Tips Menulis:Mentransfer Gaya Film Hollywood ke Dalam Cerpen

Tips Menulis:

Mentransfer Gaya Film Hollywood ke Dalam Cerpen

Film adalah anugrah seni terbesar yang pernah dimiliki manusia (Janji Joni, 2002)

Banyak hal sebenarnya yang dapat kita peroleh dengan menonton film. Selain sebagai hiburan, film juga mampu memberikan sumbangan kebijakan untuk kepekaan perasaan kita. Terlepas dari dua hal tersebut, kita sebagai penulis dapat belajar bagaimana menulis dengan kamera. Bukan dengan pena!

Setelah saya menonton film dari berbagai genre. Saya lebih tertarik dengan film horor dan film drama. Hal ini berdasarkan “efek kejut” yang hebat yang selalu muncul di film horor, dan “adegan-adegan cerdas” yang muncul di setiap film drama. Selain itu, kedua genre film tersebut selalu memiliki ciri khas penceritaan yang hebat.

Terdapat benang merah yang dapat kita tarik, ketika melihat film gaya Hollywod. Pertama, adegan pembuka yang menarik. Kedua, adegan “cerdas” yang membuat penonton merasa “wah”. Ketiga, pengakhiran film yang “mengambang” dan lagi-lagi “beradegan cerdas”

Berikut saya mencoba melakukan transferisasi adegan tersebut ke dalam cerpen saya yang berjudul Dua Orang Tentara. Berikut ulasannya:

Pertama, Adegan pembuka yang cerdas.

Hampir semua film Hollywod melakukan teknik ini. Hal ini dilakukan agar penonton betah duduk di kursinya dan sebagai adegan pengantar ke adegan berikutnya saja. Misal dalam cerpen Dua Orang Tentara dibuka adegan berikut:

SEBUAH laras panjang muncul dari balik celah reruntuhan bangunan. Seperti seekor ular yang mengintai mangsanya dari balik tanah. Senapan itu sesentipun tak bergerak. Pun ular yang memiliki sepasang mata tajam yang diam. Tak hendak melepas mangsanya barang sedetikpun. Hingga setelunjuk jari menarik pelatuk. Jika senapan adalah ular, ia akan meluncurkan kepalanya ke arah mangsa. Dan peluru itu meluncur secepat kedip mata. Orang di seberang sana tergeletak dengan luka di jidatnya. Seolah seekor ular telah mematuk dengan bisa yang tak memberi kesempatan hidup mangsanya.

Dalam cerpen tersebut, saya hendak menganalogikan antara senapan dan ular. Adegan di sini kita buat sebagus mungkin agar pembaca lebih tertarik dengan adegan selanjutnya. Kalau menurut Anda adegan ini kurang begitu menarik. Silakan Anda buat yang lebih menarik. Saya yakin Anda pasti bisa. Ayo menulis!

Kedua, adegan “cerdas” yang membuat penonton merasa “wah”

Dalam film horor versi Hollywod ada adegan cerdas untuk menggambarkan masa lalu atau cara pengungkapan misteri dengan cara penelusuran. Berikut kesamaan yang selalu muncul dalam film tersebut

  1. Mencari data di internet
  2. mencari data di perpus
  3. mencari data di rumah sakit
  4. mencari data di pelosok desa, dsb

Bagi saya, adegan tersebut ternyata mampu membawa penonton untuk mengikuti kamera. Kita dibuat bertanya-tanya dan selalu berkata “wah”. JIka ke internet mereka tak segan-segan menampilkan yahoo atau google. Kita coba saja. Toh, kedua istilah itu sudah bukan hal yang asing lagi buat diri kita bukan.

Ketiga, pengakhiran film yang “mengambang” dan lagi-lagi “beradegan cerdas”

Ada yang beranggapan bahwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: