Masalah Penelitian

Masalah Penelitian

Penelitian yang sistematis diawali dengan suatu persoalan. Persoalan ini selanjutnya akan dirumuskan menjadi rumusan masalah. Pemilihan dan rumusan masalah adalah salah satu aspek yang paling penting dalam pelaksanaan penelitian di bidang apa saja. Penelitian tidak dapat dilakukan sebelum suatu masalah diidentifikasi, dipikirkan secara tuntas, dan dirumuskan dengan baik.
Seorang peneliti, mula-mula, harus menentukan pokok persoalan peneyelidikan yang bersifat umum. Pengetahuan, pengalaman, dan lingkungan peneliti sendiri biasanya menentukan pilihan itu. Setelah dipilih, objek pokok persoalan yang bersifat umum itu kemudian dipersempit menjadi persoalan yang lebih khusus. Keeterampilan melakukan penelitian sebagaian besar merupakan masalah melakukan pemilihan yang baik tentang apa saja yang harus diselidiki.
Terdapat berbagai macam persoalan untuk diteliti di lapangan. Setelah menemukan penelitian, langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilih permasalahan dari sekian masalah yang ditemui. Tiga sumber penelitian yang penting adalah pengalaana, deduksi dan teori, dan literatur yang ada kaitannya dengan permasalahan yang hendak diteliti.
Teori dan prosedur yang dapat ditemukan dalam bidang lain mungkin dapat disesuaikan untuk dapat diterapkan dalam bidang pendidikan. Hal ini memungkinkan terjadi, yaitu ketika terdapat gerakan-gerakan di luar profesi pendidikan yang dapat membawa ke arah penelitian yang baru. Misalnya, gerakan wanita yang menamakan diri mereka adalah feminisme. Lebih khusus lagi, penelitian dalam bidang ini dapat berupa sex stereotyping dalam materi pendidikan.
Sesudah masalah dipilih dan ditetapkan, selanjutnya dari tugas peneliti adalah merumuskan atau mengemukakan persoalan tersebut dalam bentuk yang dapat diteliti. Persoalan yang baik, setidaknya harus: (1) menerangkan dengan jelas apa yang akan diterangkan atau dipecahkan dan (2) membatasi ruang lingkup studi itu pada persoalan yang lebih khusus.

Iklan

1 Komentar »

  1. Mr_joo Said:

    bagus kajian diatas, memilih metode penelitian mengukur faliditas juga penting bukan ?


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: