Email dari Dian Hartati

Email dari Dian Hartati

Salam,

Apa kabar teman?
Lama tak menyapa. Semoga limpahan karunia selalu kalian dapatkan,
kemudahan berpijak, dan segala kebaikan.

Teman, aku percaya kalian masih menulis.
Kalau pun ada yang tak menulis, mungkin ada pekerjaan lain
yang harus diselesaikan. Tidak ada mood?
Ah, jangan jadikan dia penghalang.

Beberapa kejadian sempat membuat aku khawatir.
Ya, sesuatu yang membuat detak jantung berdetak cepat.
Beberapa hal pun harus dipaksakan untuk sebuah keharusan.
Melawan arus, berpikir, dan menulis adalah kegiatan-kegiatan
yang kulakukan dalam paruh waktu akhir-akhir ini.

Sampai saat ini, aku merasakan suasana tegang.
Ya, ada sesuatu yang kutunggu dan harus kuselesaikan.
Maka tak salah kan jika aku meminta kalian
untuk berdoa. Mendoakan aku tentunya, agar detak jantung ini
berirama tenang, agar kepala ini bersuhu hangat.
dan setiap kata-kata yang kuucapkan mudah dicerap lawan bicara.
Doakan aku, agar nanti tgl 14 Maret, sidang skripsiku berjalan
lancar. Doakan aku agar berbagai kemudahan mengiring setiap
langkah.

Karena setiap doa adalah harapan, tepat rasanya jika
kita saling mendoakan. Senang rasanya jika kabar-kabar yang kudengar
adalah prestasi-prestasi yang telah kalian torehkan.

Terima kasih untuk doa-doa kalian, sesuatu yang baik pastilah akan
kembali pada diri kalian.

Salam,

Dian Hartati

Dian, selamat ya telah menyelesaikan skripsinya. Kudoakan sukses dan dapat lulus dengan nilai yang baik. Aku sekarang pun sedang menyelesaikan tugas akhir tersebut. Tapi sayang, aku kalah selangkah denganmu. Aku terpaksa harus membuang waktu satu semester lagi untuk wisuda. Tapi, tak apalah kabar gembira dari dirimu yang hendak ujian telah cukup memberiku semangat untuk tetap melangkah.

 

Dian, akhir-akhir ini juga aku sibuk sekali dengan kerja, skripsi, kerja, skripsi, lantas kerja lagi. Plus ke perpus. Begitulah. Banyak sekali yang pingin aku tulis, tetapi semuanya menguap begitu saja kepada kelelahan dan waktu yang terus memburu.

 

Alhamdulilah Dian, ini tadi aku baru pulang dari konsultasi lantas mengetikkan email kepadamu untuk melengkapi bahagiaku. Alhamdulillah, 98 % sudah selesai. Tetapi lagi-lagi aku menyesali keterlambatan yudisiumku. Ohya, kabar Tyas bagaimana? Kok tidak ada sinyal sama sekali?

 

Dian, maaf ya kalau aku jarang balas SMS kamu. Aku jarang mengisi pulsa. Soalnya, jujur saja, aku ingin membiyayai kuliahku sendiri. Aku malu minta ort uterus. Aku juga mau nabung untuk ke S-2 nanti. Beri aku semangat ya. Kalau email insyaAllah akan selalu setia kubalas, wlaupun datang pada waktu yang cukup lambat.

 

Sekian, Dian. Terus berusaha. Torehkan terus prestasimu, karena senyummu adalah mekarnya kembangku. Kutunggu namamu di kotaku lagi. Selalu.

 

Satu lagi Dian, acap kali aku menuliskan email atau apapun tentang dirimu entah kenapa aku selalu rindu. Kupandang fotomu, ternyata tak cukup bisa mengobatinya. Tetapi, aku masih punya satu keyakinan dan aku akan pastikan. Jika di suatu senja pintu rumahmu terketuk, dan saat kau membuka pintu, kau akan menemukanku.

 

 

Lubis Grafura

www.lubisgrafura.wordpress.com

 

 

1 Komentar »

  1. Asa Said:

    Titip salam untuk Dian Hartati. Saya berulangkali diundang mengunjungi situsnya, tetapi belum berhasil juga. Apa bisa saya minta email atau no. hp Dian? Salam, asajatmiko.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: