PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE)

PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE)

Fauziatul Fajaroh dan I Wayan Dasna
Jurusan Kimia FMIPA UM

Apa Siklus Belajar (Learning Cycle) itu?
Siklus Belajar (Learning Cycle) atau dalam penulisan ini disingkat LC adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (student centered). LC merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga pebelajar dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperanan aktif. LC pada mulanya terdiri dari fase-fase eksplorasi (exploration), pengenalan konsep (concept introduction), dan aplikasi konsep (concept application) (Karplus dan Their dalam Renner et al, 1988). Pada tahap eksplorasi, pebelajar diberi kesempatan untuk memanfaatkan panca inderanya semaksimal mungkin dalam berinteraksi dengan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum, menganalisis artikel, mendiskusikan fenomena alam, mengamati fenomena alam atau perilaku sosial, dan lain-lain. Dari kegiatan ini diharapkan timbul ketidakseimbangan dalam struktur mentalnya (cognitive disequilibrium) yang ditandai dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada berkembangnya daya nalar tingkat tinggi (high level reasoning) yang diawali dengan kata-kata seperti mengapa dan bagaimana (Dasna, 2005, Rahayu, 2005). Munculnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus merupakan indikator kesiapan siswa untuk menempuh fase berikutnya, fase pengenalan konsep. Pada fase ini diharapkan terjadi proses menuju kesetimbangan antara konsep-konsep yang telah dimiliki pebelajar dengan konsep-konsep yang baru dipelajari melalui kegiatan-kegiatan yang membutuhkan daya nalar seperti menelaah sumber pustaka dan berdiskusi. Pada tahap ini pebelajar mengenal istilah-istilah yang berkaitan dengan konsep-konsep baru yang sedang dipelajari. Pada fase terakhir, yakni aplikasi konsep, pebelajar diajak menerapkan pemahaman konsepnya melalui kegiatan-kegiatan seperti problem solving (menyelesaikan problem-problem nyata yang berkaitan) atau melakukan percobaan lebih lanjut.. Penerapan konsep dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar, karena pebelajar mengetahui penerapan nyata dari konsep yang mereka pelajari. Implementasi LC dalam pembelajaran menempatkan guru sebagai fasilitator yang mengelola berlangsungnya fase-fase tersebut mulai dari perencanaan (terutama pengembangan perangkat pembelajaran), pelaksanaan (terutama pemberian pertanyaan-pertanyaan arahan dan proses pembimbingan) sampai evaluasi. Efektifitas implementasi LC biasanya diukur melalui observasi proses dan pemberian tes. Jika ternyata hasil dan kualitas pembelajaran tersebut ternyata belum memuaskan, maka dapat dilakukan siklus berikutnya yang pelaksanaannya harus lebih baik dibanding siklus sebelumnya dengan cara mengantisipasi kelemahan-kelemahan siklus sebelumnya, sampai hasilnya memuaskan.
LC tiga fase saat ini telah dikembangkan dan disempurnakan menjadi 5 dan 6 fase. Pada LC 5 fase, ditambahkan tahap engagement sebelum exploration dan ditambahkan pula tahap evaluation pada bagian akhir siklus. Pada model ini, tahap concept introduction dan concept application masing-masing diistilahkan menjadi explaination dan elaboration. Karena itu LC 5 fase sering dijuluki LC 5E (Engagement, Exploration, Explaination, Elaboration, dan Evaluation) (Lorsbach, 2002). Pada LC 6 fase, ditambahkan tahap identifikasi tujuan pembelajaran pada awal kegiatan (Johnston dalam Iskandar, 2005). Tahap engagement bertujuan mempersiapkan diri pebelajar agar terkondisi dalam menempuh fase berikutnya dengan jalan mengeksplorasi pengetahuan awal dan ide-ide mereka serta untuk mengetahui kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada pembelajaran sebelumnya. Dalam fase engagement ini minat dan keingintahuan (curiosity) pebelajar tentang topik yang akan diajarkan berusaha dibangkitkan. Pada fase ini pula pebelajar diajak membuat prediksi-prediksi tentang fenomena yang akan dipelajari dan dibuktikan dalam tahap eksplorasi. Pada fase exploration, siswa diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil tanpa pengajaran langsung dari guru untuk menguji prediksi, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum dan telaah literatur. Pada fase explanation, guru harus mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri, meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka, dan mengarahkan kegiatan diskusi. Pada tahap ini pebelajar menemukan istilah-istilah dari konsep yang dipelajari. Pada fase elaboration (extention), siswa menerapkan konsep dan ketrampilan dalam situasi baru melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum lanjutan dan problem solving. Pada tahap akhir, evaluation, dilakukan evaluasi terhadap efektifitas fase-fase sebelumnya dan juga evaluasi terhadap pengetahuan, pemahaman konsep, atau kompetensi pebelajar melalui problem solving dalam konteks baru yang kadang-kadang mendorong pebelajar melakukan investigasi lebih lanjut. Berdasarkan tahapan-tahapan dalam metode pembelajaran bersiklus seperti dipaparkan di atas, diharapkan siswa tidak hanya mendengar keterangan guru tetapi dapat berperan aktif untuk menggali dan memperkaya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang dipelajari. Berdasarkan uraian di atas, LC dapat dimplementasikan dalam pembelajaran bidang-bidang sain maupun sosial.

Mengapa Menggunakan Learning Cycle?
LC patut dikedepankan, karena sesuai dengan teori belajar Piaget (Renner et al, 1988), teori belajar yang berbasis konstruktivisme. Piaget menyatakan bahwa belajar merupakan pengembangan aspek kognitif yang meliputi: struktur, isi, dan fungsi. Struktur intelektual adalah organisasi-organisasi mental tingkat tinggi yang dimiliki individu untuk memecahkan masalah-masalah. Isi adalah perilaku khas individu dalam merespon masalah yang dihadapi. Sedangkan fungsi merupakan proses perkembangan intelektual yang mencakup adaptasi dan organisasi (Arifin, 1995). Adaptasi terdiri atas asimilasi dan akomodasi. Pada proses asimilasi individu menggunakan struktur kognitif yang sudah ada untuk memberikan respon terhadap rangsangan yang diterimanya. Dalam asimilasi individu berinteraksi dengan data yang ada di lingkungan untuk diproses dalam struktur mentalnya. Dalam proses ini struktur mental individu dapat berubah, sehingga terjadi akomodasi. Pada kondisi ini individu melakukan modifikasi dari struktur yang ada, sehingga terjadi pengembangan struktur mental. Pemerolehan konsep baru akan berdampak pada konsep yang telah dimiliki individu. Individu harus dapat menghubungkan konsep yang baru dipelajari dengan konsep-konsep lain dalam suatu hubungan antar konsep. Konsep yang baru harus diorganisasikan dengan konsep-konsep lain yang telah dimiliki. Organisasi yang baik dari intelektual seseorang akan tercermin dari respon yang diberikan dalam menghadapi masalah. Karplus dan Their (dalam Renner et al, 1988) mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan ide Piaget di atas. Dalam hal ini pebelajar diberi kesempatan untuk mengasimilasi informasi dengan cara mengeksplorasi lingkungan, mengakomodasi informasi dengan cara mengembangkan konsep, mengorganisasikan informasi dan menghubungkan konsep-konsep baru dengan menggunakan atau memperluas konsep yang dimiliki untuk menjelaskan suatu fenomena yang berbeda. Implementasi teori Piaget oleh Karplus dikembangkan menjadi fase eksplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep . Unsur-unsur teori belajar Piaget (asimilasi, akomodasi, dan organisasi) mempunyai korespondensi dengan fase-fase dalam LC (Abraham et al, 1986). Hubungan tersebut disajikan seperi Gambar 1 (Marek dan Cavallo dalam Dasna, 2005).
Laerning Cycle Phases Mental Functioning
Eksplorasi
Asimilasi

ketidakseimbangan

Pengenalan Konsep
Akomodasi

Aplikasi Konsep
Organisasi

Gambar 1 Hubungan Fase-fase dalam LC dengan Teori Piaget

Pengembangan fase-fase LC dari 3 fase menjadi 5 atau 6 fase pun masih tetap berkorespondensi dengan mental functioning dari Piaget. Fase engagement dalam LC 5E termasuk dalam proses asimilasi, sedangkan fase evaluation masih merupakan proses organisasi.
Walaupun fase-fase LC dapat dijelaskan dengan teori Piaget, LC juga pada dasarnya lahir dari paradigma konstruktivisme belajar yang lain termasuk teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan teori belajar bermakna Ausubel (Dasna, 2005). LC melalui kegiatan dalam tiap fase mewadahi pebelajar untuk secara aktif membangun konsep-konsepnya sendiri dengan cara berinteraksi dengan lingkungan fisik maupun sosial. Implementasi LC dalam pembelajaran sesuai dengan pandangan kontruktivis yaitu:
1. Siswa belajar secara aktif. Siswa mempelajari materi secara bermakna dengan bekerja dan berpikir. Pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman siswa.
2. Informasi baru dikaitkan dengan skema yang telah dimiliki siswa. Informasi baru yang dimiliki siswa berasal dari interpretasi individu
3. Orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang merupakan pemecahan masalah. (Hudojo, 2001)
Dengan demikian proses pembelajaran bukan lagi sekedar transfer pengetahuan dari guru ke siswa, seperti dalam falsafah behaviorisme, tetapi merupakan proses pemerolehan konsep yang berorientasi pada keterlibatan siswa secara aktif dan langsung. Proses pembelajaran demikian akan lebih bermakna dan menjadikan skema dalam diri pebelajar menjadi pengetahuan fungsional yang setiap saat dapat diorganisasi oleh pebelajar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan sekolah menengah tentang implementasi LC dalam pembelajaran sain menunjukkan keberhasilan model ini dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa (Budiasih dan Widarti, 2004; Fajaroh dan Dasna, 2004). Marek dan Methven (dalam Iskandar, 2005) menyatakan bahwa siswa yang gurunya mengimplementasikan LC mempunyai ketrampilan menjelaskan yang lebih baik dari pada siswa yang gurunya menerapkan metode ekspositori. Cohen dan Clough (dalam Soebagio, 2000) menyatakan bahwa LC merupakan strategi jitu bagi pembelajaran sain di sekolah menengah karena dapat dilakukan secara luwes dan memenuhi kebutuhan nyata guru dan siswa. Dilihat dari dimensi guru penerapan strategi ini memperluas wawasan dan meningkatkan kreatifitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran. Sedangkan ditinjau dari dimensi pebelajar, penerapan strategi ini memberi keuntungan sebagai berikut:
1. meningkatkan motivasi belajar karena pebelajar dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran
2. membantu mengembangkan sikap ilmiah pebelajar
3. pembelajaran menjadi lebih bermakna
Adapun kekurangan penerapan strategi ini yang harus selalu diantisipasi diperkirakan sebagai berikut (Soebagio, 2000):
1. efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran
2. menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran
3. memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi
4. memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.
Bagaimana Mengembangkan Learning Cycle dalam Pembelajaran?
Aktivitas belajar yang dikembangkan dalam tiap fase LC bergantung kepada tujuan pembelajaran. Tabel 1 menyajikan beberapa aktivitas belajar atau metode yang dapat dilakukan dalam tiap fase LC 5E.

Tabel 1 Aktivitas Belajar dalam Tiap Fase LC 5E

Fase Aktivitas Belajar/ Metode
Engagement: menyiapkan (mengkondisikan) diri pebelajar, mengetahui kemungkinan terjadinya miskonsepsi, membangkitkan minat dan keingintahuan (curiosity) pebelajar • Demonstrasi oleh guru atau siswa
• Tanya jawab dalam rangka mengeksplorasi pengetahuan awal, pengalaman, dan ide-ide pebelajar
• Pebelajar diajak membuat prediksi-prediksi tentang fenomena yang akan dipelajari dan dibuktikan dalam tahap eksplorasi
Exploration: pebelajar bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil, menguji prediksi, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide • Demonstrasi
• Praktikum
• Mengerjakan LKS (Lembar Kegiatan Siswa)
Explaination: siswa menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri, guru meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka dan mengarahkan kegiatan diskusi, pebelajar menemukan istilah-istilah dari konsep yang dipelajari. • Mengkaji literatur
• Diskusi Kelas

Elaboration (extention) : siswa menerapkan konsep dan ketrampilan dalam situasi baru. • Demontrasi lanjutan
• Praktikum lanjutan
• Problem solving
Evaluation : evaluasi terhadap efektifitas fase-fase sebelumnya ; evaluasi terhadap pengetahuan, pemahaman konsep, atau kompetensi pebelajar dalam konteks baru yang kadang-kadang mendorong pebelajar melakukan investigasi lebih lanjut. • Refleksi pelaksanaan pembelajaran
• Tes tulis
• Problem solving

Dalam membuat rencana pembelajaran berbasis LC, kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam tiap fase harus ditelaah melalui pertanyaan « Konsep apa yang akan diberikan ? » atau « Kompetensi apakah yang harus dikuasai siswa ? » dan « Aktivitas-aktivitas yang bagaimanakah yang harus dikelola dalam tiap fase agar tercapai pemahaman konsep atau terkuasainya kompetensi tersebut ? ». Kegiatan-kegiatan dalam tiap fase harus dirangkai sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kompetensi yang bersifat psikomotorik dan afektif misalnya akan lebih efektif bila dikuasai siswa melalui kegiatan semacam praktikum.
Lingkungan belajar yang perlu diupayakan agar LC berlangsung konstruktivistik adalah :
1. Tersedianya pengalaman belajar yang berkaitan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
2. Tersedianya berbagai alternatif pengalaman belajar jika memungkinkan
3. Terjadinya transmisi sosial, yakni interaksi dan kerja sama individu dengan lingkungannya
4. Tersedianya media pembelajaran
5. Kaitkan konsep yang dipelajari dengan fenomena sedemikian rupa sehingga siswa terlibat secara emosional dan sosial yang menjadikan pembelajaran berlangsung menarik dan menyenangkan. (Hudojo, 2001)
Berikut ini akan disajikan contoh penerapan LC dalam pembelajaran kimia di SMA.

Contoh Penerapan Learning Cycle dalam Pembelajaran
Uraian dalam paragrap ini menyajikan penerapan LC 5E dalam pembelajaran zat aditif di SMA (Fajaroh dan Dasna, 2004) yang terdiri atas 3 siklus.

1. Siklus 1
Skenario

TPK: Siswa dapat menjelaskan tujuan pemanfaatan zat pewarna makanan, klasifikasi serta aturan pemakaian zat pewarna makanan

Fase Kegiatan Guru Kegiatan
1

2

3

4

5 Memancing siswa dengan pertanyaan-pertanyaan untuk membangkitkan motivasi belajar dan menjajagi pengetahuan dan wawasan siswa tentang:
1. kebiasaan yang biasanya dilakukan orang dalam mengolah makanan dalam kaitannya dengan zat pewarna makanan.
2. tujuan penambahan zat pewarna pada pengolahan makanan tersebut
3. kaitan antara penambahan zat pewarna makanan dengan peningkatan nilai gizi makanan.
4. perlu tidaknya aturan pemakaian zat pewarna makanan
5. bagaimana membedakan pewarna alami dan sintetis

Membimbing siswa melaksanakan Kegiatan I (Klasifikasi Zat Pewarna Makanan) yakni LKS 1 No. 1.1 sampai 1.4.

Membimbing diskusi kelas dan menggiring siswa untuk sampai pada kesimpulan bahwa:
(1) penambahan zat pewarna tersebut semata-mata tidak mempengaruhi nilai gizi makanan tapi agar penampilan makanan tersebut lebih menarik untuk memancing selera dan mungkin untuk meningkatkan rasa makanan,
(2) perlunya aturan pemakaian zat pewarna,
(3) ciri-ciri zat pewarna sintetis, (4) kelebihan dan kerugian pemakaian zat pewarna makanan

Menugaskan siswa menjelaskan cara membedakan pewarna sistetis dan alami secara percobaan (LKS 1 No. 1.5)

Memberikan soal tes:
(1) Sebutkan minimal 2 alasan mengapa orang menggunakan pewarna makanan sebagai zat aditif?
(2) Sebutkan minimal 3 contoh pewarna alami
(3) Apa kelebihan pewarna sintetis dibanding alami?
(4) Apa kekurangan pewarna sintetis disbanding alami? Diskusi kelas

Melaksanakan Kegiatan I
Diskusi Kelompok

Presentasi kelompok dan Diskusi Kelas

Melakukan percobaan 1.5
Diskusi Kelompok

Menyelesaikan soal tes secara individual

LKS 1

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut secara berkelompok pada Lembar Jawaban/Pengamatan yang telah disediakan!

1.1 Tuliskan nama dan warna “jajanan” yang tersedia pada kelompok Anda!
1.2 Menurut Anda dari bahan pewarna pada “jajanan” tersebut? (bahan pewarna sintetis atau alami). Jelaskan Jawaban anda!
1.3 Bagaimana ciri-ciri bahan pewarna sintetis dan alami? Bandingkan warna makanan dari kunir atau daun suji dengan warna saus “tanpa merk”!
1.4 Bagaimana cara Anda membedakan bahan makanan yang mengandung zat pewarna sintetis dengan bahan makanan yangmengandung zat pewarna alami?
1.5 Kerjakan kegiatan berikut ini:
Pilih 4 orang anggota kelompokmu, sebut saja siswa A, B, C, dan D
Siswa A : ambil sedikit saos tomat merk “Indofood” lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan saos tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit.
Siswa B : Ambillah sedikit saos tomat dalam botol besar merk “X” lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan saos tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit.
Siswa C : Ambillah sedikit saos tomat “tanpa merk” lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan saos tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit.
Siswa D : Geruslah sedikit tomat sampai halus, lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan tomat halus tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit.
Kemudian cucilah tangan Anda dan catat warna yang membekas pada tangan Anda. Tarik kesimpulan percobaan Anda!

2. Siklus II
Skenario
TPK: Siswa dapat menjelaskan dampak pemakaian pewarna berbahaya bagi kesehatan
Fase Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1

2

3

4

5 Memancing keingintahuan siswa tentang efek interaksi dinding usus sapi dengan bermacam-macam pewarna dengan mengingatkan kembali hasil percobaan 1.5 (pengolesan bermacam-macam pewarna makanan pada kulit).

Menugaskan siswa melaksanakan praktikum efek interaksi dinding usus sapi dengan rhodamin-B (pewarna tekstil), saos bermerk A dan B (LKS 2).

Membimbing diskusi hasil percobaan.

Mengajak siswa mendiskusikan fenomena penyalahgunaan zat warna di masyarakat serta dampaknya bagi kesehatan.

Memberikan soal tes:
(1) Sebutkan cara-cara membedakan pewarna sintetis dan alami
(2) Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan zat warna?
(3) Apa dampaknya bagi kesehatan? Menjawab pertanyaan guru secara berkelompok

Melaksanakan praktikum

Presentasi kelompok
Diskusi Kelas

Diskusi Kelas

Menyelesaikan soal tes

LKS 2
Lakukan Kegiatan Berikut secara Berkelompok dan Catat Hasil Pengamatan Anda pada Lembar yang Tersedia!
1. Siapkan 10 g saos merk Indofood, Cherry, dan tomat halus, masing-masing larutkan dalam 10 mL air
2. Masukkan larutan-larutan saos tersebut masing-masing ke dalam potongan usus sapi yang sudah diikat salah satu ujungnya.
3. Ikat ujung usus lainnya, kemudian gantung pada statif dan diamkan selama 45 menit.
4. Keluarkan saos dari usus, cuci usus sampai bersih, amati kemungkinan ada tidaknya zat warna yang tertinggal pada dinding usus, catat hasil pengamatanmu pada lembar pengamatan!
5. Tarik kesimpulan dari percobaan ini
3. Siklus 3
Skenario

TPK: siswa dapat mengidentifikasi pewarna berbahaya pada makanan

Fase Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1

2

3

4

5 Memancing siswa dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjajagi pengetahuan dan wawasan siswa tentang berbahaya tidaknya penyalahgunaan zat-zat pewarna non-makanan untuk makanan.

Menugaskan siswa melaksanakan praktikum identifikasi kandungan pewarna berbahaya (Rhodamin-B) pada bermacam-macam saos dengan teknik kromatografi kertas dan spot test (LKS 3).

Membimbing diskusi hasil percobaan.

Memberikan pertanyaan kepada kelompok siswa:
(1) Apakah teknik kromatografi kertas dapat digunakan untuk mendeteksi zat pewarna pada makanan selain Rhodamin-B?mengapa?
(2) Apakah teknik spot test dapat digunakan untuk mendeteksi zat pewarna pada makanan selain Rhodamin-B?mengapa?

Memberikan soal:
Sebutkan cara-cara fisik dan kimia yang dapat dilakukan untuk mendeteksi pewarna berbahaya pada makanan!
Diskusi kelas

Praktikum

Presentasi kelompok

Diskusi dan presentasi

Menyelesaikan soal tes

LKS 3

3.1 Identifikasi Rhodamin-B pada Sampel dengan Tes Warna
a. Isi 4 lubang pada pelat tetes masing-masing dengan 1 tetes larutan Rhodamin-B
b. Tambahkan lubang 1 dengan setetes H2SO4
Tambahkan lubang 2 dengan setetes HCl
Tambahkan lubang 3 dengan setetes NaOH
Tambahkan lubang 4 dengan setetesNH4OH
c. Biarkan campuran tersebut kurang lebih 2 menit dan amati perubahan warna yang terjadi
d. Lakukan langkah a s.d. c untuk menguji perubahan warna larutan sampel X dan Y bila ditetesi dengan larutan-larutan H2SO4, HCl, NaOH, dan NH4OH
e. Apakah larutan X dan Y mengandung Rhodamin-B

3.2 Identifikasi Rhodamin-B pada Sampel dengan Kromatografi Kertas
a. Ke dalam beaker glass yang dinding bagian dalamnya telah dilapisi kertas saring, masukkan 25 mL larutan eluen
b. Siapkan kertas kromatografi dan buatlah garis melintang sekitar 1 cm
dari kedua ujungnya.
c. Siapkan titik noda larutan Rhodamin-B, larutan X, dan larutan Y pada
salah satu garis melintang tersebut dengan pipa kapiler. Atur ketiga noda tersebut sedemikian rupa sehingga tidak berimpit.
d. Lakukan proses elusi sampai eluen mencapai tanda batas.
e. Angkat dan keringkan kertas dengan cara diangin-anginkan.Bandingkan Rf noda Rhodamin-B, X, dan Y.
f. Tarik kesimpulan dari percobaan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Abraham, M.R., Renner J.W.. 1986.The Sequence of Learning Cycle Activity in High School Chemistry. J. of Research in Science Teaching. Vol 23 (2), pp 121-143.

Arifin, M. 1995. Pengembangan Program Pengajaran Bidang Studi Kimia. Surabaya: Airlangga University Press.

Budiasih, E. , Widarti, H.R. 2004. Penerapan Pendekatan Daur Belajar (Learning Cycle) dalam Pembelajaran Matakuliah Praktikum Kimia Analisis Instrumen. Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Vol 10 (1), hal 70-78.

Dasna, I.Wayan.2005. Kajian Implementasi Model Siklus Belajar (Learning Cycle) dalam Pembelajaran Kimia. Makalah Seminar Nasional MIPA dan Pembelajarannya. FMIPA UM – Dirjen Dikti Depdiknas. 5 September 2005.

Fajaroh, F., Dasna, I.W. 2003. Penggunaan Model Pembelajaran Learning Cycle Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Kimia Zat Aditif Dalam Bahan Makanan Pada Siswa Kelas Ii Smu Negeri 1 Tumpang – Malang. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 11 (2) Oktober 2004, hal 112-122.

Hudojo, H. 2001. Pembelajaran Menurut Pandangan Konstruktivisme. Makalah Semlok Konstruktivisme sebagai Rangkaian Kegiatan Piloting JICA. FMIPA UM. 9 Juli 2001.

Iskandar, S.M. 2005. Perkembangan dan Penelitian Daur Belajar. Makalah Semlok Pembelajaran Berbasis Konstruktivis. Jurusan Kimia UM. Juni 2005.

Lorsbach, A. W. 2002. The Learning Cycle as A tool for Planning Science Instruction. Online (http://www.coe.ilstu.edu/scienceed/lorsbach/257lrcy.html, diakses 10 Desember 2002).

Rahayu, S., Prayitno. 2005. Penggunaan Strategi Pembelajaran Learning Cycle-Cooperative Learning 5E (LCC-5E). Makalah Seminar Nasional MIPA dan Pembelajarannya. FMIPA UM – Dirjen Dikti Depdiknas. 5 September 2005.

Renner, J.W., Abraham M.R.,Birnie, H.H. 1988. The Necessity of Each Phase of The Learning Cycle ini Teaching High School Physics. J. of Research in Science Teaching. Vol 25 (1), pp 39-58.

Soebagio dkk. 2000. Penggunaan Siklus belajar dan Peta Konsep untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Konsep Larutan Asam-Basa. PPGSM.

About these ads

96 Komentar »

  1. ada aja Said:

    gambar 1 dan tabel nya tidak kelihatan

    • danil Said:

      SALAM KOMPAK SELALU….dan selamat buat yg JUPE hari ini.
      KALAU ANDA INGIN TAU INFO TOGEL, KENAL,KAN NAMA AWA IBU RAHMA, KAMI TINGGAL SARAWAK PEKERJAAN USAHA KECI-KECI LAH, DAN TUKAN MASAK DI RESTORAN ,SELAMA KAMI KENAL YANG NAMANYA AKI JAYA NASIB KAMI TIDAK SEPERTI YANG DULUH… KAMI SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA KY JAYA BERKAT ANGKA YANG DI BAGI SAMA BELIAU.DAN ALHAMDULILLAH TEMBUS.DAN KAMI MINTA ANGKA,4D…5D…DAN 6D…

      ANGKA NAIK YAITU,DI.
      SPORTS,TOTO 4D,5D, 6D , 8-0-8-8-2-8
      SIAPA TAU AWA SEMUA MAU SILAH KAN GABUNG SAMA KAMI,DI BOCORAN RAMALAN TOGEL,AKI JAYA…

      DAN KAMI BERSUKUR HASIL PASANG TOGEL TGL,07,06 ,2014…
      ….
      SEMUA UTANG UTANG DLM KELUARGA KAMI KINI DPT TERLUNASI SEMUA,KAMI PUN BISAH MEMBUKA USAHA KEMBALI,WALAUPUN ITU DGN CARA PASANG TOGEL, ITU MERUPAKAN RESKI BAGI KAMI SE- KELUARGA ,JADI YG SERING KALAH DLM PERMAINAN TOGEL HUBUNGI AKI/SMS KE NMR INI,085-321-606-847—KESUSAHAN ANDA DALAM MAIN
      TOGEL DI,JAMIN [3] KALI PUTARAN…
      ATAU, KUNGJUNGGI, BLOG, AKI JAYA…

      DAN SUKUR ALHANDULILLA MENANG LAGI, …
      Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada AKI JAYA yang telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau kami sekarang udah hidup tenang..sudah tidak di kejar-kejar hutang …Kami di berikan Angka Ritual Ghoib Dari AKI JAYA yang sangat sangat Jitu 100%…hingga kami sekarang merasa tenang lagi…terima kasih AKI …Jika Anda ada yang merasa kesulitan masalah Nomer Toto apaka 2D.3D.4D.5D.6D.itu semua terserah anda, silahkan HBG ATAU SMS Aja Pada AKI JAYA…di nmr hpnya [085-321-606-847] pasti anda akan merasakan apa yg selama ini kami rasakan…Salam Bahagia dan Sukses..!!

      DENGAN ANGKA GOIB ,ATAU ANGKA RITUAL// ANGKA MAHLUK HALUS….

      angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/

      angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/

      angka GHOIB; malaysia

      angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/

      angka GHOIB; laos

      angka ritual gaib kuda lari

      TOTO, 2D, 3D, 4D, 5D, 6D…
      SUPREME TOTO 6/58,/MEGA TOTO,6/52,POWER TOTO 6/55…
      MAGNUM 4D,/STS,/88,/DA MA CAI 1+3D,/ DAN LAIN-LAIN parah pencinta togel.
      DAN LAIN-LAIN,ITU SEMUA TERGANTUNG PERMINTAAN KAMI…ATAU SEPESIAL DEROH 4D ANGKA RITUAL ADA PADA AKI JAYA…..

      Di jamin anda pasti menang seperti kami >>>>>>

  2. kuncoro pr Said:

    thank’s and good luck

    bagaimana jika dikolaborasikan dengan model konstruktivitas

  3. jeffry handhika Said:

    bagaimana dengan siswa yang pasif ? tolong kasil hasil penelitiannya

  4. mohe Said:

    kasih tau dong fase-fase pembelajaran learning cycle??????plizzzzzzzzzzzzz

  5. rndah Said:

    boleh minta referensi (jurnal or bulu) mengenai learning cycle ga? please alu bitug nik..thanks.before.

  6. oetamie Said:

    Saya tertarik dengan artikel yang anda tulis, boleh dikirim referensi yang mungkin anda miliki atau kalau tidak penelitian yang pernah ada???????? Terimakasih!!!!

  7. risty Said:

    artikel anda menarik n mugkin bisa diterapkan dlm proses bljr mengajar.n thanks coz artikel ni bwt saya kumpulin bwt tgs kul saya

  8. emy Said:

    menarik artikelnya..
    bisa minta referensi dan hasil penelitiannya? terimakasih sebelumnya.

  9. baah Said:

    Bagus isinya, tapi lebih bagus lagi kalo ada contoh penerapannya dalam pelajaran fisika.
    ada contoh penerapan LC untuk pelajaran fisika ga ?

  10. yeli Said:

    ok juga LC ini, bahkan saya menggunakan LC ini untuk judul skripsi.
    makasih ya udah jd referensi tambahan artikel ini.

  11. rahmanita Said:

    saya benar2 tertarik dengan artikel ini,,,
    mohon dikirim artikel-artikel yang mendukung dan hasil2 penelitian yang sudah menerapkan LC ini???sama seperti yang lainnya saya jg pengen jadiin bahan skripsi..Mohon bantuannya…..

  12. elissa Said:

    saya senang membaca artikel anda yang padat, menarik dan sangat menambah wawasan. saya ingin membuat skripsi tentang learning cycle, dimana saya mendapatkan referensi bukunya? mohon dijawab, trimakasih

  13. lani Said:

    maaf sebelumnya,
    saya ingin menanyakan masalah jurnal LC 6 fase, di jurnal anda dikatakan “pada LC 6fase ditambahkan tahap identifikasi tujuan pembelajaran pada awal kegiatan (Johnston dalam Iskandar, 2005)”
    saya minta tolong dilihatkan jurnal johnston itu berbentuk buku atau dari situs internet.klo buku judul lengkapnya apa?dan klo dari internet situsnya apa?? klo tidak bisa di jelaskan tidak LC 6 fase dari iskandar itu.karena saya berencana mempelajari LC 6fase.mohon bantuannya dan msg ini harap dibalas secepatnya.
    terima kasih sebelumnya.

  14. Niza Said:

    Artikelnya sangat membantu saya …..bisa minta sumber lain seperti buku ttg Learning Cycle Sy masih bingng, apakah ada kaitan dari siklus pertama ke siklus kedua?tolong jelaskan! terimakasih bls ya….

  15. lyroh Said:

    saya tertarik dengan model pembelajaran ini.tapi saya masih kurang jelas.adakah contoh lain untuk materi kmia unsur,atau materi kimia karbon dan fraksi2 minyak bumi gt?atau materi ksp(kelarutan dan hasil kali kelarutan).trimakasih sebelumnya.

  16. rely Said:

    Saya benar2 tertarik dengan artikel ini,,,
    mohon dikirim artikel-artikel yang mendukung dan hasil2 penelitian yang sudah menerapkan LC ini???sama seperti yang lainnya saya jg pengen jadiin bahan PTK..Mohon bantuannya…..

  17. salsa Said:

    trimakasih sebelumnya jurnal ini telah banyak membantu.
    kalau boleh bisa diskusi lewat email.
    saya bth diskusi dan beberapa referensi yang terkait LC untuk skripsi.
    trimakasih sebelumnya

  18. salsa Said:

    minta tolong dikirimkan tempat referensi buku atau jurnal yang tertera.
    trimakasih jurnal ini sangat membantu dalam penyusunan skripsi

  19. novie Said:

    bisa kirimkan referensi aslinya nggak, versi indondesia tau english juga nggak papa, thanks ya sebelumnya, informasinya sangat menarik, mungkin bisa discuss sama2 lewat email tentang model-model lain.

  20. ni'mah Said:

    tolong kirimkan sumber selengkapnya tentang learning cycle ya…. please bgt buat skripsi saya, tolong bls lewat email saya ya…. trma kasih.

  21. salsa Said:

    maaf mau tanya untuk jawaban komentar dari penulis ada g? sy bth referensi ttg metode ini

  22. renita Said:

    wah… thanks god…uR helping bro!!tappi.. lagi butuh bWt pembelajaran di matematika Bu…ada yang biSa banTu ga???coZ dOsennya seneng banget rE ambil tentang juduL ini,,secara gtu LoHH..rE ga Mau nGecewain dossen…
    so, bantu akYu yaHhh…

  23. dhani, fkip untan Said:

    tolong juga kelebihan dan kekurangan metode ini

  24. awank Said:

    top dech buat teorinya. tapi bagaimana jika teori piaget tidak mampu menafsirkan perkembangan struktur kognitif anak yang berusia 18 tahun ke atas

  25. rina Said:

    saya tertarik dngan metodel pembelajaran ini, tetapi belum jelas untuk penerapannya, yang paling tepatuntuk pokok bahasan apa dalam pelajaran kimia. kalo boleh minta referensi dan hasil penelitian yang menggunakan LC ini

  26. Vania Said:

    salut dech….tapi apa semua materi kimia di dari kelas 1 ampe 3 SMU bisa menerapkan metode ini? pokok bahasan apa sich yang paling tepat. kalo ada referensi dari hasil penelitian yang menggunakan metode ini. kalo boleh tlg kirimkan ke email saya yach. thanks b4

  27. luar biasa bila aiterapkan dalam pembelajaran……! menurun saya akan lebih baik kalau digabung denga pendekatan nilai atau Imtaq akan lebih ma’nyossssss gitu wss makasih atas ilmunya ya mg hidup penulis senantiasa dilimpahi barokah dan terus menebar ilmunya slalu ok…

  28. riri aisyah Said:

    saya tertarik dengan artikel anda.yang mau saya tanyakan,kenapa LC itu mengalami perubahan dari 3 LC menjadi 5LC atau 6LC?saya butuh banget informasinya buat skripsi saya.

  29. mohon dikirim rpp kimia kelas X,XI,XII

  30. laila Said:

    LC bisa diterapkan di SD atau ngga?Truz contohnya apa?please kirim jawaban ke email saya.thanks

  31. zulyaden Said:

    saya masih kurang mengerti, kalo berkenan mohon kirimi RPP PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP DIALOGUE ke erayaden@yahoo.com
    wassalam

  32. REDAKTUR Said:

    Bpk/Ibu sekalian.Terima kasih sudah online di sini.Saya hanya menyampaikan saja,tapi akan saya usahakan mencari jawaban,jika memang saya bisa menjawabnya.Terima kasih.

  33. himawari Said:

    salut!!
    saya bangga karena ada rekan yang satu jurusan tapi bisa menghasilkan artikel yang mencengangkan seperti di atas. semoga anda tetap berada di garda depan dalam ranah bahasa indonesia. saya berterimakasih karena artikel ini telah menjadi salah satu bagian dari referensi skripsi yang sedang saya susun.

  34. novita widyasari Said:

    saya rasa anda sangat baek,,memberikan sistem belajar mengajar,,saya jd bsa mencari bahan tugas buat kulh saya.mkch banget.

  35. [...] Oleh : Fauziatul Fajaroh dan I Wayan Dasna [...]

  36. nurul Said:

    tidak relevan sama sekali
    anda membuat blog ini pas anda lagi ngelantur ya….?
    blog yang anda buat ini sama sekali tidah bermanfaat
    terima kasih

  37. nana Said:

    akan lebih baek jika anda memberi informasi secara keseluruhan n lengkap…jangan setengah-setengah biar yang baca tidak bingung… n bisa dimanfaatkan 100%…
    thanks b4

  38. dani zularfan Said:

    tolong dong kasih tahu kalau dengan menggunakan pembelajaran matematika fase-fasenya gmana,…please..!

  39. andy fahrizal Said:

    Fase Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
    1. sampai 5 ko’ kosong.terima kasih atas blognya yang sudah dapat membantu menyelesaikan tugas dan buatlah atau cari sistem pembelajaran yang sesuai dengan pangsa pasar artinya teori yang sedang kita pelajari saat ini bisa sesuai dengan out put di kemudian hari.

  40. fix Said:

    thank’s for the literature

  41. Eten Said:

    Thanks ya buat artikelnya…ini bisa bantu refrensi buat penelitiaQ..

  42. liliq anawati Said:

    modelnya dinamakan learning cycle, trus letak siklusnya dimana??

  43. Irfan Shidiq Lubis Said:

    Aslm. salam kenal, ka makasih banyak atas artikelnya karena model pembelajran Learning Cycle adalh jdl proposal skripsiku, mudah2n diterima. Ak boleh minta info-info tentang model pembelajaran Learning Cycle dunk? baik buku2 atau jurnal2 dll yang berkaitan dengan model pembelajaran LC. Jika berkenan nanti ak hubungi lagi… mksh sblumnya. bales ya ke emailku.

  44. alphi Said:

    wah…makasih bgt, artikelnya bnr2 membntu skripsi saya. kalo blh saya mo tnya pd penerapannya LC tentunya dpt meningkatkan keterampilan proses sain, bgmn nmrt pndt anda? referensi mengenai LC ini selain yg tertera di artikel, apa aja? trus yg terakhr karakteristik materi yg sprti apa yg sesuai untuk diterapkan LC ini, krna sy ingin menerapkannya dalam pembelajaran biologi SMA, terima kasih sebelumnya…mohon jawabannya dikirimkan di email saya…teri makasih sebelumnya….

  45. mala Said:

    asslkm…….. Ak boleh minta info tentang model pembelajaran Learning Cycle g? baik buku2 atau jurnal2 dll yang berkaitan dengan model pembelajaran LC, karna q lg ngerjain skripsi yg berhub dng LC. Jika blh krm ke e-mailku. cie_andar@yahoo.com.. mkasih bnyak

    • dewi fadhillah Said:

      tolong kirimkan buku referensi siklus belajar 5 e dan jurnal2 yang ada ke alamat deweks_poe@yahoo.com. terima kasih banyak

  46. lusia anggraini Said:

    makasih y, artikelnya q jdin bhan to skripsi q..
    tapi bisa ksh cntoh dalm pelajaran matematika g y????/
    trus refrensi ttg bukunya y?penerbit ma juduulnya?
    trus tlong jelasin kaitan siklus yg 1 dgn yng lain……..
    tlng dibls y….
    di email q

  47. lusia anggraini Said:

    makasih y, artikelnya q jdin bhan to skripsi q..
    tapi bisa ksh cntoh dalm pelajaran matematika g y????/
    trus refrensi ttg bukunya y to bhan skripsi q?penerbit ma juduulnya?
    trus tlong jelasin kaitan siklus yg 1 dgn yng lain……..
    tlng dibls y….
    di email q echie_swetty@yahoo.com

  48. prima jack Said:

    ada jurnal bahasa inggrisnya ndk? duh bagus jg untuk bahan skrikpsi gito….

  49. widya Said:

    mbk,model learning cycle ini bisa g diterapkan pada pembelajaran matematika?oy,saya mencari buku tentang learning cycle ini sulit sekali( kecuali di internet), dmana saya bisa memperoleh referensi buku tentang model ini ?kalo mbak ada buku rerferensinya dalam bentuk file,saya bisa minta tolaong dikirimkan ke email saya?

    terimakasih sebelumnya ya mbak…

  50. yeye Said:

    tolong donk kasih tau referensi dan buku tentang LC. butuhh bangetz nech….. Thank U :)

  51. deva lusiana Said:

    artiqlnya bagus dan membantu saya bagt, karena jd bahan refernsi bt skripsi saya tapi masih ada yang kurang buat bahan saya. mohon dikirim daftar pustaka tentang learning cycle to kalau boleh artqel yang kainnya yang mengenai LC5.thankkks. kririm ke e-mail saya ya…. terimakasih

  52. lili Said:

    bagus seee,,,, boleh gak law model siklus ini digabungin dengan metode pembelajaran yang laen

  53. andra Said:

    minta referensi buku mengenai learning cycle dong…
    aq butuh bget ne….
    please kirimin atao kasaih tau linknya
    atau bisa juga kasih tau judul bukunya aja..
    tanks b4

  54. Rena Ni'matu Zahra Said:

    tolong kasih tau saya referensi yang anda pakai untuk menulis artikel ini,saya ingin mengembangkan ide yang sudah ada untuk judul skripsi saya, sekalian juga judul buku yang anda pakai tentang learning cycle, 5E itu apa dan penerbitnya sapa,

  55. Ifha Said:

    ThnKs…Niatnya bwt ajuin judul Skripsi..Tp Msi kurang mengerti untuk aplikasi dalam pembelajaran matematika..berikan contoh detail u/ pembelajaran matematika.

  56. alvonsus Said:

    minta tolong referensinya, mau diangkat tuk tesis, TQ

  57. dika Said:

    pak bisa bantu saya gak?
    tolong kasih tau buku sumber yang bapak gunakan yang mudah dicari ditoko buku!

    terimakasih sebeluya atas bantuan bapak!

  58. Lia Sulis Said:

    LC dlam pembelajaran matematika apa bisa diterapkan??trimz

  59. Anam Said:

    hummmp…kayaknya bagus…nie…
    saya minta tolong dong di kasic referensi yang mendukung pembelajaran model itu,,,Q kan praktikkan …kayaknya menarik banget…nie…trima kasic sebelumnya…

  60. Sihkur Said:

    Bisakah model ini diterapkan pada mapel Bhs. Indonesia?

  61. efran hadi Said:

    saya kira petanyaan saya sama dengan yang lain,.
    mengenai referensi yang msh sulit didapat,.
    saya baru menemukan 1 buku(made wena)tentang LC ini,
    ada lagi gak buku ato junal yg bisa diperoleh,.

    bagi info dunkzzz,..
    efranhadi@ymail.com

  62. JANE Said:

    mbak kirim rpp matematika model pembelajaran siklus donk…….
    tanks…

  63. arsarri Said:

    saya dengan learning cycle ini sedang digencarkan di singapura.
    apakah learning cycle ini bisa di terapka pada matematika???
    terima kasih

  64. reni Said:

    minta referensi buku tentang learning cycle dong???……….

  65. utri Said:

    saya berniat bwt ajuin judul Skripsi..Tp Msi kurang mengerti untuk aplikasi dalam pembelajaran fisikanya…tlong krimin proposal lengkap tentang LC ya & mnt referensi bkunya jg k email saya yaaa…..trims

  66. neevstation Said:

    terima kasih artikelnya sangat membantu,, kebetulan mata kuliah saya ada yang membahas tentang model ini,,,

    • lian Said:

      kk saya mau buat makalah ttg LC kira-kira masalahnya apa yaa ??

  67. terimakasih artikelnya…

  68. meilia Said:

    saya mau buat judul skripsi dengan judul LC ini, kalau ada contoh skrispsinya bisa tlong dikirimka? beserta referensinya y, terima kasih sebelumnya

  69. melania Said:

    tolong dong minta referensi tentang siklus belajar…
    makash

  70. icha Said:

    tolong dong kirimin contoh proposal LC, krn lagi nyusun proposal….. dng referensinya juga….

  71. lina Said:

    kira-kira masalah yg bagus ttg LC ini apa yaa ??
    saya ada tugas kampus untuk membuat makalah ttg LC ini ..

  72. nurul ch Said:

    sy sedang menyusun skripsi tenrtang LC dng 5E (untk mata pelajaran fisika), buku/referensi apa sj yg hrs sy gunkn? mohon bantuan,, trimakasih..

  73. Oemar Akbar Said:

    buku apa saja yang ngedukung ttg LC dengan 5E kasih tau ya, trims

  74. Rini Said:

    assalamu’alaikum,.. mw nanya kiranya referensi apa yang mendukung LC ya,.. mtur suwun,.. ^_^

  75. Saya tertarik dengan artikel ini, saya minta tolong untuk buku referensinya nya ya Gan . . .
    Oya lupa, gambarnya ga muncul . . .
    Thanks before gan . . .
    di tunggu yach balasannya . . .

  76. pa cieh pembelajaran kuantum itu

  77. evayanti Said:

    refrensi mengenai LC ini sangat bagus dan saya ingin menggunakannya dalam kajian skripsi saya…
    dimana ya pak bisa saya dapatkan buku mengenai LC????
    Tolong bantu saya pak….
    kirim ke email saya ya pak….

  78. hariana agista Said:

    tolong kirim referensi buku yg di pke n jurnal2 tentang learning cycle. . . PliZz

  79. hariana agista Said:

    boleh minta jurnal ny gak,,,,toLong,,,, :'(

  80. yus Said:

    mkasih ya..artikel ini sangat membantu sy..
    mau nanya kiranya referensi apa yang m’ndkung LC ya..

  81. dEa Said:

    mbak, tolong kirimkan saya judul buku yang berhubungan dengan model LC 5E ini dunk, saya bingung mo cari bukux kemana..
    terimaksih sebelumnya mbak..

  82. Andi Widodo Said:

    boleh tahu referensi yg anda gunakan? atau kalu tidak judul bukunya apa? yang membahas tentang LC?? kirim ke e-mail sy sj. Bdl_andy@yahoo.com trims

  83. Ie Doet Said:

    maaf pak,,saya mau minta tlong
    buku yang jenengan pakai itu penerbitnya siapa soalnya penting buat skripsi
    mohon bantuannya geh
    kirim ke email saya
    idaidut@ymail.com

  84. helmi menwa Said:

    Apakah ada buku khusus tentang Model Pembelajaran Learning Cycle 5E……………….?

  85. pradana Said:

    salam..
    saya pernah membaca tentang model learning cycle empiris induktif. apakah model learning cycle empiris induktif itu ada?
    saya pernah melihatnya di jurnal. tetapi saya belum pernah mendengarnya atau membacanya di buku-buku pendidikan.
    mohon tanggapannya.
    terima kasih :)

  86. setau saya pembelajaran LC ne tipe dri model pembelajaran pembelajaran aktif ya??

  87. Suyanto di Malang Said:

    Tulisan Pak Wayan Dasna sangat bagus, dpt mnjd rujukan teman2 yg mau penelitian atau praktik di kelas. Boleh diberikan contoh RPP utk SD Pak? Tengkyuuu…poolll…

  88. wati Said:

    mohon referensinya pak.
    selain di jurnal kira2 ada dalam buku apa ya pak?

    kenapa
    http://www.coe.ilstu.edu/scienceed/lorsbach/257lrcy.html susah sekali ya untuk membukanya.?

    tolong bantuannya ya pak, kirim lewat email.

  89. Komang bali Said:

    tulisan bapak bagus , klo boleh mohon untuk referensi mengenai learning cycle yg lain..trimkasih .

  90. pemerhati LC Said:

    coba buka blog dosen ini… artikel anda bukan mirip tapi benar-benar sama. ga tau siapa yang plagiat. http://massofa.wordpress.com/2008/01/06/pembelajaran-dengan-model-siklus-belajar-learning-cycle/

    • mantan mahasiswa penulis artikel ini Said:

      artikel diatas dan artikel pada link yg anda sebutkan itu berasal dr 1 sumber, yaitu tulisan dr dosen UM yang sudah tertera di atas namanya
      “Fauziatul Fajaroh dan I Wayan Dasna
      Jurusan Kimia FMIPA UM”

      kalo untuk masalah model posting yg sama (ada bagian ini itu sama persis mana yg muncul n g muncul, tinggal diliat aja tanggal postingnya).. :)

      monggo diteliti ulang…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: