Masyarakat Cari Perhatian tentang Kelangkaan Energi

Masyarakat Cari Perhatian tentang Kelangkaan Energi

Melambungnya harga minyak dunia menyebabkan pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menyelamatkan APBN yang semakin defisit. Keluarnya Indonesia dari OPEC bisa meringankan pengeluaran negara sebanyak US$2 juta yang biasanyadikeluarkan untuk membayar iuran di OPEC per tahunnya. Pemerintah menaikkan harga BBM secara bertahap dan tidak lagi memberikan subsidi BBM yang tinggi kepada masyarakat. Hal ini juga dikarenakan oleh berkurangnya produksi minyak di Indonesia dari tahun ke tahun. Padahal, sewaktu Indonesia mulai bergabung dengan OPEC pada tahun 1962, prduksi minak masih sekitar 1,6 juta barel. Sedangkan produksi pada tahun ini mencapai 0,9 juta barel, sementara konsumsi mencapai 1,3 juta barel.
Untuk mengatasi kelangkaan minyak di negara kita, pemerintah mengadakan konversi BBM ke gas. Mengingat negeri ini merupakan satu negara penghasil gas utama di samping Qatar dan Rusia. Cadangan bahan bakar ini lebih banyak dari cadangan minyak bumi. Cadangan minyak bumi hanya 16 tahun sedangkan cadangan yang tersedia untuk gas alam adalah 189 TCF (Triliun Cubic Feet / Triliun Kaki Kubik) artinya masih ada waktu 62 tahun. Dengan cadangan gas yang melimpah inilah, pemerintah menggerakkan program konersi gas elpigi 3 kg serta pemberian kompor gratis untuk masayrakat kelas bawah dan UKM (Usaha Kecil Menengah). Konversi ini menurut pemerintah akan lebih menghemat APBN karena subsidi LPG jauh leih rendah dari subsidi BBM. Walaupun kebijakan tersebut telah dikeluarkan, masih ada saja keluhan dari masyarakat tentang kelangkaan dan harga yang terus mengalir, karena harga gas dunia juga mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, penghematan pemakaian energi juga penting. Disamping itu, penggunaan energi alternatif sangat dibutuhkan di negeri ini. Pemerintah akan melakukan konversi briket batu bara dalam beberapa waktu kedepan. Briket batu bara dinilai dapat menjadi sumber energi alternatif, karena nyala api dari briket batu bara dapat bertahan cukup lama, sehingga sangat menghemat pemakaian energi.
Dalam menghadapi masa krisis energi seperti sekarang, masyarakat ikut berperan aktif dalam membantu usaha pemerintah. Maraknmya penelitian dan penemuan energi alternatif dapat dijadikan jalan keluar untuk mengatasi kelangkaan energi di negara kita. Energi alternatif yang sedang dikembangkan oleh masyarakat antara lain: briket dari sampah, minyak dari biji jarak, gas dari singkong gendruwo, kotoran hewan bahkan kotoran manusia yang dapat dijadikan sebagai gas.
Sayangnya, usaha dari masyarakat tidak mendapatkan atensi yang besar dari pemerintah. Sokongan finansial dari pemerintah dalam usaha penelitian dan pengembangan energi alternatif oleh masyarakat dinilai sangat kurang. Saat ini pemerintah sepertinya hanya sebagai pengamat untuk melihat sampai sejauh mana perkembangannya. Sehingga, masyarakat masih meneliti dan mengembangkannya dengan dana yang mereka kumpulkan sendiri, dalam artian ada yang mendapat dukungan dari instansi, tapi tidak dari pemerintah secara langsung.
Apabila kita telah mengetahui bahwa energi altrenatif yang dikembangkan masyarakat merupakan jalan keluar yang baik, seharusnya pemerintah mensupport dan memberikan bantuan dana agar sumber energi alternatif tersebut dapat diproduksi secara besar-besaran. Buktinya, beberapa daerah yang telah memakai energi alternatif telah merasakan manfaatnya. Contohnya, di Ciamis, tumpukan sampah dapat disulap menjadi briket atau sumber alternatif. Selain menghemat sumber minyak tanah dan gas, tumpukan sampah juga berkurang.
Daripada trilunan dihabiskan untuk anggaran anggota DPR, akan lebih baik apabila uang tersebut digunakan untuk mengembangkan energi alternatif. Selain itu akan jauh lebih baik apabila pemeritah memberikan perhatian dan dukungan yang besar terhadap masyarakat demi masyrakat itu sendiri.

AGIT DIYANITA
308222416862

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: