puisi: peluru menembus kabut

Peluru Menembus Kabut

Seseorang di seberang mengarahkan

sepasang tangannya ke arah kita

yang menggenggam sebentuk pistol

entah siapa

kita hanya bisa berlari

mustahil kita dapat sembunyi

suara letusan menembus kabut

peluru meluncur secepat tetes air

sisa hujan tadi malam

lebih cepat dari detik waktu yang bergulir

lebih cepat dari detak jantung kita

bahkan kecepatan peluru itu melebihi

rotasi poros bumi

seolah semua benda diam

seperti slow motion pada sebuah film

sedang kau tubuhmu mengayang

bagai keanu dalam matrix

peluru itu kini berada tepat di depan sepasang mataku

siap membelah kepalaku seperti peluru itu membelah kabut

tapi entah bagaimana, justru kepalamu yang pecah

tertembus peluru. Kuambil jantungmu yang masih berdetak

aku berjalan sendiri menembusi kabut

yang dibaliknya kulihat ada puluhan peluru

yang dibidikkan pada diriku

yang mustahil aku dapat sembunyi

Malang, 2006

Peri yang belajar terbang

Ayah mengatupkan sepasang mataku dengan selembar

dongeng yang entah dari mana ayah pernah mempela-

jarinya dan ia selalu menceritakan sesuatu yang selalu

bertentangan dengan apa yang diajarkan guruku yang

pernah bercerita kepadaku soal peri yang memiliki s-

epasang sayap untuk terbang, dan ayahku mencerita-

kan seekor peri yang belajar terbang “tak semua kehi-

dupan mesti sesuai harapan” kata ayah saat mengakiri

ceritanya seperti halnya ketika ia mengawali ceritanya

dengan “anuju ing sawijing dina”nya.

Malang, 2006

Kehidupan berawal dari sebuah dongeng

Pada suatu hari ada seorang anak yang minta cerita kepada

neneknya, lalu neneknya mulai bercerita, pada suatu hari ada

seorang janda yang menidurkan anaknya, lalu janda itu bercerita

bahwa suatu hari ada seekor harimau yang bercerita kepada

bayinya mengenai seorang pemburu, harimau itu bercerita

bahwa kehidupan ini dimulai pada suatu hari

Malang, 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: