Tips Agar Sholat Kita Kusyuk dan Sejuk
Bismillahirrahmanirrahim
Sebenarnya saya hedak menuliskan artikel ini sudah lama, tetapi lha saya sendiri sholatnya belum kusyuk, juga saya bukan kiai yang handal. Terus, berbagai dosa dan kemaksiatan masih saya lakukan. Tetapi, atas dorongan hati nurani yang mendesak, akhirnya saya tuliskan tips agar sholat kita kusyuk.
1. Mandilah terlebih dahulu sebelum sholat
Ini sangat penting sekali, mengingat bahwa dengan mandi kita bisa mendapatkan kesegaran tubuh dan mengembalikan fitalitas kita. Kecuali isya, kita seharusnya mandi terlebih dahulu. Atau kalau tidak mandi, minimal kita “gerujukan” atau menyiram kepala kita dengan air. Ada tips dari teman untuk yang sulit bangun subuh, siapkan ember atau wadah apapun di samping tempat tidur kita. Kalau terdengar adzan, kita basuh mata kita atau membasuh wajah kita. Setan pasti takut dan lari terbirit-birit.
2. Menghayati wudlu
Paling tidak kita tahu apa sih makna kita wudlu itu? Tentu saja kita hendak menyucikan diri sebelum menghadapNya, seperti halnya kita mencuci tangan sebelum makan. Kita niatkan yang benar-benar tulus dalam hati kita bahwa kita wudlu untuk membersihkan diri sebelum menghadapNya.
3. Memakai baju yang tidak biasa diapakai sehari-hari/ baju yang khusus digunakan untuk sholat
Kalau bisa kita menyisihkan satu atau dua baju yang khusus untuk sholat. Kalau bisa warnanya putih atau setidaknya yang polos agar kalau kita berjamaah, tulisan di punggung kita tidak menganggu jemaah yang lain. Dan, kalau bisa warnanya jangan mencolok. Kalau bisa sih warna hitam atau putih.
4. Matikan/selesaikan segala sesuatu yang membebani pikiran
Contohnya, HP tolong di non-aktifkan, kompor dimatikan, pokoknya pastikan segala sesuatu yang membebani pikiran kita dalam sholat agar tidak muncul
5. Ketika mendengar adzan, langsung menyegerakan sholat
Syahdan suatu cerita, syaiton itu kalau mendenagar adzan akan berlari terbirit-biri, kalau tidak, tubuh mereka akan terpotong-potong. Nah, kita aja yang agak bandel. Kalau bisa setelah mendengar adzan langsung cuci muka dan berwudlu. Madni kalau perlu. Dengan begitu kita seperti sudah men-scan program-program virus males yang sudah ditanamkan jin jahat pada pikiran dan tubuh kita.
6. Berjamaah
Bukankah dengan berjamaah pulsa kita bertambah 27 kali dibandingkan sholat sendiri? Selan itu kita juga bisa menjaga silaturahmi dan kebersamaan sesama muslim loch!
7. Memberi wewangian
Sebelum memulai sholat, alangkah baiknya kita menyemprotkan wewangian ke sekujur tubuh kita dan sajadah kita. Ya, analoginya seperti kalau kita hendak bertemu dengan orang yang paling kita cintai gitu. Kita kan harus mempersiapkan penampilan sebaik mungkin, kan?
8. Memaahami isi bacaan sholat
Kalau ada waktu nanti akan saya posting khusus bagaimana memahami dan menghayatibacaan dalam sholat. Tapi untuk sementara silakan baca-baca buku risalah atau tuntunan sholat. Dibaca plus dipahami, jangan dihafalkan.
9. Berdoa dengan sungguh-sungguh
Berdoalah dengan tulus, siapa tau kita bisa memburaikan air mata. Duh, betapa tenangnya jiwa ini ketika bisa menangis karena Allah taala. InsyaAlloh urutan doa nanti saya carikan sumbernya terlebih dahulu agar bisa kita pelajari bersama-sama.
10. Tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama
Nah, ini dia yang paling sholat. Biasanya, saya tidak tahu persisinya, orang yang banyak melakukan kemaksiatan dan dosa sholatnya tidak bisa kusyuk dan sejuk. Tapi ya, lagi-lagi kembali kepada kehendakNya. Hal ini saya rasakan sendiri termasuk juga teman-teman yang curhat sama saya.
11. Mencuci perelngkapan sholat seminggu sekali dan membersihaknnya.
Nah ini penting, karena kebersihan sebagian dari iman bukan? Logisnya, kalau tempat kerja kita bersih, pastilah kita akan merasa nyaman dan tenang.
12. Lain-lain
Ada baiknya kita menjaga stamina lewat olah raga dan minum air putih yang banyak dan makan-makan yang sehat plus HALAL.
Mungkin hanya itu saja dari saya. Apabila ada kekurangnnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semua data di atas saya peroleh dari diskusi dengan teman-teman. Saya ucapkan banyak terima kasih banyak kepada rekan-rekan, guru, dan dosen saya yang sudah memberikan masukan yang banyak.
Kepada Mashudi (karyawan Gramedia Matos), kepada Bpk. Nurhadi (Dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang/UM), kepada Abdul Aziz (PNS Pajak Jakarta), Supai Rahmat (Sobatku di pulau seberang), Pipink dan Andreaz (teman diskusi dan ngopi), Wijayanti (semoga benar-benar direstui olehNya cintaku kepada), Bejo (Ustat KKN Banjarsari The Rock City), Mas Ainur dan Mbak Ulfa (Karyawan Primagama dan British 5 Internasional), dan semua ustat dan guru kehidupan saya yang enggan dan tak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga ilmu yang kita diskusikan bisa menjadi amalan jariah dan manfaat dunia akhirat.
Ok, tunggu posting saya berikutnya tentang “Memahami bacaan dalam sholat” dan “Doa khusuk yang berlimpah rahmat lewat peluh”
J
Lubis Grafura dalam www.lubisgrafura.wordpress.com