Bab Sholat: Ketika Kesiangan Sholat Subuh

Bab Sholat: Ketika Kesiangan Sholat Subuh

Menjama’ shalat itu pada hakikatnya meninggalkan shalat atau tidak mengerjakan shalat pada waktunya. Padahal shalat itu wajib dilkerjakan pada waktunya. Kalau sampai seseorang mengubah waktu shalat, harus ada dalil yang sangat kuat yang membolehkan hal itu.
Dan dalam pandangan syariat, pengubahan waktu shalat secara sengaja hingga dikerjakan bukan di dalam waktunya hanya bisa dilakukan dalam bentuk shalat jama’. Namun shalat jama’ itu tidak boleh begitu saja dilakukan kecuali oleh sebab yang juga dilandasi dengan dalil yang syar’i.
Hal-hal yang membolehkan jama’ shalat itu sangat terbatas sekali, diantaranya adalah
1. Safar (perjalanan) yang Panjang dan Memenuhi Jarak Minimal
Safar (perjalanan) bisa membolehkan shalat jama’, namun hanya yang panjang dan memenuhi jarak minimal, yaitu 4 burd (88, 656 km ). Sebagian ulama berbeda dalam menentukan jarak minimal. Perjalanan itu harus perjalanan ke luar dari kota tempat tinggalnya dengan niat sengaja untuk mengadakan perjalanan. Juga bukan perjalanan maksiat.
2. Sakit
Selain itu yang membolehkan seseorang menjama’ adalah karena sakit. Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan jama` karena disebabkan sakit. Begitu juga Imam Malik dan sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah. Sedangkan dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dari mazhab Al-Hanabilah menuliskan bahwa sakit adalah hal yang membolehkan jama` shalat. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Ibnu Sirin dan Asyhab dari kalangan Al-Malikiyah. Begitu juga Al-Khattabi menceritakan dari Al-Quffal dan Asysyasyi al-kabir dari kalangan Asy-Syafi`iyyah.
3. Haji
Para jamaah haji disyariatkan untuk menjama` dan mengqashar shalat zhuhur dan Ashar ketika berada di Arafah dan di Muzdalifah dengan dalil hadits berikut ini :
Dari Abi Ayyub al-Anshari ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` Maghrib dan Isya` di Muzdalifah pada haji wada`. (HR Bukhari 1674).
4. Hujan
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW shalat di Madinah tujuh atau delapan ; Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya`”. Ayyub berkata, ”Barangkali pada malam turun hujan ?” Jabir berkata, ”Mungkin”. (HR. Bukhari 543 dan Muslim 705).
Dari Nafi` maula Ibnu Umar berkata,”Abdullah bin Umar bila para umaro menjama` antara maghrib dan isya` karena hujan, beliau ikut menjama` bersama mereka.” (HR Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih).
Hal seperti juga dilakukan oleh para salafus shalih seperti Umar bin Abdul Aziz, Said bin Al-Musayyab, Urwah bin az-Zubair, Abu Bakar bin Abdurrahman dan para masyaikh lainnya di masa itu. Demikian dituliskan oleh Imam Malik dalam Al-Muwattha` jilid 3 halaman 40.
Selain itu ada juga hadits yang menerangkan bahwa hujan adalah salah satu sebab dibolehkannya jama` qashar.
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR. Muslim 705).
5. Keperluan Darurat yang Mendesak
Bila seseorang terjebak dengan kondisi di mana dia tidak punya alternatif lain selain menjama`, maka sebagian ulama membolehkannya. Namun hal itu tidak boleh dilakukan sebagai kebiasaan atau rutinitas. Dalil yang digunakan adalah dalil umum seperti yang sudah disebutkan diatas. Allah SWT berfirman :
“Allah tidak menjadikan dalam agama ini kesulitan.” (QS. Al-Hajj: 78)
Dari Ibnu Abbas ra, “beliau SAW tidak ingin memberatkan ummatnya.”
Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW pernah menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim 705).
Sedangkan Al-Imam An-Nawawi dari mazhab Asy-Syafi`iyyah dalam Syarah An-Nawawi jilid 5 219 menyebutkan, ”Sebagian imam berpendapat membolehkan menjama` shalat saat mukim (tidak safar) karena keperluan tapi bukan menjadi kebiasaan.”
Meninggalkan Shalat karena Ketiduran
Sedangkan bila ketiduran dan tidak sempat shalat, harus langsung dikerjakan begitu terbangun. Namun istilah yang digunakan bukan menjama’ shalat. Sebab yang namanya menjama’ shalat itu terbatas pada shalat Zhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan ‘Isya saja. Tidak ada istilah jama’ dalam shalat Shubuh. Yang ada hanyalah segera mengerjakan begitu terbangun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إلَّا ذَلِكَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ketiduran (sampai tidak menunaikan sholat) atau lupa melaksanakannya, maka ia hendaklah menunaikannya pada saat ia menyadarinya.” (HR Muttafaq alaihi)
Oleh karena itu, orang-orang yang kesiangan wajib menunaikan sholat shubuh tersebut pada saat ia tersadar atau terbangun dari tidurnya (tentunya setelah bersuci terlebih dahulu), walaupun waktu tersebut termasuk waktu-waktu yang terlarang melaksanakan sholat.
Karena pelarangan sholat pada waktu-waktu tersebut berlaku bagi sholat-sholat sunnah muthlak yang tidak ada sebabnya. Sedangkan bagi sholat yang memiliki sebab seperti halnya orang yang ketiduran atau kelupaan, diperbolehkan melaksanakan sholat tersebut pada waktu-waktu terlarang. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan sholat tersebut (shalat shubuh).” (HR Bukhari no. 579 dan Muslim no. 608)

Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
sumber: eramuslim.com

15 Komentar »

  1. AURORA Said:

    g’Tw dEh….

  2. ImamS Said:

    So…
    Islam itu selalu memahami umatnya pada keadaan yang di luar kemampuan.
    Islam itu petunjuk hidup,…Bukan sebuah paksaan tapi kebutuhan hidup.

  3. subhanallah….. tdk ada yang luput dari perhitunganNya…. tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat…

  4. NaZa Said:

    So……..Kita gak boleh ninggalin Sholat. CoZ,,,,Sholat itu pembeda antara kaum muslim Dg KaUm KafiR. Jadi Klu Kita ninggalin Sholat kita t’rmAsuK oR’G KafiR. ShoLaT Thu S’Bagai Tiang Agama.

  5. abu haura Said:

    JAJAKALLAHU KHOIRO

  6. wahid Said:

    pernakah rasulullah kesiangan pada waktu subu? (di sertakan dengan hadits nya)

  7. rizki Said:

    jawabannya tentang solat subuh cukup membantu,,🙂

  8. adydy Said:

    baguzz…setuju,,,

  9. No name Said:

    Terima kasih, jawaban yang membantu… …

  10. abd.rohman Said:

    terimakasih atas penjelasan’nya…jazaakalloh….

  11. Syaifuddin Said:

    Mengapa ummat muslim sangat takut dengan keharaman babi apakah kedudukan haramnya babi melebihi hal hal haramnya yang ditetapkan Allah terima kasih atas penjelasannya

    • roesli rusli Said:

      Umat muslim takut karena melanggar perintah Allah adalah dosa dan kelak akan mendapat siksa.
      Tidak hanya babi, semua larangan Allah wajib dihindari umat muslim. Dan semua yang dilarang oleh Allah pasti ada hikmahnya, ada kebaikan dan menghindarkan dari keburukan, seperti larangan berbohong, bergunjing, mengumpat, mencuri,minum alkohol,berzina,membunuh, menyakiti orang lain/tetangga dsb.
      Dahulu orang Islam hanya menuruti perintah Allah, tidak tahu dan paham mengapa dilarang untuk makan babi.
      Di masa sekarang terbukti secara ilmiah mengapa babi dilarang Allah untuk dikonsumsi.
      Silahkan anda searching di google … salah satunya ini :
      http://forum.kompas.com/sains/278538-10-alasan-ilmiah-kenapa-daging-babi-diharamkan-dalam-islam.html

      Semoga anda segera mendapat hidayah dari Allah…aamiin.

      • roesli rusli Said:

        Sebagai tambahan, sebetulnya rasa “takut/jijik/anti” berlebihan terhadap babi kurang tepat , dosa memakan babi sama dengan memakan makanan lain yang diharamkan, ada dosa2 yang jauh lebih berat daripada memakan babi dan kadang2 umat muslim biasa2 saja melanggarnya diantaranya syirik/mempersekutukan Allah (tidak terampuni), membunuh,durhaka kepada orangtua, menyakiti anak yatim,meninggalkan sholat,berzina,mencuri/korupsi dsb.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: