Siapa Biang Kemacetan di Kota Kita?

Siapa Biang Kemacetan di Kota Kita?

Minggu (4/2) di harian Kompas pada halaman Kehidupan dibahas mengenai kemacetan di ibu kota. Setidaknya ada beberapa poin penting yang dibahas di harian tersebut. Pertama, adalah masalah tata letak atau desain kota yang kurang tepat sehingga mengakibatkan pola pikir yang salah. Kedua, belum optimalnya pemanfaatan moda transportasi yang tersedia.

Sebenarnya kita tak perlu menyalahkan siapa yang musti bertanggung jawab mengenai kemacetan di kota kita. Awalnya, mungkin para desainer kita dulu memprediksikan atau luput dalam prediksinya bahwa kendaraan akan berlimaoh ruah seperti sekarang ini. Di harian tersebut dijelaskan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 11 % pertahun dengan total jumlah perjalanan 17 juta perjalanan. Sementara, ruas jalan hanya 1 % per tahun. Di sinilah letak kausal kemacetan itu terjadi. Jumlah yang mengejutkan lagi adalah mengenai jumlah kendaraan yang diproduksi per harinya. Di Indonesia angka pertumbuhan motor sejumlah 1.035, sedangkan mobil hanya 269 per hari.

Masalah selanjutnya yang bisa kita bayangkan adalah mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) dan polusi udara. Sementara itu, semakin padatnya kendaraan di jalan juga akan meningkatkan emosi pengendaranya (adakah hubungannya, selama ini belum ada penelitian). Lihat saja disekitar kita banyak orang punya sepeda motor tetapi mereka belum tentu menguasai haluan. Klakson-klakson akan bersautan ketika lampu di perempatan masih akan menyala merah. Orang saling berebut untuk mendahului.

Dalam harian yang sama, disebutkan bahwa kesalahan ini terletak pada tata letak atau desain kota yang selanjutnya berakibat kepada salahnya budaya masyarakat dalam berkendara. Saya setuju, mungkin solusi yang ditawarkan kepada masing-masing daerah adalah pembenahan desain kota. Betul jiga adanya busway yang akan mensosialisasikan sekaligus menggalakkan masyarakt untuk kembali ke angkutan umum agar kemacetan terkurangi.
Sementara itu saya mencoba untuk menganalisis sebab sekaligus solusi kemacetan dikota kitasebagai beriut:
1. Tata letak atau desain kota yang kurang optimal
Sudah dibahas di atas mengenai penggunaan busway merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan kepada masyrakat pentingnya angkutan umum, sekaligus juga mampu mengurangi kemacetan arus lalu lintas. Tapi, ini masih disayangkan karena kota-kota besar seperti Surabaya, Medan, Batam, dsb belum mengikuti jejak langkah tersebut. Apakah perlu menunggu samapai macet?
Solusi: Perlunya sesegera mungkin pemerintah daerah untuk memikirkan moda transportasi di daerahnya masing-masing, khususnya ke daerah yang sekarang sedang berkembang.
2. Mudahnya kredit kendaraan
Dengan uang Rp400.000,00 kita sudah bisa membawa pulang sepeda motor. Dengan kemudahan ini, masyarakat secara lambat laun akan bergeser dari kebiasaan menggunakan angkutan menuju ke kendaraan pribadi. Hal ini akan menambah jumlah kendaraan bermotor di negara kita.
Solusi: perlunya pembatasan motor dalam jumlah keluarga. Misal: satu keluarga hanya boleh memiliki satu mobil dan satu sepeda motor. Atau dalam satu rumah hanya diperbolehkan memiliki dua kendaraan bermotor.
3. Eko-efisiensi pemakaian kendaraan pribadi
Untuk di negara kita, menggunakan kendaraan pribadi secara ekonomis dan efisiensitasnya justru lebih tinggi dari pada menggunakan moda transortasi umum. Tentu saja masyarakat akan memilih menggunakan sepeda motor daripada menggunkan angkutan umum.
Solusi: Pemerintah memperbaiki infrastruktur pembangunan moda transoprtasi. Perbaikan moda transportasi, pelayanan, perawatan, kebijakanb tarif, dan jaminan keselamatan. Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, tentu saja masyarakat memilih naik kendaraan pribadi daripada naik “kaleng” yang tidak nyaman.
4. Budaya tren
Kalau punya sepeda, berarti orang yang kaya atau mampu. Itulah yang menjadi kesan kita selama ini. Selain itu budaya menggunakan sepeda sudah menjadi kebutuhan dasar kita. Siswa SMA kalau tidak bawa mobil atau motor akan gengsi.
Solusi: seharusnya pemerintah dan dinas pendidikan bekerja sama untuk menggalakan Hari Mancal Nasional. Mancal (bahasa Jawa) dalam bahasa Indonesia artinya bersepeda. Khusus hari Sabtu, semua tidak boleh menggunakan sepeda motor, terutama para pelajar. Bukankah sepeda bisa menyehatkan sekaligus melatih kesabaran?
5. Polisi “kenyang amplop” uang SIM
Kinerja polisi di negara kita tak ubahnya sebagai seorang “lintah darat” yang suka merampok rakyat dengan dalih “administratif”. Mudahnya mencari SIM juga mempengaruhi ledakan sepeda motor. Seharusnya tidak ada “jual-beli” SIM. Setiap pengendara harus mengikuti tes terlebih dahulu.
Solusi: pemerintah perlu menegaskan kinerja polisi, kalau ketahuan ada yang masih melakukan “jual-beli” SIM jangan sungkan untuk MEMECAT!

Begitulah uraian ini. Semoga bermanfaat.

– Lubis Grafura –

4 Komentar »

  1. djizu Said:

    Bis sebenernya yang bikin macet ibu kota itu adalah…….
    Si KOMO…inget kahn lagu macet..lagi macet lagi…gara2 sikomo lewat…
    duh bis lagi banjir, kamar yang pernah kau singahi mungkin mengalami kebanjairan, apalagi belakangnya bea cukai , untung saya sudah pindah ke mampang, aman tak tersentuh banjir tapi listriknya yang haik..haik alis mati(lho koq jadi curhat ya)

  2. djizu Said:

    do you still remember ARWEN(elf in Lord of the ring) She is too long read a his magic formula, so overflow(flood) coming to Jakarta. We are not Orc, maybe ARWEN missunderstood with us

  3. ayu febryani Said:

    kalau menurut saya berkendara dengan sepeda motor itu tidak salah,namun pengertian para pengendara motor lah yg dibutuhkan agar ketentraman dan keselamatan dapat terjaga.contohnya :
    pengendara A harus take care dengan pengendara yg lain.jangan masa bodoh dengan sekelilingnya karena kita hidup tidak sendiri.LALU ETIKA DARI PENGENDARA JUGA HARUS DI JAGA.KHUSUSNYA PADA PARA PENGENDARA YG USIL.Setelah beli motor tangannya gratil ingin merombak sepeda motornya menurut keinginannya tanpa meyadari dampak apa yg akan terjadi kalau ia salah dalam merombak sepeda motornya.Contohnya saja ia merubah knalpot dari sepeda motor dengan knalpot yg tidak ramah lingkungan sehingga polusi dan segala hal yg tidak diinginkan oleh orang lain terjadi.
    sekali para pengendara sepeda motor yg budiman please care with your selves and the others.cause healthy isn’t cheap.OK!!!.

  4. d_w!E Said:

    kayaknya masalh kemacetan itu jadi masalah di hampir semua kota-kota besar ya…
    padahal uadah dibuat alternatff lain untuk mengurangi hal itu tapi oq tetap aja…
    kayak di jakarta, kan udah ada busway malah sempat aku ikut seminat pak sutiyoso tentang transportasi, katanya ada perencanaan pembangunan prasarana transportasi lain kayak monorel,subway..
    tapi apa iya bakal berhasil ngatasin masalah itu????
    kita tunggu aja, klo jadi……….


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: