puisi lubis grafura

Kepada Siapa Aku Mesti Bercerita

Kepada siapa

aku dapat belajar tegar

selain kepada karang yang diam

ketika ombak menghantam

Kepada air

Barangkali aku dapat belajar sabar

Ketika ia harus mengalir

Pada jarak ribuan mil

Kepada siapa lagi

Aku musti bercerita

Ketika manusia kehilangan

Sepasang telinganya?

Malang, 2006

Iblis

Menggantung pada

Sepasang mata

Membisik di sepasang telinga

Menjelma aliran darah

Di balik detak bilik jantung

Meresap ke setiap sumsum

Mengunci mati pintu hati

Membungkam logika dengan segenggam dendam

Dan ia tertawa di atas kepala

Ketika malaikat di pundak kiri

Menuliskan dosa

Di selembar catatannya

Malang, 2006

Sengketa

Untuk Hudi

Kau dan aku berdiri samasama menatap senja

sedang

Sebilah pedang berselempang masingmasing

Di punggung kita

kita masih menatap senja

Senja adalah saksi persaudaraan kita

Pada satu jantung yang berdetak sama

Pada warna darah yang mengalir sama

Pada udara yang terhirup sama

lantas tibatiba

Angin bertiup entah dari arah mana

Memaksa masingmasing kita

Hingga

Sebilah pedang di tangan kita

Menancap

Pada detak jantung yang sama.

Malang, 2006

Sengketa II

Untuk Hudi

Kita masih berdiri samasama memandang senja

Seolah bahasa sudah tak berwujud katakata

Bahasa adalah sekumpulan huruf beku

Menempel pada mulutmulut yang melumut

Dan laut berhenti memintal ombak

Dan detik berhenti memutar waktu

Sedang egois menjelma badai yang

Hendak memadamkan secuil kelebat api lilin

Yang mencoba mencairkan sebongkah

Hati yang membeku

Malang, 2006

Kepada Angin aku mesti bercerita

Pada dengusmu yang meruntuhkan dedauan kering

musim kemarau

yang berhembus dingin membawa kabar

dari seberang laut

dari seberang gunung

dari seberang belahan bumi

hingga kau menghempas pada pijakanku berdiri

pada bentang kedua tanganku

pada nikmat bisikmu

pada helai-helai rambutku

yang kau belai

dan sebelum kau pergi bawalah

segenggam kepahitan

yang tak bisa kuceritakan pada manusia

lewat dengus nafasku

bawalah

bawalah

Malang, 2006

Apa ada yang salah dengan doa

Kepada Ainur

Kuminta kepadamu setetes hujan

Kau berikan lautan penuh kekeringan

Rencana besar apa yang kau

sembunyikan di balik rahasia

semua logika?

Malang, 2006

BIODATA

Lubis Grafura. Masih tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Beberapa tulisannya dimuat di Radar Banjarmasin, Surya, Malang Pos, dan Komunikasi. Beberapa kali memenangkan lomba cerpen baik regional maupun nasional. Kini aktif dalam forum diskusi sastra Bengkel Imaji Malang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: