E. SESAJAK
& Komentar »
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }
| davit di PEMBELAJARAN KUANTUM SEBAGAI M… | |
| ipeh di Populasi dan Sampel Penel… | |
| Vidic seven di Fakta-fakta Unik Seekor K… | |
| ninin di PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS… | |
| Sekolah Tinggi Manag… di Ruangan Kucing |
|
Kelana Akira Berkata:
on Oktober 28, 2008 at 1:46 am
carilah diri dalam diri
carilah diri dalam jasmani
carilah jasmani dalam rohani
carilah rohani dalam Rabbani …
puisi anda enak diapresiasi …
jo Berkata:
on Februari 22, 2009 at 7:59 am
kak, dikasih komentar yah kalo sempat
biar diri terbang
bermimpi penuh ilham
biar diri berperang
dengan manusia yang terpahat
dalam diri manusia adalah mimpi
tak sempat memandang Ilahi
tak sempat memahat harapan pulas tentang hidup ini
biarlah
aku terbang dengan mimpi
hingga ku tatap kekasih
tersenyum menanti
diambang kebenaran
Ilahi Rabby
fath Berkata:
on Maret 1, 2009 at 3:23 pm
minta komentar donk ka….
ketika gulita menutupi hari
terbayang kelamnya amalan yang kujalani
istghfar, kumohon ampunan ALLAHU Robbi
karena hanya kepadaNYA kita kembali
tak lupa iringan sholawatullah kepada Al Hadi
mengharap syafaatnya di hari nanti
keinginanku menusuk hati
agar kehadirannya hidupkan mimpi..
komentarin ini jenis nya apa.. salah katanya yg mana…ok ka …afwan ya..
tethe Berkata:
on Maret 14, 2009 at 2:12 am
assalamu’alaikum, salam knal ya kak ^_&
q nimbrung juga dunk hehe
kak ini cuma sekedar celoteh q…..
biarkan waktu yang berkata,
aku tak mau bicara lagi
karena terlanjur bisu.
aku ingin kita yang dulu…..
lihatlah!!!
aku masih berdiri sama, seperti kemarin
di teras rumah tetanggaku nan retak
semoga kau mengerti.
http://senandunghidup.blogspot.com/
bonbon Berkata:
on Maret 30, 2009 at 3:53 am
oke juga…
wachid Berkata:
on Oktober 11, 2009 at 4:20 am
Tuhan ,sampaikan kerinduan kami pada konglomerat berhati mulia
Dengan dasinya yang semulus lidah kucing
Yang mengenali senyum kami
Para tikus melarat
Tuhan , katakana pada mereka
Biar bungkam hati kami belum tuli
Akan rendahnya volume jeritan buta
Tak kentara.
Katakana pula,
Kami belum rela melihat mereka makmur
Dengan tumpukan lemak – lemak
Dikartu hidup mereka
Tuhan sekali lagi sampaikan kerinduan kami
Pada konglomerat yang jujur nan dermawan
Katakan pada mereka
Kami ingin kita dewasa bersama – sama
Terima kasih Tuhan ,
Semoga surat kami benar – benar surat