Puisi: Kepulangan Ayah

 Bapak

Anginpun tersesat ketika harus mencarimu

menyampaikan salam yang kutitipkan

daun-daun hanya bisa gugur ketika

aku menceritakan ini padanya

baktiku hanya tersisa doa

sementara, durhakaku kepadamu

menjadi tumpukan

sesal dalam hitungan nafas

yang saat kutuliskan puisi ini

kau hanya diam membisu

di balik nisan yang memahat namamu

Bengkel Imaji Malang, 2006

Sebuah Halaman

  • Koko Birawa

Pada pengembaraanku, aku telah menemukanmu

tengah berdiam diri, menggambar dengan samar bayang

sekuntum kembang mawar di atas batu karang

“tempat yang terindah”

aku menyempatkan diri singgah

pada halaman-halaman yang telah kau gubah

sementara bahasa tak pernah pecah terucap

aku hanya membatin, rencana tuhan sebegitu sempurna

kita saja yang enggan belajar menterjemah

pada bahasa tuhan lewat nafas

yang kita hembuskan di sebuah halaman

Bengkel Imaji Malang, November 2006

Kepada Penyair “Syair Katakata”

Aku jengah kepada kalian,

lantaran hanya katakata yang kalian ciptakan

yang mencoba membaca katakata

bukanlah segolongan jin, malaikat pun dewa

adakah hanya katakata yang kalian cipta

adakah makna yang kalian maksudkan

penyair adalah pembuat imaji, pencipta misteri

sedang merekalah yang merangkai tekateki

yang kalian taruh di atas karang, bersama debur ombak

yang kau hiaskan pada rembulan, pada bintanggemintang

yang kau sembunyikan pada dengus angin, pada lambai rerumputan

atau yang kau titipkan pada semesta tuhan

jika hanya katakata, apa yang bisa mereka bawa pulang

dari syair yang kau rangkai hanya dengan permainan kata

Bengkel Imaji Malang, November 2006

13 Komentar »

  1. sofwan Said:

    saya senang banget dengan puisinya,terutama tentang ayah………
    mengingatkan saya kembali dengan ayah yang kini butuh do’a……
    mengingatkan saya pada janji-janji saya terhadap ayah………

  2. rahmat Said:

    bagus sangat bagus,

  3. lanjar Said:

    bagus ko,,
    coz q ga bsa buat..

  4. tigris Said:

    puisi nya bgus bgt..
    mengingatkan sy pd seorang ayah yg sdh berpulang ke rumah BAPA di Surga..

  5. aan Said:

    mas,puisinya bagus banget
    tlng buatin yg lbih mnyntuh dunk…

  6. ikaroyant Said:

    puisinya menyentuh..mengingatkan aku pada kasih sayang seorang ayah yg begitu tulus. dan menambah rasa sayangku pd ayahku tersayang.
    makacih yw..😉

  7. RAHMA Said:

    seorang ayah bagi Q sangat berwibawa,mengajarkan arti hidup,dll .
    tp saat nc bgi Q ayah sangat kotor .

  8. dHiNy... Said:

    q cHyNg AyaHhh qUwww…

  9. semoa aku dapat bertemu ayah yg selama 17 thn meningalkan ku
    semoga aku dapa bertemu walau hanya sejam saja
    aku ingin melihat wajah ayah walau hanya sejam saja

  10. yolla Said:

    qu trsntuh bgd ma puisi” di atas…..
    bkin qu inget ma ayah yang uda 14 thn ninggalin qu….
    qu kngen bgd ma ayah…
    qu pngen bgd ktmuu sama ayah mski lwat mimpi…
    AYAH…
    QU TAKAN PERNAH MELUPAKAN RAUT WAJAH MU…
    nama mu kan selalu terukir dalam hati qu…
    AQU SAYANG BANGET SAMA AYAH……
    SLAMANYA…………………………………..

  11. citra Said:

    aq syank ayah selamanya…..

    mksih ayah atas smua jasa mu untk qmi nak” mu..

  12. erlina Said:

    biasa aj sich..
    apanya yang bagus…
    wooooooo….

  13. danil rama danis Said:

    q sanagt senang dengan puisi ini,,,,,,,,,,,
    puisi ini membuat q sedih,,,,,,,,,,,,,
    mengenang ayah q,,,,,,,,,,,,,


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: