SELAYANG PANDANG BUDAYA INDONESIA

Kebudayaaan asli Indonesia di zaman yang modern ini sudah tampak langka. Keberadaannya pun mulai tampak jarang dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Derasnya gelombang budaya asing seolah-olah mengajarkan kepada kita bahwa itu adalah  gaya hidup modern: parahnya kita harus melupakan budaya sendiri!

Budaya Indonesia sebenarnya memiliki nilai estetika dan ajaran moral yang tinggi. Terlebih, budaya bangsa ini sejak dulu terkenal oleh keanekaragaman kebudayaan tradisional.  Keanekaragaman budaya tradisional memiliki keunikan dan mencerminkan karakteristik tiap-tiap suku bangsa yang ada di Indonesia.

Terkikisnya budaya nasional kita setidaknya disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor dari luar, yaitu segala bentuk pengaruh yang datangnya dari luar batas wilayah. Salah satu misal, gencarnya sosialisasi budaya asing melalui alat komunikasi yang nyaris tak terbatas – internet. Kedua, faktor dari dalam, yaitu segala bentuk kebijakan ataupun pandangan kita terhadap budaya. Sikap tak acuh terhadap budaya sendiri, kurangnya filterisasi, kurangnya pemahaman terhadap gaya hidup, dsb merupakan beberapa hal yang berpengaruh terhadap budaya nasional kita.

Semakin lama kita membiarkan masalah ini tanpa ada bentuk usaha melestarikannya, niscaya kebudayaan kita mungkin akan mengalami pengikisan. Proses akulturasi yang kurang tepat dan berlangsung lama, membuat budaya asli suatu bangsa menjadi tergeser, menjadi buram dan bahkan hilang.

Banyak usaha yang bisa kita tempuh untuk mengantisispasi kemungkinan terburuk ini. Beberapa pihak yang peduli mengenai aset berharga bangsa ini perlu kita acungi dua ibu jari. Misalnya, mainan anak-anak tradisional yang dipamerkan di mal atau pusat keramaian kota, program pemerintah daerah dalam mendokumentasikan budaya-budaya melalui situs resmi, dsb

Dari sisi lain, kami juga turut melestarikan budaya Indonesia melalui majalah. Memang, bukan hal baru bahwa sebuah majalah hadir dengan tema budaya. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat kami terhadap majalah budaya lain, kami hadir dengan nuansa dan citra yang berbeda. Dengan berbekal itu, majalah ini mencoba melestarikan dan mensosialisasikan kebudayaan nasional sehingga keberadaannya tetap bisa dinikmati oleh anak-cucu bangsa Indonesia dan selebihnya turut berperan di dalam kancah persaingan budaya internasional.

Majalah itu adalah majalah New Indonesia. Majalah New Indonesia adalah majalah budaya Indonesia nonprofit yang didistribusikan secara skala regional, nasional, dan internasional dengan teknik penyajian dwibahasa.  Majalah New Indonesia berusaha untuk menjadi salah satu media dalam melestarikan kebudayaan Indonesia agar dapat bertahan dalam menghadapi serbuan budaya asing, menumbuhkan kembali minat dan kecintaan akan budaya pada masyarakat Indonesia khususnya generasi muda, serta tidak menutup kemungkinan menjadi media promosi budaya Indonesia agar lebih dikenal di mancanegara.

Majalah New Indonesia merupakan majalah yang baru saja didirikan pada Mei 2009 oleh sekumpulan generasi muda dengan keinginan untuk mengangkat kembali kejayaan budaya Indonesia di dunia internasional. Majalah New Indonesia mengulas segala macam keunikan budaya Indonesia baik budaya tradisional asli Indonesia maupun hasil budaya yang sudah berasimilasi dengan kebudayaan modern, namun tetap menitikberatkan pada budaya asli Indonesia. Selain itu, Majalah New Indonesia berusaha menjadi sarana untuk menampung aspirasi, ekspresi, kreasi dan kepedulian untuk melestarikan budaya asli Indonesia. Tentunya, tidak hanya dari satu sisi generasi saja.

7 Komentar »

  1. tg-pramono Said:

    jangan pernah berhenti mengejar imajinasi. semua yang maya pada dasarnya adalah fakta

  2. tg-pramono Said:

    wajah berkaca mata adalah wajah bintang dalam langit yang suram. lubang langit adalah labirin yang tak terduga itulah imajinasi yang akan menuntun semua insan dalam memetik buah bintang di langit yang telah tersebutkan

  3. tg-pramono Said:

    kita sebenarnya tidak punya budaya apa-apa, yang kita punya hanyalah harapan-harapan yang serba telah diketahui oleh teropong internet yang terkendalikan dari pusatnya. harapan berbudaya yang ada aadalah rasa curiga dan rasa takut yang tersembunya dalam profan galeri di sebuah sudut pertanian yang terkikis oleh roda traktor dan roda slender. ah, mas kita hanya berharap saja.

  4. TULISANNYA CUKUP BERMANFAAT. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  5. raxa Said:

    goooooooood

  6. pandu gogreen Said:

    buat tg-pramono;

    kata siapa bangsa indonesia gx punya budaya

  7. pandu gogreen Said:

    fuck


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: