PENGUMUMAN LOMBA CWI dan MENPORA 2007

Kita sudah lama menunggu, mungkin seperti tahun yang lalu ya sekitar tanggal 28-29 desember lagi. Dian, kamu ikut lomba ini kan? wa oda? trus, kalau si tyas kok gak ada kabar lagi…semoga kita menang lagi tahun ini, dan buat teman2 CWI 2005 kuharap kita ketemu lagi

Iklan

24 Komentar »

  1. endah sulistyowati Said:

    Lubis, Foto-foto CWI 2005 minta saja ke Dian. Salam untuk semua teman-teman CWI 2005. Miss U All…

  2. wawan Said:

    bis,
    aku baru dengar dari cak mukhid kalau zizi UIN dapat juara 2 lomba CWI. peh, hebat dia bis…

  3. arifudin Said:

    aku hanyalah sebongkah hati yang berjalan dalam persimpangan dunia,tak kumengerti akankh kusinggah dalam penantian senja yang kelabu,
    seiring waktu berlalu dan aku pun hanya terdiam dan semakin terdian.
    jejak langkah manusia2 pendosakah yang akan aku ikuti ataukah pusaka sang malaikat dimana dalam ujung2 jemarinya ia suguhkan istana surga yang begitu indah.

  4. tj Said:

    sorry nih… pengumuman pemenangnya belom ada ya? koq aku nggak liat2 ya? huehehe… mungkin bisa tolong diinformasikan kalo misalnya uda ada? thanks banget ya…

  5. MH Abid Said:

    Halo Lubis! Apa kabar? Aku dapat kabar dari Hudan Hidayat kalau tahun 2006 CWI tidak mengundang ke Jakarta. Hasil lomba sudah diumumkan, yaitu M Badri (Bogor) juara I, trus dari Malang juara II, dan kebetulan saya (Jogja) juara III.
    Jadi bagaimanapun kita (CWI 2005) tidak bisa ketemu di Jakarta, kecuali mungkin tahun depan bila diundang lagi ke sana.
    Salam, kapan ke Jogja?
    Abid

    Dari Lubis,
    Oh makasih banget, tetapi ngomong2 saya diundang temen2 di Jogja tgl 2-3 Feb. Ada temen2 CWI dalam rangka pertemuan penyair. Selamat ya…

  6. MH Abid Said:

    Trims. Aku sudah dkabari temen soal pertemuan penyair 4 kota itu. Setahuku dari Bandung, Yogya, Bali, dan Padang. Lho, Malang ikut ya. Ok, kita bisa ketemu nanti di Yogya, juga dengan teman-teman yang lain.
    Salam,

    Abid

    Dari Lubis,
    Mmm, oke deh kalau gitu. Tapi doakan aku dapat izin dari kantorku kerja, kalau gak dapat izin ya titip salam aja ya?

  7. Afriadi Said:

    mana pengumuman komplit pemenang Cerpen CWI 2006? Termasuk cerpen favoritnya?

  8. MH Abid Said:

    Saya belum tahu komplitnya.
    Panitia terakhir telepon ke saya bilang akan mengirimkan buku berisi cerpen yang menang dan cerpen nominasinya. Nanti kalau sudah sampai saya teruskan ke sini.
    Terima kasih.

    Ab

  9. Hari Ambari Said:

    Saya sudah mendapatkan buku kumpulan cerpennya. Jilidnya bagus tetapi lay out isinya banyak yang kelewat, tampaknya pengerjaan CWI tahun ini kurang serius. belum lagi saya menemukan salh satu cerpen yang ada di nominasi CWI saya pernah lihat baru-baru ini di koran. saya tidak tahu nantinya bagaimana.
    oya, berikut daftar nominatornya, saya tulis berdasar daftar isi buku.

    Wayan Sunarta, Dongeng di bukit Batu Bintan
    Muhammad Nasir, Rapun
    Ragdi F. Daye, Punggung
    Rista Rifia Libiana, Perempuan bermata Bidadari
    Irene Sarwindaningrum, Digital Dream
    Dalih Sembiring, Floccinaucinihipilificatius
    Dian Hartati, Kota Kenangan
    Rohyati Sofjan, Poli
    I Gusti Made Dwi Guna, Boarding
    Ina Nur Ratriyana, Kalau Esok Hari Masih ada, Tuhan…
    Ajun Kesuma, Harta Karun
    Hari Ambari, Nyi Pohaci
    Endah Sulistyowati, Tentara di Tapal Batas
    Denny Prabowo, Tedong Helena
    Iggoy el-Fitra, Abu, Sepenggal Rindu Arafuru
    MH Abid, Pendulang Emas
    Indrian Koto, Lagu Ombak Kampung Terkurung
    Alimuddin, Serambi tak mau kembali ke Abang Indonesia
    Nana Supriatna, Sutinah
    Azizah Hefni, Pintu yang Terkunci
    Joko Nugroho, Benang yang Mencari Daun
    Fahruddin Nasrullah, nubuat dari Sabrang
    Griven H Putera, Pusara bernisan Duhut Berbunga
    Gunawan Budi Susilo, Malam Buta
    M Badri, Loktong
    Marhalim Zaini, Jaring Batu
    Wicaksono Surya Hidayat, Tuhan yang Ketiga
    St. Fatimah, Malaika, sebuah Firman Terakhir
    M Raudah Jambak, Bulan
    Widzar al-Ghifary, Untuk Lelaki Harum Rimba
    Sucipto bin Rapii, Kisah dari Numfor
    Satmoko Budi Santoso, Kuda yang menderap di Kaki Candi
    (karena diketik mendadak, maaf atas kesalahan penulisan)

    saya kira, para nominator seluruhnya sudah dihubungi menpora, hanya saja buku yang dikirimkan belum sampai.
    terima kasih

    Haram

  10. MH Abid Said:

    Wah, saya sebenarnya mau memenuhi janji menyiarkan para nominator CWI di sini, tapi sudah keduluan si Haram ini.
    Saya baru menerima bukunya kemarin, dan urut-urutannya seperti di atas. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemenang terbaik tidak lantas muncul di halaman awal, begitu seterusnya.
    Di buku ini, berbeda dari kebiasaan sebelumnya juga, tidak ada sepatah kata dari para dewan juri, juga tidak ada sambutan dari kepala direktorat pemuda. Pertanggungjawaban dari dewan juri, juga panitia, tidak ada sama sekali. Yang baru, ada daftar nama-nama peserta di halaman akhir, berjumlah lebih dari 500 peserta.
    Tapi biasalah, daftar peserta itu pun tidak dibuat secara baik, apalagi cermat–kebiasaan para sastrawan yang acak-acakan membuat dokumentasi! Beberapa nama peserta, juga dengan cerpennya, ditulis di nomor berbeda. Ada pula peserta yang tidak ada di daftar itu. Teman saya, yang mengirimkan cerpen lebih dulu dari saya, raib dari daftar. Apa pengirimannya tidak sampai? Saya tidak tahu. Tapi dugaan saya, pendokumentasiannya yang payah.
    Di beberapa milis, akhir-akhir ini, ada desas-desus menggugat CWI–mungkin kenyataannya tidak semengerikan kata-kata yang dipakai ini. Beberapa orang berusaha menggalang dukungan dari komunitas-komunitas penulisan, seperti FLP, Apsas, dll. Kelanjutannya saya tidak tahu. Yang jadi gugatan, publikasi hasil lomba tidak begitu jelas–tapi sudah jelas lewat si Haram di atas. Terus juga juri-juri lama, tampaknya tidak dilibatkan, seperti Hamsad Rangkuti dan Maman Mahayana. Di sampul belakang kumpulan ini, ada tulisan para juri final 3 orang, yaitu Hudan Hidayat, Ahmadun Yosi H, dan Mariana Amiruddin. Mereka sangat berpengaruh tentu saja dalam hal memenangkan cerpen-cerpen unggulan.
    Pemenang pertama, Lok Tong, bercerita tentang dunia pelacuran. Latar tidak begitu jelas, di Batam, Nanking China, atau SIngapura. Pemenang kedua, Pintu yang Terkunci, berkisah soal seorang perempuan yang emosiaonal bercerita tentang dirinya yang “dikunci” di kamar oleh suaminya. Tema-tema ini, sepertinya khas orang YJP. Bukankah Mariana aktif di sana? Kata sampul belakang kumpulan ini, cerita tentang perempuan sering punya kejutan-kejutan ketika tidak saja dikisahkan perempuan.
    Terbaik ketiga, Pendulang Emas, no comment, sebab saya yang menulisnya. Saya tunggu komentar teman-teman. Saya cuma menuliskan kampung saya di Jambi. Tapi yang jelas, dia tidak cerita tentang perempuan.
    Itu saja bedanya.
    Tapi beda juga, sebab kita semua tidak diundang ke Jakarta.
    CWI 2005 yang masuk: saya, Satmoko BS, Dian Hartati, Endah Sulistyowati, Deni Prabowo.
    Halo Denni, apa kabar? Wah, kamu makin pintar saja cerita tentang lokalitas, setelah dul;u pernah menulis suku di Riau untuk Jawa Pos, di kumpulan cerpen ini malah menulis tentang Toraja. Lokalitas lagi. Di kumpulan ini memang banyak lokalitas, dalam artian latar cerita. Makanya banyak catatan kakinya.
    Cuma itu masalahnya, layout yang tidak jeli, catatan kaki entah ke mana-mana.
    Salam kreatif,

    Ab

    Dari Lubis,
    Makasih sekali sudah memposting di sini. Saya posting di link ya?
    πŸ™‚

  11. Hari Ambari Said:

    Sip. Sori mas Abid, saya ngeduluin. tadinya sih cuma iseng-iseng doang. Oya, selamat ya jadi juara ke tiga. saya sepakat, masalah lay out dalam buku memang tidak dikerjakan dengan serius. OK, untuk masalah kualitas cerpen saya masih pemula di sini. jadi mohon kepada rekan-rekan yang sudah berkecimpung di duni kata lebih lama bisa membagi barang sedikit ilmunya.
    saya tidak tahu dengan CWI sebelumnya, dari mulai pengemasan lomba dan sebagainya apakah memang se”tidak serius” ini, ataukah hanya tahun ini saja. yang jelas saya mengikuti lomba ini dengan penuh garapan. sayangnya saya tidak dapat menemukan kepuasan.
    yang jdi masalah adalah nominator-nominator. saya masih belum mendapat kabar, apakah nantinya buku tersebut akan diterbitkan secara komersial atau hanya menjadi buku ekslusif yang hanya disebar ke nominator saja.
    desas desus yang beredar tampaknya CWI tahun ini tidak mempunyai dana yang cukup. Tapi apakah kualitas lomba yang harus diturunkan. mungkin juga Hamsad Rangkuti dan Maman S. Mahayana tidak dijadikan juri dengan alasan dana. tapi tak tahulah.
    Yang jelas ketua panitia CWI (Hudan Hidayat) harus memberikan keterangannya. saya sedang mencari-cari kontak beliau.
    selain itu, masalah Dwi Cipta, cerpen yang ada di buku Loktong pernah dimuat di Media Indonesia sekitar 2 minggu yang lalu. mungkin ada sedikit masalah teknis saja di sana. pengumuman CWI yang terlambat jelas menyisakan masalah.
    Saya tidak begitu tahu klausul dalam lomba, apakah hak cipta cerpen yang masuk menjadi nominasi, mutlak menjadi milik panitia atau masih berada di tangan kita. jika ada di tangan nimonator, bukankah kita lebih baik bersepakat untuk menerbitkan itu menjadi buku komersial, tanpa adacampur tangan CWI. saya kira, kumcer nominator CWI punya pasarannya sendiri-sendiri.

    salam

    haram

    Dari Lubis,
    Hmm, πŸ˜•

    terma kasih sudah memposting ke blog ini. Lantas, sudah saya link-kan. Selamat bagi para pemenang…
    Trus berkarya…maju terus tampang mundur!

  12. Herman Said:

    Sebelumnya salam kenal dan hangat dari saya (Aceh).
    Selamat kepada parapemenang CWI 2006. Abid, kamu makin hebat ya. Dai nominastor di 2005 eh, sekarang jadi juara 3 di 2006. Selamat untuk kamu, semoga masih ingat sama saya, teman sekamarmu waktu CWI 2005 dulu, he.ehe.. Oya, kepada Lubis, Dian, Endah, Deni, Satmoko (teman-teman yang kujumpai di CWI 2005 ini) saya salut dan bangga pad kalian. Selamat ya, juga kepada parapemenanglainnya.

    Salam dari jauh..
    Her’n

    Dari Lubis,
    Hai…cup-cup mwah. Gimana kabar kepenulisannya hari ini? aku masih inget sama kamu kok jangan kuatir

  13. Salam,

    Sebenarnya cerpen saya tidak berhak masuk dalam kumpulan cerpen pemenang dan nominator CWI – Menpora. Dulu saya pernah mengirimkan cerpen Floccinaucinihilipilificatius itu ke Horison, tapi karena tidak ada tanggapan, saya kirimkanlah ke lomba ini bersama cerpen Ulang Tahun Priya. Tapi tahu-tahu bulan September pemberitahuan itu datang, bahwasanya Flocci akan dimuat di Horison edisi Desember. Segeralah saya menulis surat buat Hudan Hidayat dengan alamat panitia lomba, memberitahukan bahwa Flocci saya tarik dan saya membiarkan Ulang Tahun Priya menjadi single fighter. Apa yang terjadi kemudian? Kumpulan cerpen Loktong saya terima dan Floccinaucinihilipilificatius ada di dalamnya. Saya kecewa sekali. Bukan saja saya tidak enak hati kepada Horison, tapi juga kepada orang yang seharusnya menggantikan posisi saya sebagai nominator, siapapun itu. Kan lumayan dapat buku dan duit.

    Sekarang saya tidak tahu lagi harus bagaimana kecuali memberitahukan teman-teman bahwa saya sudah melakukan upaya untuk menarik cerpen Flocci dari lomba. Saya masih punya file surat buat Hudan Hidayat itu di komputer, tapi bukti pengiriman lewat pos sudah hilang. Masa sih saya kurang kerjaan nyimpen resi pengiriman pos. Nah begitu dulu. Saya ucapkan selamat kepada para pemenang dan nominator.

    Dari Lubis,
    Tidak apa-apa deh, kalau dalam lomba pasti ada yang menang dan yang kalah kok. Selamat ya atas kemenangannya

  14. ape Said:

    mbak2 mas2 pengumuman lomba cerpen remaja menpora udah keluar belum ya? Boleh tau ga, dimana aku bisa mendapatkan daftar pemenangnya? Maturnuwun

  15. Assalamualaiku.
    Boleh gabung nggak…?

    Dari Lubis,

    Boleh dong silakan aja. Mau minum apa Bang Kusairi?
    kopi? jus? air zam-zam? πŸ™‚

  16. rista rifia libiana Said:

    halo, mas lubis…
    masih ingat aq? temennya wulan…
    skrg dy ker di batam…

    ngmg2 soal cwi menpora 2006, aku kurang begitu jelas. tapi setahuku, kak haram sudah berusaha menghubungi hudan. aku, walau kurang(atau kurang banyak?) puas dengan pengerjaan lomba itu, tapi mau bagaimana lagi. aku tidak sehebat mas-mas yang sudah lebih terkenal sebelumnya sehingga dapat berhubungan dengan para “petinggi” lomba. tetapi setahuku, cerpen yang masuk dalam nominasi pemenang sudah menjadi hak milik cwi dan bukunya tidak diperdagangkan. aku seuju jika ada yang bisa menerbitkan buku-buku cwi lagi hingga bisa diperdagangkan secara luas sehingga aku dapat mengkoleksinya.

    sekian dulu, salam dariku,
    rista

    nb: salam kenal bwt kakak2 penulis smua^_^

    Dari Lubis,
    Rista selamat ya. Kamu memang hebat, But, soal buku kayaknya nggak diperjual belikan dech
    πŸ˜•

  17. M Badri Said:

    Halo bung lubis…
    salam kenal…

    Saya sudah membaca blog bung, menarik sekali… Terutama komentar2 tentang cerpen cwi 2006..

    salam

    Dari Lubis,
    Makasih banget dah mau gabung, saya sering lihat karya Bang Badri di koran2. Salut deh dengan karya2nya πŸ™‚

  18. MH Abid Said:

    Kayaknya sekarang blog ini jadi forum penulisan. Wah, baguslah kalau begitu. Ayo kita ramaikan saja. Artinya, jangan hanya baca atau mengkritik cerpennya Lubis, tapi teman-teman juga bisa dipasang nama dan karyanya di sini.
    Gimana Bung Lubis? Atau, bisa juga Bung Lubis bikin blog lagi tempat kita berdiskusi tentang penulisan.
    Oya, jadi ke Yogya besok (atau hari ini)?

    Abid

  19. MH Abid Said:

    Maksudku ‘jangan hanya’ mengkritik cerpennya Bung Lubis saja yang sudah bagus itu, cerpen teman-tem,an bagaimana kalau bisa ditampilkan.
    Abid

    Dari Lubis,

    Oh silakan akan dengan senang hati akan saya buatkan link khusus. Silakan kirim aja lewat posting tidak apa-apa
    πŸ™‚

  20. M.Raudah Jambak Said:

    Hudan Hidayat, Ahmadun y. Herfanda, Hamsad Rangkuti, Maman S. Mahayana, Mariana Amiruddin,Gunawan Muhammad,Asrul Kamarokan, Jamal D. Rahman, Danarto, Budi Darma, Taufik Ismail, Sutarji C. Bahri, WS.Rendra, Nano Riantiarno, Dendi Sugondo, Abdul Rozak Zaidan,M.Raudah Jambak,dll.Pemenang CWI 1-seterusnya adalah makhluk Tuhan yang perlu diberi perasaan kasihan secara lebih terutama ketika mereka terpaksa menggeluti takdirnya. Sebab dalam situasi bencana saat ini justru hal-hal seperti ini diberikannya sebuah tanggung jawab adalah bencana tersendiri buat mereka. INI ADALAH MUSIBAH. Kepercayaan, kemenanangan, kekalahan, rasa kemanusiaan (benci atau cinta) adalah musibah, maka tetaplah kukuhkan hati kita pada Sang Pencipta hati. Hidup kalau tidak dimaki, ya dipuji. Kalau tidak berhasil, ya gagal. Kalau tidak menang, ya kalah. Kalau tidak diadili, ya dicurangi. Apa hendak dikata? Ya amalkan saja Innalillahi wa innailaihi roji’un. Kita tidak berdosa dan mereka tidak perlu dihantui rasa curiga.Ya, ndaj

  21. lesmanag Said:

    saya juga pemenang nominasi CWI 2004.yang sekarang tenggelam dalam riuh.kali-kali aja sahabat bisa menampilkan foto-foto angkatan pertama CWI trims

  22. lesmanag Said:

    barangkali teman-teman mau kirim kabar email kan aja ke saya atau kirim foto-fotonya ke saya

  23. rista Said:

    mas lubis, aku dengar dari mbak dian, mas lubis mau meluncurkan kumpulan cerpennya mas ya? kapan? tolong aku diberi informasi, kali aja mas mau berbaik hati mengundang aku dan memberi aku bukunya secara cuma-cuma. hehe…

    bengkel imajinya masih jalan? aku boleh ikut?

    aku juga penasaran dengan mas mh abid. boleh kenal ga?

    semoga sukses deh buat mas lubis…

  24. wayan Said:

    aku boleh ikut gabung gak? tapi bagaimana caranya?

    Dari Lubis,
    Silakan langsung posting aja. Gratis kok. Met bergabung!
    πŸ™‚


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: