Sajak-sajak Cinta Buat Ari Wijayanti

Sajak-sajak Cinta Buat

Ari Wijayanti

Isyarat Cinta yang Tak Terjawab

kenapa aku masih berdiam diri

saat kau mengisyaratkan cinta

yang kau titipkan kemarau panjang

pada hujan yang menjadikan semi

kenapa aku masih juga tak menjawab

senyum tegur sapamu yang lalu

yang kau titipkan ombak beliung

pada rumah-rumah yang tunduk ambruk

yang tersisa tinggalah rasa

kenapa aku masih enggan membalas

surat-surat rindumu yang kau titipkan muhammad

yang tak rampung dikisahkan para penyair

hingga asat air samudra mereka jadikan tinta

yang tertinggal cukuplah sesal

hanya nisan masih setia menunggu

untuk menuliskan namaku

Bengkel Imaji Malang, April 2007

 

 

 

 

Surat Cinta yang Tak Sempat Dibaca

Aku meragu

menatap nisan yang menulis separo namaku

yang kuingat,

aku lebih sekarat dari golongan jin yang bejat

aku lebih bejat dari iblis yang kau laknat

indera-indera yang kau pinjamkan padaku

tak utuh kukembalikan padamu

sembilan lubang yang kau tunjukkan padaku

tak sempat kujaga seperti pintamu

jika suatu saat, nisan merampungkan menulis namaku

kubur memaksaku

tengoklah aku sehari saja

biar kutatap dan kusentuh wajahmu

kalaupun sehari itu tak bisa membawamu padaku

lantaran durhaka-durhakaku

aku tlah menjadi arang yang terbuang di dasar jahanam

sudikah kau tengok aku barang sedetik saja

kalaupun sedetik itu tak bisa membawamu kepadaku

lantaran dosa-dosaku

barangkali aku tlah menjadi abu

yang menempel di dinding-dinding nerakamu

cukuplah bagiku kau mengingat aku

yang dulu pernah menulis sajak cinta

namun tak sempat kubaca untukmu

Bengkel Imaji Malang, April 2007

Sesajak Rindu

Sungguh,

jiwa ini tak cukup jera

kalau toh mereka jadikan abu

pada tungku api nerakamu

tapi sungguh,

jiwa ini terlalu jera

bila kedatanganku pada hari itu

kau tak sudi menerimaku

Bengkel Imaji Malang, April 2007

Kupu yang Hinggap di Pelipisku

Kau kupu yang hinggap di pelipisku

sungutmu ruas-ruas batang bambu

sayapmu lembar-lembar daun waru

kau bisikkan di pelipisku nama-nama

yang tak habis kueja pada lembaran hari

bahkan hingga ruas batang usia ini lapuk

lantas ambruk dan membusuk

disantap rerayap dan ngengat

tak satupun namamu kuselesaikan

dari sembilan puluh sembilan namamu

Bengkel Imaji Malang, April 2007

 

 

 

 

 

 

Di Tembok Sebelah

: ari

Ibumu suatu kali membisikkan rahasia padamu

lantas, kau simpan rapi di sebuah peti kecil

yang kau kubur dalam-dalam di hatimu

seekor merpati hinggap di jendelaku

membawa jawaban dari tembok sebelah

“aku tak bisa memberitahumu soal rahasia ini”

kujawab dengan harap kalimatmu

tanyaku selalu kembali meragu

pada dinding-dinding yang membeku

seperti rindu yang membatu

kita telah bersepakat saat pasir waktu

tinggal seperempat kita sama-sama mendekat

meletakkan masing-masing telapak pada tembok

saling mendengar detak

“tapi aku tak yakin kau melakukannya”

raguku tak terjawab lewat tumpukan surat

kutuk saja aku jadi merpati yang bisa terbang

hinggap di jendelamu, memandangmu

“tapi, aku perempuan”

aku masih menunggu kau, O, perawan

yang kau sembunyikan di balik cawan

dalam perjamuan-perjamuan pesta perkawinan

“biarkan tembok ini tetap tinggi, biarkan beritamu

terkabarkan merpati”

dan mulai saat itu aku percaya, dirimu selalu

bisa menjaga rahasia-rahasia yang dikisahkan ibumu

hingga datang seorang lelaki menemukan kunci

lantas, membaca rahasia-rahasiamu, walau bukan aku

Bengkel Imaji Malang, April 2007

Arbitrer

Sepatutnya

kuketuk daun pintumu terlebih dahulu

daripada diam menunggu

sebabnya

aku sendiri tak tahu alasanku

kenapa aku berdiri di depan pintumu

Bengkel Imaji Malang, Maret 2007

Mencintaimu

Mencintaimu musti kusiapkan pertemuan

cukuplah aku menjelma sebatang nyala

yang kau buang selepas padam

pada hari-hari yang pasti akan ada perpisahan

 

mencintaimu musti kusiapkan kelahiran

cukuplah aku menjelma bulir hujan

yang kau hapus selepas membasahi tubuhmu

pada kenyataan-kenyataan tentang kematian

 

cukuplah aku memandangmu

barangkali kau bisa mencintaiku

Bengkel Imaji Malang, Maret 2007

 

 

 

 

 

 

Jl. Danau Sentani

: Ari

Kulangkahkan sepasang kaki telanjang

pada keping paving-paving halaman rumahmu

sementara hujan membeku

membasah warnai cat tembok terasmu

angin menderas dingin menyentuh telapak-telapak daun

seperti saat kau mengajariku menari

memegang pergelangan tangan dan bahuku

aroma parfum tubuhmu menuntun gerakan tubuhku

lewat bunyi gamelan mengalir dalam deras desah nafas

menjelma air

menjelma bandang

dalam segelas kaca yang kau tawarkan di meja kayu

kau turut ajarkan kepadaku mengeja huruf

meniti ejaan dan menengarai tanda baca

pada sintal tubuh perawan kutemu jawaban

menjelma api

menjelma bakar

dalam kepulan ujung asap rokok yang kuhempaskan

pada sesak dan hasrat yang tak terjawab

ada kalimat-kalimat yang kau benarkan

kau luruskan frase-frase kehidupan yang tak kupaham

pada sepotong roti yang kau hidangkan di atas piring retak

lantas tiba-tiba aku tersadar, kita berdiri menjaga jarak

menorehkan segaris lurus dengan ranting kering

hujan tetap menderas, parasmu hilang ditelan daun pintu

isyaratmu mengabarkan kepadaku untuk segera pulang

ada jalan-jalan yang musti kutempuh dengan sepasang kaki telanjang

kusempatkan terakhir kali berdiri di keping paving-paving halaman rumahmu

bulir-bulir hujan menetas di telapak daun, kepalaku, tubuhku,

genting, ranting, dan keping-keping paving

menderas pada pelepah kayu

mungkin juga luruh bersama air mataku

menjelma tangis

menjelma luka

aku melangkah pulang dengan sepasang kaki telanjang

sempat kutoleh sebelum diriku jauh pergi dari halaman rumahmu

di balik jendela, seketika juga parasmu hilang ditelan kelambu

Bengkel Iamji Malang, Maret 2007

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

30 Komentar »

  1. djizu Said:

    maksud..nya….?

  2. setyaning dyas Said:

    puisi cinta, magis, indah, menggugah
    bila cinta pada seseorang begitu menggebu
    Akankah ada kata setia untuk yang tak tergapai rengkuhan

  3. aphe Said:

    kasih sayang…
    ia takkan pernah lapuk di makan usia

  4. mila Said:

    karena belum begitu paham, sedikit yang kena di hati…..
    saya seneng aza klo baca sajak2, ya…. walau sedikit paham mengenai maknanya. terus berkarya ya!!!!

  5. macan Said:

    saya suka semuanya, tapi yang paling saya suka ” mencintaimu” saya suka kalimat menjelma sebatang nyala yang kau buang selepas padam. pemilihan kata yang indah,bagi yang sedang jatuh cinta.cinta memang indah bila di tuangkan dalam hal apapun, tapi buat yang patah hati cinta adalah kata yang menjadi tikaman dalam akal yang membuat hati melemah…hancur….berkarat dan sekarat

  6. MadeKU Said:

    Aku butuh Ember karena membaca Sajak ini Sakno REEE!

  7. Ari Wijayanti Said:

    Kacian Deh Gue!!!!!

  8. gita Said:

    salam… numpang mampir yaghh! sajak “jl danau sentani”nya bagus..

  9. regar Said:

    mengalir,indah,menghentakkan,penuh arti,dan sama yang aku alami di hari-hari yang aku lewati.

  10. regar Said:

    melegaahkan……………………..serasa melayang…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  11. alex Said:

    ai aku pengen ikutan coret 2 puisi nhh
    d mn yh tempatny ato wadahnya buat pamer puisi kt
    plss kase taw dung krm ke email aku yh
    lope_413x@yahoo.ca
    plsssssssssss

  12. alex Said:

    bila mata memandang meredup snr mataku
    sayup – sayup merunduk malu
    saat wajahny terpancar d hadapan ku
    seakan brdebar

    terus berdebar

    berdebar

  13. sofia santika Said:

    suka duka tlah aq trm nmn aq ttp diam,
    tk ada yg mengerti arti khidupan
    trkadng milikku trkdang asing bagiku….
    trkadang tawa dan trkdang air mata

    semua ini merupakan kesunyianku yg terang
    khdupanku adalah anugrah dr tuhan…
    tk ada yg bisa menyuntuh keabadian
    selain cinta, cinta yg sejati….

    dr hatiku bicara dg hatimu….. kupilih kau sbg kekasih sejatiku
    akan ku buat impian indah…. bahkan yg trindah brsama mu
    kekasihku….

  14. langit septa Said:

    Hari ini
    terasa ada sesuatu yang tertinggal dari diriku
    Saat inipun aku merasa ada sesuatu
    yang lepas dari dadaku

    arien….
    Seandainya aku boleh mengulang hidup ini
    kuingin selalu ada didekatmu
    mendengar cerita ceritamu
    tentang kisah – kisahmu
    tentang hari – harimu dan masih banyak lagi
    cerita indah dan lucu
    yang kau ceriitakan padaku setiap waktu

    Seandainya aku boleh mengulang masa – masa itu
    kuingin jemput arien disekolah
    maem bakso dan gado – gado di warung
    depan sekolah bersama
    yang dengan takut dan malu kusayang pipimu
    meski masih pakai seragam
    hikhzz….
    lucu rasanya saat kuingat kejadian itu
    aku selalu ingin berjalan bersamamu
    sambil memungut kenari dan bunga tanjung
    yang semanis budimu
    lalu kuuntai bunga tanjung itu
    lalu kujadikan kalung untukmu

    dan seandainya aku boleh mengulang ketika itu
    kuingin maem donat bersamamu
    kue yang selalu membuatmu terlihat manis ketika kusebut
    kue yang selalu membuatmu marah, manyun
    dan menyubitku, meski terkadang sakit
    tapi selalu saja aku merindukan cubitan itu
    kuingin mengajakmu jalan – jalan
    menyusuri pantai dan bebatuan waiterang
    karena disana banyak cerita indah
    dan lucu yang selalu akan kita kenang

    arien….
    betapa banyak cerita indah telah kau buat
    dalam hidupku ini
    jangan lupain aku ya rien….. KANGEN…

  15. langit septa Said:

    LukisaN DiatAs PelaNgi

    Senja berlendir….
    Menuju gemericik gerimis
    Terkuak dari pintu langit
    Bahkan semua berkembang mengunci malam
    Diam…….

    Kekasih……
    Pernakah tersadari
    Butiran titik titik dilangit seindah kerlipan bintang
    Malam ini aku melihat rembulan mulai jelita
    Barangkali malam ini
    Purnama harapan esok dibahu
    Menatap tangis haru biru dimuka bumi
    Mengejar wajah manis pelangi satu

    Kekasih……
    Bahagia ini adalah biru lngit yang kau
    Lukis diatas pelangi
    Yang ketika pagi berpendar
    Kulihat wajahmu mawar perpijar
    Diterpa fajar
    Yang Ketika siang menggenang
    Ada tawa berkembang yang lambat laun
    Jiwa tertuntun sentuh lembayung

    Kekasih……
    Kau seperti cahaya menancapkan bayu lepas
    Berpijar wrna jingga.
    Bening pagipun tak sebening tatapmu
    Kau bagaikan Ilalang
    Bebas tanpa batas menghiasi dunia ini

    Kekasihku……
    Mungkin Engkau tak tahu
    Dalam setiap lagu, selalau tersurat namamu
    Tersirat namamu…
    Entahlah, selalu seperti itu dari waktu ke waktu
    Dari lagu ke lagu.
    Setiap lembar hari – hariku isinya engkau melulu
    Tak ada penghapus yang mampu menghilangkan
    Kenangan ini.
    Bahkan bibirku pun terasa kelu bila harus menyebut
    Namamu

    Kupang, 25 april 2008 jam 21.45
    Jangan bersedih ya RIEN….

  16. nicken Said:

    bagoezzzzzzzzzzz

  17. alya Said:

    apa kah ada laki-laki d dunia ini yang sempurna .setia jujur dan per hatian.mungkin akan lebih indah lg hidup ini.
    oh cinta……….
    d mana keagungan mu dan d mana engkau saat aku mencintai seseorang dan dia menyakiti ku.
    cinta berikan lah aku kebahagiaan dalam mencintai seseorang laki-laki

  18. Lubis Grafura Said:

    Terima kasih sudah posting di sini 😉

  19. baby Said:

    cinta

    cinta perlukan pengorbanan,
    cinta perlukan kesetiaan,
    dan
    cinta perlukan kejujuran,

    kalo tiada kejujuran itu bukan namanya cinta…..

  20. dien zakia Said:

    kau tamat mengunjungi kembali kamarku yang penat
    selapas senja
    alinea-alinea doa
    terlantun manis melukis cerita
    aku tidak akan pernah berbenah sebelum siulmu membuka jendela
    walau sampul takdir memapahku untuk menangis

    lutfi,apakah kita benar2 telah membukukan cerita?
    pada waktu yang entah dimana letaknya
    ijinkan aku memiliki tempat sepetak saja di hatimu,,,,,,,,
    aku
    wanita yang enggan meminta
    jenuh menunggu……….

  21. Drupadi Said:

    suuukaaaaaaaaaaaaa bgt ma sajak2nya

  22. Drupadi Said:

    Rindu itu bersifat seperti apa?
    terkadang sakit terkadang menyenangkan
    Rindu itu berasal dari apa?
    Cinta atw kah penantian?

  23. melya Said:

    DEMI WAKTU

    Demi wktu,…kuingin engkau tetap disini,disampingku.
    bernafas…tersenyum…dan tertawa seperti itu
    sudah cukup membuatku bahagia melihatmu
    tetaplah engkau berdiri tegar menggapai cinta
    yang kadang terlihat saperti jauh dari tatapan
    mata bathinmu…

    Demi waktu…
    ijinkan aku mencintaimu,tidak untuk kedua kalinya
    walau harus kulalui hari-hari tanpa cintamu
    ijinkan aku tidak mencintaimu untuk kedua kalinya
    meski harus kugapai kasih tak sampai.
    kunikmati hidup tanpa cintamu
    yang kucintai seperti tak kucinta…
    yang kiharap seperti tak kuharap…
    menjulang sepi…merajut mimpi…

    Demi waktu…
    dalm satu hari,entah barapa kali aku ingin lari kepadamu
    tahukah kamu…bahwa aki setiap hari merindukanmu
    aku benar-banar tak dapat menahan diri merindukanmu
    berulang kali aku memanggil namamu
    aku menggerti mengapa kamu tidak menjawab
    tatepi aku hanya ingin berada disampingmu
    mendengarmu bernafas…melihatmu tersenyum…
    dan tertawa seperti itu.
    tahukah kamu…dibalik makna penyesalanku
    dan rahasia bathin dibalik permohonanaku
    untuk menyakinkanmi…
    aku selalu mencintaimu…
    karena kamu…
    udara dalam hidupku….

    Demi waktu…
    waktu yang tersisa sebenarnya tinggal berapa lama?
    waktu yang diijinkan untukku,tinggal berapa lama?
    aku tak akan menolak waktu yang telah ditentukan.
    karena itu…berilah aki waktu lagi
    akiu ingin mempersembahkan
    KASIH SAYANG TERBAIK UNTUKMI

  24. melya Said:

    ANUGRAH TERINDAH

    Seharusnya kumerasa saat cinta itu datang…
    seharusnya kuungkapkan saat hasrat itu mendalam…
    minyayangimu…adalah sesuatu yang tak bisa kuhindari
    hingga…terpesonaku akan kasih sayangmu
    akan kubawa kau keawan menghiasi langit
    merangkai bintang-bintang…menjadi sebuah
    kata…”CINTA”
    Kaiu ciptakan pelangi yang selalu menghiasi hari-hari
    kau….
    ………”ANUGRAH TERINDAH”…….
    yang pernah kumiliki

  25. arseno Said:

    Satu hal yang dalam hidup adalah ‘Memiliki kata-kata dalam hati yang tidak bisa mengungkapkan nya”

  26. A halim MS Said:

    ” Terkadang kita harus bisa menerima jika hidup itu tak sesuai dengan yang diharapkan ” maka disanalah kesabaran diri harus berperan

  27. dede nono Said:

    walaupun terlihat singkat dan padat ternyata eh ternyata isinya “DALEM” bO !!!!!

  28. de nono Said:

    walaupun terlihat singkat dan padat ternyata eh ternyata isinya “DALEM” bO !!!!!
    ‘sepatutnya ku ketuk daun pintumu dari pada diam menunggu” diiiih ngingetin gw waktu mo ngapel ke cewe gw….hi..hi..hi….?!”,

  29. Ari cakep kayak puz Said:

    Jadi gr nih gua

  30. Reni Said:

    Hari hari terus berganti…
    Namun yang dinanti tak pernah kembali hingga membuat ku merasa sepi di tengah ramainya hari…
    Yang membuatku seakan mati terbakar teriknya mentari…
    Apakah engkau tahu ku rindu akan bayangmu..?
    Apakah engkau mengerti dengan apa yang ku cari..?
    Dan apakah engkau peduli dengan apa yang sudah ku lalui tuk menggapai mimpi yang tersimpan di hati..?


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: