Metode Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif

A. Pengantar

Metode penelitian kuantitatif memiliki cakupan yang sangat luas. Secara umum, metode penelitian kuantitatif dibedakan atas dua dikotomi besar, yaitu eksperimental dan noneksperimental. Eksperimental dapat dipilah lagi menjadi eksperimen kuasi, subjek tunggal dsb. Sedangkan noneksperimental berupa deskriptif, komparatif, korelasional, survey, ex post facto, histories dsb.

Makalah ini membatasi pembahasan metode penelitian kuantitatif pada tiga aspek. Ketiga aspek tersebut adalah bagian dari noneksperimental, yaitu deskriptif, historis, dan ex post facto.

Ada beberapa istilah yang sering dirancukan di dalam penelitian. Istilah tersebut adalah pendekatan, ancangan, rencana, desain, metode, dan teknik. Di dalam makalah ini disinggung mengenai perbedaan istilah tersebut untuk didiskusikan dan dicarikan simpulan bersama-sama.

B. Pembahasan

1. Berbagai istilah di dalam penelitian

Secara umum, jenis penelitian berdasarkan pendekatan analisisnya dibedakan menjadi dua, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini lazim juga disebut sebagai pendekatan, ancangan, rencana atau desain.

Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penlitian. Dalam rancangan pereperencaan dimulai dengan megadakan observasi dan evaluasi rerhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui, sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu pembuktian lebih lanjut.

Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi prose membuat prcobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variable, prosedur dan teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian.

Metode penelitian lebih dekat dengan teknik. Misalnya, penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Dengan kata lain, metode deskriptif tersebut dapat dikatakan juga sebagai teknik deskriptif.

2. Penelitian Deskriptif

2.1 Pengertian

Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.

Whitney (1960) berpendapat, metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.

Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli meamakan metode ini dengan nama survei normatif (normatif survei). Dengan metode ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan memilih hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Karenanya mentode ini juga dinamakan studi kasus (status study).

Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standar-standar sehingga penelitian ini disebut juga survei normatif. Dalam metode ini juga dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskritif. Perspektif waktu yang dijangkau, adalah waktu sekarang atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

2.2 Tujuan

Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

2.3 Ciri-ciri Metode Deskriptif

  • Untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka.(secara harafiah)

  • Mencakup penelitian yang lebih luas di luar metode sejarah dan eksperimental.

  • Secara umum dinamakan metode survei.

  • Kerja peneliti bukan saja memberi gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi :

    • menerangkan hubungan,

    • menguji hipotesis-hipotesis

    • membuat prediksi, mendapatkan makna, dan

    • implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan

    • Mengumpulkan data dengan teknik wawancara dan menggunakan schedule qestionair/interview guide.

2.4 Jenis-jenis Penelitian Deskriptif

Ditinjau dari segi masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu, penelitian ini dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:

  • Metode survei,

  • Metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive),

  • Penelitian studi kasus

  • Penelitian analisis pekerjaan dan aktivitas,

  • Penelitian tindakan (action research),

  • Peneltian perpustakaan dan dokumenter.

2.5 Kriteria Pokok Metode Deskriptif

Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan khusus. Kriteria tersebut sebagai berikut:

  1. kriteria umum

    • Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas.

    • Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum

    • Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.

    • Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas.

    • Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.

    • Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta serta study kepustakaan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoritis yang digunakan jika kerangka teoritis untukitu telah dikembangkan.

  2. Kriteria Khusus

    • Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).

    • Fakta-fakta atupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status

    • Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu, tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manupulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.

2.6 Langkah-langkah Umum dalam Metode Deskriptif

Dalam melaksanakan penelitian deskripif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut:

    1. Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.

    2. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisih dari masalah.

    3. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan.

    4. Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji baik secara eksplisit maupun implisit.

    5. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.

    6. Membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kuranggi penggunaan statistik sampai kepada batas-batas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan.

    7. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh dan referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.

    8. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis-hipotesis yang ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian.

    9. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah.

Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diverivikasikan. Bagi ilmu sosial yang telah berkembang baik, maka kerangka analisis dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika.

3. Penelitian Historis (Historical Researc)

3.1 Pengertian dan Tujuan

Tujuan penelitian histories adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memferivikasi, serta mensistensiskan bukti-bukti untukmenegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Seringkali penelitian yang demikian itu berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu.

Contoh penelitian histories adalah studi mengenai praktek “bawon” di daerah pedesaaan di Jawa Tengah, yang dimaksud memahami dasar-dasarnya diwaktu yang lampau serta relevansinya untuk waktu kini; studi ini dimaksudkan juga untuk mentest hipotesis bahwa nilai-nilai social tertentu serta rasa solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan. Ciri yang menonjol dari penelitian histories adalah;

  1. Penelitian histories lebih bergatung pada data yang diobservasi orang lain dari pada yang diobsevasi oleh peneliti sendiri. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yag menganalisis keotentikan, ketepatan, dan peningnya sumber-sumbernya.

  2. Berlainan dengan anggapan yang popular, penelitian haruslah tertib ketat, sistematis, dan tutas; seringakali penlitian yang dikatakan sebagai suatu penelitiaan histories hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak, tak reliable, dan berat sebelah.

  3. Penelitian histories tergantung kapada dua macam data, yaitu primer dan datasekunder. Data primer dipoleh dari sumberprimer, yaitu si peneliti (peneliti) secara langsung meakukan observasi atau menyaksikan kejadian-kejadian yang dituliskan. Dan data sekunder diperoleh dan sumber skunder, yaitu peneliti melaporkan hasil obsevasi orang lain yang satu kali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. Dianatara kedua sumber itu, sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama, dan diberi prioritas dalam pengumpulan data.

  4. Untuk menentukan bobot data, biasa dilakukan dua macam kritik, yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal menanyakan dokumen relic itu otentik, sedang kritik internal menanyakan apabila data itu otentik, apabila data otentik, apabila data tersebut akurat dan relevan. Kritik internal harus menguji motif, keberat sebelahan, dan keterbatasan si penulis yang mngkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu da memberikan informasi yang terpalsu. Evaluasi kritis inilah yang menyebbkan penelitian histories itu sangat tertib-ketat, yang dalam bayak hal lebih disbanding dari pada studi eksperimental.

  5. Walaupun penelitian histories mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian, namun cara pendekatan histories adalah tuntas, mencari informasi dan sumber yang lebih luas. Penelitian histories jga menggaliinformasi-informasi yang lebih tua dari pada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan, dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standar.

    1. Langkah Pokok Untuk Melaksanakan Penlitian Histories Atau Rancangan Penelitian Historis

Definisi masalah. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri sendiri:

  1. Rumusan tujuan penelitian dan jika mungkin, rumuskan hipotesis yang akan memberi arahdan focus bagi kegiatan penelitian itu.

  2. Kumpulan data, denganselalu mengingat perbedaan anatara sumber primer dan sumber sekunder.

  3. Suatu keterampilan yangsangat penting dalam penelitian histories adalah cara pencatatan data: dengan system kartu atau dengan system lembaran, kedua-duanya dapat dilakukan.

  4. Evaluasi data yng diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal.

4. Rancangan Ex Post Facto

4.1 Pengertian Ex Post Facto

Penelitian dengan rancangan ex post facto sering disebut dengan after the fact. Artinya, penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi. Disebut juga sebagai restropective study karena penelitian ini merupakan penelitian penelusuran kembali terhadap suatu peristiwa atau suatu kejadian dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Dalam pengertian yang lebih khusus, (Furchan, 383:2002) menguraikan bahwa penelitian ex post facto adalah penelitian yang dilakukan sesudah perbedaan-perbedaan dalam variable bebas terjadi karena perkembangan suatu kejadian secara alami.

Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang variabel-variabel bebasnya telah terjadi perlakuan atau treatment tidak dilakukan pada saat penelitian berlangsung, sehingga penelitian ini biasanya dipisahkan dengan penelitian eksperimen. Peneliti ingin melacak kembali, jika dimungkinkan, apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya sesuatu.

4.2 Perbandingan Antara Ex post Facto dengan Eksperimen

Dalam beberapa hal, penelitian ex post facto dapat dianggap sebagai kebalikan dari penelitian eksperimen. Sebagai pengganti dari pengambilan dua kelompok yang sama kemudian diberi perlakuan yang berbeda. Studi ex post facto dimulai dengan dua kelompok yang berbeda kemudian menetapkan sebab-sebab dari perbedaan tersebut. Studi ex post facto dimulai dengan melukiskan keadaan sekarang, yang dianggap sebagai akibat dari faktor yang terjadi sebelumnya, kemudian mencoba menyelidiki ke belakang guna menetapkan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya.

Penelitian ex post facto memiliki persamaan dengan penelitian eksperimen. Logika dasar pendekatan dalam ex post facto sama dengan penelitian eksperimen, yaitu adanya variabel x dan y. Kedua metode penelitian tersebut membandingkan dua kelompok yang sama pada kondisi dan situasi tertentu. Perhatiannya dipusatkan untuk mencari atau menetapkan hubungan yang ada di antara variabel-variabel dalam data penelitian. Dengan demikian, banyak jenis informasi yang diberikan oleh eksperimen dapat juga diperoleh melalui analisis ex post facto.

Dalam penelitian eksperimen, pengaruh variabel luar dikendalikan dengan kondisi eksperimental. Variabel bebas yang dianggap sebagai penyebab dimanipulasi secara langsung untuk meminimalkan pengaruh terhadap variabel terikat. Melalui eksperimen, peneliti dapat memperoleh bukti tentang hubungan kausal atau hubungan fungsional di antara variabel yang jauh lebih menyakinkan daripada yang dapat diperoleh menggunakan studi ex post facto.

Peneliti dalam penelitian ex post facto tidak dapat melakukan manipulasi atau pengacakan terhadap variabel-variabel bebasnya. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dalam variabel-variabelnya sudah terjadi. Peneliti dihadapkan kepada masalah bagaimana menetapkan sebab dari akibat yang diamati tersebut. Furchan (383:2001) menyatakan bahwa dengan tidak adanya kemungkinan peneliti untuk melakukan manipulasi atau pengacakan.

Contoh perbedaan antara penelitian ex post facto dengan eksperimen adalah sebagai berikut. Sebuah penelitian berjudul Pengaruh Kecemasan Siswa pada Waktu Mengerjakan Ujian Terhadap Hasil Ujian Mereka dapat didekati dengan dua metode, yaitu eksperimen dan eks post facto.

1) Pendekatan Eksperimen

Dalam judul di atas terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam judul di atas adalah kecemasan siswa dan ujian nasional. Variabel terikatnya adalah hasil ujian.

Ciri dari penelitian eksperimen adalah adanya manipulasi terhadap variabel bebas. Dari kondisi di atas, variabel bebas dapat dimanipulasi menjadi cemas dan tidak cemas. Konkritnya, sebuah kelas terdiri dari kelas A dan B. Masing-masing kelas dimanipulasi kondisinya menjadi kelas A menjadi kelas yang cemas, sementara kelas B menjadi kelas yang netral (pengendali).

Pengkondisian kelas dapat dilakukan dengan memberikan sugesti kepada kelas A bahwa ujian yang diberikan akan berpengaruh terhadap kenaikan kelas. Artinya, siswa yang memiliki nilai yang rendah bisa dimungkinkan tidak naik kelas. Sementara kelas B dikondisikan netral. Dengan pengertian bahwa ujian di kelas B hanyalah untuk mengukur kemampuan pemahaman terhadap suatu kompetensi tanpa adanya pengaruh dari hasil dengan kenaikan kelas.

Setelah kelas sudah terkondisikan, maka diberikan soal dengan tingkat kuantitas dan kualitas kesulitan yang sama. Pada waktu yang bersamaan, lembar jawaban dikumpulkan bersama dan dilakukan pengoreksian terhadap hasil jawab dari kelas A dan B. Apabila terjadi perbedaan nilai, semisal, nilai kelas A lebih tinggi daripada kelas B, maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kecemasan ternyata mampu meningkatkan nilai ujian. Anggapan lain, bahwa dengan adanya kecemasan membuat siswa semakin berpacu untuk mendapatkan yang terbaik.

2) Pendekatan Ex post Facto

Hal penting dalam pendekatan ex post facto adalah tidak adanya manipulasi terhadap variabel. Dalam kasus di atas, dapat didekati dengan ex post facto dengan melihat situasi kelas A dan B yang sebelumnya tidak diadakan manipulasi. Artinya, kelas tersebut berjalan secara alami. Misalnya, hasil ujian kelas A dan B menunjukkan perbedaan dari satu siswa ke siswa lainnya. Dari hasil tersebut, dilakukan klasifikasi antara siswa yang memiliki nilai tinggi dengan siswa yang memiliki nilai rendah. Kemudian dihubungkan antara kecemasan dengan hasil nilai. Misalnya ditemukan kesimpulan bahwa nilai di atas rata-rata dikerjakan oleh siswa yang memiliki kecemasan. Oleh karena itu, pengaruh kecemasan siswa memang berpengaruh terhadap hasil ujian, yaitu menjadi lebih baik.

Penelitian dengan menggunakan pendekatan ini tentu saja memiliki kekurangan. Dari kasus di atas dapat terlihat satu celah kelemahan bahwa bisa jadi adanya faktor ketiga selain kecemasan yang membuat nilai ujian meningkat. Hal ini dimungkinkan adanya faktor ketiga, yaitu kecerdasan. Selain kecemasan, bisa dimungkinkan bahwa kecemasan adalah situasi lain, sedangkan kecerdasan menjadi penunjang utama.

    1. Kekurangan Pendekatan Ex Post Facto

Pendekatan ex post facto memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas.

Oleh karena tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas, maka sukar untuk memperoleh kepastian bahwa faktor-faktor penyebab yang relevan telah benar-benar tercakup dalam kelompok faktor-faktor yang sedang diselidiki.

  1. Kenyataan bahwa faktor penyebab bukanlah faktor tunggal, melainkan kombinasi dan interaksi antara berbagai faktor dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan efek yang disaksikan, menyebabkan soalnya sangat kompleks.

  2. Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebab-sebab ganda, tetapi dapat pula disebabkan oleh sesuatu sebab pada kejadian tertentu dan oleh lain sebab pada kejadian lain.

  3. Apabila saling hubungan antar dua variabel telah diketemukan, mungkin sukar untuk menentukan mana yang sebab dan mana yang akibat.

  4. Kenyataan bahwa dua, atau lebih, faktor saling berhubungan tidaklah mesti memberi implikasi adanya hubungan sebab akibat.

  5. Menggolongkan-golongkan subjek ke dalam kategori dikotomi (misalnya golongan pandai dan golongan bodoh) untuk tujuan perbandingan, menimbulkan persoalan-persoalan, karena kategori-kategori itu sifatnya kabur, bervariasi, dan tak mantap.

  6. Studi komparatif dalam situasi alami tidak memungkinkan pemilihan subyek secara terkontrol. Menempatkan kelompok yang telah ada yang mempunyai kesamaan dalam berbagai hal kecuali dalam hal dihadapkannya kepada variabel bebas adalah sangat sukar.

    1. Keunggulan Penelitian dengan Pendekatan Ex Post Facto

Metode ini baik untuk berbagai keadaan kalau metode yang lebih kuat, yaitu metode eksperimental, tak dapat digunakan. Apabila tidak selalu mungkin untuk memilih, mengontrol, dan memanipulasikan faktor-faktor yang perlu untuk menyelidiki hubungan sebab akibat secara langsung. Apabila pengontrolan terhadap semua variabel kecuali variabel bebas sangat tidak realistik dan dibuat-buat, yang mencegah interaksi normal dengan lain-lain variabel yang berpengaruh.

Apabila control di laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian adalah tidak praktis, terlalu mahal, atau dipandang dari segi etika diragukan atau dipertanyakan. Studi kausal-komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalkan: apa sejalan dengan apa, dalam kondisi apa, pada perurutan dan pola yang bagaimana, dan sejenis dengan itu. Perbaikan-perbaikan dalam hal teknik, metode statistik, dan rancangan dengan kontrol parsial, pada akhir-akhir ini telah membuat studi kausal komparatif itu lebih dapat dipertanggungjawabkan.

C. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ketiga metode penelitian kuantitatif memiliki perbedaan jika ditilik dari tujuannya. Perbedaan tersebut tampak sebagai berikut.

        1. Penelitan deskriptif yang biasa juga disebut dengan penelitian survay adalah penelitian yang mencoba Untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu obyek penelitian tertentu

        2. Penelitian historis untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif,dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat

        3. Penelitian ex post facto bertujuan untuk melacak kembali, jika dimungkinkan, apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya sesuatu.

113 Komentar »

  1. muhammad yusran Said:

    kami sangat senang dengan adanya sumber rujukan tentang metedologi penelitian untuk mempermudah kami dalam menyelesaikan tugas skripsi kami. tolong buatkan contoh proposal penelitian tentang pemerintahan.

  2. phitoosh Said:

    thanks infonya

  3. isnanamaxu Said:

    pas banget…
    lagi nyari-nyari yang begini…
    tengkyu infonya…

  4. Mirda Said:

    thanks ya infonya, suliiit banget nyari expost facto

  5. Mirda Said:

    ng, kalo boleh skalian karakteristik ma tantangannya ya….

  6. qu2r Said:

    thanks banget wat info’a ya…..
    mang lagi butuh banget wat ngerjain tugas nih

    syukron..^_^

  7. muiz Said:

    ilmu never die. tenkyu abiz

  8. widya Said:

    thx banget bwat info yg dah ada, tapi aq mo nanya,,

    itu termasuk informasi tentang cara menganalisis data metode kpustakaan g??

    coz aq dikasih tugas bwa tnulis karya tulis, tapi bab 2, kajian pustaka n bab 3 metode penelitian salah..

    n aq ga tw ruz ngapain nih,

  9. lofty Said:

    mo tanya…
    dalam penelitian studi kasus selain menggunakan hipoteses menggunakan apa??thank

  10. yayan taufik Said:

    fotonya kren2 bangat,, minta dong reperensi tentang metode penelitian survei.. kalau bisa langsung ke email aku aja yach….. salam kenal.

  11. okta Said:

    hmmm.. kalo penelitian yang membandingkan antara persepsi orang pada harapan dan kenyataan termasuk jenis apa???

  12. santi Said:

    makaceeeeeh yaaa buat infonya……………

  13. iful Said:

    asslamu’laikum…
    saya berterimakasih kepada penulis dengan penjelasannya yang efektif dan integral,,, saya mohon agar di tingkatkan lagi agar lebih komprehensif

  14. SUPYONO Said:

    Thanks……………………God Bless You

  15. ita Said:

    trims info’y…

    ta perlu ni wat pengetahuan mnjlang nyusun skripsi

  16. NAIMA Said:

    ma kaciii info tentang ex post facto ya

  17. NAIMA Said:

    ma kaciii info tentang ex post facto yaaa…..kalaw boleh dimuat juga tesis tentang ex post facto

  18. NAIMA Said:

    ma kaciii info penelitian ex post facto yaaa…..kalaw boleh dimuat juga tesis tentang ex post facto

  19. Santi Said:

    Thank’s ya bwt info dlm tulisany Q Jd bisa finishing tgs mklh,,,klw bsa ksh contoh hsil (prodak)pnelitian dri stiap metode penelitian ya biar da gmbran !!

  20. dee Said:

    mantap…jelas,bahasanya mudah di mengerti, terperinci..

  21. asnawi Said:

    Makasih Mas Lubis. Tulisan-tulisan Mas saya download untuk keperluan penelitian dan pembelajaran. Jazaakallah khoiran.

  22. junto Said:

    thx berat.. ilu so much.. sangat berguna untuk skripsi pendidikan saya.. gbu

  23. mamabanititi Said:

    terima kasih ibu atas infom.. nya. sangat berarti bagi saya untuk memulai sesuatu yang baru…

  24. ririn Said:

    tolong kirimin daftar pustakanya dunkz………….

  25. ririn Said:

    tolong kirimin contoh angket tentang pengaruh kepercayaan diri dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar matematika siswa………………….

  26. mas_bakrie Said:

    tengkyu infox….yach

  27. BikPici Said:

    makasih referensinya.. sangat bermanfaat :)

  28. agustin Said:

    artikel ini sangat berguna. tapi kenapa cuma 3? yang lainnya juga dong…

    kalo ada contoh-contohnya juga.

    thank you anyway

  29. zye Said:

    aslm_infnx ckp membntu, np g djadikan 1 aj antara kuantitatif dan kualitatif, utk memudhkan pencarian aj se,
    btw ne wda termsk rngkman kh…….
    blz y,,,

  30. irfan Said:

    wissssssssssssss… than u brad

  31. redaktur www.lubisgrafura.co.cc Said:

    Terima kasih sudah posting di laman ini, semoga bermanfaat. salam buat keluarga.

    Lubis Grafura
    http://www.lubisgrafura.co.cc

  32. Manap Somantri Said:

    Saya butuh literatur tentang penelitian kepustakaan. terutama berkaitan dengan (1) pengertian; (2) Kriteria, Persyaratan, Langkah Kerja, (3) Teknik pengumpulan dan pengolahan Data/informasi; (4) penarikan kesimpulan dan rekeomendasi. dang yang terkait dengannya. TK.

  33. EBAK Said:

    lok bisa penjelasanya smakin luas biar kt bs lbih mudah mempljriny…
    thanks atas metode kwantitatifnya

  34. bermanfaat sekali…….ty

  35. khoristina Said:

    pas bgt nie tp blh mnta tlng gak masukin info tentang ekologi study…….thanks B4…..

  36. eko Said:

    makasih pak

    artikel nya aku copy n aku tarok di blog nya eko

    http://konselor.co.cc

    sukses pak

  37. mvb Said:

    makasih bagus artikelnya

  38. henribux Said:

    kunjungan erdana….folow

  39. luvi Said:

    matur nuwun……………………………!!!!!!

  40. putu sugara Said:

    wahhh…bisa memperluas pengetahuankuu niii…
    numpang promosi yaaa…gue juga ngpost tntang metodologi penelitian (metodologiBk.blogspot.com) haraf dikunjungi n gak bakalan rugi…
    buat nyang empunya thx b4…kunjungin balik yaaa..gw masi newbiiie niiii….

    hormat saya m nyang empunyaaa….

  41. saamah Said:

    terima kasih infonya, pak judul skripsi apa yang cocok model pembelajaran terbaru menulis cerpen untuk anak smp. tolong kirim ke E-mail saya ya, saamah@asihputera.com.id sakali deui hatur nuhun, diantos saenggalna.

  42. olfah Said:

    mohon ijin copas ya pak, sekalian klo boleh tau referinsinya dr mana ja, trus mohon informasi tulisan bapak ini hanya di wordpress apa pernah dimuat dalam media lain. maaf klo nanya panjang lebar,coz tulisan bapak ni mo sy jadiin refernsi dalam penulisan makalah saya yg merupakan penugasan dr sekolah,trima kasih sebelumnya

  43. abdul muis Said:

    ok………………….

  44. eva Said:

    thanks, ya …! info ini sangat brguna untuk orang yang belum mengenal metode kuantitatif.

  45. Rusmana Said:

    makasih ilmunya, semoga bermanfaat buat semua

  46. Nunik Said:

    emmm…aq Lgi bngung niy???
    klo metode deskriptif kuantitatif itu pake variabel pnelitian apa aja ya?…
    di jawab yah,
    penting bangetz niy…
    mkasih sbelumna,,,

  47. panji Said:

    maksih banget tulisannya….aku lagi ada tugas MPS jadi bisa buat referensi….

  48. wanti Said:

    mksh yach…………….dngan adax metode deskriptif…………….dapat membantu aku mnyelesaikan mkala ku……………..

  49. yusuf Said:

    thanks infonya…………

  50. muklis Said:

    terimah kasih atas bantuannya……

  51. ct Said:

    thanks yah.. ^^

  52. p.mohas Said:

    Asslmlkum/ salam sejahtera/ permisi
    Bp. Ibu yg budiman,
    Luar biasa para anak bangsa ini, banyak putra pandai dan cerdas, generasi muda banyak memberikan contoh baik dan mulia, tetapi sayang ya di pihak lain banyak orang yang “mengerikan” bagi masa depan bangsa, semoga anda-2 jauh lebih kuat dan memuliakan bangsa kita untuk masa depan, selamat bekerja dan berjuang untuk bangsa, semoga Allah SWT selalu melindungi anda semua, amien, wass

  53. taufikekosusilo Said:

    terima kasih ya artikelnya. sangat membantu

  54. SALNI Said:

    SALAM.THANKS A LOT TO INFOX…

  55. koichan16 Said:

    thanks ya kak untuk infonya. saya sangat terbantu

  56. Jamrut Tirtawati Said:

    Tengkyu atas infox… sukses slalu, Amin

  57. rilla Said:

    boleh tau sumber literaturnya gak???

  58. khadijah Said:

    sukses ya mas Lubis,,,kapan mau meneruskan S2 nya lagi…Khadijah Thailand

  59. -Akang- Said:

    Makasih banget ilmunya.
    Izin copy-paste untuk referensi dalam tugas saya. Kode etik keilmuan, akan tetap saya junjung.

  60. eko Said:

    aku pinjam buat refrensi bos

  61. madhe Said:

    bos klo nulis dikash foot note yah biar tau sumber dari mana kan sbg salah satu sumber karya tulis

  62. arta Said:

    blog ini sangat membantu ssaya unutk mengerjakan tugas kuliah MPK. terima kasih kepada penulis… ijin men copy bagia” tertentu.. terima kasih

  63. liuz Said:

    trimakasih infonya pak…

  64. panji zayn Said:

    makasih om..

  65. jeki Said:

    makaceehhhh….. GBU

  66. sulaeman Said:

    banyak terima kasih

  67. sulaeman Said:

    thank you

  68. eko saputro Said:

    pas banget info’y ni,,,
    thanks

  69. frida Said:

    kalo untuk mengetahui perbedaan hasil antara pembelajaran dengan menggunakan media dan tidak menggunakan media,metodenya pake yg mana yah?
    tolong bantuannya..terima kasih

  70. satria Said:

    mas sya cari pengertian deskriptif kuantitatif menurut siapa aja.. gtuloh ono ora…??/

  71. Maia Said:

    Alhamdulillah, blog ini sgt mmbantu saia dlm mmahami mtode pnlitian kuantitatif. trmkasih….

  72. jerda Said:

    tq.. mohon ijin copi.

  73. rahma Said:

    makasih ya… aku pakai nih buat nyusun skripsi…. jelas lugas dan mudah dimengerti daripada beli bku yang tebal minta ampun. sekali lagi makasi banget … mudah2 menjadi berkah… Amiiinnn

  74. jail Said:

    bingung bgt xusun skripsi.ompa !

  75. natalie Said:

    makasih banget y…

    artikelnya sangat membantu sy

    GBU

  76. tresia kristiana Said:

    trimakasih ya membantu bgt dalam mempelajari metode peneltian kuantitatif…

  77. 615432 Said:

    trimakasi atas Referensinya. buat nyusun SKRIPSI

  78. Hari Widodo, SKM, MKes Said:

    Ma kasih makalahnya & ijin tuk ngopy ya. Trims ping banyak

  79. ulfi Said:

    .alhamdulillah ya.subhanallah ya.sesuatu.
    .sy copy ya mas

  80. ulfi Said:

    .nuhun pisan.,..

  81. tolong jelaskan tentang metode penelitian deskriptif dan contohnya.

  82. suhendar Said:

    luar biasa..pembahasannya lengkap sekali. blog yang sangat bagus.. terimakasih atas informasinnya..

  83. jeje Said:

    ngebantu bnget ..mksih yak .. :)

  84. arsyad Said:

    assww. triks, atas bantuan y dalam aku melesaikan
    tugas2 kuliah

  85. leeminholee Said:

    ekk lemo hana obat
    I LOVE U

  86. anto Said:

    tankyu gan…

  87. Drs Sukawi Said:

    Wah bagus banget artikelnya bro.. saya sedang cari2 artikel ini untuk membantu dalam penulisan thesis saya….

  88. siska Said:

    artikel nya sangat bagus dan jelas..
    saya mau bertanya..
    kalau untuk penelitian eksperimen ada berapa banyak pertmuan yang dilakukan menggunakkan metode.
    contoh: pengaruh metode think pair share terhadap kemampuan berbicara bahasa jerman di SMA.
    dalam contoh ini ada berapa banyak perlakuan yang dilakukan terhadap siswa dengan menggunakkan metode Think pair share tersebut, selain test 1 dan test terakhir?
    trims.

    • siska Said:

      tolong dibalass…
      soalnya saya dianjurkan dalam penelitian eksperimen ada 6x perlakuan metode, ada yang menganjurkan 3x perlakuan saja..
      jadi saya bingung.

  89. parasurama avatara Said:

    trims

  90. laily Said:

    thank kyuuuw,, so sweet banjet,,, mski pikiran nie msh galau,sumpek,bingung an thaaaan….. merana,,, huuuft :(

  91. ijin kopi ya pak… trimakasih… :)

  92. subki Said:

    hipotesanya belum tercantum, atau memang tidak ada ?

  93. yuliana Said:

    makasih atas artikel nya?

  94. sangat bermanfaat materinya,,,,
    thankyou yah…:)

  95. Mahfud Said:

    Informatif nih blog

  96. [...] Klik Disini Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this [...]

    • safril Said:

      langkah-langka penyusuna dalam metode penilitian diskrptif kuantitaf gman ya,,

  97. fathiya Said:

    ada yang bisa bantu gak? aku bagi contoh penelitian kuantitatif tentang perbandingan dong. nyari di internet kebanyakan tentang pengaruh dan hubungan, gak ada perbandingan. plisssss.

    • safril Said:

      ada yang bisa bantu gak, soal contoh penilitian kuantitaf tentang metode n contognya,,,,,,plisss

    • safril Said:

      maksi banyak ya,,,,,

    • safril Said:

      ble skli lgi ya…..coalnya lagi butu untuk tugas ni,,,,,,kalau rumus penilitian diskriptif kuantitatif dan kulatatif gimana ya,,,,,,lagi bingun ni,,,plees

  98. MARRYO Said:

    mkacih bnyak ya… uda bis bntu sya menyelesaikn tugasku…..MARRYO LW.

  99. MARRYO Said:

    bisa tdk bantu saya menentukan judul proposal dgn metode deskriptif

  100. D'nia Simbpp Said:

    makasi y.. bisa d’jadikan slh satu pedoman :)

  101. articud Said:

    great! thx a lot for share..

  102. Cerfot Said:

    Ini yang saya cari2 :)

    salam kenal :)

  103. imey Said:

    ga ada daftar pustaka?

  104. Tolong tuliskan sumbernya yang jelas ya, untuk memudahkan kami mencari bukunya. Terima kasih telah mambantu.

  105. dwiara Said:

    kalo variabel x ada satu dan variabel Y nya ada 2, bagusnya pake teknik analisis apa yah ?

  106. Melly Doo Lele Said:

    terima kasih,,,,,,,,,
    sangat membantu,,,,,,,,,,,,


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: