Multikulturalisme Indonesia

Lusiana Distika (Mahasiswa Universitas Negeri Malang)

Bangsa Indonesia telah lama dikenal sebagai bangsa yang majemuk dan beragam. Bangsa kita juga dikenal sebagai bangsa timur yang masih mempunyai tata krama, sopan santun, serta budaya unggul. Terlepas dari hal-hal negatif yang terjadi saat ini, bangsa kita adalah icon multikulturalisme dunia.

Namun multikulturalisme yang seharusnya menjadi bagian kebangsaan, justru menjadi batu sandungan untuk kemajuan bangsa. Multikulturalisme tidak disikapi secara arif dan bijaksana, sehingga keberagaman budaya yang ada justru menimbulkan konflik. Konflik berbentuk kekerasan di Indonesia telah menjadi masalah sosial yang cenderung berkembang dan meluas. Hal ini membuat proses penanganan konflik membutuhkan waktu yang lama dengan kerugian yang luar biasa.
Sementara itu, upaya penanganan konflik yang dilakukan oleh semua pihak selama ini masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Penanganan konflik belum sampai pada pokok permasalahan konflik. Karena itu tidak tertutup kemungkinan munculnya konflik dalam bentuk kekerasan dimasa yang akan datang masih cukup tinggi. Selanjutnya, di tengah-tengah krisis dan bencana berkepanjangan, muncul gerakan-gerakan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap mampu menghargai perbedaan. Perbedaan bukan ancaman, melainkan sebagai bekal untuk memperkaya wawasan. Dari sinilah kita dapat memahami pentingnya multikulturalisme agar bangsa ini tidak terus-menerus terjebak dalam kekerasan.

LUSIANA DISTIKA SARI

NIM : 308222416874

Bahasa dan Sastra Inggris

1 Komentar »

  1. irwan Dj. Syech Said:

    Indonesia dengan segala kemajemukan yang ada di dalamnya, belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Dari segi pendidikan, kurikulum yang dikembangkan selama ini masih memandang sebelah mata tentang keanekaragaman yang tumbuh dan berkembang di indonesia. akibatnya masyarakat bangsa ini belum terlalu dewasa dalam menerima setiap perbedaan sebagai bagian integral dari kehidupan manusia sejak dihadirkan di bumi ini oleh sang pencipta.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: