Kasus Kekerasan di Kampus IPDN

Kasus di Kampus IPDN

Oleh: Bagus Setya Mahardhika

 

Mendidik atau menghardik

Berita tentang kekerasan yang terjadi di kampus IPDN semakin marak. Berita ini sungguh menggemparkan masyarakat, khususnya para orang tua yang anaknya tengah menimba ilmu di sana. Peristiwa itu tentunya sangat mengherankan bagi kita. Mengapa hal itu bisa terjadi di kampus yang akan menelorkan calon pejabat pemerintahan.

Sebenarnya dapat kita maklumi bahwa kampus itu menerapkan latihan ala militer yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan praja. Tetapi yang sangat disayangkan, latihan yang diciptakan terlalu kebablasan. Artinya, latihan tersebut terlalu keras bagi praja karena arena kerja mereka tidak begitu menuntut kekuatan fisik. Lain halnya dengan tentara yang memang memerlukan latihan fisik yang cukup keras.   

Kita sebagai manusia tentunya sangat tidak setuju dengan adanya kejadian itu. Pembantaian itu telah merenggut beberapa nyawa praja yang hingga kini masih belum terselesaikan kasusnya. Ada beberapa hal yang cukup mengherankan. Dari beberapa tayangan televisi, pihak kampus terlihat enggan untuk bekerjasama menguak peristiwa kematian salah satu praja mereka. Ini membuktikan bahwa semakin bobroknya moral manusia di akhir jaman(begitu kata orang pinggiran).

Yang tak kalah menggelikan, kasus penyiksaan yang terjadi sebelum tahun 2007, berlalu seiring waktu tanpa adanya tindak lanjut bagi pelaku. Mereka masih bisa lulus dan menjadi PNS. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sampai pada tahun 2007, kasus itu pun terulang kembali bahkan dengan memakan korban. Setelah memakan korban barulah kasus yang lama berani diuangkap. Pemerintah seakan membiarkan hingga insiden itu terulang. Kenapa tidak dari dulu ditangani?

Perubahan di IPDN?

Beberapa kalangan mengatakan sangat pesismis dengan perubahan yang akan dilakukan di IPDN. Namun, perubahan sistem pendidikan di IPDN harus dan segera di terapkan. Karena apabila dibiarkan akan membahayakan bagi para mahasiswa yang belajar disana. Pemerintah yang akhirnya mengambil langkah tegas dengan tidak menerima mahasiswa baru pada tahun pelajaran ini merupakan langkah awal dari perubahan itu. Dengan adanya keputusan itu diharapkan pemerintah bersama tim yang telah dibentuk dapat menyusun lembaran kurikulum baru.

 Perubahan yang diinginkan adalah menghilangkan aktivitas fisik yang terlalu keras bagi praja dihilangkan. Latihan fisik yang bersifat pukulan, penganiayaan, tendangan di dada harus ditiadakan. Pelajaran yang diterima oleh praja lebih difokuskan pada pelajaran yang berkaitan dengan bidang yang akan mereka geluti. Sehingga peristiwa yang menambah beban negara ini tidak akan terjadi lagi.

Selain itu, pembinaan ketaatan beragama sangat perlu ditekankan pada praja. Sedini mungkin pembinaan ketakwaan kepada Tuhan harus ditanamkan. Sehingga calon pemimpin yang ditelorkan oleh IPDN mempunyai moral dan ketaatan yang tinggi. Dengan pembinaan keimanan yang baik, apabila mereka telah masuk dalam arena kerja, mereka tidak menyalahgunakan kekuasaan mereka dengan mengeruk keuntungan pribadi.

 Kita semua tahu bahwa negara kita pada saat ini tengah menghadapi banyak masalah dari bencana alam hingga kelaparan. Ditambah dengan peristiwa ini tentunya sangat menyedihkan bagi bangsa kita. Semoga dengan adanya perubahan ini, kampus IPDN dapat menelorkan calon pemimpin yang mengerti kondisi rakyat dan mewujudkan kesejahteraan di negara kita. Karena kita tahu, bangsa kita merindukan kedamaian. Semoga.  

 

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).

Jurusan Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia 2002

Pemerhati sastra pada komunitas Bengkel Imaji Malang.

 

   

        

        

Iklan

1 Komentar »

  1. Djiezu Said:

    kampus kedinasan yang paling jauh dari kekerasan adalah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara(STAN) yoi pastinya…..(piss man..mo pipis dimana men..?)


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: