Desa yang Ijo Ruko-ruko

Desa yang Ijo Ruko-ruko

Pada zaman sekarang, segala kebutuhan bisa dipenuhi dengan begitu mudah dan cepat. Fasilitas-fasilitas di desa sudah bisa dijangkau dengan mudah. Salah satu contohnya adalah pembagunan ruko-ruko. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke kota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pembangunan ruko-ruko di desa sayangnya tidak memperhatikan lingkungan. Mereka membangun ruko asal berdiri dengan menebangi pohon-pohon untuk mendirikan bangunan.. Mereka tidak mengindahkan kesimbangan lingkungan yang berupa saluran air dan penghijauan.
Dengan banyaknya bangunan di desa-desa menjadikan desa-desa itu tidak lagi tampak ijo royo-royo, namun menjadi ijo ruko-ruko. Hal yang tampak dari perubahan ini adalah adanya perubahan hutan menjadi perumahan, area persawahan yang disulap menjadi rentetan rumah-rumah, dan pinggiran jalan tidak lagi pohon-pohon melainkan papan-papan iklan.
Adanya perubahan ini tentu saja akan menimbulkan risiko. Apabila daerah tersebut adalah memiliki simpanan air, maka akan dimungkinkan pada waktu-waktu tertentu akan terjadi kekeringan. Begitu juga sebaliknya pada musim hujan akan mengakibatkan banjir karena tidak ada pepohonan yang menampung air. Selain dua akibat itu, dimungkinkan akan adanya sampah yang menumpuk. Misalnya adalah plastik yang tidak bisa diurai oleh bakteri selama ratusan tahun.
Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan lingkungan. Dua hal yang bisa kita lakukan adalah menyelamatkan lingkungan yang sudah terlanjur didirikan bangunan dan lingkungan yang belum didirikan bangunan.
Beberapa hal dapat kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan yang sudah dibangun. Pertama, membenahi saluran air yang berupa gorong-gorong untuk mengantisipasi saat hujan tiba. Kedua, memberi sedikit ruang untuk pepohonan. Jika tidak memungkinkan ditanami pepohonan, minimal ada bunga-bunga di dalam pot.
Apabila ada lingkungan yang belum dibangun, kita bisa melakukan hal-hal untuk bangunan yang ramah lingkungan sebagai berikut. Pertama, merencanakan sedikit ruang untuk tempat tanaman dan jika memungkinkan adalah tempat untuk pepohonan. Hal yang paling penting adalah merencakan saluran air.
Peranan pemerintah tentu tak bisa terlepas dari masalah ini. Pemerintah harus membuat undang-undang mengenai pembangunan yang ramah lingkungan. Apabila ada yang melanggar, maka pemerintah harus menindaknya secara tegas.
Sebagai siswa kita pun bisa menjaga lingkungan. Hal terdekat yang bisakita lakukan adalah gemar menanam pohon, menanam bunga di pot-pot sekolahan, menghemat listrik, dsb. Menghemat listrik bisa menyelamatkan lingkungan. Secara tidak langsung kita sudah mengurangi pemakaian batu bara sebagai bahan listrik yang tidak bisa diperbarui.
Pentingnya kerjasama yang baik antarsemua pihak dalam menjaga lingkungan. Para pengusaha memperhatikan pembangunan yang ramah lingkungan, pemerintah melakukan pengawasan, dan masyarakat turut serta dalam menjaga lingkungan. Denganb demikian, kita bisa mengembalikan desa kita yang hijau ruko-ruko menjadi desa yang ijo royo-royo.

Kerangka Karangan:
1. Segala kebutuhan bisa dipenuhi dengan mudah
– Fasilitas di desa-desa sudah mudah dijangkau
– Banyak dibangun ruko-ruko di desa
– Masyarakat tidak perlu ke kota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Bangunan tidak memperhatikan lingkungan
– Asal bangun
– Tidak mengindahkan saluran air
– Memotongi pepohonan
3. Desa yang tidak lagi ijo royo-royo melainkan ijo ruko-ruko
– Hutan menjadi perumahan
– Sawah dirubah menjadi rumah
– pinggiran jalan tidak lagi pohon-pohon melainkan papan-papan iklan
4. Akibat yang ditimbulkan
– Kesulitan air
– Banjir
– Pencemaran tanah
– Limbah
5. Solusi: Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan lingkungan.
– Bangunan yang sudah terlanjur dibangun
– Lingkunagn yang belum dibangun
6. Bangunan yang sudah dibangun
– Menanami pohon di sekitar
– Jika tidak mungkin adalah tanaman-tanaman di sekitar
– Memperbaiki saluran air
7. Lingkungan yang belum dibangun
– Memberi ruang untuk pohon-pohon
– Merencanakan saluran air
8. Peranan pemerintah dalam lingkungan
– Membuat aturan tentang lingkungan
– Memberikan undang-undang yang tegas apabila ada pihak yang tidak mematuhi lingkungan
9. Hal terdekat yang bisa kita lakukan sebagai siswa
– Menanam pohon
– Membuang sampah pada tempatnya
– Menghemat listrik, karena terbuat dari batu bar ayang tidak bisa diperbarui
– Menghemat listrik dapat filakukan dengan cara: memaytikan lampu yang tdak perlu
10. Kerjasama semua pihak akan memulihkan desa menjadi hijau royo-royo
– Pengusaha memperhatikan lingkungan
– Pemerintah mengawai pelaksanaan
– Dan masyarak turut serta menjaga lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: