Teknik Berkomunikasi yang Efektif dengan Peserta Didik di Kelas

TeknikKEKUATAN E.I. (1)

buku di atas dapat dibeli melalui pulsa melalui: https://play.google.com/store/books/details?id=-OUlDwAAQBAJ

 

 

Berkomunikasi yang Efektif dengan Peserta Didik di Kelas

Seorang guru yang berhasil di dalam pembelajaran, sangat besar kemungkinannya bahwa ia telah berhasil menjalin komunikasi dengan peserta didiknya secara efektif.

***

Salah satu instrumen penting di dalam pembelajaran adalah teknik komunikasi. Terdapat ratusan buku yang membicarakan teknik komunikasi, namun sangat sedikit yang membicarakannya di dalam ranah pendidikan, khususnya pengajaran.

Idealnya, di dalam proses pembelajaran, seorang guru menyampaikan informasi atau pengetahuan sedangkan peserta didik duduk diam mendengarkan dengan kidmad. Namun, kenyataannya, tidak selalu demikian.

Ada begitu banyak faktor yang membuat peserta didik ramai, tidak bisa diam, dan didukung dengan cuaca yang panas. Jensen[14] menyatakan bahwa prestasi siswa dipengaruhi oleh suhu, akustik, penerangan, tempat duduk, dan kondisi sosial. Dengan demikian, perlu rekayasa situasi agar teknik komunikasi yang efektif bisa berjalan dengan baik.

Peserta didik bukanlah sekumpulan benda mati yang bisa kita bentuk sebagaimana kehendak kita. Sebaliknya, peserta didik adalah makhluk dengan kehendak yang terkadang tidak sesuai dengan harapan kita. Dengan demikian, seorang guru memerlukan pendekatan khusus agar komunikasi dapat berjalan secara efektif.

1.1 Pendekatan untuk Menjalin Komunikasi

Terdapat banyak jalan/cara yang bisa dilakukan oleh seorang guru agar komunikasi dengan peserta didik dapat berjalan dengan efektif. Berikut adalah sejumlah upaya sederhana yang bisa dilakukan.

Guru mendatangi tempat duduk peserta didik satu-persatu. Kuncinya adalah pada rancangan pembelajaran. Ketika guru telah memberikan intruksi, guru bisa mendatangi satu persatu ke bangku dan melihat sesuatu yang sedang terjadi. Selain guru bisa melihat secara langsung, guru akan semakin akrab dengan peserta didik.

Merumuskan tujuan yang jelas melalui mind-map. Dalam upaya menyita perhatian peserta didik, salah satunya adalah dengan memberikan tujuan pasti dalam pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik dengan sendirinya akan mengejar apa yang ingin diketahuinya. Dalam upaya mewujudkan ini, salah satunya bisa menggunakan mind-map. Dengan metode peta konsep, guru akan mudah dalam memberikan deskripsi materi yang hendak disampaikan.

Guru harus berani menatap ke arah peserta didik ketika berbicara. Kontak mata adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi dua arah, sebab dengan melakukan itu guru telah membangun rasa percaya diri dan memiliki sikap terbuka kepada peserta didik.

Perhatikan lima menit pertama saat pembelajaran. Sangat dimungkinkan, keberhasilan seorang guru dalam menyita perhatian peserta didik di lima menit pertama akan menentukan keberhasilan mengajar pada menit-menit berikutnya. Sebagaimana disebutkan oleh Gagne[15] bahwa perolehan perhatian peserta didik merupakan langkah awal dalam keberhasilan pengajaran. Dan, lima menit pertama adalah kesempatan seorang guru di dalam meraih perhatian tersebut.

Guru harus memiliki kontrol kelas. Sulit memang mengendalikan peserta didik yang ramai di kelas. Sebuah pukulan keras di meja, terkadang berhasil membuat mereka diam namun tidak selamanya selalu berhasil. Hal yang harus dimiliki guru adalah memiliki kontrol kelas, salah satunya adalah dengan membuat kesepakatan di awal. Misalnya, guru hanya akan mengingatkan sekali ketika peserta didik ramai, jika hal itu masih terjadi, guru akan mengurangi nilai kelas dengan cara menuliskannya di papan. Pengurangan ini berlaku kepada semua peserta didik baik yang ramai atau tidak. Cara lainnya adalah diam, tidak melanjutkan kegiatan, sampai kelas kembali tenang. Untuk bacaan lebih lanjut, silakan baca buku kami yang berjudul Berbagai Strategi dan Metode Pembelajaran yang Unik [16]  dan Permainan Edukatif untuk Pembelajaran Atraktif. [17]

           Guru harus mengenali kelemahan diri. Ini sangat penting. Sebab, ada kalanya, peserta didik ramai karena tidak mendengar suara guru yang di depan karena terlalu lirih. Dengan demikian, guru harus sering-sering melakukan evaluasi diri secara internal.

Mengenali faktor kendala. Guru harus memiliki berbagai referensi dan metode cadangan yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan karena keberhasilan salah satu metode terkadang tidak akan berhasil pada kelas lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Metode A akan berhasil di kelas pagi namun pada jam siang tidak akan semenarik yang diharapkan. Oleh karena itu, guru harus memiliki metode yang siap pakai dalam kondisi apapun.

           Mengenal karakter peserta didik. Ada banyak cara dalam mengenal karakter peserta didik. Ada kelas yang terkadang sulit diatur tetapi juga ada kelas yang mudah diatur. Kesemuanya adalah karakter dan itu adalah masukan yang akan menjadi indikator seorang guru dalam menggunakan teknik komunikasinya.

1.2 Sejumlah Hal Penting dalam Berkomunikasi

           Tidak ada saran atau teori yang secara pasti bisa digunakan dalam berbagai situasi. Semua memiliki variable yang berpengaruh pada tingkat keberhasilan. Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki tiga hal penting di dalam berkomunikasi secara efektif di dalam kelas.

Pertama, guru harus mencatat. Pentingnya jurnal mengajar bukan hanya untuk mengetahui siapa saja yang tidak hadir, atau materi apa saja yang sudah disampaikan, melainkan juga untuk menandai beberapa temuan penting di masing-masing kelas. Guru harus banyak mencatat meskipun itu hal sederhana. Sebab, sesederhana apapun, catatan itu akan bermakna sebagai sumbangan untuk mengenal kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada saat pembelajaran berikutnya.

Kedua, Guru harus berani bereksperimen dan tidak takut gagal. Sebagaimana tertulis di atas bahwa tidak pernah ada teori yang pasti bisa diterapkan ke dalam berbagai situasi, maka guru harus mengenalinya. Metode komunikasi yang efektif di satu kelas, tentu tidak akan berhasil di kelas lain. Guru harus melakukan analisis dan perbaikan-perbaikan sehingga menemukan pola komunikasi yang diharapkan.

Ketiga, berdoa. Hal yang sangat penting adalah menyerahkan semua usaha pembelajaran kepada Allah, swt. Sebab, pendidikan  bukan hanya untuk mengejar segala sesuatu yang ada di dunia, melainkan juga di akhirat. Selain itu, sesempurna apapun sebuah metode, hasil akhirnya hanya ada pada Allah.

Hal terpenting lagi adalah agar bisa menjalin komunikasi yang efektif adalah didiklah pesert didik Anda dengan hati: Mendidik dengan Hati.[18]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: