
kali ini membuatku tambah bete.
“Kalau Lia pemalu, Lia nggak mungkin berani sekolah,
Ma..,” jawabku asal. Percuma curhat sama mama. Sejenak
kami sama-sama terdiam. Kuremas-remas boneka Teddy yang
sejak tadi kudekap. “Bilang aja kalau Lia nggak cantik,
dan…,” kulirik mama, agak ragu kulanjutkan kata-kataku,
“Lia… bukan anak mama.”
Mama terhenyak kaget. “Kamu ngomong apa sih, Nak?” mama
meraihku dalam pelukannya. “Lia juga anak kebanggaan Mama,
sama seperti Mbak Andri dan Mbak Mita. Lia harus tahu
kalau Lia telah melengkapi kebahagiaan mama, karena mama
punya tiga anak perempuan yang dikaruniai kemampuan yang
berbeda-beda.” Sambil tetap mengelus rambutku, mama
melanjutkan kata-katanya. “Mama bahagia anak mama ada yang
pintar menari seperti Mbak Andri, mama juga bangga punya
Mbak Mita yang pandai menyanyi, dan mama tambah bangga
karena anak terakhir mama pun sangat istimewa, jago
komputer dan olahraga. Bagi mama, kalian adalah kekayaan
mama yang paling berharga.” Mama menghentikan ucapannya,
menatap mataku lekat-lekat.
“Mama tahu Lia iri, tapi Lia harus ingat, kalau setiap
orang, meski kembar sekalipun, tidak ada yang sama.
Masing-masing pasti punya kelebihan di satu sisi dan punya
kekurangan di sisi lain. Semua itu harus tetap kita
syukuri. Meski Lia nggak pernah dilibatkan dalam acara
kesenian, Lia nggak usah berkecil hati. Tekuni saja apa
yang Lia bisa sekarang ini. Siapa tahu itulah yang
nantinya bisa membuat Lia berprestasi,” urai mama panjang
lebar.
Kulepaskan dekapan mama. Aku rasa, nasihat beliau benar.
“Ma, maafkan Lia. Lia nggak ingin berburuk sangka lagi
sama siapa pun.”
Kulihat mama tersenyum mendengar kata-kataku.
Terpilih untuk mengisi acara perpisahan atau tidak,
sepertinya aku nggak ingin mempermasalahkannya lagi.

Alamat laman (web) yang sering dikunjungi oleh www.lubisgrafura.wordprss.com

Alamat Wallpaper Gratis!

desktop-1.jpgdesktop-2.jpgdesktop-4.jpgdesktop-6.jpgdesktop-9.jpg

Alamat Wallpaper Gratis! Gambar Poster/ Wallpaper gratis bisa diunduh di http://www.climatecrisis.net dan http://www.algore.com/

Teman-teman, jangan lupa untuk menyelamatkan lingkungan. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan!

Salam Hijau!

prediksi spmb

Petunjuk A

  1. Semua karya sastra berikut berbentuk prosa, kecuali

    1. Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana.

    2. Salah Asuhan karya Marah Rusli.

    3. Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.

    4. Burung-burung Manyar karya Mangunwijaya.

    5. Surat Kertas Hijau oleh Sitor Sitomorang.

  1. Kata-kata yang bersinonim adalah…

    1. mawas diri-intropeksi

    2. egoistis – tinggi hati

    3. optimisme – berpandangan kedepan

    4. efektif – berhasil cepat

    5. umpan balik- balik tanya

  1. Penggunaan huruf kapital yang betul terdapat pada kalimat…

    1. Kita harus berusaha menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    2. Pada Bulan Agustus ia akan berangkat ke Amerika.

    3. Di mana banyak terdapat Suku Jawa?

    4. Pegunungan yang membentang di daratan Sumatra itu bernama Bukit Barisan.

    5. Dengan gembira masyarakat menyambut Hari Lebaran.

  1. Peribahasa yang bermakna kewaspaan adalah….

    1. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.

    2. Air tenang menghanyutkan.

    3. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

    4. Mati semut karena gula

    5. Setinggi-tinggi terbang bangau, hinggapnya ke kubangan juga.

  1. Racun berada di suguh pertama

Membusuk rabu di dalam dada

Tenggelam darah dalam nanah

Malam kelam membelah

Jalan kaku kurus. Putus

Candu.

Cuplikan puisi Chairil Anwar di atas menyatakan…

    1. zaman kemerdekaan

    2. zaman Jepang

    3. zaman Hanura

    4. zaman protes politik bebas

    5. zaman DPR jalanan

  1. Semua penggunaan tanda baca di bawah ini adalah betul, kecuali

    1. Kecepatan kendaraan yang disarankan adalah antara 50-60 km/jam.

    2. Cita-cita Arifin – warga Desa Masbagik, Lombok Timur – untuk mengadu nasib sebagai TKI di Malaysia kandas sudah.

    3. Perjalanan kapal feri tidak bisa menentang arus,” ujar seorang petugas di Bakauheni.

    4. Meskipun sudah diperingatkan berkali-kali, mereka berangkat juga

    5. Siapa yang harus bertanggung jawab atas kematiannya?” tanya salah seorang wartawan.

  1. Kata serapan yang betul adalah…

    1. konkret d. prosentase

    2. aktifitas e. trotoir

    3. apotik

  2. Penulisan kata yang tidak tepat terdapat pada kata…

    1. aklamasi d. fiksi

    2. aeronautika e. apoteker

    3. khromosom

  1. Bentuk-bentuk kerancuan afiks terdapat pada kata di bawah ini, kecuali

    1. memperbesarkan d. memperbaiki

    2. mempelajarkan e. diperlebarkan

    3. mengenyampingkan

  1. Pemakaian tanda baca yang betul terdapat pada kalimat…

    1. Celana ”jengki” sudah tidak populer lagi di Indonesia.

    2. Rate of Inflation, ‘laju inflasi’, di Indonesia memang agak tinggi pada bulan Oktober 2000.

    3. Surat yang dikirmkan itu No: 124/PP/Pes./1/2001.

    4. Ali bertanya: “Di mana kaubeli buku?”

    5. Ia berempat tinggal di Jalan Diponegoro IV-5.

  1. Sekalipun udara dingin berhembus, orang tetap berduyung-duyung membeli karcis pertunjukan drama Surapati. Inti kalimat tersebut adalah….

    1. Udara dingin.

    2. Udara dingin berhembus.

    3. Orang berduyun-duyun.

    4. Orang membeli karcis.

    5. Pertunjukan drama “Surapati”.

  1. Ia menciptakan karya-karya yang orisinil. Lawan kata orisinil pada kalimat di atas adalah sebagai berikut, kecuali

    1. saduran d. plagiat

    2. duplikat e. tiruan

    3. turunan

Petunjuk B

  1. Keberhasilan daripada pembelajaranmu ditentukan oleh usahamu sendiri. Kalimat tersebut tidak baku.

SEBAB

Hubungan milik dalam bahasa Indonesia dapat dinyatakan dengan menderetkan kata bersangkutan tanpa kata depan.

  1. Fungsi ber-kan dalam bertabrakan sama dengan fungsi me-kan dalam menabrakkan.

SEBAB

Konfiks pada bertabrakan menandai verba intransitif, sedangkan konfiks pada menabrakkan menandai verba transitif

  1. Bentuk makan hati, yang berarti sedih atau susah makna tiap komponennya tidak diperhitungkan lagi

SEBAB

Bentuk makan hati dapat digunakan dalam kalimat adik suka makan hati ayam.

  1. Terima kasih atas bantuannya. Kalimat tersebut tidak baku.

SEBAB

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa orang yang telah membantunya adalah orang yang diajak bicara, bukan orang yang dibicarakan

  1. Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis, pelaku utama Hanafi mengorbankan nasionalisme karena cintanya kepada Corrie.

SEBAB

Baik Hanafi atau Corri tersisih dari lingkungannya

  1. Hati-hati memilih kawan

Salah-salah menjadi lawan

Puisi tersebut tergolong gurindam.

SEBAB

Bentuk puisi di atas terdiri atas dua baris berima yang berisi nasihat.

Petunjuk C

  1. Reduplikasi bermakan berbalasan terdapat pada kalimat..

  1. Mereka melompat-lompat kegirangan.

  2. Hobi anak itu jahit-menjahit.

  3. Bekerjalah, jangan duduk-duduk saja.

  4. Pertemuan itu diakhiri dengan tukar-menukar bingkisan.

  1. Gabungan kata yang berpola sama dengan pola konstruksi merah darah adalah…

  1. baik hati (3) merah padam

  2. biru laut (4) hujan daun

  1. Pasangan kata yang dekat maknanya adalah…

  1. menengok-menoleh (3) diseret-dihela

  2. menjinjing-menenteng (4) dibujuk-ditarik

  1. Penutur bahasa memiliki kemampuan….

  1. menentukan secara otomatis apakah suatu rangkaian kata dapat diterima sebagai kalimat atau tidak

  2. menyampaikan makna dengan pilihan kata dan penggunaan alat kalimat yang sesuai

  3. memilih makna yang benar dengan memperhatikan lingkungan kata atau kalimat

  4. mengenal kemungkinan makna ganda pada rangkaian kata yang sama

  1. Melakukan pekerjaan yang sia-sia biasa dinyatakan dengan peribahasa…

  1. Bagai telur di ujung tanduk.

  2. Menegakkan benang basah.

  3. Bagai lampu kurang minyak

  4. Menggarami lautan

  1. Yang dimaksud tema sebuah karangan adalah…

  1. susunan kerangka (3) kesimpulan karangan

  2. ide karangan (4) pokok pikiran

  1. Penggunaan imbuhan –an berikut betul, kecuali

  1. Dia mendapat hadiah jutaan rupiah.

  2. Tinjauan cuaca disiarkan setelah warta berita.

  3. Sekarang dia sudah menjadi pegawai bulanan.

  4. Bus kota penuh dengan anak sekolahan.

naskah 7

No    Media Massa    Judul Naskah    Tanggal Pengiriman    Keterangan
1.    1.        Surya    Legenda Kelud    15 November 2007    yahoo
2.    2.        LOMBA FODISASTRA.COM    Mimpi,selasr,ditmbok,selasr,ditmbok,prapian,rantg kerig    15 November 2007    Dimuat dalam fordisastra.com
3.    3.        Sindo    Sajak Jenazah    15 November 2007    yahoo
4.    4.        Riau Pos    Bkn Putri Rainun    15 November 2007    yahoo
5.    5.        Horison    Pulau Kenang    15 November 2007    plasa
6.    6.        Suara Pembaruan
baru    Reduksi     15 November 2007    Yahoo
7.    7.        Suara Karya  baru    Pentakziah    15 November 2007    yahoo
8.    8.        Suara Karya    Kelud    17 November 2007    plasa
9.    9.        Chic    Matahari Kembar    17 November 2007    yahoo
10.    10.        Noor    Orang 100    17 November 2007    plasa
11.    11.        Surabaya Pos    Perompak    17 November 2007    yahoo
12.    12.        Radr.Cirebon    Purnama Senja    17 November 2007    plasa
13.    13.        Tempo    Matahari Kembar    17 November 2007    Plasa
14.    14.        Cerpen Lubis Grafura    Bedug Subuh    19 November 2007    yahoo
15.        Media Indonesia    Ranting Kering    19 November 2007    yahoo
16.            Republika
Baru    Sebelum adzan    19 November 2007    Plasa
17.        CERPEN W_HARYANT    Hikayat malin, dsb    19 November 2007    yahoo
18.            PUISI W_HARYTANT    Sajak     21 November 2007    Plasa
19.        Malang Pos  baru    Senja di Pekuburan : Farich    21 November 2007    yahoo
20.            Kompas Anak  baru    Perjalana pls Selm    21 November 2007    yahoo
21.            Jurnal Kalam    Perempn tlnjang    22 November 2007    yahoo
22.            Republika    Rilara    22 November 2007    Plasa
23.            Media Indo    Tdk ada salju    28 November 2007    yahoo
24.    24.        Sindo    Pentakziah    28 November 2007    yahoo
25.    25.        Horison    Aloevera    28 November 2007    mailcty
26.    26.        Tempu Minggu    Purnama Senja    28 November 2007    yahoo
27.    27.        Jurnal Kalam    Taman dioekubura    28 November 2007    yahoo
28.    28.        Surya    SajakIbu        yahoo
29.        Jurnal kalam    Gadis Mandar        yahoo

30.        Sinarhrpn    Prmpn yng trlahir        yahoo

Email Siswa Primagama Semeru

Email Siswa Primagama Semeru

jayuzz_peck@yahoo.co.id
the_fikr89@yahoo.com
nilzh@yahoo.co.id
niizh@yahoo.co.id
nazir_9@plasa.com
danielz_jr@yahoo.com
chang_wanly@yahoo.com
sulindrodwi@yahoo.com
tri_dha_nu_fa@yahoo.com
joesatriaf@yahoo.co.id
aungsa@yahoo.com
oblezz_moneyzz@yahoo.co.id
abukz_strezzz@yahoo.com
grandis_17@plasa.com
charie.chaby@plasa.com
mendolmcr@yahoo.co.id
benqs3@yahoo.com

jayuzz_peck@yahoo.co.id, the_fikr89@yahoo.com, nilzh@yahoo.co.id, niizh@yahoo.co.id, nazir_9@plasa.com, danielz_jr@yahoo.com, chang_wanly@yahoo.com, sulindrodwi@yahoo.com, tri_dha_nu_fa@yahoo.com, joesatriaf@yahoo.co.id, aungsa@yahoo.com, oblezz_moneyzz@yahoo.co.id, abukz_strezzz@yahoo.com, grandis_17@plasa.com, charie.chaby@plasa.com, mendolmcr@yahoo.co.id, benqs3@yahoo.com, oktav_lovely@yahoo.co.uk

Bab Sholat: Ketika Kesiangan Sholat Subuh

Bab Sholat: Ketika Kesiangan Sholat Subuh

Menjama’ shalat itu pada hakikatnya meninggalkan shalat atau tidak mengerjakan shalat pada waktunya. Padahal shalat itu wajib dilkerjakan pada waktunya. Kalau sampai seseorang mengubah waktu shalat, harus ada dalil yang sangat kuat yang membolehkan hal itu.
Dan dalam pandangan syariat, pengubahan waktu shalat secara sengaja hingga dikerjakan bukan di dalam waktunya hanya bisa dilakukan dalam bentuk shalat jama’. Namun shalat jama’ itu tidak boleh begitu saja dilakukan kecuali oleh sebab yang juga dilandasi dengan dalil yang syar’i.
Hal-hal yang membolehkan jama’ shalat itu sangat terbatas sekali, diantaranya adalah
1. Safar (perjalanan) yang Panjang dan Memenuhi Jarak Minimal
Safar (perjalanan) bisa membolehkan shalat jama’, namun hanya yang panjang dan memenuhi jarak minimal, yaitu 4 burd (88, 656 km ). Sebagian ulama berbeda dalam menentukan jarak minimal. Perjalanan itu harus perjalanan ke luar dari kota tempat tinggalnya dengan niat sengaja untuk mengadakan perjalanan. Juga bukan perjalanan maksiat.
2. Sakit
Selain itu yang membolehkan seseorang menjama’ adalah karena sakit. Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan jama` karena disebabkan sakit. Begitu juga Imam Malik dan sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah. Sedangkan dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dari mazhab Al-Hanabilah menuliskan bahwa sakit adalah hal yang membolehkan jama` shalat. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Ibnu Sirin dan Asyhab dari kalangan Al-Malikiyah. Begitu juga Al-Khattabi menceritakan dari Al-Quffal dan Asysyasyi al-kabir dari kalangan Asy-Syafi`iyyah.
3. Haji
Para jamaah haji disyariatkan untuk menjama` dan mengqashar shalat zhuhur dan Ashar ketika berada di Arafah dan di Muzdalifah dengan dalil hadits berikut ini :
Dari Abi Ayyub al-Anshari ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` Maghrib dan Isya` di Muzdalifah pada haji wada`. (HR Bukhari 1674).
4. Hujan
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW shalat di Madinah tujuh atau delapan ; Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya`”. Ayyub berkata, ”Barangkali pada malam turun hujan ?” Jabir berkata, ”Mungkin”. (HR. Bukhari 543 dan Muslim 705).
Dari Nafi` maula Ibnu Umar berkata,”Abdullah bin Umar bila para umaro menjama` antara maghrib dan isya` karena hujan, beliau ikut menjama` bersama mereka.” (HR Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih).
Hal seperti juga dilakukan oleh para salafus shalih seperti Umar bin Abdul Aziz, Said bin Al-Musayyab, Urwah bin az-Zubair, Abu Bakar bin Abdurrahman dan para masyaikh lainnya di masa itu. Demikian dituliskan oleh Imam Malik dalam Al-Muwattha` jilid 3 halaman 40.
Selain itu ada juga hadits yang menerangkan bahwa hujan adalah salah satu sebab dibolehkannya jama` qashar.
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR. Muslim 705).
5. Keperluan Darurat yang Mendesak
Bila seseorang terjebak dengan kondisi di mana dia tidak punya alternatif lain selain menjama`, maka sebagian ulama membolehkannya. Namun hal itu tidak boleh dilakukan sebagai kebiasaan atau rutinitas. Dalil yang digunakan adalah dalil umum seperti yang sudah disebutkan diatas. Allah SWT berfirman :
“Allah tidak menjadikan dalam agama ini kesulitan.” (QS. Al-Hajj: 78)
Dari Ibnu Abbas ra, “beliau SAW tidak ingin memberatkan ummatnya.”
Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW pernah menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim 705).
Sedangkan Al-Imam An-Nawawi dari mazhab Asy-Syafi`iyyah dalam Syarah An-Nawawi jilid 5 219 menyebutkan, ”Sebagian imam berpendapat membolehkan menjama` shalat saat mukim (tidak safar) karena keperluan tapi bukan menjadi kebiasaan.”
Meninggalkan Shalat karena Ketiduran
Sedangkan bila ketiduran dan tidak sempat shalat, harus langsung dikerjakan begitu terbangun. Namun istilah yang digunakan bukan menjama’ shalat. Sebab yang namanya menjama’ shalat itu terbatas pada shalat Zhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan ‘Isya saja. Tidak ada istilah jama’ dalam shalat Shubuh. Yang ada hanyalah segera mengerjakan begitu terbangun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إلَّا ذَلِكَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ketiduran (sampai tidak menunaikan sholat) atau lupa melaksanakannya, maka ia hendaklah menunaikannya pada saat ia menyadarinya.” (HR Muttafaq alaihi)
Oleh karena itu, orang-orang yang kesiangan wajib menunaikan sholat shubuh tersebut pada saat ia tersadar atau terbangun dari tidurnya (tentunya setelah bersuci terlebih dahulu), walaupun waktu tersebut termasuk waktu-waktu yang terlarang melaksanakan sholat.
Karena pelarangan sholat pada waktu-waktu tersebut berlaku bagi sholat-sholat sunnah muthlak yang tidak ada sebabnya. Sedangkan bagi sholat yang memiliki sebab seperti halnya orang yang ketiduran atau kelupaan, diperbolehkan melaksanakan sholat tersebut pada waktu-waktu terlarang. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan sholat tersebut (shalat shubuh).” (HR Bukhari no. 579 dan Muslim no. 608)

Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
sumber: eramuslim.com

LAGU-LAGU DALAM FORMAT MP3 GRATIS DIDOWNLOAD (UNDUH) DI BLOG INi

LAGU-LAGU DALAM FORMAT MP3 GRATIS DIDOWNLOAD (UNDUH) DI BLOG INI: http://www.lubisgrafura.wordpress.com

Download lagu baru GRATIS di sini *)

Lima Lagu Terbaik yang Sering Diputar di Lubisgrafura.wordprss.com

1. DEWA 19 Cintaku Tertinggal di Malaysia (Top Post)
2. DHANI FEAT THE ROCK Munajat Cinta (runner up)
3. JULLIETE Bukannya Kutakut
4. GIGI 11 Januari
5. OPIEC Tobat

Coming soon: deLia Band “Damailah Kau Di sana” Ost. Munir The Movie (under contruction)

Daftar Lima Lagu Ever After di http://www.lubisgrafura.wordpress.com
1. MADONNA Don’t Cry for Me Argentina (Top Post)
2. SARAH MCLAHEN Angel (runner up)
3 OPIEK Tobat
4. DEWI DEWI Begitu Salah Begitu Benar
5. DRAGON FORCE Trail of Broken Heart

Lagu berkategori boleh juga Dewa 19 “Cintaku Tertinggal di Malaysia”

*) jika download gratis di sini tidak bisa, maka Anda harus membeli VCD atau kaset yang asli, BUKAN bajakan!

Maaf ya

;)

Benarkah Mulai 2009 Tidak Ada Ujian Nasional Penerimaan PNS?

Benarkah Mulai 2009 Tidak Ada Ujian Nasional Penerimaan PNS?

Dikutip dari Antara News Solo

Solo (ANTARA News) – Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Taufiq Effendi mengatakan mulai tahun 2009, sudah tidak ada lagi ujian nasional untuk penerimaan pegawai negeri sipil (PNS).
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi mengatakan hal itu pada “Workshop Best Practices Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Percepatan Pembangunan daerah” di Solo, Rabu.
“Mulai tahun 2009 sudah tidak ada lagi ujian nasional penerimaan PNS dan gantinya untuk penerimaan PNS ini berdasarkan kebutuhan dan usulan dari para bupati/wali kota yang bisa mengusulkan sendiri-sendiri disampaikan kepada Menpan,” katanya.

Ia meminta kepada para bupati/wali kota dalam mengajukan permintaan untuk memenuhi kebutuhan PNS juga harus sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Menurut menteri, selama ini ada permintaan pegawai baru di daerah-daerah yang palsu, karena setelah dicek di lapangan banyak bupati/wali kota tidak mengajukan permintaan itu
“Ada suatu daerah yang mengajukan permintaan pegawai baru 400 orang, tetapi setelah dicek di lapangan 100 formasi yang diajukan itu orangnya tidak ada,” kata taufiq Effendi sambil menambahkan agar para bupati/wali kota berhati-hati dalam menangani persoalan ini.
Mengenai tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PNS, ia mengatakan, diharapkan sesuai target tahun 2009 semuanya sudah selesai. Ini artinya untuk tahun 2007 dan 2008 ujian nasional penerimaan untuk rekturmen pendaftaran seleksi cpns/ pns masih diadakan.
Ia mengatakan, setelah itu juga terus diikuti penataan, karena sampai saat ini masih banyak PNS yang hanya menumpuk di suatu bidang saja. Untuk PNS yang menumpuk itu nantinya akan dipecah atau disalurkan di tempat lain seperti petugas penyuluh lapangan (PPL) Pertanian, KB dan lain-lain.(*)

Menulis untuk Keabadian:menghasilkan cerpen berkualitas

 

Begitulah sekiranya yang pernah dikatakan oleh Pramodya. Betapa raga ini bisa dibakar, dihancurkan, ataupun dibunuh namun gagasan kita tidak akan pernah mati. Pikiran kita akan selalu hidup dalam karya kita. Hidup untuk selamanya. Setidaknya itulah yang pernah dikatakan Mahadma Gandi. Pun, tak lepas dari yang pernah diutarakan oleh Chairil Anwar aku ingin hidup seribu tahun lagi.
Menulis prosa, termasuk dalam cerpen maupun novel, setidaknya kita pernah membaca sebuah karya sastra. Ketika kita sudah membaca beberapa buku sastra, biasanya kita menemukan beberapa tokoh sastra yang menjadi panutan. Tidak ada salahnya juga kalau kita meniru teknik atau gaya penceritaannya. Lantas,lambat laub, kita akan menemukan karakter kita sendiri.
Beberapa sastrawan yang menjadi favorit oleh beberapa penulis pemula adalah Seno Gumira Ajidarma, Dwi Cipta, Eka Kurniawan, Kurniawan Efendi, dsb. Karya-karya mereka tidak hanya baik dalam hal penceritaan atau kisah yang dituturkan menarik saja, melainkan ada sebuah renungan yang bisa kita ambil manfaatnya.
Teknik Menulis Cerpen
Ada begitu banyak teknik yang digunakan oleh para penulis. Kita tidak bisa mengatakan bahwa teknik menulis yang baik adalah ini dan ini. Hal ini disebabkan karena setiap penulis bisa menggunakan teknik yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa teknik yang pernah digunakan oleh para siswa.

Teknik Merekontruksi Cerita
Teknik Rekontruksi ini adalah mengubah cerita yang sudah ada dengan menggunakan sudut pandang kita. Misalnya, kita tahu bahwa cerita Malin Kudang adalah cerita anak yang durhaka kepada ibunya. Lantas, kita rekontruksi saja ceritanya menjadi Malin Kundang adalah anak yang berbakti kepada ibunya.
Dalam lampiran, kita bisa melihat cerpen Hikayat Malin yang pernah dipublikasikan oleh Sinar Harapan, bahwa cerpen tersebut merekontruksi cerita yang sudah ada. Selain itu dalam cerpen tersebut juga terdapat peralihan sudut pandang dan visualisasi film. Lebih jelasnya baca cerpen tersebut.
Teknik Putus Sambung
Teknis Putus Sambung adalah teknik dimana kita menghentikan pemacaan sebuah cerpen tertentu lantas kita membuat endingnya sendiri. Pertanyaan selanjutnya yang timbul adalah apakah ini bukan jiplakan? Tentu saja tidak, kalau kita mengubah sedikit demi sedikit pada proses editing, lantas mengubahnya menjadi cerpen yang benar-benar milik kita sendiri.
Perlu ditambahkan, bahwa dalam proses editing, kita mencari konflik yang sama sekali berbeda dengan cerpen yang kita jadikan ”putus-sambung”. Berikut adalah contoh bagaimana kita bisa melanjutkan sebuah kisah menjadi kisah kita sendiri.
Contoh Teknik Putus Sambung:
Matahari memerah di balik kerumun reranting daun rambutan. Sehelai daun rambutan terputus dari rantingnya. Angin menimbang seheledai daun kering itu di udara. Lantas, jatuhlah sehelai daun itu di atas rerumput.
Dari arah timur, seorang perempuan dengan rambut panjangnya yang tergerai di pundaknya tengah mengayunkan sapu lidi. Menyapu sebuah halaman rumahnya. Perempuan itu baru saja menikah sekitar setahun yang lalu dan sampai sekarang belum juga memiliki seorang anak.
Suaminya, sebagai seorang TNI telah dikirim ke perbatasan Irian Jaya untuk mengamankan keadaan perang saudara di pulau yang terkenal emasnya itu. Kira-kira sekitar dua bulan setelah menikah, suaminya musti dikirim ke perbatasan untuk mengamankan situasi di sana.
Hingga sore ini, ketika ia mengayunkan sapu lidinya, belumlah ia bertemu dengan suaminya. Tetapi ia selalu menyediakan makanan di meja makan untuk suaminya. Walaupun makanan itu belum juga disentuh suaminya semenjak ia dikirim ke Irian Jaya. Tapi perempuan itu tak pernah putus asa menunggu suaminya pulang. Ia sangat yakin bahwa suatu hari suaminya pasti akan kembali. Sementara orang-orang yakin bahwa suaminya sudah mati.
Selepas perempuan itu menyelesaikan menyapu halaman rumahnya, ia menyiapkan makan malam di meja makan. Di kursi tempat suaminya dulu biasa makan, perempuan itu menuangkan nasi ke dalam piring. Ia yakin bahwa tak lama lagi suaminya akan pulang. Ia pun tersenyum, sambil membayangkan sosok suaminya tengah duduk di depan piring.
Perempuan itu tiba-tiba teringat, bahwa sore ini ia akan ke Bapak Kepala Desa untuk menanyakan kabar suaminya. Barangkali ada surat yang terlayang untuknya. Maka, pergilah suaminya ke rumah Kepala Desa.
Langit bergradasi warna merah dan gelap. Angin berhembus dingin membawa aroma dedaunan. Seorang lelaki membawa penyangga di kedua ketiaknya. Tampak kaki kirinya putus. Wajah lelaki itu sangat cerah ketika melihat rumahnya. Ia akan melihat istrinya kembali. Lantas, ia berdiri di depan pintu dengan menyimpan ribuan kisah dan rindu desah.
Lanjutkan cerita ini!
Menghadapi keringnya Ide
Keringnya ide atau berhenti ketika sedang di tengah-tengah adalah hal yang biasa. Terlebih lagi ketika kita sedang memegang pena, atau jari-jari kita berada di atas key board namun apa yang kita pikirkan tak bisa muncul sama sekali. Tidak usah bersedih hati, terlebih bunuh diri.
Letakkan pena, atau shut down computer, lantas lakukanlah hal-hal lain yang kita sukai. Misalnya membaca buku, memonton film, makan, tidur, berkencan, sholat, ngopi, godain kekasih teman, ataupun naik gunung. Intinya, lakukan hal lain yang tidak membuat kita pusing memikirkan keringnya ide.
Beberapa rekomendasi film yang dalam gaya penceritaan maupun kualitasnya bisa kita petik pelajarannya. Film tersebut adalah Babel, Forest Gump, 21 Grams, Crash, Pursuit Happines, Monster House, Saving Privat Riyan, Empire in the Sun, Berbagi Suami, Janji Joni, Cast Away, Charlotte Webs, dsb
Beberapa karya sastra yang direkomendasikan adalah Pelajaran Mengarang Seno Gumira Adji Dharma, Dari Mana Datangnya Mata Veven SP. Wardhana, Senapan Cinta Kurniawan Efendi, dsb. Akhirnya, mari kita menulis untuk keabadian!
Lubis Grafura

pengiriman naskah 6

No    Media Massa    Judul Naskah    Tanggal Pengiriman    Keterangan
1.        Sindo baru    Cakrawala Mata    18 Oktober 2007    yahoo
2.        Suara Pembaruan    Lebaran ini Sunyi    18 Oktober 2007    yahoo
3.        Syirah    Ma’rifah    18 Oktober 2007    yahoo
4.        Suara Karya    Ma’rifah    18 Oktober 2007    yahoo
5.        Alia    Taman di Pekuburan    18 Oktober 2007    yahoo
6.        Kompas    Jgn membicarakan Tuhan    18 Oktober 2007    yahoo
7.        Horison    Cakrawala Mata    18 Oktober 2007    yahoo
8.        Jawa Pos baru    Cerpen “Kelud”    19 Oktober 2007    yahoo
9.        Suara Pembaruan    Adagium-rahasia    19 Oktober 2007    yahoo
10.        Sindo    Buat In    19 Oktober 2007    yahoo
11.        Suara Karya    Lukisan Matahari    19 Oktober 2007    yahoo
12.        Sindo  baru    Foto    24 Oktobr 2007    plasa
13.        Suara Pembruan  baru    Cerpen “Legenda Kelud”    26 Oktober 2007    yahoo
14.        Ma’rifah    Horison    26 Oktober 2007    plasa
15.        Suara karya    Kekata Kosong    26 Oktober 2007    yahoo
16.        Republika    Sajak Jenazah    26 Oktober 2007    plasa
17.        Suara Pembaruan    Sajak Pada saatnya    26 Oktober 2007    yahoo
18.        Horison    Sabatikal    26 Oktober 2007    yahoo
19.        Lampung Pos    Bedug Subuh    26 Oktober 2007    yahoo
20.        Sinar Harapan    Orang k100    26 Oktober 2007    yahoo
21.        SuarapPembrn    Cakrawala Mata    26 Oktober 2007    yahoo
22.        Sindo    Wajah yang beku    26 Oktober 2007    yahoo
23.        Suara Karya    Kelud    26 Oktober 2007    yahoo
24.        Sinar Harapn    Bkn P. Rainun    26 Oktober 2007    yahoo
25.        KR    Tamn pkbrn    26 Oktober 2007    yahoo
26.        Media Indo    Senyum Aslika        yahoo
27    Kedaulatan Rakyat    Sejengkal Langkah        yahoo
28    Alia    Prmpn pnghuni p.        yahoo
29    Lampos    Tmn dipkbran        yahoo
30    Jawa Pos    Lilara Nuadanga        yahoo

Bab Sholat: Ketika Kesiangan Sholat Subuh

Bab Sholat: Ketika Kesiangan Sholat Subuh

Menjama’ shalat itu pada hakikatnya meninggalkan shalat atau tidak mengerjakan shalat pada waktunya. Padahal shalat itu wajib dilkerjakan pada waktunya. Kalau sampai seseorang mengubah waktu shalat, harus ada dalil yang sangat kuat yang membolehkan hal itu.
Dan dalam pandangan syariat, pengubahan waktu shalat secara sengaja hingga dikerjakan bukan di dalam waktunya hanya bisa dilakukan dalam bentuk shalat jama’. Namun shalat jama’ itu tidak boleh begitu saja dilakukan kecuali oleh sebab yang juga dilandasi dengan dalil yang syar’i.
Hal-hal yang membolehkan jama’ shalat itu sangat terbatas sekali, diantaranya adalah
1. Safar (perjalanan) yang Panjang dan Memenuhi Jarak Minimal
Safar (perjalanan) bisa membolehkan shalat jama’, namun hanya yang panjang dan memenuhi jarak minimal, yaitu 4 burd (88, 656 km ). Sebagian ulama berbeda dalam menentukan jarak minimal. Perjalanan itu harus perjalanan ke luar dari kota tempat tinggalnya dengan niat sengaja untuk mengadakan perjalanan. Juga bukan perjalanan maksiat.
2. Sakit
Selain itu yang membolehkan seseorang menjama’ adalah karena sakit. Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan jama` karena disebabkan sakit. Begitu juga Imam Malik dan sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah. Sedangkan dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dari mazhab Al-Hanabilah menuliskan bahwa sakit adalah hal yang membolehkan jama` shalat. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Ibnu Sirin dan Asyhab dari kalangan Al-Malikiyah. Begitu juga Al-Khattabi menceritakan dari Al-Quffal dan Asysyasyi al-kabir dari kalangan Asy-Syafi`iyyah.
3. Haji
Para jamaah haji disyariatkan untuk menjama` dan mengqashar shalat zhuhur dan Ashar ketika berada di Arafah dan di Muzdalifah dengan dalil hadits berikut ini :
Dari Abi Ayyub al-Anshari ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` Maghrib dan Isya` di Muzdalifah pada haji wada`. (HR Bukhari 1674).
4. Hujan
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW shalat di Madinah tujuh atau delapan ; Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya`”. Ayyub berkata, ”Barangkali pada malam turun hujan ?” Jabir berkata, ”Mungkin”. (HR. Bukhari 543 dan Muslim 705).
Dari Nafi` maula Ibnu Umar berkata,”Abdullah bin Umar bila para umaro menjama` antara maghrib dan isya` karena hujan, beliau ikut menjama` bersama mereka.” (HR Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih).
Hal seperti juga dilakukan oleh para salafus shalih seperti Umar bin Abdul Aziz, Said bin Al-Musayyab, Urwah bin az-Zubair, Abu Bakar bin Abdurrahman dan para masyaikh lainnya di masa itu. Demikian dituliskan oleh Imam Malik dalam Al-Muwattha` jilid 3 halaman 40.
Selain itu ada juga hadits yang menerangkan bahwa hujan adalah salah satu sebab dibolehkannya jama` qashar.
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR. Muslim 705).
5. Keperluan Darurat yang Mendesak
Bila seseorang terjebak dengan kondisi di mana dia tidak punya alternatif lain selain menjama`, maka sebagian ulama membolehkannya. Namun hal itu tidak boleh dilakukan sebagai kebiasaan atau rutinitas. Dalil yang digunakan adalah dalil umum seperti yang sudah disebutkan diatas. Allah SWT berfirman :
“Allah tidak menjadikan dalam agama ini kesulitan.” (QS. Al-Hajj: 78)
Dari Ibnu Abbas ra, “beliau SAW tidak ingin memberatkan ummatnya.”
Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW pernah menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim 705).
Sedangkan Al-Imam An-Nawawi dari mazhab Asy-Syafi`iyyah dalam Syarah An-Nawawi jilid 5 219 menyebutkan, ”Sebagian imam berpendapat membolehkan menjama` shalat saat mukim (tidak safar) karena keperluan tapi bukan menjadi kebiasaan.”
Meninggalkan Shalat karena Ketiduran
Sedangkan bila ketiduran dan tidak sempat shalat, harus langsung dikerjakan begitu terbangun. Namun istilah yang digunakan bukan menjama’ shalat. Sebab yang namanya menjama’ shalat itu terbatas pada shalat Zhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan ‘Isya saja. Tidak ada istilah jama’ dalam shalat Shubuh. Yang ada hanyalah segera mengerjakan begitu terbangun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إلَّا ذَلِكَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ketiduran (sampai tidak menunaikan sholat) atau lupa melaksanakannya, maka ia hendaklah menunaikannya pada saat ia menyadarinya.” (HR Muttafaq alaihi)
Oleh karena itu, orang-orang yang kesiangan wajib menunaikan sholat shubuh tersebut pada saat ia tersadar atau terbangun dari tidurnya (tentunya setelah bersuci terlebih dahulu), walaupun waktu tersebut termasuk waktu-waktu yang terlarang melaksanakan sholat.
Karena pelarangan sholat pada waktu-waktu tersebut berlaku bagi sholat-sholat sunnah muthlak yang tidak ada sebabnya. Sedangkan bagi sholat yang memiliki sebab seperti halnya orang yang ketiduran atau kelupaan, diperbolehkan melaksanakan sholat tersebut pada waktu-waktu terlarang. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan sholat tersebut (shalat shubuh).” (HR Bukhari no. 579 dan Muslim no. 608)

Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
sumber: eramuslim.com

Judul Naskah

No    Media Massa    Judul Naskah    Tanggal Pengiriman    Keterangan
1.        Sindo baru    Cakrawala Mata    18 Oktober 2007    yahoo
2.        Suara Pembaruan    Lebaran ini Sunyi    18 Oktober 2007    yahoo
3.        Syirah    Ma’rifah    18 Oktober 2007    yahoo
4.        Suara Karya    Ma’rifah    18 Oktober 2007    yahoo
5.        Alia    Taman di Pekuburan    18 Oktober 2007    yahoo
6.        Kompas    Jgn membicarakan Tuhan    18 Oktober 2007    yahoo
7.        Horison    Cakrawala Mata    18 Oktober 2007    yahoo
8.        Jawa Pos baru    Cerpen “Kelud”    19 Oktober 2007    yahoo
9.        Suara Pembaruan    Adagium-rahasia    19 Oktober 2007    yahoo
10.        Sindo    Buat In    19 Oktober 2007    yahoo
11.        Suara Karya    Lukisan Matahari    19 Oktober 2007    yahoo
12.        Sindo  baru    Foto    24 Oktobr 2007    plasa
13.        Suara Pembruan  baru    Cerpen “Legenda Kelud”    26 Oktober 2007    yahoo
14.        Ma’rifah    Horison    26 Oktober 2007    plasa
15.        Suara karya    Kekata Kosong    26 Oktober 2007    yahoo
16.        Republika    Sajak Jenazah    26 Oktober 2007    plasa
17.        Suara Pembaruan    Sajak Pada saatnya    26 Oktober 2007    yahoo
18.        Horison    Sabatikal    26 Oktober 2007    yahoo
19.        Lampung Pos    Bedug Subuh    26 Oktober 2007    yahoo
20.        Sinar Harapan    Orang k100    26 Oktober 2007    yahoo
21.        SuarapPembrn    Cakrawala Mata    26 Oktober 2007    yahoo
22.        Sindo    Wajah yang beku    26 Oktober 2007    yahoo
23.        Suara Karya    Kelud    26 Oktober 2007    yahoo
24.        Sinar Harapn    Bkn P. Rainun    26 Oktober 2007    yahoo
25.        KR    Tamn pkbrn    26 Oktober 2007    yahoo
26.        Media Indo    Senyum Aslika    4     yahoo
29    Lampos    Tmn dipkbran    yahoo    yahoo
30    Jawa Pos    Lilara Nuadanga        yahoo
Pengiriman Naskah Ke-6

Pengiriman Naskah (unedit)

No    Media Massa    Judul Naskah    Tanggal Pengiriman    Keterangan
1.        Annida    Ya Allah, sajak    24 Agustus 2007    Yahoo ?
2.        Med.ind    Malam Pertama    24 Agustus 2007    Yahoo
3.        Horison baru    :(     26 Agustus 2007    Yahoo
4.        Kompas     Buaya Putih    26 Agustus 2007    Yahoo
5.        Annida    Branwir    26 Agustus 2007    Yahoo
6.        Seputar Indonesia    Taman di Pekuburan    4 September 2007    Yahoo
7.        Sindo    Awal Kata    4 September 2007    plasa
8.        Suara Pembaruan    Jatuh    4 September 2007    plasa
9.        Horison    Rosa    4 September 2007    Yahoo
10.        Suara Karya    Bunyi Kentungan    4 September 2007    plasa
11.        Horison    Syair Akhir Tahun    4 September 2007    Yahoo
12.        Horison 2    Selasar    4 September 2007    Yahoo
13.        Annida    Menjelang Maghrib    4 September 2007    plasa
14.        Media Indonesia baru    Aloevera    4 September 2007    Yahoo
15.        Surya baru    Adagium Sederhana    4 September 2007    plasa
16.        Suara Pembaruan baru    Buaya Putih    4 September 2007    Plasa
17    Annida    Mengg ktkn pintu    9 September 2007    Yahoo
18    Lampos    Org ke-100    9 September 2007    Yahoo
19    Alia    Kata Sandi    9 September 2007    Yahoo
20    Sinar Hrpan    Matahari Kembar    9 September 2007    Yahoo
21    Suara Pembruan    Labirin, dll    9 September 2007    Yahoo
22    FEMINA    Alovera, Salju    –    Pos
23    PUISI BATAM    Di bwah 5 Watt    –    pos
24    Surya baru    Sajak Ramadhan    13 Septembr 2007    Dimuat pada Minggu, 7 Oktober 2007
25    Sindo baru    Sajak Ramadhan 2    13 Septembr 2007    Yahoo
26    PROMEDIA    Hikayat malin    13 Septembr 2007    Yahoo
27.    Sinar Harapan    Buaya Putih    17 Septembr 2007    Yahoo
28.    Lampos    Taman di Pekuburan    17 Septembr 2007    Yahoo
29.    Annida    Sajak Ramadhan     17 Septembr 2007    Yahoo
30    Republika baru    Ma’rifah    17 Septembr 2007    plasa
31.    Suara Pembruan baru    Jejak Kaki    17 Septembr 2007    Yahoo
32.    Horison    Lebrn ini sunyi    17 Septembr 2007    plasa
33.    Suara Karya    Sajak –eks.Horson    17 Septembr 2007    Yahoo
34.

Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

Pembelajaran Berbasis Proyek:
Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

Waras Khamdi

Abstract: The aim of this paper is to highlight some of attempts at integrating Project-Based Learning approach into the practice of teaching and learning in engineering and vocational education. There are at least five criteria to capture the uniqueness of Project-Based Learning, in attempting to describe the difference between Project-Based Learning and prior models that involved projects. The five criteria are centrality, driving question or problem, constructive investigations, autonomy, and realism. Benefits attributed to Project-Based Learning include: increased motivation, problem-solving ability, decision-making skills, collaboration, and resource-management skills.

Kata kunci: belajar berbasis proyek, otentik, konstruktivistik, kontekstual, kolaboratif

Dalam konteks peradaban makro, sekarang umat manusia sedang memasuki Abad Pengetahuan dan perlahan meninggalkan Abad Industrial. Atas dasar analisisnya terhadap empat program pendidikan yang berhasil mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan pada Abad Pengetahuan, Trilling dan Hood (1999) membuat daftar perbandingan karakteristik umum model pembelajaran Abad Pengetahuan yang dijelang umat manusia dan Abad Industrial yang telah ditinggalkan umat manusia (Tabel 1). Perbandingan ini merefleksikan pandangan filosofis tentang teknologi (pendidikan), terutama antara pandangan moderen dan pandangan transformatif.

Tabel 1. Pembelajaran Abad Pengetahuan versus Abad Industrial

ABAD INDUSTRIAL ABAD PENGETAHUAN
Teacher-as-Director Teacher-as-Facilitator, Guide, Consultant
Teacher-as-Knowledge Source Teacher-as-Co-learner
Curriculum-directed Learning Student-directed Learning
Time-slotted, Rigidly Scheduled Learning Open, Flexible, On-demand Learning
Primarily Fact-based Primarily Project-& Problem-based
Theoretical, Abstract Real-world, concrete
Principles & Survey Actions & Reflections
Drill & Practice Inquiry & Design
Rules & Procedures Discovery & Invention
Competitive Collaborative
Classroom-focused Community-focused
Prescribed Results Open-ended Results
Conform to Norm Creative Diversity
Computers-as-Subject of Study Computers-as-Tool for all Learning
Static Media Presentations Dynamic Multimedia Interactions
Classroom-bounded Communication Worldwide-unbounded Communication
Test-assessed by Norms Performance-assessed by Expert, Mentors, Peers & Self

Berdasarkan Tabel 1 tersebut setidak-tidaknya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pertama, terlihat jelas bahwa pergeseran paradigma pembelajaran telah terjadi dalam praktik kependidikan. Banyak praktik pendidikan yang dianggap mengutungkan pada abad industrial, seperti belajar fakta, tubian (drill) dan praktik, hukum dan prosedur digantikan belajar dalam konteks dunia nyata, otentik melalui problem dan proyek, inkuiri, penemuan, dan invensi dalam praktik abad pengetahuan. Kedua, kita akan membayangkan betapa sulitnya mencapai perubahan yang sistematik ketika di lingkungan pendidikan kita masih teramat kental dengan kebiasaan praktik pendidikan di abad industrial, seperti belajar masih dikonsepsikan sebagai penyerapan fakta, belajar efektif dilakukan dengan drill, dst. Ketiga, semakin jelas bahwa teknologi komunikasi dan informasi adalah katalis penting untuk gerakan kita menuju metode belajar di Abad Pengetahuan. Keempat, paradigma baru dalam belajar ini menggelar tantangan yang luar biasa besar dan peluang untuk pengembangan professional, baik preservice maupun inservice, bagi guru-guru kita. Dalam banyak hal, redifinisi profesi pengajaran/pembelajaran dan peranan guru memainkan peranan penting dalam proses belajar.
Kini, para peneliti pembelajaran berargumen tentang lingkungan belajar dalam konteks yang kaya (rich environment). Pengetahuan dan keterampilan yang kokoh dan bermakna-guna (meaningful-use) dapat dikonstruk melalui tugas-tugas dan pekerjaan yang otentik (CORD, 2001, Hung & Wong, 2000; Myers & Botti, 2000, ED, 1995; Marzano, 1992). Keotentikan kegiatan kurikuler terdukung oleh proses kegiatan perencanaan (designing) atau investigasi yang open-ended, dengan hasil atau jawaban yang tidak ditetapkan sebelumnya oleh perspektif tertentu. Pebelajar dapat didorong dalam proses membangun pengetahuan melalui pengalaman dunia nyata dan negosiasi kognitif antarpersonal yang berlangsung di dalam suasana kerja kolaboratif.
Kerja proyek dapat dilihat sebagai bentuk open-ended contextual activity-based learning, dan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai suatu usaha kolaboratif (Richmond & Striley, 1996), yang dilakukan dalam proses pembelajaran dalam periode tertentu (Hung & Wong, 2000). Blumenfeld et.al. (1991) mendiskripsikan model belajar berbasis proyek (project-based learning) berpusat pada proses relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran bermakna dengan mengitegrasikan konsep-konsep dari sejumlah komponen pengetahuan, atau disiplin, atau lapangan studi.
Ketika siswa bekerja di dalam tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi, negosiasi, dan membuat konsensus tentang isu-isu tugas yang akan dikerjakan, siapa yang bertanggungjawab untuk setiap tugas, dan bagaimana informasi akan dikumpulkan dan disajikan. Keterampilan-keterampilan yang telah diidentifikasi oleh siswa ini merupakan keterampilan yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya, dan sebagai tenaga kerja merupakan keterampilan yang amat penting di tempat kerja kelak. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan tersebut berlangsung di antara siswa. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan.

MENGAPA PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK?
Herchbach (1999) menegaskan, sekurang-kurangnya terdapat tiga tantangan yang harus dihadapi agar pendidikan teknologi terus memainkan peran pendidikan yang signifikan di abad akan datang. Pertama, dan paling penting, pendidikan teknologi harus berfokus pada bagaimana yang terbaik dapat melayani pebelajar. Sedikit waktu harus disisihkan untuk memikirkan tentang teknologi itu sendiri, dan lebih memperhatikan harapan atau kebutuhan orangtua dan pebelajar dari lapangan dan bagaimana kita dapat menerjemahkan harapan ini ke dalam program pendidikan teknologi yang konkret dan dekat dengan kehidupan mereka.
Kedua, lingkungan juga harus memberi peluang pendidikan yang terbaik. Pendidikan teknologi yang terbaik dapat disusun secara interdisipliner, lingkungan belajar berbasis aktivitas yang memberi peluang pebelajar menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dan teknologis. Kata-kata interdisipliner dan aktivitas perlu ditekankan. Barangkali di dalam lapangan atau subject matter yang lain tidak menjadi tekanan, akan tetapi dalam pendidikan teknologi, interdisipliner dan berbasis aktivitas itu memberi peluang bagi pebelajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dari lapangan studi lain yang berhubungan. Hal ini juga berarti menempatkan kegiatan belajar pebelajar di dalam konteks dunia nyata.
Ketiga, penting membangun dukungan di dalam komunitas kependidikan yang lebih besar tentang pentingnya pendidikan teknologi sebagai bagian bangunan kependidikan. Pendidikan teknologi adalah komponen integral yang penting di dalam dunia kependidikan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, Householder (1999) menegaskan pendidikan teknologi harus: (1) memperluas landasan intelektual yang melatarbelakangi desain, manufaktur, konstruksi, komunikasi, transportasi, engineering, dan arsitektur yang memenuhi ruang teknik-teknik pengendalian alam dan dunia buatan manusia; (2) menjelaskan secara detail praktik dan body of technological knowledge agar mudah dikenali dan sebagai basis sumber perencanaan pembelajaran; (3) menyusun strategi pengembangan kurikulum yang komprehensif dan unik mengintegrasikan praktik dan pengetahuan dengan pemahaman kontemporer cara-cara pebelajar memperoleh pengetahuan dan keterampilan; (4) mengekplorasi perbedaan individual dan kelompok, sehingga program yang tepat mungkin didesain secara integral dengan kerangka kultural dan individual mereka; dan (5) mengkaji kontribusi studi di bidang teknologi di dalam dan di atas masyarakat kontemporer dengan visi yang jelas dan kritis untuk mencapai kualitas hidup generasi masadepan.
Berdasarkan penekanan-penekanan Herchbach, dan Householder di atas, maka prospek masa depan pendidikan teknologi ini memunculkan orientasi yang makin kuat pada banyaknya tujuan pendidikan berfokus pada pengembangan untuk hidup orang dewasa khususnya penyiapan salah satu aktivitas universisal orang dewasa, yaitu kerja. Kerja, baik digaji maupun tidak digaji, terjadi di tempat kerja, rumah, dan masyarakat umum. Banyak kurikulum sekolah didesain untuk menyiapkan orang-orang muda untuk bekerja, dan seringkali dengan justifikasi subject matter ekonomi.
Di sisi lain, sekarang mulai banyak tempat kerja yang memberlakukan pekerja temporer atau pekerja kontrak, dan akan lebih banyak pengalaman berhenti dari pekerjaan yang satu dan ganti pekerjaan lain sebagai bagian dari karier pekerja. Majikan tidak lagi diikat dengan tuntutan peningkatan karier pekerja, dan tidak akan menanggung jaminan hari tua, pensiun, dan tunjangan kesehatan (Bjorkquist, 1999). Hal ini menggambarkan mobilitas pasar kerja yang makin tinggi. Kemampuan diskoveri, eksplorasi, dan pengembangan kecerdasan menjadi realistis di dalam kelas di mana teknologi berbasis mesin dan peralatan diajarkan. Banyak pelajaran teknologi akan penting secara ekonomik dan memperluas kepiawaian individu dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Berbasis Proyek dipandang tepat sebagai satu model untuk pendidikan teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pendidikan teknologi dan perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia kerja. Project-Based Learning adalah model pembelajaran yang berfokus pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip utama (central) dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainya, memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruk belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai, dan realistik (BIE, 2001). Berbeda dengan model-model pembelajaran tradisional yang umumnya bercirikan praktik kelas yang berdurasi pendek, terisolasi/lepas-lepas, dan aktivitas pembelajaran berpusat pada guru; model Project-Based Learning menekankan kegiatan belajar yang relatif berdurasi panjang, holistik-interdisipliner, perpusat pada siswa, dan terintegrasi dengan praktik dan isu-isu dunia nyata.

ADAPTASI MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DALAM PENDIDIKAN MEDIS
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (project-based learning) ini merupakan adaptasi dari pendekatan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) yang awalnya berakar pada pendidikan medis (kedokteran). Pendidikan medis menaruh perhatian besar terhadap fenomena praktisi medis muda yang memiliki pengetahuan faktual cukup tetapi gagal menggunakan pengetahuannya saat menangani pasien sungguhan (Maxwell, Bellisimo, & Mergendoller, 1999). Setelah melakukan pengkajian bagaimana tenaga medis dididik, pendidikan medis mengembangkan program pembelajaran yang men-cemplung-kan siswa ke dalam skenario penanganan pasien baik simulatif ataupun sungguhan. Proses ini kemudian dikenal sebagai pendekatan problem-based learning. Kini, problem-based learning diterapkan secara luas pada pendidikan medis di negara-negara maju.
Karakteristik permasalahan pada pendidikan medis tersebut mirip dengan permasalahan pada pendidikan teknologi dan kejuruan. Tamatan pendidikan teknologi (dan kejuruan) belum siap memasuki lapangan kerja atau bahkan gagal di tempat kerja, meskipun pengetahuan faktual telah cukup diperoleh di sekolah. Berdasarkan pengalaman pada pendidikan medis, pendekatan problem-based learning diadaptasi menjadi model project-based learning untuk pendidikan teknologi dan kejuruan, terutama program kompetensi produktif. Keduanya menekankan lingkungan belajar siswa aktif, kerja kelompok (kolaboratif), dan teknik evaluasi otentik (authentic assessment). Perbedaannya terletak pada perbedaan objek. Kalau dalam problem-based learning pebelajar lebih didorong dalam kegiatan yang memerlukan perumusan masalah, pengumpulan data, dan analisis data (berhubungan dengan proses diagnosis pasien); maka dalam project-based learning pebelajar lebih didorong pada kegiatan desain: merumuskan job, merancang (designing), mengkalkulasi, melaksanakan pekerjaan, dan mengevaluasi hasil. Seperti didefinisikan oleh Buck Institute fo Education (1999), bahwa belajar berbasis proyek memiliki karakteristik: (a) pebelajar membuat keputusan, dan membuat kerangka kerja, (b) terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya, (c) pebelajar merancang proses untuk mencapai hasil, (d) pebelajar bertanggungjawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan, (e) melakukan evaluasi secara kontinu, (f) pebelajar secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan, (g) hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya, dan (i) kelas memiliki atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan.
Kebalikan dari pendekatan tradisional yang umumnya bercirikan apprenticeship, ciri khas strategi Pembelajaran Berbasis Proyek bersifat kolaboratif (Hung & Chen, 2000; Hung & Wong, 2000). Kegiatan pembelajaran seperti tersebut mendukung proses konstruksi pengetahuan dan pengembangan kompetensi produktif pebelajar yang secara aktual muncul dalam bentuk-bentuk keterampilan okupasional/teknikal (technical skills), dan keterampilan emploiabiliti sebagai pekerja yang baik (employability skills). Kegiatan ini berbasis pada konteks kehidupan sehari-hari pebelajar, baik fisik maupun sosial.

DUKUNGAN TEORETIS PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Secara teoretik dan konseptual, pendekatan belajar berbasis proyek ini juga didukung oleh teori aktivitas (Hung dan Wong, 2000; Activity Theory, [Online]) yang menyatakan bahwa struktur dasar suatu kegiatan terdiri atas: (a) tujuan yang ingin dicapai dengan (b) subjek yang berada di dalam konteks (c) suatu masyarakat di mana pekerjaan itu dilakukan dengan perantaraan (d) alat-alat, (e) peraturan kerja, dan (f) pembagian tugas (periksa, Gambar 1). Dalam penerapannya di kelas bertumpu pada kegiatan belajar yang lebih menekankan pada kegiatan aktif dalam bentuk melakukan sesuatu (doing) daripada kegiatan pasif “menerima” transfer pengetahuan dari pengajar.

Alat

Subjek Objek Hasil

Aturan Masyarakat Pembagian Tugas

Gambar 1. Proses dalam Teori Aktivitas

Pendekatan pembelajaran berbasis proyek juga didukung teori belajar konstruktivistik. Konstruktivisme adalah teori belajar yang mendapat dukungan luas yang bersandar pada ide bahwa siswa membangun pengetahuannya sendiri di dalam konteks pengalamannya sendiri (Murphy, 1997, [Online]). Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dipandang sebagai salah satu pendekatan penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa mengkonstruk pengetahuan dan keterampilan secara personal. Tatkala pendekatan proyek ini dilakukan dalam modus belajar kolaboratif dalam kelompok kecil siswa, pendekatan ini juga mendapat dukungan teoretik yang bersumber dari konstruktivisme sosial Vygotsky yang memberikan landasan pengembangan kognitif melalui peningkatan intensitas interaksi antarpersonal (Vygotsky, 1978; Davydov, 1995, Moore, 1999). Adanya peluang untuk menyampaikan ide, mendengarkan ide-ide orang lain, dan merefleksikan ide sendiri pada ide-ide orang lain, adalah suatu bentuk pengalaman pemberdayaan individu. Proses interaktif dengan kawan sejawat itu membantu proses konstruksi pengetahuan (meaning-making process). Dalam pandangan ini transaksi sosial memainkan peranan sangat penting dalam pembentukan kognisi (Richmond & Striley, 1996). Proses negosiasi kognitif interpersonal sebagai bentuk dari pengajuan gagasan, debat, dan menerima atau menolak selama proses interaksi dengan kawan sejawat memungkinkan perluasan dan penghalusan pengetahuan dan keterampilan. Dari perspektif teoretik ini, pendekatan belajar berbasis proyek ini memberikan alternatif lingkungan belajar otentik di mana pembelajar dapat membantu memudahkan siswa meningkatkan keterampilan mereka di dalam bekerja dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Sebagai pendekatan pembelajaran baru, Pembelajaran Berbasis Proyek potensial berhasil memperbaiki praktik pembelajaran pada pendidikan teknologi (dan kejuruan).
Pendekatan belajar berbasis proyek (project-based learning) memiliki potensi yang besar untuk membuat pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi pebelajar dewasa untuk memasuki lapangan kerja. Menurut pengalaman Gaer (1998), di dalam project-based learning yang diterapkan untuk mengembangkan kompetensi para pekerja perusahaan, peserta pelatihan menjadi lebih aktif di dalam belajar mereka, dan banyak keterampilan tempatkerja yang berhasil dibangun dari proyek di dalam kelasnya, seperti keterampilan membangun tim, membuat keputusan kooperatif, pemecahan masalah kelompok, dan pengelolaan tim. Keterampilan-keterampilan tersebut besar nilainya di tempat kerja dan merupakan keterampilan yang sukar diajarkan melalui pembelajaran tradisional. Hasil penelitian Departemen Pendidikan Amerika Serikat (ED) menunjukkan hal yang sama. Hasil kajian lintas daerah yang dilakukannya menunjukkan bahwa tugas-tugas yang dijalankan dalam bentuk kegiatan yang menantang dan mengesankan pada diri pebelajar memiliki pengaruh positif terhadap motivasi, pemahaman, dan unjuk kerja pebelajar (ED, 1995). Potensi keefektifan belajar berbasis proyek ini juga didukung oleh temuan-temuan penelitian belajar kolaboratif yang terbukti dapat meningkatkan pencapaian prestasi akademik, berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir kritis yang lebih baik, kemampuan memandang situasi dari perspektif lain yang lebih baik, pemahaman yang mendalam terhadap bahan belajar, lebih bersikap positif terhadap bidang studi, hubungan yang lebih positif dan suportif dengan kawan sejawat, dan meningkatkan motivasi belajar (Thomas, 2000; Johnson, Johnson, & Stanne, 2000; Kaufman, Felder & Fuller, 2000; Haller, Gallagher, Weldon, & Felder, 2000; Shia, Howard & McGee, 1998; Felder & Brent, 1996).

KONSEP DAN KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks (CORD, 2001; Thomas, Mergendoller, & Michaelson, 1999; Moss, Van-Duzer, Carol, 1998). Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata (Thomas, 2000).
Biasanya memerlukan beberapa tahapan dan beberapa durasi — tidak sekedar merupakan rangkaian pertemuan kelas— serta belajar kelompok kolaboratif. Proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance), yang secara umum pebelajar melakukan kegiatan: mengorganisasi kegiatan belajar kelompok mereka, melakukan pengkajian atau penelitian, memecahkan masalah, dan mensintesis informasi. Proyek seringkali bersifat interdisipliner. Misalnya, suatu proyek merancang draft untuk bangunan struktur (konstruksi bangunan tertentu) melibatkan pebelajar dalam kegiatan investigasi pengaruh lingkungan, pembuatan dokumen proses pembangunan, dan mengembangkan lembar kerja, yang akan meliputi penggunaan konsep dan keterampilan yang digambarkan dari matakuliah matematika, drafting dan/atau desain, lingkungan dan kesehatan kerja, dan mungkin perdagangan bahan dan bangunan. Menurut Alamaki (1999, Online), proyek selain dilakukan secara kolaboratif juga harus bersifat inovatif, unik, dan berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan pebelajar atau kebutuhan masyarakat atau industri lokal.
Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk pebelajar usia dewasa, seperti siswa, apakah mereka sedang belajar di perguruan tinggi maupun pelatihan transisional untuk memasuki lapangan kerja (Gaer, 1998). Di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, pebelajar menjadi terdorong lebih aktif di dalam belajar mereka, instruktur berposisi di belakang dan pebelajar berinisiatif, instruktur memberi kemudahan dan mengevaluasi proyek baik kebermaknaannya maupun penerapannya untuk kehidupan mereka sehari-hari. Produk yang dibuat pebelajar selama proyek memberikan hasil yang secara otentik dapat diukur oleh guru atau instruktur di dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, guru atau instruktur tidak lebih aktif dan melatih secara langsung, akan tetapi instruktur menjadi pendamping, fasilitator, dan memahami pikiran pebelajar.
Proyek pebelajar dapat disiapkan dalam kolaborasi dengan instruktur tunggal atau instruktur ganda, sedangkan pebelajar belajar di dalam kelompok kolaboratif antara 4—5 orang. Ketika pebelajar bekerja di dalam tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi, negosiasi, dan membuat konsensus tentang isu-isu tugas yang akan dikerjakan, siapa yang bertanggungjawab untuk setiap tugas, dan bagaimana informasi akan dikumpulkan dan disajikan. Keterampilan-keterampilan yang telah diidentifikasi oleh pebelajar ini merupakan keterampilan yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya, dan sebagai tenaga kerja merupakan keterampilan yang amat penting di tempat kerja. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan tersebut berlangsung di antara pebelajar. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan.
Oakey (1998) mempertegas konsep dan karakteristik project-based learning dengan membedakannya dengan problem based learning yang seringkali saling dipertukarkan dalam penggunaan istilah ini. Istilah project-based learning dan problem-based larning masing-masing digunakan untuk menyatakan strategi pembelajaran. Kemiripan konsep kedua pendekatan pembelajaran itu, dan penggunaan singkatan yang sama, PBL, menghasilkan kerancuan di dalam leteratur dan penelitian (lihat juga Thomas, 2000), meskipun sebenarnya di antara keduanya berbeda.
Project-based learning dan problem-based learning memiliki beberapa kesamaan karakteristik. Keduanya adalah strategi pembelajaran yang dimaksudkan untuk melibatkan pebelajar di dalam tugas-tugas otentik dan dunia nyata agar dapat memperluas belajar mereka. Pebelajar diberi tugas proyek atau problem yang open-ended dengan lebih dari satu pendekatan atau jawaban, yang mensimulasikan situasi profesional. Kedua pendekatan ini juga didefinisikan sebagai student-centered, dan menempatkan peranan guru sebagai fasilitator. Pebelajar dilibatkan dalam project- atau problem- based learning yang secara umum bekerja di dalam kelompok secara kolaboratif, dan didorong mencari berbagai sumber informasi yang berhubungan dengan proyek atau problem yang dikerjakan. Pendekatan ini menekankan pengukuran hasil belajar otentik dan dengan basis unjuk kerja (performance-based assessment).
Meskipun banyak kemiripan, project- dan problem-based learning bukan pendekatan yang identik. Project-based learning secara khusus dimulai dengan produk akhir atau “artifact”di dalam pikiran, produksi tentang sesuatu yang memerlukan keterampilan atau pengetahuan isi tertentu yang secara khusus mengajukan satu atau lebih problem yang harus dipecahkan oleh pebelajar. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek menggunakan model produksi: Pertama, pebelajar menetapkan tujuan untuk pembuatan produk akhir dan mengidentifikasi audien mereka. Mereka mengkaji topik mereka, mendesain produk, dan membuat perencanaan manajemen proyek. Pebelajar kemudian memulai proyek, memecahkan masalah dan isu-isu yang timbul dalam produksi, dan menyelesaikan produk mereka. Pebelajar mungkin menggunakan atau menyajikan produk yang mereka buat, dan idealnya mereka diberi waktu untuk mengevaluasi hasil kerja mereka (Moursund, Bielefeldt, & Underwood, 1997; Oakey, 1998). Proses belajarnya berlangsung otentik, mencerminkan kegiatan produksi dunia nyata, dan konstruktivistik, menggunakan pendekatan dan ide-ide pebelajar untuk menyelesaikan tugas yang mereka tangani.
Tidak semua kegiatan belajar aktif dan melibatkan proyek dapat disebut Pembelajaran Berbasis Proyek. Berangkat dari pertanyaan “apa yang harus dimiliki proyek agar dapat digolongkan sebagai Pembelajaran Berbasis Proyek,” dan keunikan Pembelajaran Berbasis Proyek yang ditemukan dari sejumlah leteratur dan hasil penelitian, Thomas (2000) menetapkan lima kriteria apakah suatu pembelajaran berproyek termasuk sebagai Pembelajaran Berbasis Proyek. Lima kriteria itu adalah keterpusatan (centrality), berfokus pada pertanyaan atau masalah, investigasi konstruktif atau desain, otonomi pebelajar, dan realisme.
Proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek adalah pusat atau inti kurikulum, bukan pelengkap kurikulum. Di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, proyek adalah strategi pembelajaran; pebelajar mengalami dan belajar konsep-konsep inti suatu disiplin ilmu melalui proyek. Ada kerja proyek yang mengikuti pembelajaran tradisional dengan cara proyek tersebut memberi ilustrasi, contoh, praktik tambahan, atau aplikasi praktik yang diajarkan sebelumnya dengan maksud lain. Akan tetapi, menurut kriteria di atas, aplikasi proyek tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai Pembelajaran Berbasis Proyek. Kegiatan proyek yang dimaksudkan untuk pengayaan di luar kurikulum juga tidak termasuk Pembelajaran Berbasis Proyek.
Proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek adalah terfokus pada pertanyaan atau masalah, yang mendorong pebelajar menjalani (dengan kerja keras) konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti atau pokok dari disiplin. Kriteria ini sangat halus dan agak susah diraba. Difinisi proyek (bagi pebelajar) harus dibuat sedemikian rupa agar terjalin hubungan antara aktivitas dan pengetahuan konseptual yang melatarinya yang diharapkan dapat berkembang menjadi lebih luas dan mendalam (Baron, Schwartz, Vye, Moore, Petrosino, Zech, Bransford, & The Cognition and Technology Group at Vanderbilt, 1998). Biasanya dilakukan dengan pengajuan pertanyaan-pertanyaan atau ill-defined problem (Thomas, 2000). Proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek mungkin dibangun di sekitar unit tematik, atau gabungan (intersection) topik-topik dari dua atau lebih disiplin, tetapi itu belum sepenuhnya dapat dikatakan sebuah proyek. Pertanyaan-pertanyaan yang mengejar pebelajar, sepadan dengan aktivitas, produk, dan unjuk kerja yang mengisi waktu mereka, harus digubah (orchestrated) dalam tugas yang bertujuan intelektual (Blumenfeld, et al., 1991).
Proyek melibatkan pebelajar dalam investigasi konstruktif. Investigasi mungkin berupa proses desain, pengambilan keputusan, penemuan masalah, pemecahan masalah, diskoveri, atau proses pembangunan model. Akan tetapi, agar dapat disebut proyek memenuhi kriteria Pembelajaran Berbasis Proyek, aktivitas inti dari proyek itu harus meliputi transformasi dan konstruksi pengetahuan (dengan pengertian: pemahaman baru, atau keterampilan baru) pada pihak pebelajar (Bereiter & Scardamalia, 1999). Jika pusat atau inti kegiatan proyek tidak menyajikan “tingkat kesulitan” bagi anak, atau dapat dilakukan dengan penerapan informasi atau keterampilan yang siap dipelajari, proyek yang dimaksud adalah tak lebih dari sebuah latihan, dan bukan proyek Pembelajaran Berbasis Proyek yang dimaksud. Membersihkan peralatan laboratorium mungkin sebuah proyek, akan tetapi mungkin bukan proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek.
Proyek mendorong pebelajar sampai pada tingkat yang signifikan. Proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek bukanlah ciptaan guru, tertuliskan dalam naskah, atau terpaketkan. Latihan laboratorium bukanlah contoh Pembelajaran Berbasis Proyek, kecuali jika berfokus pada masalah dan merupakan inti pada kurikulum. Proyek dalam Pembelajaran Berbasis Proyek tidak berakhir pada hasil yang telah ditetapkan sebelumnya atau mengambil jalur (prosedur) yang telah ditetapkan sebelumnya. Proyek Pembelajaran Berbasis Proyek lebih mengutamakan otonomi, pilihan, waktu kerja yang tidak bersifat rigid, dan tanggung jawab pebelajar daripada proyek trandisional dan pembelajaran tradisoonal.
Proyek adalah realistik. Karakteristik proyek memberikan keontentikan pada pebelajar. Karakteristik ini boleh jadi meliputi topik, tugas, peranan yang dimainkan pebelajar, konteks dimana kerja proyek dilakukan, kolaborator yang bekerja dengan pebelajar dalam proyek, produk yang dihasilkan, audien bagi produk-produk proyek, atau kriteria di mana produk-produk atau unjuk kerja dinilai. Pembelajaran Berbasis Proyek melibatkan tantangan-tantangan kehidupan nyata, berfokus pada pertanyaan atau masalah otentik (bukan simulatif), dan pemecahannya berpotensi untuk diterapkan di lapangan yang sesungguhnya.
Pembelajaran berbasis proyek bisa menjadi bersifat revolusioner di dalam isu pembaruan pembelajaran. Proyek dapat mengubah hakikat hubungan antara guru dan pebelajar. Proyek dapat mereduksi kompetisi di dalam kelas dan mengarahkan pebelajar lebih kolaboratif daripada kerja sendiri-sendiri. Proyek juga dapat menggeser fokus pembelajaran dari mengingat fakta ke eksplorasi ide. Beberapa aspek yang membedakan pembelajaran Berbasis Proyek dengan pembelajaran tradisional dideskripsikan oleh Thomas, Mergendoller, & Michaelson (1999) sebagaimana dalam Tabel 2 berikut.

Tabel 2 Perbedaan Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Tradisional
ASPEK PENDIDIKAN PENEKANAN TRADISIONAL PENEKANAN BERBASIS PROYEK
Fokus kurikulum Cakupan isi Kedalaan pemahaman
Pengetahuan tentang fakta-fakta Penguasaan konsep-konsep dan prinsip-prinsip
Belajar keterampilan “building-block” dalam isolasi Pengembangan keterampilan pemecahan masalah kompleks
Lingkup dan Urutan Mengikuti urutan kurikulum secara ketat Mengikuti minat pebelajar
Berjalan dari blok ke blok atau unit ke unit Unit-unit besar terbentuk dari problem Dan isu yang kompleks
Memusat, fokus berbasis disiplin Meluas, fokus interdisipliner
Peranan guru Penceramah dan direktur pembelajaran Penyedia sumber belajar dan partisipan di dalam kegiatan belajar
Ahli Pembimbing/partner
Fokus pengukuran Produk Proses dan produk
Skor tes Pencapaian yang nyata
Membandingkan dengan yang lain Unjuk kerja standard dan kemajuan dari waktu ke waktu
Reproduksi informasi Demonstrasi pemahaman
Bahan-bahan Pembelajaran Teks, ceramah, Dan presentasi Langsung sumber-sumber asli: bahan-bahan tersectak, interviu, dokumen, dll.
Kegiatan dan lembar latihan dikembangkan guru Data dan bahan dikembangkan oleh pebelajar
Penggunaan teknologi Penyokong, periferal Utama, integral
Dijalankan guru Diarahkan pebelajar
Kegunaan untuk perluasan presentasi guru Kegunaan untuk memperluas presentasi pebelajar atau penguatan kemampuan pebelajar
Konteks kelas Pebelajar bekerja sendiri Pebelajar bekerja dalam kelompok
Pebelajar kompetisi satu dengan lainnya Pebelajar kolaboratif satu dengan lainnya
Pebelajar menerima informasi dari guru Pebelajar mengkonstruksi, berkontribusi, dan melakukan sintesis informasi
Peranan pebelajar Menjalankan perintah guru Melakukan kegiatan belajar yang diarahkan oleh diri sendiri
Pengingat dan pengulang fakta Pengkaji, integrator, dan penyaji ide
Pembelajar menerima dan menyelesaikan tugas-tugas laporan pendek Pebelajar menentukan tugas mereka sendiri Dan bekerja secara independen dalam waktu yang besar
Tujuan jangka pendek Pengetahuan tentang fakta, istilah, dan isi Pemahaman dan aplikasi ide dan proses yang kompleks
Tujuan jangka panjang Luas pengetahuan Dalam pengetahuan
Lulusan yang memiliki pengetahuan yang berhasil pada tes standard pencapaian belajar Lulusan yang berwatak dan terampil mengembangkan diri, mandiri, dan belajar sepanjang hanyat.

KEUNTUNGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Moursund, Bielefeldt, & Underwood (1997) meneliti sejumlah artikel tentang proyek di kelas yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan testimonial terhadap guru, terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya. Atribut keuntungan dari Belajar Berbasis Proyek adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.
2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
3. Meningkatkan kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi ( Johnson & Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davidov, 1995).
4. Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.

SIMPULAN
Memperhatikan karaktristik Pembelajaran Berbasis Proyek, dukungan teoretik, dan reviu testimonial, maka model ini bisa menjadi komponen yang well-established dalam sistem pendidikan kita. Model Pembelajaran Berbasis Proyek adalah penggerak yang unggul untuk membatu siswa belajar melakukan tugas-tugas otentik dan multidisipliner, mengelola bujet, menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efektif, dan bekerja dengan orang lain. Ada bukti langsung maupun tidak langsung, baik dari guru maupun siswa, bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek menguntungkan dan efektif sebagai metode pembelajaran. Yang lebih penting, ada beberapa bukti bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek, dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain, memiliki nilai tinggi dalam peningkata kualitas belajar siswa.

DAFTAR RUJUKAN
Alamaki, A. 1999. Current Trends in Technology Education in Finland. The Journal of Technology Studies. Available on: Digital Library and Archives.
Barron, B.J., Schwartz, D.L., Vey, N.J., Moore, A., Petrosino, A., Zech, L., Bransford, J. D., & The Cognition and Technology Group at Vanderbilt. 1998. Doing with Understnading: Lessons from Research on Problem- and Project-Based Learning. The Journal of the Learning Science, 7, 271—311.
Bereiter, C., & Scardamalia, M. 1999. Process and Product in PBL Research. Toronto: University of Toronto.
Bjorkquist, D. 1999. Learner-Centered Education in Technology. Dalam Technology Education in Prospect: Perceptions, Change, and the Survival of the Profession. The Journal of Technology Studies. Digital Library and Archives.
Blumenfeld, P.C., E. Soloway, R.W. Marx, J.S. Krajcik, M. Guzdial, and A. Palincsar. 1991. Motivating Project-Based Learning: Sustaining the Doing, Supporting the Learning. Educational Psychologist, 26(3&4), 369—398.
Buck Institutute for Education. 1999. Project-Based Learning. http://www.bgsu.edu/organizations/etl/proj.html.
CORD, 2001. Contextual Learning Resource. http://www.cord.org/lev2.cfm/65.
Davydov, V.V. 1995. The Influence of L.S. Vygotsky on Education Theory, Research, and Practice. Educational Researcher, 24(3), 12—21.
ED (U.S. Departmen of Education) 1995. Technology and Education Reform: Technical Research Report, Volume 1: Findings and Conclusions. Capter 1. http:www.ed.gov/pubs/SER/Technology/ch1.html.
Felder , R.M. & Brent, R. 1996. Navigating the Bumpy Road to Student-Centered Instruction. College Teaching, 44, 43—47.
Gaer, S. 1998. What is Project-Based Learning? http://members.aol.com/CulebraMom/pblprt.html.
Haller, C.R., Gallagher, V.J., & Weldon, T.L., Felder, R.M. 2000. Dynamics of Peer Education in Cooperative Learning Workgroups. Journal of Engineering Education, 89(3), 285—293. http://www2.ncsu.edu/unity/lochers/users/f/felder/public/Papers/Hallerpap.pdf.
Herschbach, D.R.1999. Looking Past 2000. Dalam Technology Education in Prospect: Perceptions, Change, and the Survival of the Profession. The Journal of Technology Studies. Digital Library and Archives.
Householder, D.L. 1999. View in Technology Education in Prospect: Perceptions, Change, and the Survival of the Profession. The Journal of Technology Studies. Digital Library and Archives.
Hung, D.W., & Chen, D.T. 2000. Appropriating and Negotiating Knowledge. Educational Technology, 40(3), 29—32.
Hung, D.W., & Wong, A.F.L. 2000. Activity Theory as a Framework fo Project Work in Learning Environments. Educational Technology, 40(2), 33—37.
Johnson, D.W., & Johnson, R.T. 1989. Social Skills for Successful Gorup Work. Educational Leadership, 47(4), 29—33.
Johnson, D.W., Johnson, R.T. & Stanne, 2000. Cooperative Learning Methods: A Meta-Analysis. http://www.clcrc.com/pages/cl-methods.html.
Kaufman, D.B., Felder, R.M. & Fuller, H. 2000. Accounting for Individual Effort in Cooperative Learning Teams. Journal of Engineering Education, 89(2), 133—140. Available on: http://www.ncsu.edu/unity/lochers/users/f/felder/public/RMF.html.
Marzano, R.J. 1992. A Different Kind of Classroom: Teaching with Dimensions of Learning. Verginia: ASCD.
Maxwell, N.L., Bellisimo, Y. & Mergendoller, J. 1999. Problem-Based Learning: Modifying the Medical School Model for Teaching High School Economics. http://www.bie.org/pbl/overview/diffstraditional.html.
Mergendoller, J.R., & Thomas, J.W. 2000. Managing Project Based Learning: Principles from the Field. Novato, CA: Buck Institute for Education.
Moore, D. 1999. Toward a Theory of Work-Based Learning. IEE Brief, 23 (January) [Online].
Moss, D, & Van Duzer, C. 1998. Project-Based Learning for Adult English Language Learners. ERIC Digest, ED427556. http://www.ed.gov/database/ERIC-Digests/ed427556/html.
Moursund, D., Bielefeldt, T., Ricketts, R., & Underwood, S. 1995. Effect Practice: Computer Technology in Education. Eugene, OR: ISTE.
Myers, R.J., & Botti, J.A. 2000. Exploring the Environment: Problem-Based Learning in Action. http: http://www.cet.edu/research/conference.html.
Oakey, J. 1998. Project-Based and Problem-Based: The Same or Different? http://pblmm.k12.us/PBLGuide/PBL&PBL.html
Richmond, G., & Striley, J. 1996. Making Meaning in Classrooms: Social Processes in Small-Group Discourse and Scientific Knowledge Building. Journal of Research in Science Teaching, 33(8), 839—858.
Rodriguez, H. 1998. Activity Theory and Cognitive Science. http://www.acm.org.
Shia, R.M., Howard, B.C., & McGee, S. 1998. Metacognition, Multiple Intelligence and Cooperative Learning. http://www.cet.edu/research/student.html.
Thomas, J.W. 2000. A Review od Research on Project-Based Learning. California: The Autodesk Foundation. Available on: http://www.autodesk.com/foundation.
Thomas, J.W., Margendoller, J.R., & Michaelson, A. 1999. Project-Based Learning: A. Handbook for Middle and High School Teachers. http://www.bgsu.edu/organizations/ctl/proj.html.
Trilling, B., & Hood, P. 1999. Learning, Technology, and Education Reform in the Knowledge Age, or “We’re Wired, Webbed, and Windowed, Now What?”. Educational Technology, Mey-Juni, 5—18.
Vygotsky, L.S. 1978. Mind in Scciety. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Mengajar Berdasarkan Model Dimensi Belajar

Mengajar Berdasarkan Model Dimensi Belajar

Waras Kamdi

Dimensi belajar yang amat penting tetapi belum tersentuh secara serius dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah kita adalah kecakapan berpikir produktif. Sebagian besar pendidik belum menyusun secara serius pembelajaran yang didasarkan pada premis proses belajar. Kita belum banyak membangun sistem pembelajaran yang mendukung apa yang kita ketahui tentang proses belajar itu. Paparan ringkas ini adalah sebuah kiat mengembangkan pembelajaran dengan berdasarkan model Lima Dimensi Belajar (Marzano, 1992), yang berorientasi pada kebiasaan berpikir produktif. Sebagai ilustrasi, disajikan contoh terapan pengembangan pembelajaran IPA Sekolah Dasar.

Rendahnya kecakapan berpikir produktif anak-anak Indonesia masih menjadi keprihatinan masyarakat, terutama kalangan pendidik (Mangunwijaya, 1998; Drost, 1998; Marpaung, 1998). Para ahli pendidikan mengatakan bahwa proses pembelajaran tradisional yang sampai sekarang masih dominan di sekolah-sekolah belum mampu menumbuhkan kebiasaan berpikir produktif; satu dimensi yang paling esensial dari dimensi belajar. Sebagian besar pendidik belum menyusun secara serius pembelajaran yang didasarkan pada premis proses belajar, karena memang kita masih kekurangan pengetahuan tentang proses belajar (Drost, 1998). Hasil belajar anak pun tak dapat tercapai seperti yang diharapkan, yakni hasil belajar tingkat pemahaman, melainkan hanya sebatas pada tingkat penyerapan informasi.
Hampir semua pendidik mengetahui dan menyadari bahwa pembelajaran yang efektif mencerminkan belajar siswa yang efektif pula. Kita sudah lama menyadari bahwa pembelajaran berpikir agar anak menjadi cerdas, kritis, dan kreatif, serta mempu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari adalah penting. Kesadaran ini juga telah mendasari pengembangan kurikulum, sehingga kurikulum kita lebih mengedepankan pembelajaran yang kontekstual dengan lingkungan kehidupan sehari-hari anak (konteks sosial) dan kontekstual dengan proses belajar anak (konteks kognitif). Akan tetapi, sebagian besar pendidik kita belum banyak berbuat; belum menyusun secara serius pembelajaran yang didasarkan pada premis proses belajar (Drost, 1998; Mangunwijaya, 1998). Kita masih berkutat dengan cara-cara mengajar yang lama, yang cenderung mematikan potensi kreatif anak. Kita belum banyak melakukan kajian tentang proses belajar dan kemudian membangun sistem pembelajaran yang mendukung apa yang kita ketahui tentang proses belajar itu. Dengan demikian, kita masih membutuhkan pengetahuan tentang proses belajar, yang kemudian dapat membantu kita menyusun sistem pembelajaran, dan sistem administrasi yang mendukung apa yang kita ketahui tentang proses belajar tersebut.
Tulisan ini adalah paparan kiat mengembangkan pembelajaran berdasarkan model Lima Dimensi Belajar yang diformulasikan oleh Robert J. Marzano (1992). Tulisan ini disertai contoh terapan pada pengembangan pembelajaran IPA SD.

Apa Model Dimensi Belajar?

Model Dimensi Belajar merupakan metafora tentang bagaimana otak bekerja selama orang belajar. Dimensi belajar ini terdiri atas lima tipe berpikir yang bersifat interaktif, yaitu sikap dan persepsi positif terhadap belajar, pemerolehan dan pengitegrasian pengetahuan, perluasan dan penghalusan pengetahuan, penggunaan pengetahuan secara bermakna, dan kebiasaan berpikir produktif. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan model Dimensi Belajar adalah pembelajaran yang menggunakan dimensi-dimensi belajar itu sebagai premis pembelajaran. Pembelajaran yang berpusat pada lima dimensi itu, niscaya akan memberikan hasil yang lebih baik. Model Dimensi Belajar tersebut dilukiskan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Model Dimensi Belajar (Adaptasi dari Marzano, 1992)

Fase I: Mengembangkan Sikap dan Persepsi Positif

Mudah untuk dipahami bahwa sikap dan persepsi si belajar sangat mempengaruhi proses belajar. Sikap dapat mempengaruhi belajar secara positif, sehingga belajar menjadi mudah, sebaliknya sikap juga dapat membuat belajar menjadi sangat sulit.
Ada dua kategori sikap dan persepsi yang mempengaruhi belajar: (1) sikap dan persepsi tentang iklim (suasana) belajar, dan (2) sikap dan persepsi terhadap tugas-tugas kelas. Guru yang efektif memberikan penguatan terhadap kedua kategori itu dengan teknik yang jelas dan sesuai.
Guru seyogyanya membantu menumbuhkan sikap dan persepsi siswa yang positif terhadap iklim belajar dengan menekankan aspek-aspek internal siswa (suasana mental yang kondusif) daripada aspek-aspek eksternal. Aspek-aspek internal ini meliputi dua hal, yaitu (1) penerimaan oleh guru dan teman sekelas (kontak mata, penguatan, dll), dan (2) kenyamanan suasana fisik di dalam kelas (perabot yang nyaman, aturan-aturan yang menyenangkan, dll). Guru dapat membantu menumbuhkan sikap dan persepsi yang positif terhadap tugas-tugas kelas dengan cara memberikan pemahaman akan nilai tugas, kejelasan tugas, dan kejelasan sumber.
Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat membantu guru dalam mengambil keputusan-keputusan siatuasional/transaksional di dalam kelas, yaitu:
a. Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak mengembangkan sikap dan persepsi positif tentang iklim belajar? Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak merasa diterima oleh guru dam teman sejawatnya? Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak mempersepsi kelas sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan?
b. Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak mengembangkan sikap dan persepsi positif tentang matapelajaran? Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak mempersepsi mata pelajaran sebagai sesuatu yang bernilai/berguna? Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak yakin mereka dapat mengerjakan tugas-tugas kelas? Apa yang akan dilakukan untuk membantu anak memahami tugas-tugas kelas?
Belajar tentang topik “Perilaku Air” pada IPA kelas V SD misalnya, guru dapat mengembangkan sikap dan persepsi posotif terhadap belajar dengan memberikan gambaran betapa pentingnya air dalam kehidupan kita, dan betapa pentingnya memahami perilaku air sehingga manusia dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya.

Fase II: Belajar untuk Pemerolehan
dan Pengintegrasian Pengetahuan
Ahli psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses interaksi yang tinggi dalam membangun makna secara personal dari informasi yang diperoleh dengan pengetahuan yang sudah ada menjadi pengetahuan baru. Menerima pengetahuan melibatkan proses interaksi antara apa yang sudah diketahui dengan apa yang ingin dipelajari, dan setelah itu mengintegrasikan informasi tersebut menjadi langkah-langkah sederhana yang mudah digunakan.
Menurut E.D. Gagne (1985), pengetahuan dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Banyak ahli yakin bahwa pemerolehan tipe pengetahuan yang berbeda memerlukan proses yang berbeda pula. Misalnya belajar membaca peta, melakukan eksperimen, mengedit esei, dan sejenisnya, akan berbeda prosesnya dengan belajar jenis pengetahuan seperti: nama-nama ibukota, jenis bakteri, dan sejenisnya. Contoh kelompok pertama mencakup proses. Proses tersebut terbentuk di dalam mode linier. Dalam melakukan eksperimen, misalnya menguji benda padat yang larut dalam air, siswa melakukan dengan tahapan-tahapan tertentu. Mungkin menyiapkan lembar catatan, menyiapkan perangkat eksperimen, mencari bermacam-macam bahan, memberi label bahan-bahan yang akan diuji, menyiapkan air dalam gelas-gelas, melakukan pelarutan benda-benda yang diuji, mengamati hasil larutan, dst. Pengetahuan yang demikian ini disebut pengetahuan prosedural. Contoh kelompok kedua tidak menunjukkan proses atau seperangkat tahapan. Pemerolehan pengetahuan tipe ini mencakup pemahaman komponen-komponen dan mengingatnya kembali tatkala diperlukan. Misalnya, pengetahuan konsep “air minum” meliputi pemahaman tentang air yang bersih, air yang tidak mengadung bahan-bahan beracun, air untuk keperluan rumah tangga, dan sebagainya. Tipe pengetahuan ini secara umum disebut pengetahuan deklaratif.
Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat memandu kita (para guru) dalam mengambil keputusan transaksional di dalam kelas, yaitu:
a. Mengajarkan Pengetahuan Deklaratif: Apa topik umumnya? Apa topik khususnya? Bagaimana anak akan mengalami informasi? Bagaimana anak akan dibantu mengkonstruksi makna? Bagaimana anak akan dibantu dalam pengorganisasian informasi? Bagaimana anak akan dibantu dalam menyimpan informasi dalam ingatan jangka panjang?
b. Pengetahuan Prosedural: Keterampilan dan proses apa yang perlu dikuasai anak? Bagaimana anak dibantu mengkonstruksi model? Bagaimana anak dibantu dalam pembentukan keterampilan atau proses? Bagaimana anak dibantu dalam penginternalan keterampilan atau proses?
Berikut ini adalah contoh Panduan Pembelajaran untuk Pemerolehan dan Pengintegrasian Pengetahuan tentang topik belajar Perilaku Air (Tabel 1).

Tabel 1. Pembelajaran untuk Pemerolehan dan Pengintegrasian Pengetahuan
Konsep yang dipelajari Apa yang khusus? Bagaimana infromasi dialami siswa? Bagaimana siswa dibantu mengkonstruksi makna? Bagaimana siswa dibantu mengorganisasi infromasi? Bagaimana siswa dibantu menyimpan informasi?
Air menempati ruang Air tak punya bentuk yang tetap.
Percobaan menuang air; membaca buku teks hal. 5-6. Siswa dimbimbing melakukan brainstorming sebelum membaca. Diajukan pertanyaan –pertanyaan kepada siswa. Siswa dibimbing membuat kesimpulan.
Air mengalir Air megalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Membaca buku teks hal. 7-8; eksplorasi ke lingkungan sekitar sekolah Siswa dibantu membuat pertanyaan “mana tempat yang lebih tinggi?” Siswa dibantu mengaitkan konsep mengalir dengan konsep menempati ruang.
Air meresap Gejala kapilaritas Membaca buku teks, hal.6 Siswa melakukan brainstorming tentang kerja sumbu kompor. Diajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. Siswa dibimbing membuat kesimpulan.
Benda padat yang dimasukkan ke dalam air mengalami peristiwa tertentu Beberapa benda padat larut, mengapung, melayang, tenggelam dalam air
Membaca buku teks hal. 8-10. Siswa dibimbing melakukan diskusi kelompok Diajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa.
Air berubah wujud Air menguap; mengembun; dan membeku Membaca buku teks Siswa dibimbing melakukan diskusi kelompok Diajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa.
Air memiliki tekanan Air menekan ke segala arah Melakukan percobaan, hal. 16 Siswa dibimbing melakukan diskusi kelompok Diajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa.

Fase III: Perluasan dan Penghalusan Pengetahuan
Pada dimensi ini aspek-aspek belajar melibatkan pengujian apa yang diketahui agar mencapai tingkat yang lebih dalam dan analitis. Kegiatan memperluas dan memperhalus pengetahuan ini dilakukan dengan: (1) comparing (identifikasi dan artikulasi hal-hal atau benda-benda yang mirip dan berbeda), (2) classifying (pengelompokan jenis-jenis benda ke dalam kategori berdasarkan atribut dasarnya), (3) inducing (pendugaan prinsip-prinsip atau generalisasi yang belum diketahui dari observasi atau analisis), (4) deducing (pendugaan kondisi yang belum ternyatakan dari prinsip-prinsip atau generalisasi tertentu), (4) analyzing error (identifikasi dan artikulasi kesalahan di dalam pikiran sendiri maupun orang lain), (5) constructing support (pengkostruksian sistem dukungan kebenaran atau bukti untuk suatu pernyataan yang tegas), (6) abstracting (identifikasi dan artikulasi tema penting atau pola umum suatu informasi), dan (7) analyzing perspetive (identifikasi dan artikulasi perspektif personal tentang berbagai macam isu).
Cara membantu anak agar dapat memperluas dan menghaluskan pengetahuan dilakukan dengan memberikan kerangka langkah-langkah secara eksplisit tentang suatu proses, atau dengan menggunakan tugas-tugas terstruktur. Kegiatan belajarnya bisa berupa proses-proses membandingkan, klasifikasi, menginduksi, mendeduksi, menganalisis kesalahan, dst. Yang dilakukan guru adalah begitu ia mempersiapkan aktivitas untuk membantu siswa dalam menerima dan mengintegrasikan pengetahuan (Dimensi 2), begitu pula segera dipersiapkan untuk membantu siswa dalam memperluas dan menghaluskan pengetahuan (Dimensi 3).
Pertanyaan-pertanyaan pemandu untuk mengembangkan pembelajaran atau mengambil keputusan transaksional di dalam kelas, antara lain:
a. Apa informasi yang akan diperluas dan diperhalus?
b. Kegiatan apa yang digunakan untuk membantu anak memperluas dan memperhalus pengetahuan?
Panduan Pembelajaran untuk perluasan dan penghalusan pengetahuan disajikan dalam lembar-lembar percobaan yang dimuat dalam buku teks. Kegiatan melakukan percobaan ini dirancang mengandung muatan untuk pemerolehan pengetahuan prosedural (fase II). Jabaran Informasi yang diperluas dan perencanaan unit pembelajarannya sebagaimana dalam Tabel 2 berikut:

Tabel 2. Jabaran Informasi yang Diperluas
Informasi Pembandingan Klasifikasi Induksi Lembar Kerja
Permukaan Air Siswa membuat kesimpulan dari percobaan Halaman 13, dan halaman 14
Benda larut Mengklasifikasi jenis benda yang larut dan tidak larut dalam air Halaman 15
Benda mengapung, melayang, dan tengelam Mengklasifikasi benda-benda yang mengapung, melayang, dan tenggelam Halaman 18
Siklus perubahan air Membandingkan dua percobaan pengembunan air Menarik kesimpulan dari hasil percobaan Halaman 17

Fase IV: Belajar Menggunakan Pengetahuan secara Bermakna
Pada umumnya kita belajar dengan baik jika pengetahuan yang kita pelajari itu diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Keberadaan tujuan umum akan dicapai dengan cara-cara umum di mana kita menggunakan pengetahuan itu secara bermakna.
Cara guru membantu siswa agar dapat menggunakan pengetahuan secara bermakna dilakukan dengan: (1) Decision making, yaitu suatu proses menjawab pertanyaan seperti “Apa cara yang paling baik untuk ….?” atau “mana yang paling cocok untuk ….?”; (2) Investigation; ada tiga tipe dasar investigasi, yakni definitional investigation yang meliputi pemerolehan jawaban atas pertanyaan seperti “apa yang menjadi ciri khas dari…..?”; historical investigation meliputi pemerolehan jawaban atas pertanyaan seperti “bagaimana ini terjadi?” atau “mengapa ini terjadi?”; dan projective investigation yang meliputi pemerolehan jawaban atas pertanyaan “apa yang akan terjadi, jika….?; (3) Experimental inquiry, yaitu proses memperoleh jawaban atas pertanyaan seperti, “bagaimana saya menjelaskan ini?” atau “berdasarkan penjelasan saya, apa yang dapat saya prediksi?”; (4) Problem solving, yaitu menjawab pertanyaan “bagaimana saya akan memecahkan masalah ini?”; dan (5) Invention, yaitu proses penciptaan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan; menjawab pertanyaan seperti “apa cara baru yang …? atau “apa cara yang paling baik ….? Dalam menjadikan pengetahuan bermakna, penerapan kelima cara tersebut dalam tugas-tugas kelas dapat dikategorikan menjadi application-oriented task, long-term task, dan student-directed task.
Pertanyaan-pertanyaan pemandu yang dapat membantu guru dalam mengembil keputusan-keputusan transaksional di dalam kelas:
a. Apa isu besarnya
b. Berapa banyak isi yang akan diangkat?
c. Siapa yang akan menstruktur tugas?
d. Produk apa yang akan dibuat oleh anak?
e. Apa yang akan dikerjakan anak dalam kelompok kooperatif?
Panduan Pembelajaran untuk menggunakan pengetahuan secara bermakna dirancang menyatu dengan lembar kerja untuk fase pembelajaran IV. Di bagian akhir kegiatan percobaan untuk perluasan dan penghalusan pengetahuan di berikan tugas yang mengarah pada pengembangan keterampilan pemecahan masalah (problem solving), dan keterampilan pengambilan keputusan (decision making) (tersedia dalam lembar kerja; buku teks).

Fase V: Mengembangkan Kebiasaan Berpikir Produktif
Dimensi ini menumbuhkan kebiasaan mental untuk dapat berpikir secara produktif yang ditandai dengan: (1) self-regulated thinking and learning, yakni kebiasaan mengetahui apa yang sedang dipikirkannya, tindakan yang terencana, mengetahui sumber-sumber yang penting, sensitif terhadap umpan balik, dan evaluatif terhadap keefektifan tindakan; (2) critical thinking and learning, yang dicirikan oleh tindakan yang cermat, jelas, terbuka, bisa mengendalikan diri, sensitif terhadap tingkat pengetahuan; dan (3) creative thinking and learning, yang ditandai oleh semangat tinggi, berusaha sebatas kemampuan, percaya diri, teguh, dan menciptakan hal-hal atau cara-cara baru. Cara membantu siswa mengembangkan dan memelihara kebiasaan berpikir produktif adalah dilakukan dengan: menumbuhkan sikap kebiasaan berpikir produktif dengan mengembangkan dimensi 1 s.d. 4, kebiasaan berpikir yang diantarkan dengan mengintegrasikan ke dalam tugas-tugas di kelas, menggunakan contoh-contoh khusus dari kehidupan orang yang memiliki kebiasaan mental unggul, misalnya kegigihan orang yang mempelajari perilaku air sehingga menjadi ahli konstruksi bendungan, seperti Ir. Sutami yang merancang bendungan Karangkates, misalnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang dapat memandu guru dalam mengembangkan keputusan-keputusan transaksional di dalam kelas:
a. Kebiasaan mental yang mana yang akan ditekankan?
b. Kebiasaan mental yang mana yang akan diintrodusir?
c. Bagaimana memberi penguatan terhadap kebiasaan mental?

Berikut ini contoh apa yang akan dilakukan guru atau orang tua untuk membantu anak dalam berpikir pengatur diri sendiri, berpikir kritis, dan berpikir kreatif.

Berpikir Mengatur diri sendiri:
—- Membantu siswa menyadari apa yang sedang mereka pikirkan.
—- Mendorong siswa merencana
–- Mendorong siswa menggunakan sumber
—- Mendorong siswa sensistif terhadap umpan balik
—- Mendorong siswa mengevaluasi tindakan sendiri

Kegiatan:
Guru mendorong siswa mengidentifikasi bermacam-macam kemanfaatan air.
Berpikir Kritis:
— Mendorong siswa bertindak akurat.
— Mendorong siswa berpikir terbuka
— Mendorong siswa sensistif terhadap yang lain. Berpikir Kreatif:
–- Mendorong siswa untuk gigih menyelesaikan tugas
— Mendorong siswa untuk menghasilkan cara-cara baru.

Kepustakaan
Drost, J.I.G.M. 1998. Sekolah: Mengajar atau Mendidik. Yogyakarta: Kanisius & Universitas Sanata Dharma.
Gagne, E.D. 1985. The Cognitve Psychology of School Learning. Boston: Little, Brown, and Company.
Mangunwidjaya, Y.B. 1998. Beberapa Gagasan tentang SD Bagi 20 Juta Anak dari Keluarga Kurang Mampu. Dalam Sumaji (Ed.), Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisius & Universitas Sanata Dharma
Marpaung, Y. 1998. Pendekatan Sosio-kultural dalam Pembelajaran Matematika dan Sains. Dalam Sumaji (Ed.), Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisius & Universitas Sanata Dharma, 239–264.
Marzano, R.J. 1992. A Different Kind of Classroom: Teaching with Dimensions of Learning. Alexandria, Verginia: ASCD.

—————————
Penulis adalah dosen FT Universitas Negeri Malang, mahasiswa Program Doktor Teknologi Pembelajaran.

« Previous entries
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.