Tentang Focus Features

Tentang Focus Features

Pecinta film tentu akan tahu apakah Focus Features. Focus Features (FF) adalah semacam perusahaan film seperti halnya FOX atau Paramount atau bisa juga disamakan dengan Ram Punjabi, Ranos Film atau bahkan Soraya Intercine Film. Persisnya seperti apakah Focus Features, saya kurang begitu tahu!

 

Yang ingin saya bahas kali ini bukan mengenai “apa” tentang FF melainkan film-film yang dihasilkan FF. Film-film produksi FF yang pernah saya tonton sangat inspiratif sekali. Mungkin pebengkel bisa mencobanya untuk diterapkan dalam tulisan. Saya katakan inspiratif karena film-film yang disajikan berbeda dengan gaya-gaya film pada umumnya, walau tidak semuanya. Toh, film-film produksi FF hampir semuanya berhasil mendapatkan penghargaan. Hampir semuanya!

 

Jika pebengkel hendak mencari produksi film FF silakan cari film berikut di bawah ini sebagai referensi. Sebagai catatan, hampir semua film produksi FF pada bagian awal memiliki kelemahan sebagai “film yang membosankan”, tetapi ketika pebengkel telah menghabiskan dua puluh menit pertama pemutaran film, saya memperkirakan pebengkel tidak akan meninggalkan kursi duduk, walau sekedar ke toilet.

 

  1. Crash

Fregmen-fregmen kehidupan di kota yang dipotret dalam beberapa scene. Satu tokoh dengan tokoh yang lain tidak “saling mengenal” tetapi benang merah telah, tanpa mereka sadari, menghubungkan antarsatu dengan lainnya. Film ini juga menyampaikan bagaimana kita menyikapi seseorang yang dulu pernah menyakiti kita. Bahkan secara manusiawi kesalahan itu tak lagi dapat ditolelir. Crash adalah jawaban dari semua ini.

  1. Brokeback Mountain

Saya akan menulis sebuah artikel protes jika film ini tidak mendapatkan penghargaan! Untungnya, mereka telah memberikan penghargaan sebagai film terbaik untuk Brokeback Mountain. Adalah sebuah pertemuan dua orang lelaki yang memiliki latar berbeda, lantas bertemu pada sebuah ketaksengajaan ketika mencari kerja sebagai penggembala domba. Ketika masa kontrak selesai mereka telah menjalani hidup masing-masing. Berkeluarga, memiliki anak. Tetapi, di luar batas kesadaran mereka, semua permasalahan hanya berujung pada pertemuan awal ketika di Brokeback Mountain. Dan, gunung itulah yang menjadi saksi lika-liku kehidupan dua laki-laki itu.

  1. 21 Gram

Bisakah kita membayangkan bahwa hidup kita tak lama lagi dan untuk mengulur hidup kita membutuhkan sebuah jantung cangkok dari orang lain? Siapakah yang bisa mengira bahwa keluarga yang begitu utuh tiba-tiba pecah? Keluarga yang bahagia lantas berubah menjadi bencana? Perlukah laki-laki berselingkuh hanya karena rasa iba? Haruskah kekerasan mampu memberikan kedamaian? Akankah balas dendam menyelesaikan sebuah permasalahan? Itulah kenyataan hidup. Seberapa besarkah nilai hidup Anda? Apapun jawaban Anda, hidup hanya senilai 21 Gram.

 

 

 

Lubis Grafura

www.lubisgrafura.wordpress.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: