Menerbitkan Buku (Sendiri)

Menerbitkan Buku (Sendiri)

Dilangsir tanpa pengubahan dari http://www.indiofset.com

 

By isun

Saturday, September 16, 2006 22:51:02

Clicks: 1346

Send to a friend

Print Version

 

Menulis adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Semua daya, kreasi, dan pengetahuan yang dimiliki dapat dituangkan menjadi sebuah karya yang bermanfaat bagi khalayak.
Menerbitkan buku–entah itu menerbitkan buku komputer, cerpen, novel, atau dalam format lainnya–adalah perkara mudah. Jika tulisan yang anda hasilkan mau dibukukan, ya, kirim saja ke penerbit. Jika naskah kita layak, maka niscaya akan diterbitkan.
Tapi, pada kenyataannya, tidak sesederhana itu. Naskah kita bisa diterbitkan atau tidak sepenuhnya tergantung pada kebijakan penerbit konvensional. Biasanya banyak faktor yang masuk jadi pertimbangan penerbit konvensional. Salah satunya adalah nama pengarang atau penulis sendiri. Apakah nama anda sudah cukup dikenal atau pernah menang lomba-lomba kepenulisan atau nama anda benar-benar baru di dunia tulis menulis.
Ada kalanya kita sebagai penulis pemula memang harus maklum bahwa penerbitan konvensional, sebagai pihak yang akan menerbitkan buku/karya kita, di satu sisi sebagai pihak yang mempertahankan nilai-nilai budaya (baca: sastra dan kecerdasan) di tengah masyarakat, di sisi lain mereka juga sebuah industri yang terjebak pada kata: untung atau rugi. Seidealis apapun mereka, mau tidak mau, seringkali mereka akan bercermin pada keinginan pasar atau pembaca terhadap produk yang akan dipublikasikan–yang mana membawa brand nama kita sebagai penulis.
Sebagai penulis baru, mungkin ada bijaknya jika kita mempermudah langkah penerbit mengambil keputusan terhadap naskah kita dengan cara memperkenalkan nama kita dulu sebagai pengarang di majalah-majalah, koran-koran, atau dengan mengikuti lomba-lomba kepenulisan. Biasanya penerbit akan lebih ‘menghargai’ penulis-penulis, yang kendati ‘baru’, tapi sudah punya prestasi dimuat atau menang sebuah perlombaan pada media-media yang ada sekarang.
Membuat Proposal Naskah
Penulis mengirimkan proposal naskah yang akan diterbitkan, adapun proposal naskah ini berisi :
1. Abstrak/sinopsis: penjelasan atau gambaran mengenai isi naskah.
2. Outline naskah, semacam daftar isi lengkap, materi apa saja yang akan diuraikan dalam setiap bab, subbab, atau akan diberikan contoh-contoh atau listing program apa saja, dan sebagainya.
3. Contoh output print salah satu bab lengkap bila naskah belum ditulis. Bila naskah telah ditulis lengkap dapat dikirimkan seluruhnya untuk memudahkan redaksi melakukan penilaian.
4. Memberikan penjelasan global buku mengenai: sasaran pembaca yang ingin dicapai, prospek pasar, apa yang diperoleh pembaca setelah membaca buku ini.
5. Profil penulis, keterangan singkat tentang penulis.

Setelah proposal naskah diterima redaksi, selanjutnya dilakukan penilaian naskah, apakah naskah diterima atau ditolak.
Hasil penilaian naskah akan diberitahukan kepada penulis sekitar 2 minggu setelah naskah diterima redaksi. Apabila naskah ditolak, seluruh proposal dan print-out yang kami terima dari penulis akan kami kembalikan seluruhnya. Dan apabila naskah diterima akan kami beritahukan proses selanjutnya (penulis dan redaksi akan berhubungan langsung: dapat melalui surat, telepon ataupun melalui e-mail).

Perhitungan royalti
Kongkretnya, contoh penghitungan royalti tercermin dari kalkulasinya berikut:
Jumlah buku yang dicetak : 3000 eksemplar (jumlah cetakan minimal yang sering dipakai ukuran)
Harga jual buku di toko : 20.000 Royalti (misal 10 %) : 2.000 Maka jumlah royalti yang diterima penulis adalah 3000 x 20.000 x 10% = 6 juta
Angka tersebut belum termasuk pajak sebesar 15 % yang dibebankan kepada royalti penulis buku. Dan angka tersebut dengan asumsi bahwa 3000 eksemplar buku terjual habis. Jumlah cetakan sebesar 3000 biasanya adalah cetakan minimal dari sebuah penerbit. Beberapa penerbit mencetak lebih banyak. Tergantung seberapa besar penyerapan pasar yang diperkirakan oleh penerbit.
Kalau dalam kontrak awal disebutkan adanya peningaktan jumlah prosentase royalti, maka apabila buku tersebut mengalami cetak ulang, maka semakin tinggi pula nominal yang akan masuk kantong penulis.
Adapun jual putus adalah sistem pembelian dengan tanpa mempertimbangkan prosentase jumlah eksemplar buku yang terjual. Karena itu daya tawar (bargaining) penulis sangat menentukan harga nominal yang ingin diperoleh dari pihak penerbit. Faktor popularitas dan kompetensi penulis turut menentukan nilai negosiasi dengan penerbit. Namun tentunya dengan mempertimbangkan patokan sistem penghitungan royalti diatas.

Solusi tiada henti
Sayangnya, menerbitkan sebuah buku bukan perkara mudah. Informasi yang terbatas tentang penulisan dan pencetakan, karir dan pekerjaan yang menyita waktu, serta banyaknya syarat dan ketentuan yang diminta oleh penerbit konvensional, seringkali membuat proses berkarya yang sesuai dengan keinginan dan idealisme Anda menjadi terhambat.
Menerbitkan buku sendiri adalah produk INDIE Offset yang bertujuan untuk memberikan pelayanan secara terpadu kepada para penulis yang ingin menerbitkan buku sesuai dengan keinginannya.
Menerbitkan buku sendiri akan membantu penulis untuk mewujudkan buku yang akan diterbitkannya. Mulai dari mendesain buku yang diinginkan, mengedit, mencetak, membuat publikasi, mengurus perijinan, bahkan hingga memasarkannya.

Mengapa menggunakan “Menerbitkan buku sendiri”? Disamping masalah teknis penerbitan sebagaimana dijelaskan sebelumnya, alasan yang tak kalah penting adalah orientasi keuntungan yang dihasilkan dari penerbitan buku tersebut.
Harga jual yang terpampang di took-toko buku umumnya mencapai 6x (enam kali) atau bahkan lebih dari biaya produksi, padahal penulis hanya mendapatkan 8-12% dari harga jual buku, sedangkan sisanya menjadi bagian pemasaran dan penerbitan.
Dengan dasar yang sama pada perhitungan royalty di atas, penulis akan mendapatkan hasil (dalam hal materi) yang jauh lebih besar. Karena sudah saatnya penulis menghargai hasil karyanya bukan hanya dari kepuasan batiniah tapi juga dari sisi lahiriahnya (baca Materi).
Jumlah buku yang dicetak : 3000 eksemplar
Harga jual buku di toko : Rp 20.000,-
Perkiraan biaya produksi : Rp 9.000.000,- atau Rp 3.000,-/buku
Biaya pemasaran : 40-50 % harga jual buku à Rp 10.000,-
Perkiraan keuntungan : Rp 7.000,- / buku atau : Rp 21.000.000,- (asumsi terjual semua)
Permasalahan lain yang sering terjadi pada penerbitan konvensional adalah kelambanan bahkan kurang terbukanya penerbit tentang jumlah buku yang terjual. Sering penulis hanya mendapatkan royalti yang sangat kurang berarti dengan alasan buku kurang laku terjual. Dengan “Menerbitkan buku sendiri” semua dapat dipantau penulis sendiri bahkan dapat dilakukan penulis sendiri.
Dengan menggunakan “Menerbitkan buku sendiri” penulis tinggal memilih paket yang sesuai dengan kebutuhannya:
1. Paket Bebas
Dengan paket ini, proses penyusunan buku, penyuntingan, pencetakan, hingga pemasarannya menjadi tanggung jawab INDIE Offset.
2. Paket Wirausaha Sejati
Paket ini diperuntukkan bagi para penulis yang bermaksud menerbitkan buku tetapi ingin memasarkan bukunya sendiri, tidak melalui INDIE Offset. INDIE Offset hanya akan memfasilitasi hingga akhir pencetakan, masalah administratif, perijinan serta promosinya. Distribusi penjualan buku diserahkan kepada penulisnya sendiri.
3. Paket Terbatas
Paket Terbatas dapat menjadi pilihan bagi para penulis yang hanya ingin mencetak dan menerbitkan bukunya untuk kalangan terbatas. Dalam hal ini INDIE Offset tidak akan melakukan distribusi penjualan atau promosi apapun atas buku tesebut.
4. Paket “Nano-Nano”
Paket “Nano-Nano” atau dengan kata lain campuran dari beberapa paket lainnya. Artinya dalam segala hal, mulai dari proses penyusunan buku, penyuntingan, pencetakan, hingga pemasarannya dilakukan bersama-sama antara penulis dan INDIE Offset
Siapa yang layak menggunakan “Menerbitkan buku sendiri”? Karena ini adalah alternatif baru dalam usaha penerbitan, maka segmen pasar penulis yang ditujupun berbeda bahkan jauh berbeda dengan penerbit konvensional. Siapapun dia yang menginginkan keuntungan lebih besar, berani berfikir berbeda (sebagai mana moto INDIE Offset “Think Different, Think Indie”), berani menanggung resiko. Dengan kata lain yang berani berfikiran sebagai bos atau pengusaha yang layak menggunakan “Menerbitkan buku sendiri”, sedangkan yang hanya berpikiran sebagai karyawan, hanya menulis buku sesuai “job desk” yang diberikan atasannya (baca penerbitan konvensional) dan diberikan gaji hanya sesuai kemauan atasan; maka cukuplah penerbitan konvensional tempatnya.
Mungkin dari sisi kuantitas “penulis biasa” jauh lebih banyak daripada penulis wirausaha. Sebagaimana berjamurnya bisnis penerbitan konvensional dan karyawan sedangkan penerbitan Indie atau semacamnya belum banyak atau bahkan mungkin baru INDIE Offset satu-satunya yang berani menggunakan dan sangat sedikitnya orang yang berkeingan membuka usaha menjadi wirausaha sejati.
Bagaimana dengan Anda?

****

1) Diberikan pada Training Jurnalisme di Masjid Syuhada Jogjakarta, 17 Juli 2005
2) Pimpinan INDIE Offset, penulis di Ilmukomputer.com

 

 

Iklan

9 Komentar »

  1. hanifa latifa honesty Said:

    Tulisan Mas Lubis luar biasa bagi pencerahan karya putra-putri bangsa.

  2. haryono Said:

    artikelbagus inspiratif,dapat memotivasi semangat pem,baca untukmemngoptiomalkan keuntungan dalampenerbitanbuku,dan memberi peluang wirausaha.Tk

  3. rahman Said:

    kek na bagus ne artikel na
    tolong kasih informasi lebih lanjut dunk
    tolong kirim ke email ku ya.
    pleeeeease………………..!

  4. vanny Said:

    Selamat Siang,

    Mohon pencerahan untuk perijinan dalam menerbitkan sebuah buku.

    Atas support dan partisipasinya say ucapkan terima kasih

  5. Saya adalah penulis. Pernah menulis 2 cerbun di PR Ed. Cirebon thn 1992 dan 1996, dg nama pena Eva Maria (tembang cantik sebuah cinta + puspa kabut biru). Menulis liputan, opini, cerpen dan banyak puisi. Kmd nulis freelance di penerbit dinastindo. Beberapa tahun terakhir ini sy frustasi menulis, gr-2 sebuah novelku gagal terbit di seb. Penerbit besar di jakarta hanya karena alasan g dapet sponsor. Andai saja bintang jatuh dan bulan berkenan menciumku. Aku ingin menerbitkan novel, tapi siapa yg jadi sponsorku. Bagi yg berkenan membantu penerbitan novelku, silahkan kirim sms ke 0856 5991 3082.

  6. hy saya salwaa fitriyani,saya sekolah di perguruan rakyat 3?saya mempunyai hobby menulis cerpen sekaligus novel?tapi saya bingung bagaimana cara menerbitkannya??saya mohon???

  7. saya mohon please??

  8. windi Said:

    modalnya besar juga ya, saya udah pernah nanya waktu itu minimal uang 4 juta harus ada ditangan., wakkksss pusing juga.

  9. sarah Said:

    maaf,saya mau menanyakan sesuatu,saya ingin sekali menerbitkan hasil buah tangan saya bagaimana cara???


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: