Puisi Buat Pak De Ghurrun: ngopi malam-malam

Pertemuan

 

                                    : Ghurun

pada pengembaraan-pengembaraanmu 

tak dapat kuterjemahkan semua bahasa

yang kau ucap lewat dengus yang memberat

barangkali pada kepulan-kepulan asap rokokmu

dan bekas bibir di cangkir kopimu

dapat kutemukan isyarat

agar kupecahkan segala teka-tekimu

yang kausimpan rapi di dalam peti mati

Bengkel Imaji Malang, November 2006

 

 

 

Perempatan

 

                                                                        : Ghurun

suara tiang listrik oleh seseorang

dipukul satu kali, seperti

jam yang berdenting di tengah kota mati

kita sama-sama berdiri di perempatan ini

memandang jalan sunyi di depan yang tampak suram

kita tersesat pada labirin malam yang panjang

aku memilih terus, sementara kau ke kanan

tak ada lagi yang perlu diperdebatkan

kita masing-masing harus memilih satu jalan

sebelum lampu berwarna merah itu berubah

Bengkel Imaji Malang, November 2006

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

1 Komentar »

  1. adibahmadi Said:

    ihh… nyentuh rasa
    sampai merinding aku membacanya
    bulu-bulu lenganku saja menganga

    dengan apa musti kubalas
    sebab aku tak punya sedikitpun kata indah
    untuk kupersembahkan padamu

    hanya aku ingin bisa duduk besama
    bisa berdiri sama
    denganmu, di meja yang bernama sastra

    hormatku,
    Ghurrun A. Ahmadi
    http://adibahmadi.wordpress.com


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: