Flu Burung, antara usaha Prefentif semenjak dini dan masukkan untuk pemerintah

Alhamdulilah, ternyata negara kita mendapatkan rekor terbaru dari sederetan musibah yang selama ini terjadi. Mulai dari tsunami, gempa, kecelakaan, hingga sekarang prestasi flu burung.

Kita mendapatkan prestasi urutan tertinggi pada tahun 2007 untuk kategori NOMINE OF “FLU BURUNG” apabila dibandingkan dengan Vietnam, Thailand, China, dan Kamboja (Kompas, 21 Januari 2007). Selanjutnya, dari sumber yang sama, disebutkan bahwa dari lima negara asia total korban meninggal selama tahun 2003-15 Januari 2007 Indonesia menduduki teratas, yaitu 61%. Sementara itu runner up diduduki oleh Vietnam dengan nilai 42%, disusul secara berurutan Tahiland 17%, China 14%, dan terakhir Kamboja dengan perolehan 6%.

Sebaiknya kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa dalma hal ini. Hal ini karena manusia hanyalah makhluk yang lemah, sekaligus banyak salah. Aalagi yang namanay bencana ataupun musibah datangnya seperti “rejeki”, “jodoh”, dan “kematian”. Semuanya di luar kuasa kita. Maka dari itu, mari kita mulai koreksi diri dan melakukan usaha prefentif semenjak dini.

 

Sebelumnya saya ingin memberikan gambaran bagaimana cirri-ciri flu burung tersebut. Apabila di sekitar kita ada yang memiliki gejala yang saya sebutkan, hendaknya segera mungkin dibawa ke rumah sakit/puskesmas terdekat. Berikut cecirinya:

1. Sesak nafas disertai dengan demam yang tinggi

2. Terjadi nyeri di sekitar persendian

 

Nah, paling tidak dua hal diatas perlu diperhatikan, apalagi poin yang pertama. Lantas, kita juga harus melakukan usaha pembersihan diri dengan cara:

1. cuci tangan sebelum makan atau menyentuh makanan, terlebih setelah membelai unggas.

2. masaklah makanan (terutama unggas) yang benar-benar masak

3. jika ada program sertifikasi unggas di sekitar tempat inggal, segeralah dukung program pemerintah tersebut dengan berpartisipasi

4. apabila ada unggas yang leas atau seolah loyo segera dicurigai

5. segala macam bentuk unggas hindarkan dari jangkauan keluarga

6. berhati-hati dengan kucing, walau selama ini belum ada riset yang membuktikan bahwa hewan yang manis itu juga membawa bibit flu mematikan, lebih baik kita menjaga jarak dengannya. Untuk sementara, bagi pecinta kucing, jangan dicium dan dibelai-belai dulu.

7. persiapkan diri nomor rumah sakit terdekat atau puskesmas atau posko kesehatan untuk berjaga-jaga apabila ada keluarga kita yang sudah

 

Saya juga ingin sekali memberikan beberapa solusi untuk pemerintah mengenai flu burung. Untuk masyarakat, saya harap tidak membebankan ini semua kepada pemerintah. Sementara untuk pemerintah, jangan tinggal diam melihat derita masyarakat. Berikut saran saya untuk pemerintah, masyarakat, dan orang-oarng yang memiliki pengaruh di dalam masyarakat:

1. Pemerintah daerah, kalau bisa harus punya tempat posko perlindungan selama 24 jam. Baik di tingkat kecamatan atau tingkat desa.

2. Selain posko kesehatan, alangkah baiknya petugas yang memeriksa unggas di desa-desa dilengakpi dengan surat dan wajib menunjukkan kepada warga. Hal ini ditakutkan apabila ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan ini untuk memeras rakyat.

3. Sebaiknya para pemerintah daerah seegra mendukung program pemerintah pusat demi keselamatan negara kita.

 

Nah, dari serentetan bencana tersebut, kita harus tetap bersyukur kepada Allah SWT karena dengan adanya bencana kita memang diajari untuk hidup bersama. Hidup saling tolong-menolong. Bencana telah memberikan filsafat kepada kita, bahwa sebongkah batu besar tak cukup dua tangan untuk memindahkannya. Mari kita saling bergandengan, agar kita bisa terlepas dari cengkrama derita dan menuju masa depan yang lebih baik.

 

Iklan layanan masyarakat ini tidak dipungut biaya.

J

Lubis Grafura

Konseptor www.lubisgrafura.wordpress.com

 

Kritik dan saran kirim ke lub_hi@yahoo.com

 

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

JJJJJJJJJJJJJJJJ

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Komentar »

  1. […] Terbaru – Beritama.comWANITA DAN SURGAPria Mendapatkan Bidadari di Surga, Wanita Mendapatkan Apa?Flu Burung, antara usaha Prefentif semenjak dini dan masukkan untuk pemerintah // .recentcomments a{display:inline !important;padding:0 !important;margin:0 !important;} […]


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: