Menciptakan Surga di Permukaan Bumi: Sekolah gratis, menginap di rumah sakit gratis, dokter yang ramah, obat hanya seharga 5 sen, hingga pemerintah ”mencucikan” bajumu!

Mungkin apa yang menjadi judul sekaligus tag line di atas adalah sangat berlebihan. Mungkin ya. Mungkin juga itu nyata. Itulah kenyataan sebuah film dokumenter karya Michael Moore yang berjudul Sicko yang dipublikasikan pada November 2007.

Sebuah film yang mengangkat realitas kehidupan orang Amerika mengenai jaminan kesehatan. Betapa Asuransi yang kini bermunculan di Amerika ternyata lebih berorentasi kepada keuntungan daripada pelayanan kesehatan. Banyak dari klien yang mengajukan polis asuransi ketika mereka sakit, namun kenyataannya adalah mereka tidak mendapatkan apapun. Terlebih lagi, pihak asuranasi selalu menolak ajuan dari klien dan menyuruh mereka menunggu. Tidak sedikit dari mereka yang mati karena harus menunggu prosedur yang sulit dan ribet. Hal ini disebabkan berdirinya perusahaan asuransi untuk mencari keuntungan bukan untuk pelayanan!

Seorang ibu membisikkan kalimat terakhir ditelinga anaknya yang terlambat mendapatkan perawatan karena menunggu pihak asuransi memberikan dana untuk berobat ”Ibu sudah berusaha sebaik mungkin, anakku, maafkan ibu” dan ibu itu tahu anaknya tak akan pernah membuka mata untuk selamanya.

Di sisi lain, ada seorang warga Amerika yang diturunkan di jalan karena tidak mampu membayar sewa rumah sakit. Perempuan tua itu memiliki bekas jahitan di kepalanya yang belum kering dan luka di tulangnya. Lantas petugas runmah sakit itu berkata seraya menurunkannya di jalan:
”Jagalah dirimu sendiri!”

Ini membuat kita berfikir bagaimana negara yang besar itu bisa memperlakukan warganya sendiri seperti itu? Ternyata penyuapan dan ketidakbecusan pemerintah sekaligus senatnya mengurusi permasalahan negaranya. Itulah kenyatan yang terjadi sekarang. Di negara adi kuasa!

Di belahan lain, Prancis, Inggris, Kanada bahkan Kuba yang katanya adalah negara dengan penjahat terbesar di dunia justru memberikan pelayanan kesehatan yang sangat memuaskan. Kau akan ditertawakan ketika bertanya ”berapa biaya rumah sakit ini?” atau ketika kau harus bertanya ”berapa harga tebusan untuk obat ini?” Mereka tidak memandang bulu, warna kulit, atau jenis kelamin tua muda, untuk mendapatkan hak yang sama dalam hal pengobatan. Kau pun akan tercengang ketika pemerintah ”mencucikan” baju untukmu. Memberikan rumah yang nyaman untuk kau tinggali. Ada dokter dan obat di setiap gangnya.

Kau akan menemukan sebuah kasir di rumah sakit atau apotek. Tapi itu bukan sepenuhnya tempat untuk pembayararan. Kasir di rumah sakit digunakan untuk memberikan uang kepada pasien dan untuk menjamin mereka bisa pulang dengan selamat. Kau juga tidak akan menemukan kalimat ”berapa banyak harus kubayar?” namun kau akan mendengar seorang dari balik kasir berkata ”apakah uang itu cukup untuk membawamu sampai ke tempat yang aman (rumah)?”

Lalu bagaimana hal ini bisa mereka lakukan? Mereka mendanai itu semua dari pajak. Pajak sesuai dengan jenis pekerjaan dan penghasilan. Bahkan dari pajak itu menciptakan suatu tatanan sosial-pemerintah yang saling kait mengait dan hampir tak ditemui dari negara di atas kata pengangguran!

Hal dasar manusia terpenuhi, manusia bisa berbuat baik!
Barangkali itu yang akan terjadi. Artinya ketika manusia kebutuhan dasarnya tercukupi rasa saling menghormati dan kasih sayang itu akan terwujud satu dengan yang lainnya. Akan ada pelukan saudara satu sama lainnya. Akan ada uluran tangan tanpa syarat dan ketentuan apapun (no term and condition apply). Akan ada senyum yang tulus. Duduk bersanding dengan tenang. Akankah terwujud keadaan seperti ini di Indonesia? Negara kita?
Sebelum melakukan perubahan, tonton film ini!
Lihat juga snap shot film Sicko di blog ini.

Ini sulit bagiku untuk mengakui bahwa pada akhirnya
Kami benar-benar ada pada perahu yang sama
Tidak peduli apa perbedaan kami itu
Kami tenggelam atau berennang bersama-sama
Itulah cara yang nampak di tempat yang lain juga
Mereka saling menjaga satu sama lainnya
Tidak peduli apa ketidaksetujuan mereka
Kau tahu, ketika kami melihat ide bagus dari negara lain
Kami mengambilnya
Jika menciptakan mobil yang lebih baik, kami mengendarainya
Jika mereka membuat anggur yang lebih enak, kami akan meminumnya
Jadi, jika mereka punya cara yang lebih baik untuk merawat orang sakit,
Mengajari anak mereka, mengurus bayi mereka, berbuat baik satu sama lain,
Kalau begitu apa masalah kita?
Kenapa kita tidak bisa melakukannya?
Mereka hidup dari dunia ”kita” bukan ”saya”
Kita tidak akan pernah memperbaiki apapun
Sampai kita mendapatkan satu hal dasar itu dengan benar
Michael Moore dalam Sicko

1 Komentar »

  1. Deddy Said:

    hehehe, kapan itu bakal terwujud ya…
    mampir ya bos…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: