Sahabat dan Alat Vacum Fat

Sahabat dan Alat Vacum Fat

Berikut adalah cerpen karya siswa saya bernama Rauna Ferdiani siswa Primagama cab. Blimbing Malang.

Grace dan Rona adalah dua orang sahabat yang saat ini duduk di bangku 3 SMA. Menurut pendapat orang mereka ini kembar, tapi Rona dan Cecex ( sapaan Grace) ini tidak ada hubungan saudara. Namun ada satu hal yang dapat membedakan mereka, yaitu Grace mengenakan jilbab sedangkan Rona tidak.

Tiba – tiba 2 orang ini dibingungkan oleh badan mereka yang gemuk. “ Ce, apakah ada alat penangkal kegemukan ?” tanya Rona. Grace disibukkan oleh perkataan Rona, dia tidak tahu apa maksud perkataan sahabatnya tersebut. Setahunya Rona ngebet banget untuk menurunkan berat badannya. “ Maksud kamu apa Ron ? aku kagak tahu deh” balik Grace. “ Maksudnya aku pengen berat badan ku turun drastis. So aku tidak diejek sama teman – teman. Gengsi donk Cex !” jawab Rona. Cecex hanya menggelengkan kepala saja setelah Rona menjelaskan apa yang diinginkannya. “ Gimana kalau kamu minum obat pelangsing aja ? kan hanya dalam beberapa bulan saja berat badanmu akan turun. Kata kakakku, obat yang satu ini manjur banget lho aku jamin deh !!” ungkap Grace. Namun Rona menyangkalnya “ Males banget Grace, Cape deh!!! Apa gak ada yang lebih modern lagi ? Lagian obat pelangsing tu banyak efek sampingnya nanti malah aku jadi sakit – sakitan kaya di tv gitu hi…”. Grace mencoba untuk berpikir bagaimana mendapatkan penangkal kegemukan.

Pikiran itu akhirnya keluar juga “ Gimana kalau kita membuat alat yang dapat mengatasi masalahmu itu ?”. Karena Grace adalah anak yang pintar pelajaran IPA terutama Fisika, dia beranikan diri untuk membuat suatu alat canggih bagi sahabatnya tersebut. “ Ce alat apa itu ? dan kapan kita mulai kerja ? cepet donk Cex aku kagak sabar banget untuk memakainya?” kata Rona. “ Aku aja belum punya gambaran alat itu, kamu malah dah pengen pakai ? sabar atuh Neng orang sabar ma di sayang Tuhan” Jawab Grace. “ Udah lah Grace kita bahas besok aja di skul ?” sahut Rona.

Paginya di sekolah SMA Twelve, Cecex menemukan model maupun cara kerja alat tersebut. “ Ron, gimana kalau alat tersebut kita buat seperti vacum cleaner tapi bentuknya agak kecil dikitan. Trus untuk bahan – bahannya gampang deh kita cari sama – sama” kata Grace. “ Ok deh kalau gitu aku percaya ama sahabatku yang pinter ini. Ehm by the way, kapan kita kerja, kalau besok bisa nggak kan semakin cepat semakin bagus he..he” jawab Rona. “ Ok deh tapi besok tu cari bahannya doank” sangka Grace. “ Ehm aku mau berita tahu kamu kalau nantinya, cara kerja alat itu gampang kok kalau buat kamu pasti mudah”.

Bahan – bahan sudah terkumpul alat – alat yang dibutuhkan sudah dipersiapkan. Rona dan Grace pun mulai bekerja. “ Ron, ni modelnya kamu buat bagian depannya aja nanti aku yang bagian belakang” perintah cewek berjilbab itu. “ Ok deh Bos, buat bos satu ini apa sih yang enggak”. Rona mulai memasang resistor, dan kapasitor untuk di rangkai pada VCB. Sedangkan Grace mulai mengitung berapa kapasitas yang dibutuhkan pada alat tersebut. Satu persatu bahan – bahan tersebut telah selesai di hitung kemampuannya. “ Ron, untuk nilai kapasitornya kamu pilih yang agak kecil. Dalam VCB itu buat rangkaian seri – paralel – paralel – seri” ajar Grace. “ Maksudnya gimana Cex ?” tanya Rona. “ Jadi nanti itu pertama kamu seri dulu kapasitor 1, truz kapasitor 4 letakkan di sebelah kapasitor satu, kapasitor 2 dan 3 taruh diatasnya dan kapasitor 5 taruh dibawahnya. Kan kalau di jumlah hasilnya pas.” Jawab Grace. Merekapun mulai lelah dan pekerjaan itu dilanjutkan hari esok Sabtu.

Esoknya pekerjaan itu di lanjutkan. Rona ingin sekali alat itu jadi ketika hari kamis, karena hari itu adalah hari ulang tahunnya. Dia berharap alat itu dibuat oleh Grace sebagai kado dari sahabatnya. “ Cex, rangkaian ku udah jadi semua dan ini hasil hitungan kapasitas tersebut, untuk resistor juga udah aku selesaikan, masalah kabel juga udah aku belikan kamu hanya tinggal masang di bagian depan” kata Cewek tidak berjilbab itu. “ Oh ya taruh aja di situ nanti aku akan minta bantuan kakakku untuk memasukkan di alatnya”. Sambil menyelesaikan penyedot tersebut, mereka berdua menonton film kesayangan dua sahabat itu. Hari demi hari, waktu demi waktu, mereka menyelesaikannya.

Rangkaian satu per satu mulai dipasang dari bagian selang penyedot lemak, bagian penampung lemak dan kabel. Alat ini menggunakan kabel, karena menurut Teori Grace dengan aliran listrik kemampuan menyedot lemaknya lebih cepat dan lebih aman dibandingkan menggunakan tenaga baterai. Disamping mereka mengerjakan alat penyedot lemak itu, mereka juga tidak lupa untuk belajar. Mulai dari mengerjakan PR, mempersiapkan ulangan dan apa saja yang berhubungan dengan sekolah mereka.

Setelah alat itu hampir selesai, tiba – tiba Grace harus berangkat ke Jakarta karena dia telah terpilih menjadi peserta Olympiade Fisika. Hal itu adalah sesuatu yang di cita – citakan oleh sahabat Rona itu. Dengan terpaksa alat itu tidak dapat diselesaikan. Padahal hari ulang tahun Rona hanya tinggal 5 hari. Rona mulai putus asa, apa yang harus ia lakukan untuk menurunkan berat badannya itu. Selain itu dia harus merelakan Grace untuk berangkat ke Jakarta, karena itu adalah impian sahabatnya. Grace harus berada di kota metropolitan itu selama lima hari dan dia mengatakan bahwa dia tidak bisa menghadiri acara ulang tahun Rona. “ Sorry banget Ron aku gak bisa datang, kamu kan tahu sendiri ini adalah impianku dan doakan saja aku meraih medali itu. Meskipun itu hanya tingkat nasional” jelas Grace. “ Nggak papa, aku akan selalu mendoakanmu jangan lupa bacalah basmallah sebelum kamu mengerjakan soal dan hati – hati di sana, jaga dirimu baik – baik” jawab Rona

Hari ulang tahun Rona semakin dekat, dia berharap ada suatu kejutan ketika pesta ulang tahunnya nanti. Dia terus menghitung hari, harapan – harapannya mulai menhantui perasaan Rona. Dia berharap sahabatnya itu dapat menghadiri pesta dan membawa alat penyedot lemak yang diciptakan oleh Grace. Dia terus melihat fotonya bersama Cecex, akankah harapannya itu dapat terwujud di hari ulang tahunnya yang ke 17 ?.

Dan besok adalah hari sweet seventeen baginya, dimana adalah usia yang ditunggu – tunggu oleh para remaja. Di sekolah dia tidak konsen pada pelajaran, karena dia terus berpikir dan membayangkan apa yang akan terjadi di hari ulang tahunnya esok. Undangan pun sudah di bagikan persiapan sudah matang tinggal acara yang akan dilaksanakan.

Hari Kamis pun tiba, Rona mulai berdadan dia mengenakan gaun berwarna Biru sesuai denga warna favoritnya. Dia terlihat sangat cantik, namun dia merasa hatinya tak secantik parasnya. Dia sangat kecewa karena sahabatnya tidak menghadiri acara ulang tahunnya. Meskipun alat itu belum berada ditangannya, yang penting sahabatnya itu ada disampingnya.

Acarapun dimulai, saat pertengahan acara tiba – tiba ada suatu kejutan untuk Rona. Sahabatnya yaitu Grace akhirnya datang, dia memberikan suatu lagu SAHABAT ( yang dipopulerkan oleh Peterpan ). Rona terkejut dan langsung menghampiri Grace. “ Happy birthday Ron, aku punya 2 kejutan buat kamu. Yang mana dulu yang pertama atau yang kedua?” tanya Grace. “ yang pertama” jawab Rona. “ OK yang pertama ehm.. Ron aku menang Olympiade Fisika aku juara 2 dan aku akan diikutkan ke Olympiade di Singapura trus yang kedua alat yang kita buat mendapatkan penghargaan dari Bapak Presidaen RI karena baru kali ini seumuran kita dapat menciptakan sesuatu yang berguna dan aku ketemu Beliau dan terpenting aku bertemu anaknya yang kedua itu he…he” cerita Grace. “ Selamat Cex aku seneng banget akhirnya kamu sukses”. “ Itu semua juga berkat doa mu thanks atas dukunganmu selama ini dan aku berikan ini untukmu” lanjut Grace. “ Makasih Cex ini adalah kado yang paling berharga selama hidupku” ucap sahabat Grace.

Rona sangat senang di hari jadinya, dia mendapatkan impian alat vacum fat itu, yang akhirnya sudah berada digenggamannya. “ Bagaimana caranya Cex?”. “ kamu tinggal nempelin aja kebagian yang banyak lemaknya, trus kamu pencet tombol warna merah dan lemak itu akan tersedot, namun hal itu harus dilakukan secara bertahap dan jangan lupa berolahraga serta mengatur makanan” jelas Cecex.

Setelah alat itu dipakainya, dalam jangka 2 bulan tubuh Rona berubah drastis. Berat badannya turun hampir 20 kg. Dia lompat kegirangan, tapi Grace tak ingin menggunakan alat itu. Baginya dia sudah merasa puas akan berat badannya yang berlebih dia rasa itu sudah cukup. Akhirnya, Rona mulai hidup baru dengan tubuhnya yang langsing dan Grace tetap tubuhnya yang gemuk dan segudang prestasi yang dicapainya.

Rauna Ferdiani


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: